⚠️Jangan ada yang plagiat, ada baca alur yang sama, chat me, atau report karyanya⚠️
Harap bijak membaca, novel ini hanya karya fiksi belaka.
Ini adalah kisah Beeve, wanita berparas cantik yang baru saja lulus SMA, ia yang ingin melanjutkan studi harus terhalang, karena mendapati dirinya tengah mengandung anak dari hasil hubungan terlarang dengan kekasih yang berbeda keyakinan dengannya.
Alih-alih di nikahi oleh yang ia cinta, Beeve yang malang justru di campakkan bagai sampah.
Keluarganya yang tahu akan kondisi Beeve langsung sigap menikahkannya pada Andri sepupunya, yang saat itu telah sukses, tentunya dengan menyembunyikan kenyataan yang ada.
Pernikahan itu awalnya berjalan dengan normal, tapi semua berubah, ketika Andri mengetahui Beeve sudah tak suci lagi.
Akankah pernikahan Beeve dan Andri berjalan dengan lancar? Atau justru kandas di tengah jalan?
Mana yang akan terjadi? Ikuti terus alur cerita Beeve di Novel Jangan Salahkan Takdir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 (Marah)
Beeve menggelengkan kepalanya, sebab bibirnya tak sanggup lagi berucap.
“Ck, Bee... Bee..., perbuatan mu memang di luar nalar, di hari pertama kita menjadi suami istri saja kau sudah mengecewakan ku, apa lagi untuk hari selanjutnya, Bee.... bagaimana kalau kau pulang saja sekarang ke rumah orang tua mu?”
“Hiks...., ma-mas...., jangan pulang aku, aku mohon.” Beeve si gadis cantik yang memelas kepada suaminya.
Kalau sampai aku di cerai malam ini, kedua keluarga pasti akan renggang, dan keluarga ku lah yang paling malu atas segalanya, batin Beeve.
“Ma-mas, maafkan aku, aku begini karena ingin menarik perhatian mu semata, enggak ada niat yang lain, aku memang pernah melakukan kesalahan, tapi untuk sekarang, aku hanya memfokuskan hati ku pada mu, enggak ada yang lain, aku juga enggak mau mas setelah satu bulan kau benar-benar akan menceraikan ku, karena bagi ku, kau adalah jodoh yang di pilihkan Tuhan untuk ku,” terang Beeve.
“Halah sudahlah, simpan saja kata-kata manis mu itu, dan jangan pernah lagi kau masuki ruang kerja ku, kalau perlu jangan keluar dari dalam kamar mu, kalau kau butuh apa-apa telepon saja para pembantu, mengerti!” hardik Andri.
Beeve merasa dirinya sangat tak berharga di mata lelaki yang telah menjadi suaminya, itu jelas lebih sakit dari pada cambukan yang di berikan sang ayah padanya.
Ia menatap lekat wajah lelaki yang kini sedingin es kutub padanya.
Apa semua laki-laki memang begini aslinya? Hanya mementingkan apa yang ia rasa penting? Apa semua wanita kotor harus di perlakukan seperti sampah? batinnya.
Andri yang menerima tatapan penuh arti dari sang istri menarik tangan Beeve, agar ia bangun dari lantai.
“Kau mau merencanakan apa lagi jalan*g?”
“Aku enggak punya rencana apapun,” ucap Beeve.
“Kalau begitu kembalilah ke kamar mu dan jangan pernah keluar dari sana sebelum waktu yang kau pinta sebulan habis!” Andri tanpa perasaan menarik tangan Beeve dengan kasar lalu menuntunnya keluar dari dari ruang kerjanya.
“Pergilah, jangan muncul di hadapan ku lagi!” ucap Andri seraya membanting pintu dengan keras.
Baam!!!
Beeve yang terlanjur sakit hati dan makan hati oleh 2 lelaki sekaligus menangis sejadi-jadinya, ia yang merasa dirinya tak berharga berjalan menuju kamarnya.
Di dalam kamar, Beeve merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dengan terus menerus menangis.
“Ayah...., ibu....., aku harus bagaimana? Apa aku pulang saja? Apa kalian akan menerima ku? Hiks...,” Beeve meringkuk, memeluk tubuhnya sendiri dan meratapi nasibnya yang sangat hancur.
Sedang Andri, setelah ia memarahi Beeve, timbul rasa penyesalan besar dalam hatinya, ia tak menyangka, ia bisa bersikap sekasar itu, pada istrinya yang baru saja berusia 17 tahun.
“Kenapa aku jadi gelap mata begini sih?!” Andri kembali ke bilik control cctv untuk melihat apa yang Beeve lakukan.
Di monitor, ia melihat Beeve masih menangis, hatinya sebenarnya ikut sakit, tapi Andri tak bisa mengatur emosinya.
Malam itu Andri habiskan waktunya tanpa tidur hanya untuk memantau Beeve, pada hal bila ia ingin, ia bisa menemuinya.
Pukul 06:00 pagi, Andri yang lelah memutuskan kembali ke kamarnya.
Bertepatan hari itu adalah hari minggu, jadi ia tak pergi ke kantor.
