Shalwa Maharani ia harus menerima kenyataan pahit , melahirkan seorang anak tanpa sosok suami dan harus membesarkannya seorang diri, ia harus berperan menjadi ibu sekaligus ayah yang selalu mencoba memenuhi kebutuhan anaknya yang bernama Naura Ayunindya Farzana.
Aku malu jadi bahan ejekan teman temanku Karna ga punya Ayah tapi kata bunda Ayahku lagi bekerja jauh , "Ayah lihatlah aku"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Hardianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab . 31
Waktu begitu cepat berlalu dan tak terasa bayi mungil imut yang selalu Shalwa gendong kini sudah tumbuh menjadi gadis cantik dan periang . Iya empat tahun sudah berlalu kini harta Shalwa satu²nya sudah tumbuh menjadi anak gadis yang baru menginjak umur empat tahun , ia sungguh menggemaskan dan sudah pintar berbicara walau masih ada kata² yang ia ucapkan tidak terlalu jelas karna belum bisa mengucapkan hurup R dengan benar.
Naura Ayunindya Farzana ia akan selalu ikut Shalwa ke toko dan merecokinya terkadang Naura ikut membantu Shalwa membuat adonan cake tapi bukan membantu yang ada Naura memainkan tepung sampai baju dan mukanya putih penuh dengan tepung , dan itu membuat Shalwa terkikik sendiri mengingat masa kecil dulu bersama almarhum ibunya persis seperti Naura.
oh iya Dara sekarang sudah duduk dikelas sebelas sekolah menengah atas (SMA) dan sudah menjadi hobi baru Dara ia selalu senang menjahili Naura sampe membuat Naura menangis lalu baru Dara sendiri yang kerepotan menenangkan Naura hehe Kalau Dimas ia sudah duduk dikelas enam sekolah dasar ia bagaikan kakak laki² bagi Naura , Dimas sangat menyayangi Naura ia selalu menjaga dan mengajaknya main berbeda dengan Dara .
Dan Bi Tuti kini tidak diperbolehkan kerja oleh Shalwa mengingat umur bi Tuti yang sudah tua Shalwa tak ingin bi Tuti masih sibuk mencari nafkah untuk keluarga biarkan semua biaya keluarganya ditanggung oleh Shalwa sendiri dan itubsudah keputusan final ttak boleh dibantah.
Siang hari Shalwa disibukkan denga melayani pembeli yang selalu ramai ditokonya dibantu Dara , dan Farhan seperti biasa sedang berkemas akan mengantar pesanan sedangkan Naura sedang ikut bermain bersama Dimas.
Tiba² saja mereka dikagetkan dengan suara Naura yang memanggil bundanya sambil menangis dan berlari
"Bunda huwaaa huwaaa" panggil Naura sambil menangis dan berlari masuk ke toko mencari bundanya dan seketika langsung memeluk ketika melihat Shalwa lagi melayani pelanggang
"Hey anak bunda kenapa sayang ?" Shalwa langsung memangku Naura
"Dar titip dulu ya" Shalwa menitipkan toko pada Dara ia akan menenangkan Naura terlebih dulu.
Shalwa membawa Naura yang masih dalam pangkuannya duduk dikursi yang berada ditoko , Naura memeluk Shalwa begitu erat dan menyembunyikan kepalanya dileher Shalwa dengan menangis sesegukan.
Shalwa mengelus punggung Naura lembut ia membiarkan Naura menangis terlebih dahulu dipangkuannya sebelum Shalwa akan menanyakan penyebabnya kenapa , Karna Naura merupakan anak yang tidak gampang nangis terkecuali kalau ia benar² merasa sakit hati.
Naura sudah terlihat lebih tenang ia sudah tidak terdengar menangis tapi masih setia bersembunyi dibalik leher sang bunda.
"Naura kenapa menangis sayang?'' tanya Shalwa pelan sambil mengelus punggungnya lembut
" Bunda kata temen² om Dimaa Naula tidak punya Ayah , apakah itu benal bunda ? tanya Naura sambil matanya sudah berkaca kaca kembali * Naura belum bisa menyembut R *
Degh , hati Shalwa sangat sesak mendaptkan pertanyaan dari Naura. Sebenarnya bukan kali ini saja , Naura sudah beberapa kali menanyakan Ayahnya dan Shalwa menjelaskan secara pelan² kalau Ayah Naura lagi bekerja jauh dan itu semua demi kebaikan Naura biar Naura bisa membeli boneka yang besar , iming² Shalwa agar anaknya tak terus menanyakan Ayahnya dimana tapi kali ini berbeda Shalwa begitu merasa sakit ketika melihat anaknya menangis dan itu karna diejek tidak punya Ayah hati seorang ibu mana yang tidak akan sakit.
