NovelToon NovelToon
Bukan Aku Yang Jahat Mas

Bukan Aku Yang Jahat Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Atha Diyuta

Setiap hari aku difitnah mertuaku.

_"Kamu pembawa sial! Perempuan boros!"_

Aku berharap suamiku, Arman, membelaku. Tapi ia hanya diam.

_"Maafkan Ibu, Alya. Aku gak mau jadi anak durhaka."_

Sampai akhirnya aku diusir dan diceraikan di depan anak-anakku.

_"Talak satu aku jatuhkan padamu."_

Kini aku janda dua anak, hidup dari jualan kue sambil menahan gunjingan.

Saat aku mulai bahagia dengan Farhan, mantan suamiku datang ingin rujuk.

Bukan aku yang jahat, Mas. Kenapa semua menyalahkanku?


Note :
Dilarang boom like ❌
Dilarang lompat bab ❌

Jika kalian suka dengan cerita ini,jangan lupa tinggalkan jejak dengan like ,komen dan jangan pelit-pelit untuk kasih vote & kotak hadiahnya 🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 Datang tanpa diundang

Hari itu menjadi hari yang sangat ramai di rumah Bu Ratna. Tenda biru sudah terpasang di depan rumah, kursi-kursi plastik tertata rapi, suara musik dangdut pelan terdengar dari sound system kecil yang Yati sewakan dan aroma masakan gulai kambing tercium dari dapur.

Hari itu adalah hari pernikahan Arman dan Santi.

Pernikahan yang terjadi karena jebakan itu akhirnya benar-benar dilaksanakan. Bu Ratna yang takut menjadi bahan omongan tetangga memaksa Arman untuk menikahi Santi secepat mungkin, hanya tiga hari setelah kejadian di kamar itu. Arman yang masih pusing karena efek obat tidur dan tidak punya bukti bahwa ia dijebak hanya bisa pasrah dengan wajah yang pucat dan tatapan yang kosong.

Di dalam kamar pengantin yang sederhana, Arman duduk dengan memakai baju koko putih dan peci hitam, tapi wajahnya tidak menunjukkan kebahagiaan sama sekali. Ia menunduk, tangannya gemetar, dan di dalam hatinya ia terus menyebut satu nama.

"Alya... Maafkan Mas, Alya... Mas dijebak, Alya..."

Di ruang tamu, Santi duduk dengan memakai kebaya merah menyala yang penuh dengan payet emas, perhiasan emas yang berkilauan di leher dan tangannya, dan riasan wajah yang sangat tebal. Ia tersenyum lebar kepada setiap tamu yang datang, menunjukkan bahwa ia akhirnya berhasil mendapatkan Arman.

Para tetangga muali berdatangan,beberapa diantara mereka berbisik-bisik.

"Akhirnya Arman nikah juga ya sama Santi yang kaya itu."

"Iya, Bu udah cocok janda dan duda."

Di tengah keramaian itu, dari kejauhan terlihat sebuah mobil Avanza putih berhenti di depan gang. Pintu mobil terbuka, dan keluar seorang perempuan muda yang sangat cantik dengan gamis cokelat muda sederhana, kerudung yang menutupi dada dengan rapi, dan wajah yang sangat teduh tanpa riasan tebal. Ia menggandeng dua anak kecil yang lucu dan menggemaskan, Nisa dan Raffi, yang memakai baju muslim kecil yang bersih.

Itu adalah Alya.

Alya datang ke pernikahan Arman.

Bukan karena ia diundang. Bahkan Bu Ratna dan Santi tidak pernah mengundang Alya. Alya datang karena ia mendengar kabar dari salah satu tetangganya di kebun mangga bahwa hari ini Arman menikah. Dan sebagai seorang perempuan yang pernah menjadi istri Arman selama lima tahun dan ibu dari anak-anak Arman, Alya merasa harus datang untuk memberikan doa dan ucapan selamat namun bukan untuk membuat keributan.

Di samping Alya, ada Mas Ilham yang mengantarkannya. Ilham memakai baju koko putih bersih dan peci hitam, ia berjalan di belakang Alya dengan,Ilham sengaja tidak berjalan sejajar dengan Alya karna takut akan menjadi bahan obrolan para tetangga Alya dulu,dia hanya berusaha menjaga Alya dari prasangka buruk orang-orang yang pernah menjadi tetangganya.

Kedatangan Alya membuat seluruh tamu di tenda pernikahan itu terdiam seketika. Semua mata tertuju kepada Alya.

"Eh, itu bukannya Alya ya? Mantan istri Arman yang miskin itu?"

