NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pewaris Amazon

Reinkarnasi Pewaris Amazon

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: To Raja

Jingga membuka mata, kembali ke masa sebelum tragedi besar menimpa keluarga Amazon.

Kali ini, tidak ada lagi gadis lugu yang mudah dimanfaatkan, matanya penuh dendam dan kebencian.

Hanya ada satu hal, Balas Dendam!

Mari kila mulai permainannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Tidak memiliki akses

Jingga tertidur di mobil sampai akhirnya mereka tiba di kota barulah ia membuka mata dan melihat Farhan di sampingnya sedang menyetir dengan serius.

"Di mana alamat rumahmu, aku akan mengantarmu ke sana," kata Farhan.

Jingga menatap ke depan, 'kalau dia tahu sebenarnya aku juga berasal dari keluarga Amazon, apakah dia akan merasa jijik padaku sama seperti pada Tasya dan kedua pria itu? Aku tidak bisa mengatakannya, aku sangat menyukai pria ini, tidak boleh membuatnya menjauhiku,' pikir Jingga dalam hati.

"Antar saja aku oke hotel, nanti seseorang akan menjemput ku di sana," kata Jingga.

"Baiklah," Farhan menggangguk lalu mengantar Jingga ke sebuah hotel besar di ibukota.

Saat mereka masuki lobi, manager hotel terkejut melihat kedatangan Farhan, dia tergesa-gesa menghampiri mereka berdua.

Baru saja manajer itu tiba di hadapan mereka, Farhan langsung berkata, "pesankan satu kamar VIP untuk gadis muda ini."

"Baik," jawab sang manajer sambil memberi kode pada bawahannya yang sudah berdiri di sampingnya.

Sang manager kembali menatap Farhan sambil berkata, "apakah ada hal lain yang--"

"Tidak perlu," kata Farhan.

Jingga mengangkat sebelah alisnya, melihat reaksi sang manager yang begitu terburu-buru menyambut mereka, bahkan ada rasa terkejut dan penasaran di wajah manajer itu.

Sang manajer mengantar mereka ke lift tetapi Farhan mencegahnya untuk ikut sehingga hanya ada Farhan dan Jingga di dalam lift.

"Apa kau kenal manajer itu? kelihatannya dia sangat segan padamu," kata Jingga.

"tidak juga, mungkin karena dulu aku pernah secara tidak sengaja menolongnya," jawab Farhan dengan singkat.

Jingga menggangguk, 'benar juga, pria ini tampaknya bukan orang yang akan mengenal manajer hotel sebesar ini. Mobil yang ia gunakan ke gunung hanya mobil biasa-biasa saja, bahkan pakaian-pakaian ini bukan pakaian bermerek, dia pasti hanya orang biasa saja,' pikir Jingga dalam hati.

Setelah tiba di kamar dan Farhan memastikan kamar itu aman, Mereka kemudian berpisah lalu Jingga menggunakan telepon hotel segera menghubungi asisten keluarga Amazon.

"Nona Besar, anda baik-baik saja?" sang asisten bertanya dengan panik.

"Jangan khawatir, hanya kakiku saja yang terluka. Aku ingin seluruh informasi keluarga dalam 3 tahun terakhir. Tidak, selama 15 tahun terakhir. Datang ke hotel Xx temui aku. Juga, malam ini segera suruh orang untuk memasang kamera CCTV di seluruh tempat di rumah, pasang secara diam-diam. Aku ingin akses ke ruang keluarga utama tidak bisa dilakukan oleh siapapun lagi kecuali aku," ucap Jingga.

"Nona Besar, apa yakin akan melakukan semua ini? Tuan muda Arga melarang pemasangan CCTV di beberapa tempat di kediaman, juga akses ke ruang keluarga utama, bukankah nona muda selalu membiarkan kedua tuan muda dan juga nona Tasya masuk ke sana? saya cemas begitu mereka kembali nanti mereka akan--"

"Lakukan saja sesuai perintahku, waktu mu 10 menit untuk tiba di hotel!" kata Jingga lalu menutup panggilan telepon.