“Sebaiknya aku tidur sekarang,” ucapnya.
Andri pun terlelap, bangun-bangun sudah pukul 15:00, ia yang merasa lapar menuju dapur.
Kebetulan Winda ada disana, “Win, apa nyonya sudah makan?” tanyanya.
“Belum tuan, seharian saya tidak melihat nyonya,” jawab Winda.
“Oh, begitu ya,” ucap Andri.
Winda pun tak bertanya lebih lanjut, sebab itu bukanlah urusannya.
Selesai makan siang, Andri duduk santai di pinggir kolam berenang menikmati suasana hari libur dari rutinitas kerjanya.
Andri menghabiskan waktunya 1 jam hanya untuk duduk santai tanpa arti, ia yang membuka handphonenya melihat status WhatsApp Arman, tengah berphoto bersama dengan istrinya.
Dan itu membuat Andri teringat akan Beeve, yang sudah berulang kali ia sakiti.
Andri yang bosan memutuskan untuk pergi jalan-jalan, bertemu dengan teman tongkrongannya di kafe hingga ia pulang pukul 21:00 malam.
Andri pun masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan mobil ke dalam garasi, Siska yang baru selesai teleponan dengan pacarnya berpapasan dengan Andri.
“Eh tuan, sudah pulang?” ucapnya.
“Iya, oh ya Sis, apa nyonya sudah makan?” tanya Andri.
“Nyonya? Nyonya enggak kelihatan seharian ini tuan, saya pikir nyonya sedang ke rumah orang tuanya,” terang Siska.
Mendengar perkataan Siska Andri menjadi panik, ia pun bergegas menuju bilik control cctv yang ada di ruang kerjanya.
Sesampainya disana, ia melihat Beeve sedang tiduran di ranjang, anehnya Beeve masih mengenakan piyama yang sama.
“Apa dia sakit?” gumam Andri.
Kecemasannya semakin bertambah, terlebih ia melihat Beeve tak mengubah posisi tidurnya, dan itu mirip sekali dengan waktu terakhir Andri melihatnya tadi pagi.
Ia yang tak dapat menahan penasarannya pun bergegas ke kamar Beeve.
“Bee! Bee!”
Tok tok tok!!! Berulang kali ia memanggil nama istrinya, seraya mengetuk pintu, namun Beeve tak menjawab.
Ia pun memutar handle pintu, sayangnya Beeve mengunci pintu dari dalam.
Ia yang makin khawatir pun mulai menggedor-gedor pintu kamar Beeve dengan tak beraturan.
Dor dor dor!
“Bee! Kau dengar, buka pintunya!” hardik Andri.
Lalu tak lama, dari dalam terdengar suara seperti membuka engsel pintu.
Ceklek, kriettt....
Saat melihat wajah istrinya, Andri terkejut, sebab Beeve teramat pucat, tubuhnya juga terlihat lemas.
“Ada apa mas?” tanya Beeve dengan suara lirih ia juga menutup kedua bukitnya dengan sebelah tangannya.
“Kenapa kau lama sekali membuka pintu?!”
“Maaf, aku enggak dengar mas,” ucapnya.
“Masa kau enggak dengar, dan.... kenapa kau belum mengganti baju mu?” tanya Andri.
“Maaf mas, aku kurang enak badan, makanya hanya tiduran seharian.”
“Lalu, kalau kurang sehat, kenapa kau enggak makan?”
“Aku enggak selera mas.”
“Apa mungkin kau sengaja? Atau kau merajuk? Aku kan sudah katakan, kalau kau perlu apa-apa telepon pembantu.” ujar Andri.
“Iya mas, maafkan aku, apa masih ada lagi yang mau mas katakan? Karena aku ingin tidur kembali.” ucap Beeve.
“Apa-apaan ini? Kau mau mengusir ku? Ini rumah ku, aku bebas mau bagaimana pun.” tanpa sadar Andri kembali berkata kasar pada Beeve.
“Baiklah mas, kalau masih mau disini silahkan, kau bebas kemana pun kau mau, tapi aku bolehkan istirahat sekarang?” Beeve pun balik kanan, ingin beranjak ke tempat tidurnya, namun Andri menghentikannya.
“Kenapa kau tak sopan begitu? Aku masih disini dan kau mau istirahat?” Beeve yang sudah bosan di perlakukan seenaknya pun mulai melawan.
“Terus aku harus bagaimana mas? Aku lelah, aku kurang enak badan, kalau kau masih mau bicara pada ku, masuklah! Jangan di pintu,” ucap Beeve.
Lalu Beeve yang benar-benar sakit pun duduk di bibir ranjang.
Andri yang gengsi untuk masuk memutuskan untuk kembali ke lantai satu.
“Aku akan pergi.” ucap Andri.
“Ya, pergilah, lalukan sesuka hati mu, karena semua kendali ada di tangan mu.” ujar Beeve yang membuat Andri menoleh kembali padanya.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Kissky_muchu
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
aku dah baca novel ini 3x ganti hp 3x tetep aja nangis aku pangling suka cerita ini
jangan salah kan takdir