NovelToon NovelToon
Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Poligami / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: YoungLady

“Aku tidak akan menceraikanmu, Tiara.”

Haikal mengucapkan kalimat itu tanpa sedikit pun keraguan.

“Dan aku mengizinkanmu tetap tinggal di rumah ini.”

Air mata Tiara mulai mengalir lagi.

“Tapi, izinkan aku untuk menikah lagi.”

Tiara menatap pria yang selama ini menjadi tempatnya menggantungkan seluruh hidup. Pria yang baru saja ia kira akan menerima kekurangannya yang divonis mandul oleh Dokter.

Ternyata, Haikal hanya tidak ingin kehilangan istrinya. Ia ingin mempertahankan Tiara sebagai istri pertama sekaligus mengambil wanita lain sebagai calon ibu bagi anak-anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

“Mas, coba ini. Enak sekali,” ujar Intan manja.

Intan dengan santai menyuapkan sepotong telur dadar ke mulut Haikal, sementara pria itu tersenyum dan mengusap sudut bibir Intan yang terkena saus.

“Hmm. Enak.”

“Kan aku bilang. Masakan dirumah makan ini yang terbaik.”

Di hadapan mereka, Rumi, ibu Haikal, terlihat sangat bahagia melihat keduanya pamer kemesraan. Ia bahkan mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan momen itu.

“Jangan bergerak dulu. Ibu mau foto.”Intan tertawa kecil.

“Ibu ini, suka sekali memotret.”

“Biar semua orang tahu calon menantu ibu cantik.”

Rumi mengarahkan kamera ponselnya. Ia mengabadikan saat Haikal sedang menatap Intan dengan penuh kasih. Setelah itu, Rumi langsung mengunggah foto tersebut ke status WhatsApp.

Tak sampai beberapa menit, status itu mulai dilihat banyak orang.

Termasuk orang-orang yang mengenal Tiara.

Rumi sama sekali tidak peduli.

Baginya, Tiara sudah bukan lagi menantu yang pantas dibela.

“Mas,” panggil Intan sambil memainkan sendoknya.

“Iya?”

“Mas benar mau belikan aku rumah, kan?”

Haikal langsung mengangguk.

“Iya.”

“Serius?”

“Serius. Rumah itu nanti akan aku gunakan sebagai mahar saat menikahimu.”

Mata Intan berbinar.

“Benarkah?”

“Tentu. Aku tidak pernah main-main denganmu.”

Intan tersenyum puas. Rumi yang mendengar percakapan itu ikut tertawa.

“Wah, calon menantu ibu memang beruntung.”

Intan menyandarkan kepalanya ke bahu Haikal.

“Tapi aku ingin rumah yang besar, Mas. Ada kolam renangnya. Aku juga ingin kamar khusus untuk koleksi tas.”

Haikal terkekeh.

“Baik. Apa pun yang kamu mau.”

Rumi kemudian tiba-tiba bertanya, “Kalau begitu, ibu juga harus pindah dan tinggal bersama Intan?”

Senyum di wajah Intan langsung sedikit memudar.

Haikal mengerutkan kening.

“Maksud ibu?”

“Kamu dengar sendiri tadi, Tiara mengusir ibu dari rumah.”

Rumi menghela napas panjang.

“Katanya rumah itu sudah bukan tempat untuk ibu karena dia tidak mau terus-menerus melihat ibu memihakmu.”

Haikal terdiam sesaat.

Lalu menjawab dengan enteng.

“Ibu tinggal dengan Intan saja.”

Intan menoleh cepat. “Apa?”

“Ibu tinggal bersama kamu.” Haikal tersenyum.

“Tiara sedang tidak mood. Namanya juga mau dimadu. Aku yakin Intan akan merawat ibu lebih baik daripada Tiara.”

Kalimat terakhir itu membuat ekspresi Intan berubah. Ia menunduk agar Haikal dan Rumi tidak melihat wajahnya. Merawat ibu? Dalam hati, Intan mengumpat. Kenapa harus nenek tua itu ikut denganku?

Sejak awal, Intan memang membayangkan rumah baru itu sebagai tempat tinggal berdua dengan Haikal. Ia ingin hidup nyaman, bebas, dan tidak diganggu siapa pun. Bukan malah harus mengurus ibu mertuanya. Apalagi Rumi terkenal suka memerintah.

Intan menghela napas.

