Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
"Eh tunggu!" Air mata yang semula jatuh berderaian ke lantai seketika di pungut dan di usap kembali.
"Aku kembali ke villa ku, tapi penampilan ku ini bukan milikku. Jika orang lain melihat, mungkin mereka akan mengusir ku!"
Su Wanwan segera berlari ke kamarnya, tubuh nya sedikit menegang saat melihat mayat nya sendiri sedang terbujur kaku di atas ranjang. Matanya segera beralih ke kalender dan jam dinding.
"Ternyata baru sepuluh menit setelah aku Isekai atau lebih tepatnya mati." Tangan Su Wanwan seketika mengepal, sekarang bukan saatnya menangisi tubuh nya yang mati. Dia harus memikirkan cara untuk nya bertahan hidup, suster dari organisasi lingkungan orang tua akan datang dua jam lagi. Dia harus memikirkan cara agar semua asetnya dapat jatuh ataupun kembali ke tangannya/tubuh ini.
Matanya menatap sekeliling hingga akhirnya tatapan nya terkunci pada handphone miliknya. Dia mengambilnya, setelah itu tangannya terangkat membuka pintu. Setelah pintu terbuka dia segera berlari, memasuki ruangan kamarnya.
Su Wanwan tanpa menunggu langsung duduk dan memfoto dirinya sendiri, setelah mengambil foto ia kembali membuka pintu, ia memejamkan matanya sebentar seolah merasakan sesuatu. Matanya bersinar dengan sedikit terkejutan, namun dia segera melangkah masuk kembali ke dalam villa.
Ternyata dia bisa memilih area ataupun tempat yang akan di masuki nya lewat pintu ini. Tadi dia masuk di area kamar, dan sekarang hanya dengan pikiran nya dia bisa kembali memasuki pintu di area pintu belakang.
Tanpa menunggu lagi ia segera berlari sangat kencang, berlari hampir 20 menit yang hampir merenggut nyawa nya menunju tukang fotocopy terdekat.
"Aku ingin print, cepat!!" Ucapnya dengan napas tersengal.
"Eh bibi, baik-baik. Kirimkan saja gambar nya lewat kode ini."
Su Wanwan segera mengirimkan fotonya, "Ukuran sedang, cepat!"
Tukang Fotokopi itu ingin membalas ucapan nya dan memaki nya, namun dia tidak bisa melawan ras terkuat di bumi. Jadi dia hanya bisa menerima desakan bibi itu.
"Harga nya 2..."
"Sudah!" Su Wanwan mengambil foto itu dan kembali berlari.
"Eh, Bibi kau kelebihan dua nol!"
"Ambil saja!!"
"Terimakasih bibi!!"
Salahnya memilih villa di tempat jarang kendaraan, sehingga sampai nya dia di luar Villa tubuhnya sudah tumbang. Su Wanwan menggerakkan lengan nya dan sebuah pintu seketika muncul, dengan tubuh yang di seret dia segera masuk ke dalam. Pintu itu menghubungkan dirinya dengan kamarnya.
Setelah duduk beberapa detik, Su Wanwan mulai menulis surat wasiat. Surat wasiat itu dia masukkan kembali ke dalam brankas bersamaan dengan foto dirinya sendiri.
"Oke, sekarang tinggal hapus CCTV nya." Su Wanwan kembali membuka pintu dan dalam satu langkah masuk ke pintu dia langsung berada di ruang CCTV.
Tak! Tak! Tak!
"Untunglah kemampuan ku masih sama, sekarang semuanya beres!"
Setelah semua rencana tersusun dengan baik, Su Wanwan akhirnya membuka pakaian nya dan memasukkan nya ke dalam mesin cuci. Dirinya masuk ke dalam bathtub dengan air hangat dan sabun mandi mawar miliknya.
"Iuuhh, rambut pemberian orang tua tidak boleh di potong. Persetan dengan itu, sudah setebal seperti bulu ulat bulu seperti ini siapa yang bisa tahan? Harus di cukur!"
"Rambut ini sebaiknya tidak dicukur, cukup rapikan saja. Aku masih harus kembali ke dunia kuno itu."