"Ya Allah, kok dia berani datang ke pernikahan mantan suaminya.

"Lihat, Bu, dia cantik sekali ya sekarang, padahal cuma pakai gamis sederhana."

Bu Ratna yang sedang sibuk menyambut tamu langsung terkejut dan wajahnya memerah karena malu saat melihat Alya datang.

"Alya? Ngapain kamu datang ke sini,saya kan ngga ngungdak kamu. Kamu mau bikin malu lagi atau Kamu mau bikin rusuh di pernikahan anak saya?" tuduh Bu Ratna dengan suara yang keras di depan semua tamu.

Semua tamu menatap Bu Ratna dan Alya dengan tegang.

Tapi Alya tidak terpancing dan tidak marah sama sekali. Ia tetap tersenyum dengan senyum yang sangat santun dan indah. Ia menunduk dengan sopan dan menjawab dengan suara yang lembut dan mengena di hati.

"Assalamualaikum, Bu Ratna. Saya minta maaf ya kalau kedatangan saya mengganggu. Ibu dan Arman memang tidak mengundang saya tapi datang sebagai ibu dari anak-anaknya Arman bukan datang sebagai mantan istri.Dan ya, ibu jangan hawatir saya datang karna menghormati Arman sebagai ayah dari anak-anak saya,saya datang untuk mengucapkan selamat dan doa.

Jawaban Alya yang santun itu membuat semua tamu yang mendengarnya terharu.

Bu Ratna terdiam, tidak bisa berkata apa-apa.

Alya lalu berjalan pelan menuju ke dalam rumah, menuju ke kamar pengantin tempat Arman duduk dengan wajah yang pucat. Para tamu memberi jalan untuk Alya dengan sendirinya, seolah memberi hormat kepada ketulusan Alya.

Saat Arman yang sedang menunduk mendengar suara langkah kaki yang sangat ia kenal, ia mengangkat wajahnya. Dan saat ia melihat Alya berdiri di depan pintu kamarnya dengan Nisa dan Raffi, air mata Arman langsung jatuh deras tanpa bisa ditahan.

"Alya... Ly... Kamu datang, Ly..." ucap Arman dengan suara yang parau dan bergetar.

Alya tersenyum, tapi air matanya juga menetes tanpa ia sadari.Ia menyuruh Nisa dan Raffi untuk mendekat kepada ayahnya.

"Nisa, Raffi, salim sama Ayah, Nak. Doakan Ayah bahagia dengan istri barunya ya nak?"

Nisa dan Raffi yang polos langsung berlari dan memeluk Arman.

"Ayah, selamat menikah ya, Yah. Semoga Ayah bahagia."ucap Nisa dengan suara yang lucu dan terdengar begitu tulus.

Arman memeluk kedua anaknya dengan erat sambil menangis.

"Maafkan Ayah ya Nak, maafkan Ayah."

Setelah itu, Alya menatap Arman dengan tatapan yang penuh dengan keikhlasan. Tidak ada dendam, tidak ada amarah, yang ada hanya ketulusan dan ketenangan karna Alya sudah berdamai dengan kenyataan dan dirinya.

"Mas Arman, Alya datang ke sini untuk mendoakan Mas. Alya doakan semoga pernikahan Mas dengan Mbak Santi menjadi pernikahan yang sakinah, mawaddah, warahmah ya, Mas. Semoga Mas bahagia Alya sudah ikhlas, Mas. Alya sudah memaafkan semua kesalahan Mas dan Bu Ratna. Alya tidak dendam sama sekali." ucap Alya dengan kalimat yang sangat bagus, sangat santun, dan sangat mengena di hati siapa saja yang mendengarnya.

Setiap kata yang keluar dari mulut Alya terdengar begitu indah dan begitu tulus, membuat semua orang yang ada di dalam rumah itu menangis, termasuk Santi yang duduk di kursi pengantin dengan kebaya merahnya.

Santi yang melihat ketulusan Alya merasa sangat malu dengan dirinya sendiri. Ia yang mendapatkan Arman dengan cara yang sangat licik, sedangkan Alya yang disakiti malah datang dengan membawa untaian doa.

Arman yang mendengar doa dari Alya menangis semakin keras dan hampir bersujud di kaki Alya.

"Ly, maafkan Mas Ly. Mas dijebak, Ly. Mas tidak mencintai Santi, Ly. Mas masih mencintai kamu, Ly. Santi menjebak Mas ly."

Alya langsung menggeleng dengan lembut dan memotong ucapan Arman dengan santun.

