NovelToon NovelToon
Surat Kontrak Menikah

Surat Kontrak Menikah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 5
Nama Author: juleha2606

Larasati gadis berusia 25 tahun berparas cantik, lulusan ekonomi. Dia anak yatim piatu, karena kedua orang tuanya telah tiada. Sebab kecelakaan maut, dari usianya 5 tahun, dia di titipkan oleh pamannya ke panti asuhan. Aset milik orang tuanya ludes tak tersisa oleh sang paman. Laras menikah kontrak dengan seorang CEO muda di indonesia yang bernama Malik Ibrahim, yang sudah beristri tiga. Ketiga istrinya tak juga kunjung memberikan keturunan pada sang CEO dan tak ingin diceraikan oleh suaminya. Istri pertama yang bernama Dian! mencarikan lagi gadis! ya itu Laras untuk dinikahi sang suami. Dengan harapan Laras bisa memberi keturunan pada sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juleha2606, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia cantik juga

Laras yang bergegas keluar kamar, meninggalkan Ibra, jantungnya seakan ingin melompat-lompat. Berdebar begitu kencang dag dig dug seperti bedug yang di tabuh, tak karuan. Laras melanjutkan langkahnya menuju mushola.

Usai sholat isya. Laras tak langsung masuk kamarnya melainkan ke taman, yang ada di gedung tersebut. Laras duduk disebuah kursi memandangi bunga-bunga yang terlihat sangat indah di pandang mata.

"Bunga-bunga itu begitu indah, eh tuan Ibra sudah tidur belum ya?" gumam Laras "Uuh ... aku belum siap memberikan kesucian ku pada tuan Ibra sekarang, tapi ... gimana dengan kontrak aku? aihs ... bisa-bisa aku di masukan penjara sama maduku itu." Laras beranjak dari duduknya, berjalan meninggalkan tempat tersebut.

Sesampainya di depan pintu, Laras berdiri sejenak. Termenung di situ, perlahan memegang handel pintu klik Laras putar dan pintu terbuka, lampu di dalam sudah temaram. Laras berharap Ibra tidak tidur di kamar ini, "Semoga aja dia tidur dengan istrinya yang lain," gumam Laras.

Namun apa yang Laras lihat, di tempat tidur tergeletak seorang pria bertelanjang dada, ya Ibra tidur di kamar nya Laras. Dengan ragu-ragu Laras mendekati tempat tidur, di pandangi nya Ibra yang terlelap tidur. Tiba-tiba dia bergidik dan segera mengambil bantal. Menghampiri sofa Laras akan tidur di sana.

"Aku gak mau, tidur bareng sama dia, aku belum siap, ya Tuhan ... mendingan tidur di sini saja," dia menepuk-nepuk bantal di sofa lalu tidur dengan selimut dari almari. Mulanya sulit untuk tidur namun lama-lama tidur juga.

Setelah Laras tertidur. Ibra bangun menggosok matanya melihat ke samping kosong, bahkan bantal pun hilang. Ibra duduk pandangannya menyapu setiap sudut ruang, sampailah pandangannya di Sofa yang di tiduri Laras. "Apa gadis itu tidur di sofa?" gumam Ibra. Laras tidur di balut selimut sampai kepala.

Ibra turun kakinya menapaki lantai. Mendekati Laras, di perhatikan nya dari ujung ke ujung. Tangan Ibra menarik selimut kebetulan pas kepalanya Laras, di pandangi dengan seksama. Ibra berjongkok ingin lebih jelas memandangi wajah Laras.

"Dia Cantik juga, dasar gadis bodoh, mau aja di kontrak menikah oleh istri tua ku," gumam Ibra sembari menggeleng.

Laras tiba-tiba membuka mata. Sementara wajah Ibra hanya beberapa jengkal dari wajahnya. Laras kaget bukan main. "A-anda sedang apa? anda ngapain saya?" Laras terbangun duduk memeluk selimut di dada.

"Kau pikir saya ngapain kamu haah! lihat dong diri kamu, apa ada tanda-tanda habis di apa-apain?" hardik Ibra berdiri dan duduk di sofa sebelah.

Laras melihat tubuhnya di balik selimut. Benar saja tidak ada tanda-tanda yang ia pikirkan, matanya memandangi Ibra kembali.

"Hem! kau pikir saya akan perkosa kamu ketika tidur, tidak Nona. Buat apa saya perkosa orang yang sedang tidur, nanti berasa menggauli pohon pisang. Gak nikmat, dingin. Tak ubahnya benda mati," Ibra tersenyum sinis.

