Sudah dari bertahun-tahun yang lalu, mungkin sepuluh? Atau lebih? Lino tidak ingat pastinya.
Dunia tiba-tiba berguncang aneh, semua orang dari berbagai belahan bumi kebingungan dengan apa yang terjadi. Karena guncangan tersebut jelas bukanlah gempa. Mana ada gempa sampai seluruh dunia?
Namun, tiba-tiba ada hal-hal aneh yang terjadi, muncul sebuah portal-portal aneh di seluruh dunia, portal yang menghubungkan dunia manusia dan monster.
Jika semua monster dalam portal tersebut, atau... yang biasa dinamai pintu tersebut tidak dibasmi secara tuntas, maka monster yang ada di dalamnya akan keluar dan menyerang para manusia dan juga merusak kota.
Dan Lino hanyalah pemuda biasa yang memiliki rank dengan tingkat paling bawah, hinaan dan tatapan merendahkan sudah biasa ia dapatkan.
suatu hari, keajaiban datang padanya dan mengubah hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee hwang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mimpi yang aneh
.
.
Hari ini Lino memilih untuk mulai membuka kantor guild, ada Hanna, Xia dan Alpha yang membantu Lino membersihkan ruangan. Mereka juga menata berbagai tanaman hias di dalam ruangan agar terlihat cantik.
Ruangan harus dibersihkan karena besok akan ada banyak tamu, yah... bukan tamu, tapi calon anggota. Karena besok anak sekolah libur, jadi mereka akan ikut ke kantor ini untuk menyeleksi anggota guild yang baru.
Semoga saja ada yang cocok di mata anak-anak itu, Lino tidak berharap banyak, satu saja sudah cukup sebenarnya. Banyak-banyak anggota juga buat apa? Lino bahkan bisa menakhlukkan boss dungeon untuk mengalahkan semuanya.
Eh tapi... jika dipikir-pikir.
Kenapa mereka harus menyerang monster? Apakah itu benar untuk keselamatan manusia? Bagaimana dengan keselamatan monster?
Ah, ini pemikiran yang berat. Bisa-bisa jadi stress jika Lino terus memikirkan hal itu.
BRUK
Lino melemparkan tubuh besarnya di sofa, dia capek bersih-bersih, setelah ruangan bersih Lino jadi lelah dan ingin tidur.
“Master! Jangan tidur dulu, beli burger dulu!” rengek Xia
“Ada burger warna pink hari ini, kita mau beli master!” tambah Hanna
Lino melirik mereka sebentar sebelum mengeluarkan kartu yang bisa mereka gunakan untuk pembayaran, isi saldonya tidak banyak kok, hanya satu miliar. Karena Lino pikir menyimpan uang di bank agak riskan, jadi dia memilih untuk membagi rekeningnya. Lino membuat dua rekening, yang satu berisi hampir setengah uang yang Lino miliki, yang satunya untuk keperluan sehari-hari yang hanya berisi satu miliar tersebut, sedangkan sisa uang yang lain dia simpan di kotak penimpanannya.
“Kalian bisa menggunakan ini, di bawah juga ada ATM kalau mau mengambil uang tunai” kata Lino, Hanna sudah ingin mengambil kartu tersebut, tapi Lino menariknya kembali “Siapa bilang kau yang boleh pegang kartu ini? Biar Alpha yang memegangnya” Lino memberikan kartu itu untuk Alpha.
“Alpha pemimpin, jadi jangan biarkan mereka jajan yang tidak berguna, mengerti?”
Alpha mengangguk cepat “Mengerti master!”
“Ih, master jahat!! Kan aku istrinya master!!” rengek Hanna.
Iya, istri yang kelakuannya seperti bocah.
“Kalian boleh membeli dua burger” kata Lino, mendnegar itu Hanna sudah semangat kembali “Dan starbak!” kata Hanna.
“Iya iya... belikan aku burger yang hitam dan minuman juga, apa saja boleh”
“Yang hitam?” tanya Xia.
“Tadi ada burger hitam yang pedas itu” kata Hanna, dia paling ingat semua menu makanan di restoran, sudah pro.
“Pergilah, aku mau tidur dulu” kata Lino.
Merekapun pergi ke lantai bawah.
Di gedung ini ada kantor, restoran, cafe sampai gym. Di sebelah gedung ini juga ada gedung apartemen mewah meski tidak semewah apartemen Lino. Kalau Lino tidak salah satu unit apartemen di gedung sebelah itu harganya 5 sampai 7 miliar.
Sedangkan di tempat Lino harganya 7 sampai 15 miliar.
Gedung ini memang strategis, kalau saja pemilik sebelumnya, si Sarah itu tidak menyukai Lino, mungkin Lino tidak akan dapat gedung ini.
Tanpa terasa mata Lino semakin memberat
hingga kesadarannya hilang, dia pun tertidur.
***
Lino tidak tau dia ada dimana, semua tempat terlihat begitu gelap dan sunyi. Apa ini mimpi? Tapi kenapa dia sadar senuhnya?
Dia terus berjalan tak tentu arah, hingga kemudian ia menemukan sebuah ruangan aneh. Di dalam ruangan itu terdapat sebuah kotak kaca transparan. Kota itu tertutup rapat, ukurannya sangat besar lebih besar dari Lino.
Ada bola-bola kristal berwarna-warni di dalamnya.
Lino menatap satu persatu kristal itu.