Setelah membersihkan diri setidaknya setengah jam, Su Wanwan kembali berpakaian kuno dengan wajah puas. "Baiklah, setidaknya meskipun kualitas pakaian ini seperti lap, namun sekarang sudah bersih dan wangi."
"Sekarang waktunya makan, eh... Tidak. Orang dari organisasi lingkungan perawat orang tua akan segera datang. Lebih baik ambil beberapa dan makan di sana."
Su Wanwan mengambil satu botol liter minyak, sayuran, daging, mie, tepung dan beras. Serta beberapa camilan dan susu penguat tulang Pavorit nya. Ia melemparkan semuanya ke dalam pintu, tidak lupa juga beberapa kain, selimut dan bantal setelah itu ia kembali masuk ke dalam pintu dan pintu pun menghilang.
Bertepatan dengan pintu yang menghilang, seorang perawat masuk dan berjalan menuju lantai atas kamar Raya.
"Nenek Raya, sudah waktunya anda bangun. Ah nenek Raya! Nenek Raya! Tolong!!!"
***
Su Wanwan duduk di tanah berlapis bunga itu, memakan biskuit kesukaan nya dengan khidmat. "Akhirnya biskuit ini tidak perlu di hancurkan seperti bubur lagi, aku bisa langsung memakan nya."
Su Wanwan hanya memakan dua potong biskuit, dia tidak bisa terlalu banyak makan karena kondisi tubuh nya. Di zaman modern usianya memang sudah di anggap tua dan bahkan bisa disebut nenek, namun di zaman modern usia 30-an adalah usia prima seorang manusia.
Dia harus bisa merawat tubuhnya dan menjaga nya agar bisa seperti penampilan nya yang dulu.
Su Wanwan keluar dari dalam, setelah selesai memastikan cheat ini tetap ada. Ia mulai membersihkan ruangan-ruangan ini dengan perasaan yang gembira.
Setelah selesai, dia masuk kembali ke dalam ruang bunga itu untuk mengambil barang-barang nya.
"Huftt-- Energi dan stamina ku kembali, semua ini pasti karena ruangan ini. Memiliki efek seperti ini, seperti dunia kultivasi yang udaranya kaya akan Spiritual saja..."
Setelah mengucapkan hal ini, Su Wanwan tiba-tiba terdiam. Dia seperti mengingat sesuatu, dia yakin di cerita tidak ada ruangan seperti ini. Su Weiwei hanya bisa masuk ke pintu dimensi dan langsung mendarat disana, tidak melewati ruang dan tidak ada penjelasan ruang.
Itu artinya, ruangan ini adalah sebuah anomali atau lebih tepatnya jari emas miliknya yang sesungguhnya.
Su Wanwan ingin memastikan, namun dia merasa sudah cukup lama jadi hanya bisa mengetes nya nanti.
Dia mulai mengeluarkan semua barang-barang, menata selimut dan bantal itu di ranjang nya dan di ranjang satunya lagi untuk ketiga bujang itu. Lalu membawa bahan makanan itu untuk di masak di dapur.
Dengan sedikit usaha menyalakan api dengan batu api, akhirnya api itu berhasil di nyalakan nya, meskipun dengan bayaran tangan nya memerah sakit. "Nanti aku harus membawa korek api dan beberapa peralatan memasak, hmm... Aku lupa mengambil kecap, aduh gagal sudah membuat babi kecap."
Ia hanya memiliki satu periuk, jadi ia memasak semuanya satu persatu. Nasi, lauk dan sayur. Meskipun memakan waktu cukup lama, namun sebelum matahari terbenam akhirnya masakan berhasil di selesaikan.
"Hmm... Aku tidak bisa makan sendiri, aku juga bertanggungjawab atas makanan mereka. Hah..."
Su Wanwan keluar membuka pintu, melihat halaman yang penuh rumput liar telah bersih dan rapi. Mereka bertiga sedang memasang pagar yang baru bersama-sama. "Mereka bekerja dengan cekatan, pagar ini sepertinya juga akan segera selesai."
Su Wanwan terlalu fokus melihat hasil pekerjaan mereka sampai tidak melihat jika mereka sudah beberapa kali menelan ludah akan bau masakan yang similiwir tertiup angin dan perut mereka sudah beberapa kali bersuara karena aroma wangi itu.