Jingga duduk diam memandangi telepon di depannya, 'Hanya asisten Rama yang bisa ku percaya sekarang, yang lainnya mungkin akan mengkhianati ku,' pikir Jingga.

Setelah 10 menit menunggu di kamar, akhirnya asisten Rama muncul.

Dia adalah pria kepercayaan mendiang sang ayah, jadi Jingga percaya pria itu tidak akan menghianatinya.

"Maaf nona muda, di jalan sedikit macet jadi saya agak terhambat," kata asisten Rama.

"Duduklah," ucap Jingga menyeduh teh untuk pria paruh baya di hadapannya.

"Nona muda, Anda tidak perlu--"

"Tidak perlu sungkan, kau adalah pengganti ayahku setelah kedua orang tuaku tiada," ucap Jingga sambil tersenyum.

Asisten Rama terdiam, dia benar-benar terharu atas ucapan Jingga, "saya sudah berjanji pada Tuan dan nyonya untuk menjaga nona muda dengan baik. Apa yang terjadi pada nona muda? Kenapa tiba-tiba berada di hotel bukannya nona muda pergi bersama kedua tuan muda dan juga nona Tasya?"

"Aku meninggalkan mereka," jawab Jingga dengan santai menikmati teh melati di tangannya.

"Apa?!" Asisten Rama sangat terkejut, nona mudanya meninggalkan ketiga orang itu?

Apa mungkin hal seperti itu bisa terjadi?

Semua orang tahu, sejak 15 tahun yang lalu ketika kedua tuan muda itu ditemukan dan dibawa ke kediaman, nona muda terus menempel pada mereka dan 3 tahun yang lalu ketika kedua tuan muda membawa nona Tasya kembali ke kediaman Amazon, Nona Muda selalu berusaha untuk mengambil perhatian mereka bertiga bahkan selalu mengabulkan permintaan mereka.

Tapi sekarang ada berita seperti ini?

Hm...

Asisten Rama berdehem, dia tidak bisa mempercayainya begitu saja, bahkan jika dunia ini kiamat sepertinya dia masih tidak akan percaya.

"Hubungi pihak pengelola perkemahan, beberapa barang-barangku tertinggal di sana, selain barang-barangku, yang lainnya bisa dibuang saja," kata Jingga meletakkan cangkir tehnya.

Asisten Rama terdiam memandangi nona mudanya, "Nona muda yakin? Kalau seandainya nanti masih ada barang-barang kedua tuan muda dan Nona Tasya di sana, mereka mungkin tidak akan senang--"

"Apa kau pikir aku bertugas menyenangkan mereka?" Sela Jingga memotong ucapan asisten Rama dengan nada datarnya.

"Ah,, tentu saja nona tidak bertugas menyenangkan mereka, justru sebaliknya, mereka yang seharusnya memiliki tugas seperti itu. Tapi nona muda, bukankah selama ini nona sangat--"

"Hari ini tidak lagi. Yang ku suruh kau menyelidikinya, apa kau sudah membawakannya untukku?" Tanya Jingga.

"Sudah," asisten Rama segera menyerahkan tablet di tangannya yang berisi dokumen-dokumen yang diperlukan oleh Jingga.

Dia pun terdiam memandangi Jingga yang sibuk memeriksa dokumen-dokumen itu, dia tidak tahu kenapa tiba-tiba hari ini nona mudanya berubah begitu banyak, terlihat lebih dewasa, lebih tenang dan terutama tidak lagi seperti memuja-muja ketiga orang yang tidak memiliki hak untuk mendapat perhatian nona muda.

Pokoknya apapun itu, keadaan sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya.

"Uang saku Tasya setiap bulan sebanyak 1 miliar dan 2 pria yang dipungut keluarga Amazon itu memiliki akses penuh terhadap keuangan keluarga Amazon," ucap Jingga.

