NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ratu Terbuang

Reinkarnasi Ratu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nitaastri

Isabella adalah mantan pembunuh bayaran paling berbahaya dan paling di takuti di dunia gelap. Selama bertahun-tahun tangannya telah berlumuran darah.

Namun semuanya berubah saat Isabella menemukan seorang bayi perempuan di depan apartemennya. Sejak saat itu dia memutuskan pensiun demi keselamatan anaknya. Tapi sayangnya sang bos tidak menyukai itu, hingga dia membunuh anak Isabella karena menganggap jika anak itu adalah penghalang Isabella.

Melihat sang putri tewas, Isabella marah dan mulai memburu satu persatu orang yang telah membunuh putrinya. Setelah dendamnya terbayar, Isabella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Namun kematian ternyata bukan akhir baginya, karena setelah membuka mata kembali. Isabella mendapati dirinya berada di tubuh seorang wanita bernama Isabella Iris, seorang ratu yang di buang dari istananya sendiri.

Bagimana kisah Isabella selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Janji Isabella

Saat mereka masih berpelukan, tiba-tiba terdengar suara kecil dari perut Liam.

Kruuk...

Liam langsung membeku.

Wajah anak itu berubah merah karena malu, Ia menundukkan kepalanya sambil memegang perutnya sendiri, sementara Sean dan Elora menahan tawa kecil. Isabella yang mendengar suara itu hanya tersenyum lembut.

"Ibu, sepertinya Liam lapar." Kata Elora.

"Maafkan liam, Ibu."

"Kenapa meminta maaf, sayang?" Isabella mengusap rambut Liam. "Liam nggak perlu minta maaf hanya gara-gara Liam merasa lapar."

Kemudian Isabella menatap Sean dan Elora.

"Kalian juga lapar, kan?"

Ketiganya mengangguk kecil.

"Kalau begitu, ayo kita makan siang."

Isabella menggandeng tangan Liam, sementara Sean dan Elora berjalan di sisi lainnya. Martha hanya mengikuti mereka dari belakang dengan kepala tertunduk, wajah wanita itu terlihat gelisah.

Sesampainya di dapur, Isabella langsung menuju lemari penyimpanan makanan.

Walaupun pekerjaannya sebagai pembunuh bayaran, tapi Isabella juga sangat pandai memasak. Karena baginya, memasak adalah salah satu cara untuk menenangkan pikirannya.

Karena itu, Isabella sama sekali tidak khawatir ketika hendak menyiapkan makan siang untuk ketiga anaknya.

"Baiklah mari kita lihat apa yang bisa kita masak."

Isabella lalu mulai membuka lemari pertama, namun lemari itu kosong, tidak ada apapun di sana.

Isabella mengerutkan keningnya.

"Hm?"

Dia lalu membuka lemari kedua, tapi lemari itu juga kosong. Melihat itu kening Isabella semakin berkerut, Isabella kemudian membuka lemari ketiga, tapi di dalamnya hanya terdapat dua potong roti kering dan beberapa bumbu dapur seperti garam, lada, dan bumbu dapur lainnya. Di sana sama sekali tidak ada tepung, tidak ada beras, daging, sayuran, telur atau bahkan buah.

Isabella terdiam, tatapannya perlahan berubah menjadi dingin, Ia kemudian menoleh kepada Martha.

"Martha."

"Ya, Nyonya?"

"Kenapa tidak ada bahan makanan di sini?"

Martha terdiam, Isabella melanjutkan dengan nada tenang.

"Apa semua bahan makanan kita habis?"

Martha menggigit bibirnya.

"Iya, Nyonya..."

Wanita itu akhirnya menundukkan kepalanya semakin dalam.

"Semua bahan makanan kita memang sudah habis."

Matanya mulai berkaca-kaca, Isabella terdiam.

"Kapan terakhir kali mereka mengirim bahan makanan untuk kita?"

Martha mengepalkan kedua tangannya.

"Sudah hampir dua bulan, nyonya."

"Dua bulan?"

Suara Isabella terdengar semakin dingin.

Martha mengangguk.

"Sejak dua bulan terakhir, pihak istana tidak pernah mengirimkan kita bahan makanan lagi nyonya."

Tatapan Isabella berubah tajam.

"Jadi selama ini kalian bertahan hidup dengan apa?"

"Dengan sisa makanan yang sebelumnya dikirim oleh istana, nyonya."

Martha menghela napas panjang.

"Awalnya kita masih punya beberapa persediaan. Jadi saya berusaha untuk menghemat makanan yang kita punya sebaik mungkin. Saya dan anak-anak hanya makan sekali sehari, sedangkan untuk nyonya dua kali sehari."

Ia menundukkan kepalanya.

"Tapi sekarang semuanya sudah habis."

Martha memandang kedua roti kering di dalam lemari.

"dan roti itu makanan terakhir yang kita punya, nyonya."

Isabella mengepalkan tangannya.

"Jadi itu alasan, kenapa ketiga anak ini bisa sekurus ini." Batin Isabella.

Isabella menatap ketiga anaknya, Sean, Liam, dan Elora hanya berdiri diam. Mereka seolah sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu.