“Bulan”
“Lautan”
“Langit”
“Matahari”
“Eum.. gelap? Kenapa hanya hitam saja?”
Bulan adalah kristal berwarna putih dengan lambang bulan sabit, lalu lautan adalah kristal merah dengan lambang ombak. Sedangkan langit adalah kristal biru dengan lambang awan putih. Matahari adalah kristal kuning dengan lambang matahari jingga.
Lalu kristal terakhir hanya hitam.
Apa maksudnya? Kegelapan?
Tiba-tiba kristal bulan keluar dari kotak tanpa memecahkan kotak, lalu kristal lautan juga mengikutinya. Kedua kristal mendekat pada Lino, Lino mengulurkan tangannya untuk menyentuh kristal bulan.
TEP
Bukannya kristal yang ia dapat, tapi Lino malah memegangi tangan lentik seseorang, perlahan Lino mengangkat kepalanya untuk melihat tangan siapa yang ia genggam.
Luna?
Kenapa Lino menggenggam tangan Luna?
Lalu... kenapa Sam juga ada disini?
PPYYAAARRR
Refleks Lino menarik Sam dan Luna menjauh dari kotak kaca yang pecah.
Yang memecahkan kotak adalah kristal hitam, kristal itu melayang di udara. Karenanya, kristal langit dan matahari juga ikut melayang, namun berbeda dengan kristal hitam yang diam, kristal langit dan matahari bergerak ke segala arah.
“Master...”
“Master!”
“Bangun... master!”
***
Lino membuka matanya, dia kembali berada di dalam kantor. Ada Hanna, Xia dan Alpha yang menatapnya khawatir. Lino beringsut bangun lalu duduk, ia masih berusaha mengatur nafasnya yang memburu.
Mimpi apa dia barusan?
Hanna menghambur untuk memeluk Lino erat “Master!!!”
Lino menarik Hanna agar duduk di pangkuannya “Kau kenapa?”
Hanna melepas pelukannya lalu menatap Lino khawatir “Harusnya aku yang tanya, master kenapa? Tadi – ada kegelapan yang hampir menelan master, dan master tidak bisa bergerak”
“Mu.. mungkin ada hantu yang jahil?” Lino
Hanna menggeleng “Itu bukan hantu, lebih kuat dari itu – master baik-baik saja kan?”
Lino mengangguk pelan “Aku baik kok, kalian sudah mendapatkan makanannya?”
Alpha menunjukkan burger pesanan mereka dan Xia menunjukkan minuman mereka. Lalu, Lino juga bisa melihat empat puding di atas meja.
“Ayolah, aku sudah baik-baik saja berkat kalian datang dan menyelamatkanku, sekarang ayo kita makan, bagaimana jika makan dia atap saja?” usul Lino.
Lino tidak tau apa maksud dari mimpinya tadi,
semua terasa jelas dan nyata, tapi di saat yang bersamaan dia juga tau itu tidak nyata.
Bulan... Luna? Apa kepanjangan nama Luna? Sepertinya bukan hanya Luna... dan Sam itu, apa ya? Samuel... bukan, Sam.. udra? Samudra? Berarti lautan kan?
Lalu artinya apa ya?
Apa itu hanya bunga tidur yang tidak berarti?
Dan kristal hitam itu... dia bisa memecahkan kaca, padahal kristal bulan dan laut bisa keluar dengan tenang dan damai, seolah mereka menembus kaca. Apa itu karena kristal hitam sangat kuat?
Lalu, apa kabut hitam yang hampir menelan Lino?
Ah, Lino tidak tau, tidak mengerti.
Sambil makan di atap, Lino melihat-lihat kotak penyimpanannya, ada berapa daftar barang yang dimasukkan disana, tampilannya bukan hanya nama, tapi gambar barangnya juga.
Oh, buku ini...
Lino meng-klik gambar buku besar di kotak penyimpanan, itu adalah buku yang Alpha temukan saat merampok harta para hantu. Buku tebal yang saat dulu Lino buka tidak ada isinya sama sekali, hanya halaman kosong.
Namun, benarkah itu memang kosong?
Dan yang menjadi perhatian Lino adalah... sampul buku itu memiliki gambar lima lambang, yaitu bulan, air, awan, matahari, dan bulatan hitam.
Ini kebetulan atau memang ada hubungannya ya? Lalu hubungannya dengan Sam dan Luna apa?
“Master!! Aku ingin coba burger hitam!” kata Xia
Lino buru-buru keluar dari layar sistem lalu beralih menatap Xia “Tidak bisa, kau sudah beli dua burger, memangnya masih kurang apa?”
“Aku hanya penasaran saja, satu gigit” pinta Xia
“Aku juga penasaran” sahut Hanna.
“Kalian bisa makan ini, aku beli dua burger hitam” Alpha mengeluarkan burger lain dari dalam wadah.
“Bilang dong!” Xia merebut burger itu lalu mencobanya “Pedes..”
Hanna juga ikut mencobanya, “Enak kok, aku habisin ya?”
“Dua burger masih kurang bagimu?” Lino tidak habis pikir dengan Hanna, badannya kecil tapi makanannya banyak sekali, padahal dia satu burger saja sudah kenyang.
“Hehe, karena makanannya enak, aku tidak bisa berhenti” jawab Hanna dengan polosnya.
Lino hanya tersenyum melihat Hanna menghabiskan burger ketiga, untung Hanna cantik dan imut ya.
Sejenak ia melupakan tentang mimpinya yang aneh.
.
.
Fix clan hyuuga