NovelToon NovelToon
Pacar Adopsi

Pacar Adopsi

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

BELUM MELEWATI PROSES RE-WRITE🙏

KARYA OTAK ENCER MIMIN, WANTED!!! NO JIPLAK JIPLAK ATAU TIRU..INSPIRASI BOLEH BUT NO COPAS !!! Bagaimana jadinya jika seekor singa jatuh cinta pada domba buruannya ,gadis dengan sejuta pesona kecantikan paras dan hati namun dibungkus dengan penampilan cupu dialah Caramel yang harus jatuh ke dalam dunia seorang pemuda bernama Milo ,

" karena gue baik, mulai saat ini status loe jadi pacar angkat gue, alias gue adopsi lo jadi pacar gue..."

" what ?? gue ga minat makasih !!!"

Milo sudah jatuh sejatuh jatuhnya ke dalam pesona Caramel , hatinya untuk pertama kalinya bertekuk lutut pada seorang gadis yang sering ia bully. Siapkan diri untuk menyelami asam manisnya dunia Milo dan Caramel,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putri, Pangeran dan Pengawal

Kara berlari, se senang itu gadis ini melihat makanan pinggiran jalan yang mengandung banyak micin dan pengawet, gadis itu berseru mengajak dan menarik tangan Milo untuk memesan beberapa makanan. Kara melirik lirik semua jajanan yang ada di depannya, namun rasanya ia ingin yang berkuah dan hangat juga mengenyangkan. Matanya menyipit saat melihat pedagang yang duduk di pinggiran jalan dengan pembeli yang berbaris mengantri, padahal hanya sebuah dagangan yang ditanggung di pundak, tapi pembelinya banyak, rata rata anak muda yang memang mencari kehangatan di tengah hawa dingin kota kembang, bangku bangku taman yang ada di belakang menjadi tempat yang cocok menikmati bakso khas rakyat jelata, bernama "cuanki", cari uang jalan kaki.

Tutup panci yang dibuka menguarkan aroma daging sapi yang dicampurkan tepung, semakin membuat perutnya semakin keroncongan. Milo yang merasa belum yakin masih ogah ogahan.

"By, yakin mau beli itu ?" tanya Milo. Kara mengangguk yakin. Gadis cantik itu berbinar, membuat Milo tak tega untuk menolak.

Akhirnya Kara memesan 2 buah mangkuk cuanki, kebetulan ada bangku taman terbuat dari tembokan yang sengaja dibuat oleh pemerintah kota, agar pengunjung bisa duduk duduk di taman kota.

"Duduk sini aja yank, " ajak Kara.

"Oke, aku cari minum dulu deh by, biar nanti ga seret," ucap Milo. Tak lama Milo kembali dengan minuman kemasan. Udara malam yang semakin dingin membuat Kara mengusap kedua lengannya. Milo melihatnya, ia menanggalkan jas non formal nya lalu memakaikannya di badan kecil Kara.

Mata mereka mengedar, kebanyakan masyarakat menengah ke bawah lah yang memanfaatkan wisata gratis ini sambil jajan murah meriah. Pria yang mengalungkan handuk kecil di lehernya ini membawa 2 buah mangkuk baso panas ke depan sepasang muda mudi yang tengah di landa kelaparan. Saliva Milo seketika naik, melihat Kara yang sudah meraih mangkuknya meniupi dan melahap tiap suapan ke mulutnya.

Akhirnya rencana makan malam elegan di acara ultah pun, hanya dilalui dengan makan cuanki di tengah taman kota.

Tangan Milo terulur saat rambut Kara tertiup angin ke arah mulutnya,

"Bisa ga makannya pelan by, apa perlu aku beli sama gerobak gerobaknya sekalian ?" tanya Milo, mudah baginya untuk memborong cuanki ini.

" Cihhh, liat siapa yang ngomong ini ?" decih Kara mencibir.

"Abisnya, kaya orang ga makan seminggu," cibir Milo.

Satu mangkuk habis ludes ia makan, gadis kecil ini jika soal makan cukup rakus. Entah kemana perginya makanan itu.

"Habis ini mau kemana?" tanya Milo.

"Masih mau keliling keliling, siapa tau nemu yang manis !" jawab gadis ini, rupanya belum puas untuk jajan malam. Kapan lagi ia melubangi dompet seorang Milo, meskipun ia yakin walaupun semua barang dagangan yang ada disini ia borong tak akan sampai menguras isi dompet Milo.