"Kenapa kalian tidak berkebun?" tanya Isabella.

Martha tersenyum pahit.

"Saya tidak bisa berkebun, nyonya. Awalnya saya ingin pergi ke hutan untuk mencari beberapa tanaman yang bisa kita masak, tapi di sekitar tempat ini terlalu banyak binatang buas."

Martha menatap Isabella dengan wajah penuh keputusasaan.

"Selain itu, sejak kita diasingkan ke tempat ini. Kita memang selalu bergantung pada makanan yang dikirim oleh istana."

Martha menatap lantai.

"Saya bahkan tidak pernah menyangka mereka akan benar-benar berhenti mengirimi kita persediaan makanan."

Jika di hitung sejak awal mereka di asingkan di tempat ini, itu artinya mereka di sini sudah sekitar 5 tahun.

Dan selama itu juga, Alicia, martha dan ketiga anak ini hanya hidup dengan mengandalkan belas kasihan istana dan sekarang bahkan belas kasihan itu telah dihentikan, Isabella mengepalkan tangannya.

"Sudah Lima tahun mereka hidup seperti ini, terasing, kelaparan, dan tidak ada satu orang pun yang peduli dengan mereka. Lebih parahnya lagi, sekarang bahkan persediaan makanan juga di hentikan oleh istana." Batin Isabella.

Isabella menatap lemari kosong di hadapannya, dia akhirnya memahami semuanya. Pihak istana memang sengaja melakukan semua ini, mereka ingin ratu Alicia dan ketiga anaknya mati. Bukan dibunuh dengan pedang, bukan diracun, tetapi dibiarkan perlahan-lahan kelaparan di tempat terpencil ini, bukankah mereka sangat kejam?

Isabella lalu menatap dua potong roti kering yang berada di dalam lemari itu, hanya tersisa dua.

Sementara ada empat orang yang membutuhkan makanan, tangan Isabella mengepal semakin kuat.

"Jadi selama ini mereka ingin kami mati kelaparan?" Batin Isabella.

Tatapan Isabella menjadi dingin, kalau itu tujuan mereka, maka mereka telah membuat kesalahan besar. Dia bukanlah ratu Alicia, karena ratu alicia telah mati dan jiwa yang menempati tubuh ratu Alicia saat ini adalah jiwa dari Isabella Theresia Ollyxton dan dia tidak akan pernah membiarkan ketiga anaknya mati.

Tiba-tiba suara Sean terdengar pelan.

"Ibu." Panggil Sean.

Isabella menoleh, Sean menunjuk dua potong roti di dalam lemari.

"Kalau roti itu habis, nanti kita makan apa?" Tanya Sean.

Pertanyaan sederhana itu membuat Isabella terdiam, Ia tidak tahu harus menjawab apa.

Namun sebelum Isabella sempat mengatakan sesuatu, Elora berbicara.

"Kalau begitu Elora tidak usah makan."

Isabella langsung menatapnya, Elora tersenyum kecil.

"Ibu saja yang makan, kan Ibu masih sakit."

Liam mengangguk menyetujui perkataan saudaranya itu.

"Iya, makanannya untuk Ibu saja. Kan, Ibu lagi sakit."

Sean juga ikut mengangguk.

"Kami baik-baik saja Ibu, sungguh."

Mendengar itu, dada Isabella terasa sesak. Mereka bahkan masih sangat kecil, namun mereka sudah terbiasa mengorbankan makanan mereka sendiri demi ibunya.

Anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan justru harus belajar bertahan hidup sendiri.

Isabella perlahan berjongkok di hadapan mereka, Ia menatap wajah Sean, Liam, dan Elora satu per satu.

"Sean."

"Ya, Ibu?"

"Liam."

"Ya?"

"Elora."

"Ya, Ibu."

Isabella kemudian memeluk ketiganya sekaligus, ketiga anak itu terkejut sebelum akhirnya membalas pelukan tersebut.

"Siapa yang mengajarkan kalian mengatakan hal seperti itu?"

Ketiganya terdiam.

"Dengarkan Ibu."

Suaranya lembut, tetapi tegas.

"Mulai sekarang, tidak ada lagi yang boleh mengatakan kalian tidak perlu makan."

Ketiga anak itu menatapnya.

"Kalian adalah anak-anak Ibu."

Suaranya terdengar lembut, tetapi penuh ketegasan.

"Kalau kalian lapar, kalian harus makan."

Ketiga anak itu terdiam, Isabella mengusap rambut mereka satu per satu.

"Tapi, Ibu..."

"Tidak ada tapi."

Isabella tersenyum.

"Ibu tidak akan membiarkan anak-anak Ibu kelaparan."

Mata Liam mulai berkaca-kaca.

"Benarkah?"

"Benar."

Isabella mengusap pipinya.

"Selama iBu masih hidup, kalian tidak akan pernah kelaparan."

Kemudian Isabella menatap Martha.

"Dan kamu, Martha."

Wanita itu pun terkejut ketika Isabella memanggilnya.

"Ya, nyonya?"

