Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
Antonio mencengkeram kemudi dengan begitu erat. Matanya menatap lurus ke jalanan malam, dipenuhi amarah.
"Kau lihat sekarang?! Grizla! Uang di rekeningku hanya tinggal enam belas juta rupiah! Enam belas juta! Nggak bakal cukup buat bayar cicilan rumah dan cicilan mobil bulan ini! Kita bisa seret!" kata Antonio dengan suara tinggi.
Grizla yang sejak tadi membuang muka ke luar jendela langsung menoleh.
Rasa lelah setelah seharian menghadapi drama keluarga membuat pertahanannya runtuh.
"Lalu kenapa kau meluapkan amarahmu padaku, hah?! Memangnya aku yang memakai uang itu hingga 24 juta? Bukan aku yang menghabiskan uang mu!" balas Grizla, suaranya tak kalah tinggi.
"Kalau kau bisa lebih hemat mengatur dapur, kita tidak akan kehabisan dana cadangan!" kilah Antonio, mencari kambing hitam.
Grizla tertawa sumir, menggelengkan kepalanya tak percaya. "Oh, luar biasa. Sekarang salahku? Sadar, Antonio! Mintalah ganti rugi pada ibumu sendiri! Lihat kelakuan ibumu itu. Setelah menguras habis uang mu untuk pamer dan mentraktir geng arisannya, dia melenggang pergi bersenang-senang. Dan sekarang? Malah aku yang kau jadikan samsat kemarahanmu? Lucu sekali!"
Antonio memukul setir dengan telapak tangannya.
Tiiit!
Klakson berbunyi pendek, mengejutkan beberapa pengendara di sekitar mereka.
"Jaga bicaramu, Grizla! Dia itu ibuku! Dia yang melahirkan aku!"
"Iya, dia ibumu! Tapi dia tidak punya hak untuk menginjak-injak harga diriku di rumahku sendiri!" Grizla berteriak.
Selama ini, Grizla selalu mencoba mengalah. Dia adalah sosok istri yang penurut, yang selalu menelan pahitnya kritikan mertua demi menjaga kedamaian rumah tangga.
Namun, kedatangan ibunya Antonio kali ini benar-benar melewati batas. Sang mertua tidak hanya menghina cara Grizla mengurus rumah, tetapi juga dengan lantang menyatakan rencana untuk menetap selamanya di sana. Grizla tahu, jika dia terus diam, masa depannya tidak akan pernah menemui ketenangan.
"Kau egois, Grizla. Kau menantu yang tidak tahu berbakti!" desis Antonio tajam.
"Aku? Tidak tahu berbakti?" Grizla menantang tatapan Antonio. "Aku sudah cukup sabar menjadi pelayan di rumahku sendiri sejak ibumu datang! Dan sekarang uang kita habis karena gengsinya yang setinggi langit, kau masih membelanya?!"
Ciiiiiitttt!
Rem diinjak secara mendadak. Tubuh Grizla terdorong ke depan, tertahan oleh sabuk pengaman yang ada di dadanya dengan kuat.
Mobil itu berhenti kasar di bahu jalan pinggiran kota yang minim penerangan.
Antonio berbalik, menatap Grizla dengan pandangan dingin dan penuh kebencian.
"Turun!" perintah Antonio dengan suara rendah namun sarat akan ancaman.
Grizla mengerutkan alisnya, menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya. "Apa kau bilang?"
"Kubilang turun, ya turun! Keluar dari mobilku sekarang!" bentak Antonio lagi.
Dia mencondongkan tubuhnya ke depan Grizla, membuka paksa kunci pintu di sisi istrinya.
"Antonio, ini tengah malam! Kau gila?!"
"Kau yang membuatku gila! Turun!" Antonio mendorong bahu Grizla tanpa perasaan.
Sakit hati dan harga diri yang telanjur terluka membuat Grizla tidak sudi memohon.
Dengan enteng, dia melepas sabuk pengaman, menyambar tas jinjingnya, dan melangkah keluar.
Brak!
Grizla menutup pintu mobil dengan bantingan keras. Belum sempat dia membalikkan badan dengan sempurna, mesin mobil Antonio menderu keras.
Sedan hitam itu langsung melesat melaju di jalanan.
Grizla berdiri mematung di tepi jalan. Angin malam berembus menusuk kulitnya. Dia menatap lampu belakang mobil Antonio yang kian mengecil dan akhirnya menghilang di tikungan.
"Gila ini laki... Dia beneran ninggalin aku di tengah jalan gini?" Grizla menggumam lirik, matanya membulat ia syok dan amarah yang bergejolak.
Dia mencengkeram tali tasnya erat-erat, menyadari bahwa pernikahan yang dia pertahankan selama ini baru saja melewati batas yang tidak akan bisa kembali sama seperti dulu.
"Ini yang kau mau Antonio? Di rumah yang du ku anggap surga ternyata perlahan menjdi neraka!"
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..