Felicya adalah perempuan yang mempunya jiwa yang tenang. Ia memegang prinsip stoik; tidak semua hal harus dilawan, dan tidak semua luka harus dibalas.
Namun prinsip itu diuji ketika ia bertemu seorang laki-laki Machiavellian-cerdas, manipulatif, dan terbiasa memainkan manusia seperti bidak dalam permainan.
Di saat yang sama, Felicya harus berhadapan dengan perselingkuhan suaminya bersama seorang perempuan NPD.
Di antara kebohongan, manipulasi, dan permainan ego, Felicya perlahan menyadari bahwa membalas dengan elegan, bukan berarti jahat. karena mempertahankan boundariesnya dan tidak kehilangan jati dirinya, hanya perbuatan 2 orang yang mempunyai 2 sifat Dark Psichology.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Ayu Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4. Aktivitas Di pagi Hari
Udara begitu sejuk dan dingin.Tercium harum embun di waktu subuh. Ayam berkokok beberapa kali menandakan waktu subuh mulai masuk. Walau langit masih terlihat Gelap.
Ada beberapa tetangganya pergi ke mesjid tadarrus untuk menunggu masuknya adzan subuh.
Lima belas kemudian Adzan berkumandang. Felicya mulai mengerjapkan matanya. Dan mencoba mengumpulkan kesadarannya. Felicya yang sudah sepenuhnya sadar. Lalu ia mencepol rambutnya. Setelah ia mencepol rambut Felicya turun dari ranjang nya. Langkah kakinya masih terasa gontai karena baru bangun tidur.
Terdengar air mengalir di kamar mandi. Felicya mulai membersihkan dirinya di kamar mandi.
Sedangkan Galang masih terjaga dari tidurnya. Matanya masih tertutup dan wajahnya terlihat tenang. Seketika ia bermimpi Felicya marah meninggalkan dirinya di jalan. Ia pun merancau. "Felicya dengarin aku, aku sama sekali gak pilih wanita itu. Aku cuma mau kamu Fel. Kamu jangan pergi," Racauannya terdengar jelas. Raut wajah galang terlihat frustasi dan keluar keringat dari tubuhnya. Mimpinya membuat dirinya mampu merasa kehilangan.
Namun, tak ada satupun yang tahu akankah mimpi itu akan terjadi atau tidak.
Felicya yang di dalam kamar mandi mendengar samar-samar suara suaminya seperti memanggil dirinya. Felicya keluar dari kamar mandi dirinya sudah selesai. Ia melihat suaminya tidur dengan ke adaan tidak tenang.
Galang masih memanggil dirinya. "Felicya jangan tinggalkan aku Fel," dengan suaranya yang lirih.
Felicya mendengar suaminya meracau tidak karuan memanggil namanya berkali-kali. Felicya langsung mengguncang-guncangkan tubuh Galang.
"Sayang, sayang bangun. Hei bangun," Ia sambil menepuk-nepuk wajah Galang pelan agar bangun
Namun, Galang pun terbangun dari mimpinya. Ia melihat Felicya di hadapannya. Lalu memeluk Felicya erat. "Sayang. Jangan tinggalin aku yah. Jangan tinggalin aku...," Suaranya purau seperti menahan sedih.
Entah mimpinya membuat hati galang merasa sakit dan tidak tenang.
Awalnya Ia berpikir hidupnya akan biasa-biasa saja. Tapi mimpi itu membuat egonya mulai goyah hari ini. Padahal ia berusaha untuk terlihat baik-baik saja. Namun, mimpinya memberi sinyal untuk dirinya. Suatu saat apa yang ia rahasiakan darinya istrinya akan terbongkar.
Felicya melihat suaminya gelisah dan sedih seperti itu. Hati Felicya ikut terasa sesak. Air matanya lolos jatuh ke pipinya. Galang yang melihat istrinya menangis. Ia semakin mengeratkan pelukannya.
"Sayang. Aku minta maaf. Kamu jadi ikut bersedih karena aku," ucapnya pelan. Felicya menggelengkan kepalanya. "Gak Mas, aku hanya sedih bagaimana kalau kamu sebaliknya yang akan meninggalkan aku?" Ucap Felicya dengan raut wajah sedih. Ia teringat dengan perkataan ibunya jika bermimpi perpisahan. Pertanda akan terjadi sesuatu. Tapi ia enyah kan pikirannya seperti itu. "Gak. Mungkin itu hanya bunga tidur Mas Galang saja," gumamnya. Ia masih melamun.
Galang melihat istrinya melamun di atas ranjang. "Sayang, kamu jangan melamun. Jangan memikirkan masalah mimpiku. Oh ya kamu berpakaian sana. Nanti bisa masuk angin," beritahunya.
"Ah iya Mas." Felicya langsung bergegas memakai pakaiannya.
Setelah selesai berpakaian. Felicya melaksanakan shalat subuh sendiri. Lalu ia tidak lupa untuk mendoakan dirinya dan suaminya.
"Ya Allah. Maafkan dosa-dosaku, dan dosa suamiku. Ya Allah semoga pernikahan ini menjadi SAKINAH dan semoga mimpi Mas Galang bukan pertanda buruk untukku. Aamiin...," Lalu ia mengusapkan ke dua tangan ke wajahnya. Felicya melipat mukena dan sajadahnya. Felicya melirik ke jam dinding masih menunjukan jam 04.35. Ia membangunkan suaminya untuk mandi dan shalat subuh.
"Mas. Galang bangun Ayo shalat subuh,"
Galang pun menggeliat bangun dan membuka matanya. "Iya. Sayang aku shalat subuh," Galang langsung bergegas ke kamar mandi membersihkan diri.
lima belas menit ia selesai mandi. Saat hendak di depan kran ia bingung cara mengambil Air wudhu.
"Aku gak tahu cara ambil air wudhu. Aku asal-asalan sajalah, toh Felicya gak ada di dalam kamar mandi," gumamnya.
Felicya yang masih di dalam kamar ia merapikan seprei dan menggelar sajadah untuk Galang shalat.
Galang melihat istrinya sedang menggelar sajadah untuknya. Ia menghampiri istrinya.
"Sayang...makasih yah kamu sudah menggelarkan sajadah untukku," ucap galang tersenyum.
"Iya.. Mas. Sama-sama,"
Felicya melihat suaminya sudah keluar dari kamar mandi. Ia izin untuk ke dapur menyiapkan sarapan pagi. "Mas aku ke dapur yah mau menyiapkan sarapan," ucapnya. Lalu Felicya keluar kamar melangkah ke dapur.
Saat Felicya sudah turun ke bawah, Galang mencoba membuka youtube tutorial mengambil air wudhu dan sholat.
"Oh caranya seperti ini. Oke aku akan mengulang lagi Wudhu," Galang melangkah ke kamar mengulangi wudhunya dan sehabis itu mulai mengingat gerakan shalatnya. sesuai di youtube.
Akankah Galang tetap melaksanakan shalat setiap hari.