NovelToon NovelToon
Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Idola sekolah
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: IRISVEL

SINOPSIS Gara-gara kesetrum kabel charger HP yang ngelupas pas lagi marathon baca novel roman picisan jam 3 pagi, Aira (18 tahun)—cewek slakan, blak-blakan, dan hobi tawuran—terlempar masuk ke dalam dunia novel "Cinta Di Balik Seragam". Aira nggak bertransmigrasi jadi tokoh utama cewek yang polos dan teraniaya, melainkan jadi Aira Shena, tokoh figuran yang nasibnya tragis: mati dikeroyok geng motor di bab 20 karena dijebak sama antagonis utama. Ogah pasrah sama takdir, Aira bertekad acak-acak alur cerita asli. Dia yang tadinya pemalas dan tukang resek, mendadak berubah jadi cewek paling red flag, jago berantem, tapi cerdasnya ngga ngotak. Namun, aksinya malah bikin Langit, male lead dingin dan physco-lite yang harusnya benci setengah mati sama Aira, malah ketagihan ngejar-ngejar dia. Konflik makin rumit saat rahasia kelam keluarga besar mereka, perebutan tahta bisnis raksasa, tuduhan pembunuhan palsu, hingga pengkhianatan sahabat terdekat menghancurkan kehidupan sekolah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IRISVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Nilai sempurna bikin?

BAB 4: "NILAI SEMPURNA BIKIN SKANDAL"

Ujian tengah semester SMA Nusantara Mandiri datang lebih cepat dari yang dikira. Bagi sebagian besar murid kelas 11-IPA 2, minggu ujian adalah neraka jahanam. Tapi buat Aira, ini cuma permainan anak TK. Di kehidupan aslinya sebelum transmigrasi, Aira memang cewek tengil yang hobi tawuran, tapi otak encernya gak bisa dibohongi—dia itu mantan juara olimpiade Matematika tingkat nasional yang cuma malas belajar kalau gak kepepet.

Suasana kelas sangat hening. Pak Hendra, guru Fisika paling killer se-sekolah, berjalan menyusuri barisan meja sambil membagikan lembar soal dan kertas jawaban.

"Waktu kalian 90 menit," tegas Pak Hendra dengan suara beratnya dari depan kelas. "Gak ada yang lirik kanan-kiri. Kalau ada yang ketahuan nyontek, nilai langsung nol dan saya keluarkan dari ujian!"

Valerie yang duduk di barisan depan sempat melirik ke arah Aira di pojok belakang. Sudut bibirnya terangkat tipis, penuh keangkuhan.

Valerie tahu betul kalau Aira Shena yang dulu selalu berada di peringkat terbawah. Tanpa menyalin jawaban dari buku atau minta bantuan Valerie, Aira dipastikan bakal dapat nilai hancur dan terancam tidak naik kelas.

"Selamat menikmati nilai nol lu, Aira," bisik Valerie pelan pada dirinya sendiri.

Sementara itu, Aira menerima lembar soal Fisika dari Pak Hendra. Dia membaca sekilas 40 soal hitungan rumit di depannya.

"Cuma segini doang?" gumam Aira pelan, hampir tak terdengar.

Tanpa buang waktu, Aira memutar pulpen di jarinya, lalu mulai mencoret-coret kertas jawaban dengan kecepatan luar biasa. Rumus-rumus Kinematika, Dinamika Rotasi, hingga Termodinamika yang dianggap momok menakutkan oleh murid lain, dilibas habis oleh Aira hanya dalam hitungan menit. Jarinya menari di atas kertas tanpa henti.

Baru 25 menit berjalan, ketika murid-murid lain masih mengeringkan keringat dingin sambil meremas rambut karena frustrasi, Aira mendadak berdiri dari kursinya.

Srettt.

Suara kursinya yang bergeser memecah keheningan kelas. Semua kepala spontan menoleh ke arah Aira, termasuk Pak Hendra yang langsung menaikkan kacamatanya.

