Siapa yang tidak kenal dengan Jordan Mikhael Anderson. Pria berkharisma itu adalah pemilik perusahaan MA Group. Perusahaan besar di dunia, memiliki banyak cabang di setiap negara.
Dewi keberuntungan sedang tidak berpihak padanya, Alana Jovanka. Alana menelan saliva dengan susah payah melihat kopinya yang tumpah pada tuksedo pria yang kini menatapnya, tatapan itu seperti laser yang siap membelah tubuhnya.
Alana menahan nafasnya, saat Jordan mendekat dan membisikan sesuatu di telinganya.
"Jangan harap kau bisa lepas dariku, bodoh!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria Penuh Gairah
Alana mendengar suara orang-orang di sekitarnya. Dia tidak ingin membuka matanya, harusnya dia sudah tidak ada di dunia.
Dewi kematian seakan tidak menginginkan nya, dengan membuat Alana kembali sadar. Padahal dia masih mengingat kejadian sebelum kesadarannya hilang.
Alana telah mengiris urat nadi di pergelangan tangannya.
Suara itu terdengar menjauh dari Alana, tetapi ada suara yang berbisik di telinganya.
"Buka matamu, kau tidak lelah terus berpura-pura!"
Alana semakin malas mendengar suara itu, dia ingat betul siapa pemilik suara itu.
"Kau memang wanita bodoh!"
Lagi-lagi Alana mendengar ucapan hinaan dari mulut itu untuknya, Alana membuka matanya.
Memperhatikan sekelilingnya yang tampak seperti ruang rawat di rumah sakit.
Kini pria itu menyeringai, Alana tidak takut pada pria itu. Dia berani menatap bola hitam milik sang tuan muda.
Jordan tidak habis pikir, pada wanita yang kini berani menatapnya, andai saja wanita itu tidak melakukan aksi bunuh diri di kantor, Jordan malas berurusan dengannya, meskipun kelembutan milik wanita itu terasa sangat nikmat.
"Pergi dari sini," usir Alana dengan tatapan tajamnya.
"Siapa kau? Bernai sekali mengusir ku!" Tegas Jordan, tuan muda merasa terusik karena mendapat titah dari wanita itu.
"Aku wanita yang telah kau rebut kesuciannya," tegas Alana dengan mata berkaca-kaca.
Wanita itu mengingatkan Jordan akan kenikmatan tubuh Alana, sesuatu di bawah sana kembali mengeras hanya dengan mengingatnya. Sepertinya dia membutuhkan penghangat ranjang.
Jordan melangkah keluar dari ruangan Alana, dia menemui Niko sekertarinya yang duduk di kursi tunggu.
Shit, bencana apa lagi ini?
Umpat Nicholas, dia melihat gairah dari diri tuan mudanya.
"Aku butuh wanita, yang sama seperti rasa tubuh Alana, Sekarang!"
Seperti apa rasa tubuh Alana, saya tidak pernah mencobanya tuan muda.
Rasanya Niko ingin mengumpat tuan mudanya, jika dia melakukannya sama saja Niko mencari mati.
Niko mengangguk patuh lalu berjalan mengikuti tuan mudanya. Kepalanya terus memikirkan keinginan tuan muda, tetapi tidak mendapatkan jawaban.
Setelah memastikan tuan muda masuk ke ruangannya, otak cerdas Niko menyelamatkannya.
***
Seorang wanita yang tampak berkeringat dan makeup yang sedikit luntur menghampiri meja kerja Niko.
"Tuan muda menunggu anda di dalam," ujar wanita itu sebelum melangkah pergi.
Tanpa menunggu lama Niko masuk, dia melihat wajah lelah tuan muda.
"Kenapa rasa wanita yang kau kirimkan tidak sama seperti Alana!"
"Maaf tuan muda, tetapi saya tidak tau, seperti apa rasa tubuh Alana. Wanita yang saya pilih adalah wanita terbaik, dia sudah memiliki gelar platinum tuan."
Jordan meminta Niko meninggalkan nya sendiri melalui tatapannya.
Niko yang mengerti keinginan tuan mudanya, pamit undur diri.
Jordan meringis merasakan bagian di bawah sana masih menegang, dia tidak merasa puas akan servis wanita pilihan Niko yang katanya memiliki gelar platinum.
Gairah nya tidak padam, Jordan masih menginginkan tubuh Alana.
Kepalanya penuh dengan rintihan kesakitan milik Alana yang sangat memabukkan.
Baru saja memeriksa beberapa berkas, Niko sudah mendapat panggilan dari tuan muda.
Niko kembali masuk ke ruangan tuan muda, melihat aura tuan muda perasaan Niko menjadi tidak tenang.
"Saya tidak mau tau, kau harus buat Alana mau berhubungan badan denganku."
Sepertinya tugas ini sedikit sulit, mengingat Alana berani bunuh diri. Niko rasa wanita itu mengalami trauma yang cukup berat, hingga beran mengiris nadi lengannya.
"Jika saya memaksa Alana, tidak menutup kemungkinan Alana akan melakukan percobaan bunuh diri kembali. Jika tuan menginginkan Alana buatlah dia merasa aman dan tenang saat berhubungan dengan tuan."
"Saya hanya membutuhkan tubuhnya Niko!" Tegas Jordan, dia merasa mendapatkan penolakan dari jawaban sekertarinya.
"Fisik Alana sedang terganggu, saya tidak ingin kejadian kemarin terulang kembali. Jika itu terjadi tuan tidak akan bisa merasakan tubuh Alana kembali di atas ranjang." Niko berusaha menjelaskan maksudnya.
"Berapa lama?"
"Satu minggu, saya rasa cukup untuk menenangkan Alana."
"Satu Minggu bukan waktu yang sebentar, saya menginginkan tubuh Alana Sekarang juga."
Astaga tuan muda, baru saja kau mencicipi tuhuh wanita kelas platinum. Belum cukup?
"Saya usahakan secepatnya, nona Alana bisa melayani tuan."