"Mas Arman, jangan berkata seperti itu di hari pernikahan Mas.Jaga lisan Mas, sekarang Mbak Santi sudah menjadi istri Mas yang sah, Muliakan dia,sayangi dia dengan tulus .Jangan ungkit masa lalu lagi.Masa lalu biarlah menjadi pelajaran, Mas."

Kalimat Alya yang begitu dewasa dan begitu mulia itu membuat Arman terdiam dan hanya bisa menangis dalam penyesalan.

Alya lalu menatap Santi yang duduk dengan wajah yang tertunduk malu.

"Mbak Santi, selamat ya, Mbak, sudah menjadi istri Mas Arman. Alya titip Mas Arman ya, Mbak. Tolong jaga Mas Arman baik-baik ya, Mbak. Mas Arman itu orang baik, Mbak, hanya saja dia lemah karena tekanan, Mbak. Alya doakan Mbak dan Mas Arman bahagia selalu ya, Mbak."

Santi yang mendengar itu tidak bisa menahan air matanya. Riasan tebalnya luntur karena air mata. Ia berdiri dan memeluk Alya dengan erat.

"Mbak Alya, maafkan saya, Mbak Alya. Saya salah, Mbak. Saya menjebak Mas Arman, Mbak. Saya berdosa sama Mbak, Mbak..."

Alya memeluk Santi dengan penuh kasih sayang dan berbisik.

"Tidak apa-apa, Mbak Santi. Alya sudah memaafkan, Mbak. Jalani pernikahan Mbak dengan baik ya, Mbak."

Setelah memberikan doa dan pelukan, Alya pamit dengan sangat sopan. Ia mencium tangan Bu Ratna yang masih terdiam karena malu, ia menyalami beberapa tetangga, lalu ia pergi meninggalkan rumah itu dengan langkah yang tenang, digandeng oleh Nisa dan Raffi, dan dijaga dari belakang oleh Ilham

Kepergian Alya dari pernikahan Arman itu meninggalkan kesan yang sangat dalam bagi semua orang yang melihatnya. Mereka baru sadar, kecantikan Alya bukan hanya di wajahnya, tapi di hatinya yang begitu luas dan penuh dengan keikhlasan.

Di dalam mobil, Nisa bertanya dengan polos.

"Mama, kenapa Mama datang ke pernikahan Ayah, Ma?"

Alya tersenyum dan mengelus kepala Nisa.

"Karena Mama ingin mengajarkan kepada Nisa dan Raffi, Nak, bahwa membalas kejahatan dengan kebaikan itu jauh lebih indah, Nak. Dan mendoakan orang yang pernah menyakiti kita itu akan membuat hati kita tenang dan damai."

Ilham yang menyetir di depan hanya bisa menatap Alya dari kaca spion dengan tatapan yang semakin kagum. Ia semakin yakin, perempuan yang baru saja datang ke pernikahan mantan suaminya dengan membawa doa, bukan amarah, adalah perempuan yang paling pantas untuk ia perjuangkan dan ia nikahi dengan cara yang paling terhormat.

Bersambung...

1
Atha Diyuta
iya mau balik tapi Alya udah nolak😄
Dewi kunti
sampai ak ngitung disini bilang man sampai 8x🤭
Atha Diyuta: 😅😅😅😅😅😅
total 3 replies
Dewi kunti
balik lagi Man🤭🤭🤭🤭
Dewi kunti
biasanya manggil cm man,sekarang tumben mas
Atha Diyuta: 😄😄😄😄😄😄😄
total 5 replies
Dewi kunti
mending ngekost man ,drpd hidup sama msk Lampir
Atha Diyuta: semoga Arman berkenan 😅
total 9 replies
Dewi kunti
ibu po mama iki🤭🤭🤭🤭🤭
Dewi kunti
lha bukannya nisa sudah paham ya mereka pergi dari rumah karena dimarahi nenek dan ayahnya,bahkan lihat ibunya yg ditampar
Atha Diyuta: yah anak kcil critanya cuman tau pergi dan akan kembali🤭🤭
total 1 replies
Dewi kunti
terlunta2 dijalanan 🤭
Dewi kunti
memperlihatkan kejulidannya mungkin
Atha Diyuta: Aduuh iya k typo lagi , trimakasih nanti direvisii 🙈🙈
total 1 replies
Dewi kunti
nama kamu hrsnya
Atha Diyuta: baik ka trimakasih nnti direvisi ☺️☺️
total 1 replies
Atha Diyuta
Asiap ka trimakasih sudah mampir
senjani jingga
semangat thor!, kalau berkenan mampir juga di novel baruku ya😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!