"Terus Tuan mau apa, dekat-dekat saya?" Laras dengan nada penasaran.

"Hei ... kau adalah istriku, meski belum saya sentuh, lupa? wajar lah saya dekati kamu, hak saya juga," memalingkan muka ke sembarang tempat.

"Ta-tapi ... saya--" Laras menjadi terdiam, tidak meneruskan lagi ucapannya.

"Ambilkan saya makan? lapar," titah Ibra.

"Ta-tapi Tuan, ini kan sudah malam," Laras menatap kembali.

"Saya tau ini sudah malam makanya saya suruh kamu menyiapkan untuk saya. Karena orang-orang sudah pada istirahat," ujar Ibra.

Laras mengibaskan selimut dan berdiri hendak ke dapur, dia berjalan tergesa-gesa mendekati pintu.

"Tunggu?" teriak Ibra.

Laras membalikan badan. "Apa lagi sih?"

"Oh, tidak. Silahkan jalan! cepetan saya sudah lapar,"

Laras membuka pintu, lalu menutup kembali. "Uuh ... gak tau apa orang ngantuk, malam-malam gini minta makan," gerutu Laras. Terus berjalan menuju dapur, lampu-lampu sudah di matikan, "Mana gelap lagi, dasar ... kenapa gak ngambil sendiri sih."

Akhirnya sampai di dapur. Laras membuka tudung saji di meja, lalu mengambil nasi dan beberapa menu. "Aku gak tau kesukaan dia apa, ah masa bodoh, sudah mending di ambilkan juga," terus saja menggerutu.

,,,,

Hi ... perkenalkan ini novel yang ke tiga ceritanya sih hi..hi..hi.. semoga kalian suka, jangan lupa like, komen. Kasih star dan vote nya plis-plis, terimakasih🙏

1
beruang
bagus banget novel nya cuma rada lamban alurnya aku yg suka begadang tau" tidur baca novel ini gw kalo mau tidur ngelanjutin aja baca novel ini pasti tidur tanpa obat tidur 😃
Mentari: kasih kk🙏
total 1 replies
beruang
ini Dian termasuk karma gak sih sama ibra yg ngasih obat tidur di Semarang
beruang
berarti Dian gak normal bentar lagi jadi gila dia
beruang
bjir hamil berasa kerja kelompok dan kelompoknya rada lebih 😐
Tisa Larasati
Luar biasa
Hanifah
ini ada lanjutan kisah Susi sama zayn gak kak
Mentari: ada sedikit di kisah mencintai ibu angkat ku
total 2 replies
Diny Julianti
ha ha ha zayin selalu mengganggu
Diny Julianti
ko mau siy puny istri byk, dian juga knp santai aja suaminy byk istri
Siti Sopiah
Islam hanya untuk kedok .zina jalan terus dh lumpuhpun.masih buat hal .dr muda sampai tua Bangka tk berubah Mulyadi
Siti Sopiah
Ruswan ni menggatal lah mau Jd pebinor tak pasal2 kau yg celaka sendiri
Nur Aini Sipayung
kaian dian makan hati,suami kamu nyidam..
Nur Aini Sipayung
lanjut thor
Siti Sopiah
Dian ni dasar hati busuk
Siti Sopiah
jgn harap Ibra akan luluh dgn akal lcikmu dian.dasar hati kotor
Siti Sopiah
padan muka kau Dian.kau dah mmenjebak dan memfitnah Laras diawal pertemuanmu dgn laras.sekarang terima akibat dr kesombonganmu.kau ingat dgn duit kau bisa membeli segalanya betul apa kata Laras hanya org sombong yg TK kenal Huhan nya
Siti Sopiah
dan kalau Dian takmau berbagi suami kenapa hrs cari istr untuk ibra.anak kan blh didpt dr rumah panti asuhan.disana byk baby 6g takda org tua.bisa2 kau yg kena tendang Dian sbb diam2 dlm hatimupun ada niat yg tak baik.
Siti Sopiah
bagus Laras jgn tunjukkan kelemahanmu di dpn dian.dan siapa bilang Laras egois ? dia jg berhak keatas suaminya..nasib baik Dian tak diceraikan Ibrahim.good job Thor
Siti Sopiah
Ibrahim ni dh macam bunglon.....
Siti Sopiah
q semakin menyampah dgn perangai Dian & Ibra.
Siti Sopiah
kasihan jg sama Dian ni.tp lbh kasihan sama Laras
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!