"Shena! Mau ke mana kamu?" tegur Pak Hendra galak. "Ujian baru berjalan 25 menit!"

Aira berjalan santai ke meja guru di depan, lalu meletakkan lembar jawabannya yang sudah terisi penuh di atas meja Pak Hendra.

"Sudah selesai, Pak," jawab Aira santai sambil mengunyah permen karet.

Pak Hendra melotot tak percaya. "Selesai? Jangan asal main-main kamu! Ini soal Fisika tingkat lanjut, bukan tebak-tebakan!"

"Bapak cek aja sendiri. Kalau ada yang salah satu nomor pun, nilai saya potong aja semua," balas Aira dengan gaya tengilnya. Tanpa menunggu izin Pak Hendra untuk keluar, Aira langsung melangkah keluar kelas dengan kedua tangan di dalam saku seragamnya.

Valerie yang melihat kejadian itu mendengkus sinis. Sok-sokan ngumpulin cepat, paling juga diisi asal-asalan demi nyari perhatian, batinnya girang.

Dua hari kemudian, pengumuman hasil ujian Fisika ditempel di papan pengumuman utama sekolah. Koridor lantai satu mendadak ramai luar biasa. Puluhan murid berdesak-desakan buat melihat hasil nilai mereka.

"Gila, soalnya susah banget! Gue cuma dapet 60!"

"Valerie dapet berapa? Wih, dapet 88! Tinggi banget!"

"Eh, tapi wait... siapa yang dapet peringkat pertama?!"

Kerumunan murid mendadak hening begitu melihat nama yang tertera di urutan paling atas papan peringkat.

Peringkat 1: AIRA SHENA – NILAI: 100

Peringkat 2: LANGIT BIRU ADHITAMA – NILAI: 98

Peringkat 3: VALERIE ANINDYA – NILAI: 88

"APA-APAAN INI?!"

Suara jeritan melengking Valerie memecah kerumunan. Wajah cewek itu memerah padam, tangannya gemetaran menunjuk kertas pengumuman di dinding. Nilainya dibantai habis oleh Aira! Bahkan Aira berhasil mengalahkan Langit Biru, cowok jenius yang tak pernah tergeser dari posisi puncak sejak semester satu!

"Gak mungkin! Ini pasti salah!" teriak Valerie histeris. "Aira itu bodoh! Mana mungkin dia dapet nilai sempurna dan ngalahin Langit kalau gak nyontek?!"

"Siapa yang lu maksud nyontek?"

Sebuah suara dingin dari balik kerumunan membuat murid-murid refleks memberi jalan.

Langit Biru berjalan mendekat, mengenakan jas OSIS-nya yang rapi. Matanya yang tajam menatap papan pengumuman, lalu beralih menatap Valerie.

"Langit! Kamu lihat kan?!" Valerie langsung memegang lengan Langit, memanas-manasi.

"Dia pasti nyolong kunci jawaban! Aira kan biasanya langganan nilai terendah! Nggak masuk akal banget dia bisa dapet nilai 100 dan ngerjain cuma dalam waktu 25 menit!"

Tiba-tiba, suara tepuk tangan pelan terdengar dari arah tangga koridor.

Prok... prok... prok...

Aira berjalan mendekati kerumunan sambil memegang botol minuman dingin. Wajah cantiknya memancarkan aura mengejek yang sangat kuat.

"Wah, wah... ada yang kepanasan nih ye," ledek Aira sambil menatap Valerie dari atas sampai bawah. "Kenapa, Val? Kaget liat nama gue ada di atas nama lu? Atau otak lu gak sanggup nerima kenyataan kalau selama ini gue cuma malas melayani permainan akademik busuk lu?"

"Lu pasti nyontek, Aira!" tuduh Valerie terang-terangan di depan ratusan murid. "Aku bakal laporin lu ke kepala sekolah! Lu pasti nyolong soal dari ruangan Pak Hendra!"

