Alur cerita ringan...
Dan novel ini berisi beberapa cerita dengan karakter yang berbeda-beda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arran Lim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Pesta pernikahan mewah nan melelahkan telah usai. Nicholas, tanpa basa-basi segera menarik Anna menuju mobil yang sudah menanti. Ia buru-buru membawa sang istri ke kediaman pribadinya. Nicholas dengan tegas menolak segala tawaran anggota keluarga untuk menemani atau sekadar mengantar, beralasan bahwa ia sudah terlalu lelah meladeni tamu dan hanya ingin segera beristirahat. Para tetua dan kerabat pun mengerti, memaklumi kondisi pengantin baru itu, dan membiarkan mereka berdua menikmati waktu istirahat yang sangat dibutuhkan.
Padahal, kenyataannya jauh berbeda. Kelelahan hanyalah alasan yang dibuat-buat. Nicholas hanya ingin berduaan saja dengan istrinya. Ia tidak mau melewatkan malam pertama mereka sedetik pun tanpa kenikmatan yang telah ia nantikan sejak lama.
Di kamar utama kediaman Nicholas—kamar yang kini juga menjadi kamar Anna—wanita itu duduk di tepi ranjang dengan kegugupan yang menusuk. Ia sudah lebih dulu membersihkan diri, tubuhnya kini berbalut bathrobe sutra yang lembut dan beraroma wangi. Anna menunggu Nicholas yang masih berada di dalam kamar mandi, setiap detik terasa seperti jam.
Anna sangat-sangat gugup, ia terus memikirkan bagaimana ia dan Nicholas melewati malam pertama mereka. Meskipun ini bukan pertamakalinya ia akan tέlαηjαηg di hadapan Nicholas tapi ini pertamakalinya Anna akan melihat milik sang pria dan pertama kalinya mereka akan berhυβυηgαη ίηtίm.
Jantung Anna serasa berhenti berdetak saat pintu kamar mandi terbuka. Matanya tak bisa berkedip melihat sosok Nicholas yang muncul. Pria itu hanya mengenakan handuk putih yang melilit pinggangnya, memperlihatkan tubuh kekar yang terpahat sempurna. Aroma sabun mahogany yang begitu maskulin dan segar langsung menyergap indra penciumannya, membuat Anna semakin mabuk kepayang oleh visual menawan suaminya. Lekuk otot-ototnya, tetesan air di rambutnya, semua itu benar-benar menggoda.
"Baby..." panggil Nicholas, suaranya dalam dan serak.
Anna tersentak, "I-iya," jawabnya gugup, suaranya nyaris tercekat.
Nicholas tersenyum miring, senyum yang selalu sukses membuatnya terlihat sangat mempesona dan berkali-kali lipat lebih tampan. "Minum dulu, Sayang, biar nggak terlalu gugup," godanya, mengisyaratkan sebotol sampanye dingin di nakas.
"Apaan sih," gerutu Anna, memalingkan wajahnya yang terasa panas.
Nicholas tertawa kecil, suara tawanya yang renyah dan seksi. Ia melangkah perlahan menghampiri sang pujaan hati. Pria itu membungkuk, menumpukan kedua tangannya di atas ranjang, menciptakan posisi seolah mengurung Anna dalam kungkungan tubuhnya yang hangat. Wajah mereka kini hanya berjarak sejengkal.
"Aku nggak mau ngelewatin malam pertama kita," bisik Nicholas dengan suara rendah yang menggetarkan. "Jadi, jangan harap bisa langsung tidur setelah ini, Baby... Aku udah nunggu lama, dan aku nggak berniat menunda lagi."
Anna menahan napas. Rasa takutnya kini perlahan tergeser oleh debaran antusias yang membara.
Perlahan-lahan Nicholas mέmαsυκκαn tangannya kέdαlαm bαthrοbe Anna, senyuman puas terbit kala Nicholas merasakan kυlίt ναgίηα sang istri yang menandakan sang istri tidak memakai dαlαmαη.
"Euungghh kak..." dέsάh Anna.
Nicholas mengecup bibir sang istri sekilas lalu merebahkan tubuh Anna dengan hati-hati keatas kasur, lalu memβυκα bathrobe sang istri. Hingga tubuh indah Anna terpampang jelas. Dan nafas Nicholas mulai tidak beraturan karenanya.
Nicholas lalu mεlέbαrκαη pαhα Anna lalu berjongkok dilantai dan mulai mendekatkan mulutnya ke ναgiηα sang istri. Nicholas menghirup kuat-kuat aroma ναgίηά sang istri membuat bulu kuduk Anna meremang.
Nicholas mendongak menatap sang istri yang juga sedang menatapnya "Wangi banget sayang..." ucapnya lalu menjυlυrκαη lίdαhnγα, mέηjίlαti lubαηg ναgiηα Anna.
"Aahhhh... Euuungggghhh kak..." dεsαh Anna sembari meremas rambut Nicholas dengan lembut.
"Call me Daddy, baby." ucap Nicholas dengan suara rendahnya lalu meηγεsαρ lubαηg ναgiηα Anna dengan lembut dan juga memαsυκκαn lidαhnγα kedalam lυbαηg sang istri.