"Nagapain harus keliling, pandangi aja wajahku, udah cukup bikin kamu diabetes," jawab Milo, membuat Kara mencebik.

"Oke, kita habisin malam ini full buat kencan kedua kita !" seru Milo bersemangat, padahal sudah tak terhitung mereka menghabiskan waktu hanya bersua saja. Kara tertawa, ia tiba tiba berjinjit lalu mengalungkan tas selempangnya di leher Milo.

"By, apa apaan??" tanya Milo menautkan alisnya.

"Ahahaha, ga apa apa bawain ya, pundakku pegel !" jawab gadis ini santai lalu tangannya melingkar di lengan Milo.

"Yu, jalan !" Kara tertawa melihat wajah masam Milo, yang dikalungkan tasnya.

"Ga usah cemberut, yang ikhlas biar berkah !" lirih gadis ini, sambil menggiring Milo untuk berjalan. Mereka berjalan mendekati pedagang mainan yang menjajakan mainan yang berkelap kelip, natanya berbinar, senyumnya merekah bak kue yang sudah matang. Seperti anak kecil memang, tapi inilah Kara yang sederhana, senyum dan tawanya cukup murah. Tidak harus makanan yang menghabiskan uang jutaan rupiah, ataupun belanja sampai memborong satu mall.

Gadis ini mengantri bersama anak kecil, menanti dengan sabar hanya demi sebuah permen kapas. Tidak seperti Milo yang selalu mendapatkan apapun tanpa harus menunggu.

"By, lama elah !! apa perlu ku kasih aja uang lebih biar di VIP kan?" tanya Milo geram menunggu giliran Kara. Rasanya kedabarannya sudah habis dimakan rayap.

"Sutttt !! ga usah berisik, banyak pelajaran yang bisa diambil dari sini !!" jawab Kara menempelkan telunjuknya di bibir tipisnya seraya mendongak ke arah Milo. Lelaki ini mengernyit, bagaimana bisa moment yang membuatnya begitu jengkel disamakan dengan pelajaran di sekolah.

"Apa ??"

"Sabar !!" jawab Kara.

" Ini tuh budaya masyarakat Indonesia, budaya antri. Nikmatin aja cara si mamangnya bikin permen kapas, kali aja nanti jadi juragan permen kapas !!" tambah Kara.

Ada ada saja gadis ini mendo'akan calon penerus perusahaan besar hanya menjadi juragan permen kapas, apa ia tak tau berapa perbedaan pendapatan perusahaannya dengan agen pedagang permen kapas begini.

Milo tertawa kecil mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Kara. Ia bahkan tak tau siapa Milo, yang ia tau Milo horang kayaaa !!! tentang siapa ayahnya dan apa pekerjaannya, gadis ini tak pernah sekepo itu. Cukup bisa ditraktir saat pergi berdua saja, Kara cukup senang.

"Mau?" tanya Kara melirik Milo yang sedari tadi memperhatikannya makan makanan berbahan gula ini, apa dia tak pernah melihat orang memakan gula gula? pikir Kara.

"Boleh, tapi suapin !" jawabnya, seperti biasa si tuan yang tidak mau makan sendiri ini selalu minta disuapin.

"Kenapa?" tanya nya kembali melirik Milo yang tersenyum.

"Belum pernah liat orang cantik makan permen kapas ya?" tanya gadis ini polos.

Milo menggeleng, "belum, pernahnya liat cewek cantik morotin duit cowok !"

"Alhamdulillah aku ga termasuk berarti, uang kamu ga abis cuma gara gara beliin permen kapas sama cuanki doang kan?" pertanyaan Kara berhasil membuat Milo tertawa.

"Kalo ceweknya secantik kamu mah aku rela ko, biarpun harus jual gunung Gede sekalipun, biar dijadiin mas kawin sekalian !" seru Milo. Kini keduanya tengah duduk di pojokan taman yang berbeda posisi dari tempat awal.

Lampu lampu gedung yang berada di sekitarnya menjadi pemandangan menarik disini, hanya ada beberapa lampu taman, yang menghiasi taman ini. Pantas saja sering dijadikan tempat mojok, rupanya ada niat terselubung, di tengah suasana remang remang.

