(Follow Instagram aku ya @rafizqi0202)
Aria Hastuti seorang gadis desa yang pergi merantau ke kota xx untuk mencari pekerjaan.
Aria yang hanya tamatan SMA, sangat sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan di kota.
Karena kecantikan yang ia miliki, Aria diterima bekerja di sebuah hotel ternama di kota xx sebagai OB.
Namun siapa sangka? Kedatangannya ke hotel itu malah menjadi petaka baginya.
Ia melewati malam yang panjang bersama pria yang tidak ia kenal.
Karena pengaruh obat yang mereka minum, mereka melewati malam yang panjang tanpa mereka sadari yang membuatnya hamil diluar nikah.
Bagaimanakah nasib Aria selanjutnya?
Ayo simak cerita ini sampai habis.
Jangan lupa beri Author dukungan dengan memberikan Like, komen dan vote ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fani Meninggal Dunia
"Kenapa kamu menjadi seperti ini nak" Suara tangis Pak Banyumas pun pecah disana. Menyesali atas apa yang sudah terjadi.
Alan pun hanya diam. Tidak mau merusak suasana, karena ayah Fani pasti juga tau bahwa ini bersangkutan dengan dirinya.
Seketika Pak Banyumas terdiam, sorot matanya kini begitu tajam.
"Kamu sudah membunuh anakku, kamu harus bertanggung jawab" Teriak Pak Banyumas dengan mendorong Alan kasar.
Alan hanya mengangkat sebelah tangannya, untuk memberitahu anak buahnya untuk membiarkan saja dirinya di dorong. Biar bagaimanapun Alan juga merasa bersalah atas kejadian ini.
"Kenapa kamu diam Alan. Ayo lawan aku! Selama ini aku membiarkan Fani menyukai kamu, tapi apa yang dia dapat? Hanya sebuah kematian" Teriak Pak Banyumas lagi, meluapkan segala emosinya saat ini.
Pak Banyumas bersimpuh tidak berdaya, dengan suara isakkan tangisnya yang memilukan.
"Fani anakku. Kenapa kamu juga pergi meninggalkan ayah" Lirih Pak Banyumas. Deraian air matanya meluruh dengan begitu derasnya. Bahkan sekarang tubuh rentannya itu sudah sangat tidak berdaya.
Keesokan harinya.
Fani dimakamkan di pemakaman keluarga di samping makam ibunya.
Seluruh keluarga nampak sangat merasa kehilangan Fani. Fani adalah anak yang sangat manja, karenanya ia begitu disayangi oleh ayahnya.
Alan hanya bisa menyaksikan pemakaman Fani dari kejauhan. Jika ia hadir ditengah-tengah keluarga itu, yang ada pasti hanya keributan semata.
Di kantor polisi.
Alan duduk ditengah-tengah ruangan interogasi. Karena kasus kecelakaan itu, mengharuskan Alan untuk menjadi saksi utama.
Alan sudah memberikan penjelasan yang sebenar-benarnya kepada Polisi. Serta beberapa anak buah Fani pun juga ikut bersaksi disana.
Menurut sidang yang dilakukan beberapa Minggu kemudian. Alan dinyatakan tidak bersalah, sesuai dengan apa yang terjadi yang sebenarnya.
Namun ayah Fani merasa tidak terima. Baginya, Alan lah penyebab kematian anaknya.
Alan keluar dari ruangan sidang dengan membawa Jifa yang juga menjadi saksi disana.
Pak Banyumas mengepal erat tangannya, tatapan tajamnya mengarah kepada Alan.
"Aku akan membuat perhitungan kepadamu Alan" Batin Pak Banyumas menggeram.
Keesokan harinya.
Aria masih diam seribu bahasa. Kabar beredar meninggalnya Fani sudah terdengar ditelinga Aria, itu pun Jifa yang bercerita kepadanya.
"Aria! Aku minta,,,,,," Ucapan Alan terpotong.
"Aku sudah memaafkan kamu. Tapi maaf, aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita" Tegas Aria memotong perkataan Alan.
Alan nampak tidak terima, "Kenapa Aria? Aku sangat mencintai kamu!" Ucap Alan.
"Aku tau itu. Tapi kehadiran kami ditengah-tengah keluarga kamu hanya akan membuat kehidupan mu dalam masalah" Ujar Aria.
"Tapi Aria,,,,"
"Keputusan ku sudah bulat! Jadi aku mohon hargai keputusan ku" Tegas Aria sekali lagi, dengan sukses membungkam mulut Alan.
"Baiklah. Jika kamu berubah pikiran, segera lah datang kepadaku" Balas Alan pasrah.
Alan berlalu pergi, sesekali ia menyeka air matanya yang sejak tadi ingin menetes.
"Maafkan aku Aria. Mungkin akulah penyebab masalah itu terjadi" Batin Alan.
Perpisahan yang begitu menyakitkan untuk Aria. Melepaskan orang yang dicintai hanya karena sebuah kesalahan.
Puk Puk Puk
Suara tepuk tangan menggema disana setelah kepergian Alan.
"Bagus, aku suka caramu melepaskan Alan" Ucap pria itu dengan senyuman menyeringainya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,
Jangan lupa dukung karya saya, dengan like, komen dan vote ya.
Baca juga novel Lainnya:
-Menikahi CEO Yang Kejam
-Menikah Karena Hutang
-Terpaksa Menikahi Bos Mafia
jadi ga tau kelanjutan nya gimana.
lanjut dong Thor kisah ceritanya ditunggu.
Karena setelah badai selalu akan tampil langit yang cerah.. bahkan dengan indahnya sang Pelangi 🌈