"Mulai sekarang, kamu juga tidak perlu takut."

Martha menatap Isabella dengan mata berkaca-kaca.

Isabella berdiri, tatapannya berubah. Tidak ada lagi kelembutan di wajahnya, yang tersisa hanyalah ketegasan seorang wanita yang sudah memutuskan untuk melindungi orang-orang yang dianggapnya berharga.

"Mulai sekarang, kamu juga berada di bawah perlindunganku. Tidak ada yang boleh menyakiti kalian berempat selama aku masih hidup."

Martha membeku.

Ketiga anak itu juga menatap Isabella dengan mata lebar.

"Nyonya..."

Isabella berdiri, tatapannya berubah tajam, Ia menatap dua potong roti kering di dalam lemari.

"Kalau istana berpikir mereka bisa membuat kita mati kelaparan hanya dengan menghentikan pengiriman makanan..."

Isabella tersenyum tipis.

"mereka salah besar."

Aura seorang pembunuh profesional yang selama ini tersembunyi di balik kelembutan Isabella kembali muncul. Ia tidak tahu siapa yang berada di balik semua ini, Ia juga belum tahu siapa saja yang menginginkan kematian mereka, tetapi satu hal sudah pasti, mulai hari ini semuanya telah berubah.

Isabella tidak lagi hanya melindungi dirinya sendiri, Ia akan melindungi ketiga anaknya dan juga Martha. Keempat orang itu kini berada di bawah perlindungannya dan Isabella tidak akan membiarkan seorang pun menyakiti mereka.

"Mulai sekarang, siapa pun yang mencoba menyentuh keluargaku..."

Tatapan Isabella menjadi dingin.

"Maka mereka harus melewatiku terlebih dahulu."

Isabella kemudian tersenyum tipis.

"Dan mengenai makanan, aku akan mencari jalan."

Sean menatapnya penuh harap.

"Benarkah, Ibu?"

"Benar."

Isabella mengusap kepala Sean.

"Mulai sekarang, Ibu akan memastikan kalian tidak pernah kelaparan lagi."

Kemudian Isabella menatap hutan yang terlihat dari jendela dapur, senyumnya perlahan menghilang. Jika istana ingin membuat mereka mati kelaparan, maka Isabella akan menunjukkan kepada mereka bahwa mereka telah memilih orang yang salah untuk disingkirkan. Ia pernah menjadi pembunuh profesional, Ia terbiasa bertahan hidup dalam keadaan yang jauh lebih buruk daripada ini.

Hutan bukanlah sesuatu yang akan membuatnya menyerah, justru sebaliknya.

Untuk pertama kalinya sejak terbangun di tubuh Isabella, wanita itu memiliki sesuatu yang benar-benar ingin ia lindungi.

Keluarganya.

Dan siapa pun yang mencoba menyentuh mereka harus bersiap menghadapi Isabella.

Bersambung

1
Murni Dewita
💪💪💪💪 sampai finish ya thor
Naru_Ch@n: siap siap👍
total 1 replies
@Mita🥰
lanjut Thor Bagus ceritanya
kiu kiu
lanjut thor...semakin menarik...
Murni Dewita
lanjut
Dewi Anggraeni
Semangat thor up date nya 👍
Dewi Anggraeni
Lanjutttt terusss yah Thor .... Aku suka ceritanya ....
Murni Dewita
lanjut dan tetap semangat
Naru_Ch@n: siap siap💪
total 1 replies
kiu kiu
wkkk...gadis yg unik banget isabela ini. dia bersni melawan monster...klu ada jodoh yg pantas utknya....bawakan satu yg setara dg nya.semangat thor...ak penggemar dunia fantasy.apalagi fantasy barat... 😍😍😍
Naru_Ch@n: siap siap, makasih atas dukungannya💪
total 1 replies
kiu kiu
🤣🤣🤣🤣 isabella msmang tiada duanya.memang si kusir yg sembunyi d dlm kereta emang ptia penakut.herannya kenpa juga klu penakut terima tawaran menjadi kusir di mlm gelap gulita di desa itu.seharusnya dia pulang lebih awal.
Naru_Ch@n: Soalnya bayarannya banyak, makanya dia tergiur🤭
total 2 replies
Murni Dewita
next
xuer jinghao
lanjut Mangat thor 💪
kiu kiu
semangat thor...💪💪💪 terus lanjutkan.apa isabela tidak akan pulang mlm itu.bukankah ia janji pada 3 anaknya akan segera pulang sebelum petang.
Misa
👍
xuer jinghao
lanjut thor semangat ☺️
Murni Dewita
yaelah dikit amat thor
kiu kiu
lanjut thor
kiu kiu
kedua mahkluk mitos semakin tunduk pada isabella.bagus dong isa.bela semakin tk terkalahkan...
kiu kiu
good job...isabella harus sering mengasah kemampuannya.agar bisa menjatuhkan raja yg telah menyingkirkannya...kasihan sekali isabella dan ank anknya.mungkinkah ada akhir bahagia utk mereka ...lanjutkan thor..💪💪💪
Mio
lanjut terus thor
kiu kiu
lanjut thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!