"Bisa tuh, lucu kali ya mas kawin seperangkat permen kapas dan cuanki plus gerobak gerobaknya dibayar tunai !!" seru Kara. Keduanya tertawa. Milo menatap pipi kemerahan ini plus mata bulat beningnya, memang ia harus banyak banyak bersyukur melihat pemandangan yang Tuhan ciptakan untuknya ini.

"By, udah malam pulang yu, " ajak Milo melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah 9, ia menaksir perjalanan menuju rumah Kara mungkin akan memakan waktu beberapa belas menit saja, tapi ia akan membuatnya lebih lama. Tak rela rasanya jika harus cepat cepat berpisah dengan makhluk indah satu ini.

Milo berdiri menaruh tangannya di pinggang, sengaja agar tangan Kara masuk ke dalamnya, "mari tuan putri !"

"Iya pengawal !" jawab Kara terkekeh.

"Ko pengawal ?"

"Terus apa?"

"Pangeran dong !"

"Pangeran jam segini ga keluyuran jajan cuanki !" jawab Kara menggoda Milo.

"Oke ga apa apa lah, biasanya kalo pengawal sering nemenin putri kan ?" tanya Milo dan Kara mengangguk.

"Karena pangeran jarang nemenin tuan putri, besok besok tuan putrinya ditukung dan selingkuh sama pengawal !" jawab Milo, bukan Milo namanya jika tidak bisa menjawab.

" Ga ada sejarahnya tuan putri maen serong !" Kara sewot sambil tertawa, ada ada saja lelaki yang sedang di gandengnya.

"Sekarang udah jamannya !" jawab Milo.

"Cie ga usah curhat !!" desis Kara. Tanpa Kara tau masa lalu Milo dulu, Milo hanya menyunggingkan senyumnya.

"Semoga tuan putri yang ini engga ya !" Milo mengusap dan mengacak rambut Kara.

"Kalo ga mau, makanya si tuan putri jangan dikasih pengawal !" jawab Kara.

"Insyaallah engga, kalo bisa ke toilet pun pangeran ngikut !" jawab Milo.

"Ihhh, itu mah pangerannya mesum !" serunya sambil menepuk lengan Milo yang tertawa renyah.

"Kamu ga dingin ?" tanya Kara. Pasalnya jas yang dipakai Milo kini dipakai olehnya, lelaki ini hanya memakai t-shirt

"Engga, soalnya punya matahari pribadi !" jawab Milo.

"Mana?" Kara membeo polos.

"Kamu !" telunjuk Milo mencolek hidung Kara.

.

.

.

1
Anonymous
👍👍👍👍💪
Anonymous
Sukaaa banget sama critanya nano"
paket komplit plit plit
Makasih ya kak udah nemani hari"ku👍
Anonymous
sekali " gak papalah kara biar bisa merasakan asiknya jadi anak yang sedikit badung 😄
Anonymous
Milo.......apa nggak mbakar sungai tuuh 🤭🤭🤭
Anonymous
Cintaku di putih abu"Mi-Ka
Anonymous
Nonton film horor bilangnya:"Nanti kalau hantunya udah pergi kasih tau aku ya".
Laaah lalu apa yg ditonton jika gk ada hantunya
ada"aja Si Ica 🤣🤣🤣
Anonymous: ngakak sampai nangis kak
total 1 replies
Anonymous
Heboh 👍
Anonymous
Ya Tuhan
ngakak sampek nangis
Ya ampuuun 🤣🤣🤣🤣🤣
Anonymous
ngakak thor
pocongnya ketakutsn ikut lari 🤣🤣🤣
Mao mao
pada saraavvv /Facepalm/
Mao mao
astaga othoorrr /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Anonymous
Masa putih abu" sing ada lawan 👍
Anonymous
tenggelamkan saja gladis
Anonymous
bagaimana rasanya digigit harimau pas mau tumbuh gigi 🤣🤣🤣
ada"saja perumpamaan bang jihad
Anonymous
Kara bilsng :"musal aku selingkuh ?"
Milo jawab :"ingakan aku untuk menembak kepala lelaki itu ".
ngakak aku 🤣🤣🤣🤣
Anonymous
mesranya manis milo - kara
Anonymous
👍 TOP untuk visualnya kak
Anonymous
Dua "nya kecegur atau memang sengaja siihh
Phie Phien
🤣
Anonymous
Hm ada yang salah duga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!