"Benar, tuan muda Arga yang memerintahkan memberikan uang bulanan 1 miliar pada Nona Tasya setiap bulan dan karena tuan muda Arga dan Bryan memimpin kedua perusahaan yang dimiliki keluarga Amazon, maka mereka memiliki akses penuh terhadap keuangan keluarga Amazon. Selain itu, tuan muda Arga sudah sejak lama dipercayakan menjadi kepala keluarga Amazon sampai upacara kedewasaan nona bulan depan. Ini adalah pengaturan yang dibuat oleh Tuan besar sebelum dia meninggal, mempercayakan tuan muda Arga untuk menjaga semua milik nona besar sampai hari kedewasaan nona besar tiba," kata sang asisten.

"Baiklah, karena tinggal satu bulan lagi hari upacara kedewasaanku, maka aku ingin kau perlahan-lahan mengatur semuanya agar nanti segala sesuatunya kembali ke tanganku tanpa tertinggal sepeserpun. Tapi uang jajan yang diberikan pada Tasya ini terlalu banyak, bahkan setiap bulan Arga hanya memberiku 100 juta saja dan menyuruhku menghemat semuanya, tapi Tasya malah mendapat satu miliar setiap bulan? Kurangi jatahnya menjadi 50 juta saja, itu sudah cukup untuknya," kata Jingga.

"Anu,, saya sungguh minta maaf nona muda, tapi pengaturan seperti ini sepertinya harus dibicarakan dengan tuan muda Arga dan Brian karena merekalah yang mengatur seluruh keuangan keluarga Amazon," ucap asisten drama.

"Bukankah kau juga ikut bertanggung jawab dan memegang semua akses ke seluruh buku tabungan dan brankas keluarga Amazon?" Tanya Jingga.

"Benar, dulunya begitu, tetapi satu bulan setelah kepergian tuan dan nyonya besar, saya sudah tidak memiliki aksesnya lagi," jawab asisten Rama.

"Apa? Lalu selama ini apa yang kau kerjakan?" Tanya Jingga terkejut.

Dia juga tidak memiliki akses keuangan, tapi satu bulan setelah ayah dan ibunya meninggal ia menyerahkan semuanya pada Arga setelah dibujuk oleh Arga dan Brian, kalau mereka berdua tidak memiliki akses, lalu apa yang akan mereka lakukan?

"Saya sekarang hanya bertugas sebagai kepala pengurus rumah, tidak lagi terlibat dalam masalah perusahaan termasuk urusan keuangan keluarga Amazon. Setiap bulan Tuan muda Arga memberi saya 500 juta untuk digunakan membayar gaji karyawan dan mengatur seluruh kebutuhan kediaman, selain itu, Saya tidak diizinkan ikut campur," kata asisten Rama.

"Hah...." Jingga menghela nafas dengan berat, "kalau begitu tidak ada yang bisa kita lakukan. Sekarang aku hanya sebuah cangkang kosong yang berlabel pewaris keluarga Amazon. Kita hanya bisa menunggu sampai 1 bulan ke depan saat upacara kedewasaanku dan kuasa hukum serta notaris keluarga akan mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milikku," ucap Jingga.

"Saya minta maaf, ini semua salah saya yang gagal melindungi nona muda," kata asisten Rama dengan kepala tertunduk, tidak berani menatap nona mudanya.

"Tidak perlu menyalahkan diri sendiri, akulah yang begitu bodoh mempercayai seseorang. Aku akan beristirahat di sini sampai kakiku sembuh, nanti baru kembali ke rumah beberapa hari lagi. Lakukan saja pekerjaanmu seperti biasa tetapi ingat untuk memastikan pemasangan CCTV itu sudah selesai besok pagi. Juga, jangan beritahu siapapun tentang keberadaan ku." Ucap Jingga.

"Baik, Nona," kata asisten Rama seraya berdiri, dia pun meninggalkan hotel dengan hati dipenuhi penyesalan.

1
Allea
ahhh berarti si jingga ini awalnya bodoh y thor 😁
Soraya
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!