"Bunda apakah itu benal hiks? tanya Naura yang sudah mengeluarkan kembali air matanya
Seketika Shalwa langsung sadar dari lamunannya dan langsung mengelap air mata Naura secara lembut
" Naura sayang dengarkan bunda yah , Naura punya Ayah ko tapi Ayah Naura sedang bekerja jauh nak" tutur Shalwa pelan ia menahan air matanya agar tidak jatuh
"Naura ingin membeli boneka yang sangat besarkan?" tanya Shalwa dan Naura langsung menganggukan kepalanya
"Iya Ayah Nuara sedang bekerja sedang mencari uang yang banyak buat membelikan Naura boneka yang sangat besar" Papar Shalwa sambil mengelus lembut rambut Naura yang dikuncir kuda
"Maafkan Bunda nak ini belum waktunya kamu tahu tentang Ayah kamu " batin Shalwa sendu
"Bunda?'' panggil Naura sambil memegang tangan Shalwa
" Naula ga ingin boneka besal lagi" lirih Naura pelan , Shalwa langsung mengkerutkan dahinya tak mengerti
"Kenapa sayang?'' tanya Shalwa heran
" Naula ingin ayah saja Naula mau nunjukin pada temen² kalau Naula punya Ayah" ucap Naura sambil menampilkan wajah memohonnya agar ayahnya cepat pulang
Degh.. Lagi² hati Shalwa terasa sesak sebegitu inginkah Naura ketemunya Ayahnya sampe rela membuang keinginannya mempunyai boneka besar. Memang Naura ini seperti anak dewasa walau umur nya masih kecil ia begitu cerdas.
"Naura" Panggil Dimas , dan membuat Shalwa dan Naura menoleh ke asal suara
"teteh maafin dimas teh ?'' ucap Dimas yang merasa bersalah bersalah karna telah lalai menjaga Naura sampai Naura diejek teman²nya dan menangis , oh iya dimas sekarang sudah pintar berbahasa indonesia karna sudah terbiasa mendengar Shalwa berbicara dengan Dara ataupun yang lainya sebenarnya Shalwa sudah bisa berbahasa sunda cuman lidahnya sepeti kelu untuk mengucapkan makanya Shalwa memakai bahasa Indonesia tapi ia faham kalau ada orang yang mengobrol memakai bahasa sunda.
" Eh tidak apa om dimas , Naura lagi manja aja ini" jawab Shalwa tersenyum
"Naura main lagi yu sama om" ajak Dimas tapi Naura langsung menggelengkan kepalanya
"Nindya sama ateu aja yu" ajak Dara , sebenarnya Dara mendengarkan percakapan ibu dan anak itu tapi ia hanya diam saja karna tak tahu mau berbuat apa bahkan Dara pun ikut berkaca kaca melihatnya
"Naula ateu bukan Nindya ii" protes Naura yang tidak suka namanya dipanggil Nindya
"Ga ateu tetap mau manggil Nindya apaan Naula" kekeh Dara sambil tersenyum melihat muka Naura yang sudah bete
"Ii Naula ateu'' ucap Naura yang sudah memanyungkan bibirnya.
" Nindya"
"Naula"
"Nindya''
" Naula"
Dara dan Naura saling bersautan tak mau ada yang mengalah sampai akhirnya karna sudah gemas Dara memangku Naura dari gendongan Shalwa dan mendudukan dipangkannya lalu dicium berulang kali dan digelitikin sampe Naura tetawa dan memohon ampun.
"hahahaha ateu hahahaha udah ampun ateu ampun haha" Tawa Naura dan meminta ampun karna sudah tidak kuat digelitiki terus menerus oleh Dara
Dara pun menghentikan aksinya dan ketika ada kesempatan Naura langsung berlari meminta pertolongan pada om Dimas.
"Om Dimas tolongin Naula" Ajak Naura
" ayo ra kita lari ke dalam rumah " jawab Dimas sambil mengagandeng tangan Naura agar ia tidak jatuh
Dara tersenyum melihat Naura sudah kembali ceria lalu ia melirik sofa yang tadi Shalwa tempati ternyata sudah tidak ada siapa². Dara bergegas mencari Shalwa karna Dara tahu pasti Shalwa sedang terluka.
Ternyata Shalwa sedang duduk dibelakang sambil melamun sendirian. Dara mendekat secara perlahan.
"Teteh" panggail Dara pelan dan seketika Shalwa melirik keasal suara , matanya sembab dan pipinya basah sudah dipastikan Shalwa habis menangis
Shalwa mengelap air matanya kasar
"iya Dar kenapa?" tanya Shalwa dengan suara seraknya habis menangis
Dara langsung memeluk Shalwa , Dara sudah tidak bisa menahan air matanya ia menangis dipelukan Shalwa , niat ingin menghibur Shalwa malah ia yang ikutan menangis.
"Kamu kenapa Dara?'' tanya Shalwa bingung
" Maaf tadi Dara denger obrolan teteh dengan Naura tentang ... Ayahnya Naura'' Ucap Dara sambil menjeda dua kata yang terakhir dan melepaskan pelukannya
Shalwa tersenyum dan dia sudah mengerti apa yang dimaksud Dara.
"Teteh wanita yang terhebat yang Dara kenal setelah mama" ucap Dara sambil mengelap air matanya
"Dara tak akan sanggup jika berada diposisi teteh" ucap Dara sendu
"Suuutt... Dara tidak akan mengalami seperti teteh , Tidak akan teteh biarkan itu terjadi pada adik teteh cukup teteh yang merasakan ini " papar Shalwa sambil mengelap air mata Dara dan memeluknya.
-
-
-
Shalwa benar² wanita hebat yaa the best pokonya 😁😁👍
😘
😘
😘
Makasih buat semua yang sudah dukung , Maaf masih banyak yang harus diperbaiki🙏🙏 jangan bosan kasih saran dan dukungannya 🤗🤗
ditunggu Like komen dan Votenya yang banyak agar Author semangat , jang lupa tambahkan
ke Favorite 💙 ,Sehat² kalian semua🤗