"Nyontek?" Aira tertawa geli. Dia melangkah maju hingga berdiri tepat di hadapan Valerie dan Langit. "Kalau lu gak percaya sama nilai gue, kenapa gak lu tantang gue sekarang di depan semua orang? Panggil Pak Hendra, suruh dia bikin soal Fisika paling susah detik ini juga. Kalau gue gak bisa jawab, gue siap dikeluarkan dari sekolah. Tapi kalau gue bisa..."

Aira menggantungkan kalimatnya, matanya berkilat berbahaya. "...lu harus sungkem dan minta maaf secara terbuka di lapangan sekolah pas upacara hari Senin!"

" DEAL!" sahut Valerie tanpa berpikir panjang. Dia sangat yakin Aira cuma gertak sambal.

Sepuluh menit kemudian, area papan pengumuman sudah disulap jadi arena pembuktian. Pak Hendra yang dipanggil ke lokasi membawa dua soal Fisika tingkat olimpiade internasional yang belum pernah diajarkan di kelas.

"Ini soal tingkat nasional," ujar Pak Hendra seraya menuliskan dua soal panjang berisikan rumus-rumus rumit di atas papan tulis portable yang dibawa ke koridor. "Kalian berdua kerjakan sekarang!"

Valerie memegang spidol dengan tangan gemetaran. Dia membaca soal itu berulang kali, tapi otaknya mendadak buntu. Rumusnya kelewat rumit!

Sementara Aira? Cewek itu cuma melirik soal selama lima detik, menyeringai, lalu mulai menuliskan langkah-langkah penyelesaiannya dengan sangat lancar di papan tulis. Spidolnya menari cepat, membedah soal rumit itu menjadi persamaan sederhana hanya dalam hitungan dua menit.

Srek!

Aira melempar spidolnya ke lantai begitu selesai. "Beres."

Pak Hendra maju mengecek jawaban Aira. Matanya terbelalak lebar, badannya sampai gemetar membaca langkah penyelesaian Aira yang sangat genius dan efisien.

"S-sempurna..." gumam Pak Hendra tak percaya. "Langkah penyelesaian ini bahkan lebih cepat dari kunci jawaban resmi olimpiade!"

BARRR!

Koridor sekolah langsung meledak oleh sorak-sorai dan tepuk tangan murid-murid!

"GILA! AIRA BENERAN JENIUS!"

"VALERIE KENA MENTAL ANJIR!"

"MAMPUISS, MAKAN TUH TUDUHAN NYONTEK!"

Valerie menatap papan tulis itu dengan wajah sepucat mayat. Spidol di tangannya jatuh ke lantai. Kedudukannya sebagai cewek terpintar dan paling bersinar di sekolah hancur berkeping-keping dalam satu hari.

Aira melipat tangannya di dada, menatap Valerie yang gemetaran. "Ingat janji lu, Val. Senin depan di lapangan upacara. Jangan sampai lu pura-pura pingsan ya!"

Saat Aira berbalik untuk pergi, matanya tak sengaja berpapasan dengan Langit yang berdiri tak jauh darinya. Cowok dingin itu menatap Aira dengan intensitas yang lebih dalam dari sebelumnya. Ada ukiran senyum tipis di bibir Langit yang tak disadari siapa pun.

"Aira Shena..." gumam Langit pelan di tengah hiruk-pikuk koridor. "Lu makin hari... makin bikin gue penasaran."

see you next bab 5

1
PengGeng EN SifHa
kenapa si shamena shena nanana di juluki CEWEK TRANSMIGRAN thoor ?

dr deoaj baca agak bingung..
bukannya yang tau dia trans hanya si lajgit..kenzo & 1 nya lupan tadi namanya ?
PengGeng EN SifHa
alur cerita yg sulit dijabarkan,akan tetapi sangat seru dimana jiwa muda yg penuh tantangan...dimana dunia nyata saja sudah seru & ini dunia fana + seru lagi dengan logika yg begitu badas.
PengGeng EN SifHa
gedebak gedebig dar der dor kembang api to raa ??🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!