“Kalau ibu tinggal bersamaku, aku tidak masalah.” Rumi tersenyum lebar.

“Benarkah?”

“Tentu, Bu.” Intan memaksakan senyum.

“Tapi aku punya satu permintaan.”

“Apa?”

“Aku ingin ada asisten rumah tangga.”

Haikal menatapnya.

“Kenapa?”

Intan terkekeh.

“Aku tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah sejak kecil, Mas.”

Ia mengangkat bahu.

“Orangtuaku selalu memanjakanku. Aku tidak terbiasa memasak, mencuci, menyetrika, atau membersihkan rumah.”

Rumi langsung mengangguk.

“Tidak masalah. Nanti cari beberapa orang.”

“Beberapa?”

Intan langsung bersemangat.

“Satu untuk membersihkan rumah, satu untuk memasak, satu untuk mencuci dan menyetrika. Kalau rumahnya besar, mungkin butuh penjaga kolam juga.”

Haikal tertawa.

“Kamu ini.”

“Mas sendiri yang bilang aku boleh meminta apa saja.”

Haikal mengangguk.

“Baik. Aku setuju.”

Intan kembali tersenyum puas.

Namun tanpa mereka sadari, dari meja yang tak jauh dari sana, seseorang memperhatikan semua kejadian itu. Seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun duduk tenang dengan secangkir kopi di depannya.

Namanya Permana. Tatapannya tajam mengarah kepada Haikal. Ia menyipitkan mata ketika melihat Haikal menggenggam tangan Intan.

“Bukannya itu Haikal, suami Tiara?”

Asisten yang berdiri di sampingnya mengangguk.

“Betul, Pak.”

Permana kembali memperhatikan.

“Kenapa dia bermesraan dengan wanita lain di sini?”

Ia kemudian melirik Rumi.

“Dan ibunya sepertinya tidak keberatan.”

Asisten Permana menarik napas.

“Pak Haikal memang mau menikah lagi.”

Permana menoleh.

“Menikah lagi?”

“Iya, Pak.”

“Dengan wanita itu?”

“Betul.”

“Kenapa?”

Asisten itu menundukkan suara.

“Katanya Bu Tiara mandul.”

Tatapan Permana seketika berubah.

“Mandul?”

“Iya. Ibu Haikal juga setuju anaknya berpoligami.”

Permana terdiam.

Rahangnya mengeras.

Ia tidak mengenal Haikal secara dekat. Namun nama Tiara bukanlah nama asing baginya.

Terlebih setelah mendengar bahwa wanita itu sedang diperlakukan seperti tidak berharga oleh suaminya.

“Kasihan sekali,” gumam Permana.

Asistennya menatapnya.

“Pak?”

“Tiara pasti sedang menangis di rumah sekarang.”

Permana menatap kembali ke arah Haikal. Pria itu baru saja mencium kening Intan. Permana tersenyum tipis. Senyum yang sama sekali tidak menunjukkan keramahan.

“Apa Haikal masih mengelola bisnis garmen di pinggir kota itu?”

“Iya, Pak. Sampai sekarang masih.”

“Bagus.”

Permana menyandarkan tubuhnya.

“Kalau begitu, kirim hadiah kecil untuknya.”

Asistennya mengernyit.

“Hadiah, Pak?”

“Ya.”

Permana menatap Haikal lekat-lekat.

“Hadiah yang akan membuatnya makin tenggelam dalam kebahagiaanya saat ini.

Asistennya mulai memahami maksud atasannya.

“Baik, Pak. Mau dikirim atas nama siapa?”

“Pakai namaku.”

Permana berhenti sejenak.

“Dan gunakan bank swasta milikku untuk transaksi itu.”

“Baik.”

“Haikal, aku akan membuatmu kehilangan hal yang paling berharga dalam hidupmu bahkan sebelum kau menyadarinya."

Permana menyeruput kopinya.

“Aku ingin memberimu sedikit pelajaran karena telah menyakiti hati Tiara.”

“Pelajaran seperti apa, Pak?”

Permana tersenyum dingin.

“Jangan banyak ingin tahu.” Ia bangkit dari kursinya.

“Pastikan hadiahnya sampai ke tempat itu sebelum malam.”

Asistennya mengangguk.

“Siap, Pak.”

Permana kembali menatap Haikal untuk terakhir kalinya.

Di meja itu, Haikal masih tertawa bersama Intan dan Rumi. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa sebuah ancaman sedang bergerak menuju kehidupan mereka.

Permana berjalan meninggalkan rumah makan.

Sementara itu, di rumah, Tiara duduk sendirian di tepi ranjang.

Ponselnya bergetar.

Satu notifikasi WhatsApp muncul.

Rumi mengunggah status baru.

Tiara membukanya.

Dadanya langsung sesak melihat foto Haikal dan Intan yang sedang bermesraan. Belum menikah, tapi sudah berani mengunggah kebersamaan mereka ke media sosial. Mereka benar-benar keterlaluan bukan?

Tiara menangis, tapi tak bersuara. Ia segera menyeka air matanya dan mencoba menghempas segala emosi yang menyesakkan dada.

Beberapa detik kemudian...

Tok! Tok! Tok!

Seseorang mengetuk pintu. Tiara bangkit dan berjalan menuju teras depan. Seorang kurir berdiri di sana sambil membawa sebuah amplop berwarna cokelat.

“Bu Tiara?”

“Iya.”

“Ini kiriman untuk Pak Haikal.”

Tiara mengerutkan kening.

“Dari siapa?”

Kurir itu menyerahkan sebuah kartu kecil.

“Nama pengirimnya... Permana.”

Wajah Tiara mendadak pucat.

'Permana? Namanya mirip dengan nama pemilik bank tempat Tiara bekerja dulu. Apakah mereka orang yang sama?'

Bersambung ....

1
Ma Em
Selamat untuk Tiara dan Permana sekarang Tiara sdh sah menjadi istri Permana , semoga langgeng pernikahan nya dan segera diberi momongan , untuk Haikal nikmati saja karma yg kamu terima itu balasan karena kamu sdh menyakiti wanita yg baik sabar dan setia meskipun Tiara selalu dihina dan tdk dianggap serta diperlakukan seperti babu dirumah mu .
sunaryati jarum
Intan lagi
sunaryati jarum
🙏
sunaryati jarum
Walaupun ada kebencian masih ada sisi kemanusiaan kamu,Tiara.Orang- orang sombong dan tidak menghargai orang lain, bahkan menantu dihina dan diinjak-injak , akhirnya dapat karma
sunaryati jarum
Kamu percaya Intan wanita ular yang mengingkari hartamu,maka memanipulasi hasil tes kesuburan Tiara.
sunaryati jarum
Haduh , sudah jatuh tertimpa tangga.Js
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 percaya dirimu patut diacungi jempol Haikal, sayang tidak sesuai dengan ekspektasi kamu
sunaryati jarum
Keputusan apa Haikal,kau hampir bangkrut,kan
sunaryati jarum
Memangnya Tiara mau kembali padamu?
sunaryati jarum
Nikmati kebodohan kamu , Haikal
sunaryati jarum
Untuk selingkuhannya mungkin, Haikal.Selamat menyesal telah membuang berlian dan memungut kerikil dari limbah busuk.
sunaryati jarum
Nikmati saja pilihan kamu Haikal,kamu ganti istri berapa kal pun mungkin ,nggak akan punya anak
Ma Em
Nikmati saja kan Intan istri pilih Hanum Haikal jadi jgn menyesal rasakan saja manis getirnya rumah tanggamu bersama Intan pilihanmu , semoga rencana pernikahan Tiara dgn Permana dilancarkan sampai hari H dan tdk ada gangguan .
sunaryati jarum
Syokoooor rasain, Haikal! Perempuan jika marah merusak perabotan atau apapun, alamat cepat kismin
sunaryati jarum
Kali ini usahamu akan gagal Intan
cinta semu 2
dih mantan suami sok cakep...😁😁dah g ada manfaat ny u Haikal...
cinta semu 2
mertua durhakim
sunaryati jarum
Kan sudah mantan kenapa marah.Selidiki Intan ,dia hanya menginginkan hartamu.Setelahnya kau akan ditinggalkan.Sedangkan Tiara akan mendapatkan jodoh yang sangat baik dan mencintai
Ma Em
Lagian Bu Rumi , Haikal tdk malu emang kalian saat Tiara bersama kalian selalu dihina dan direndahkan skrg setelah. bercerai ibu Rumi mencari Tiara suruh saja si intan istri tercinta Haikal yg ngurus jgn cari Tiara .
sunaryati jarum
Tidak tahu diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!