NovelToon NovelToon
My Idol Is My Desktop Shortcut

My Idol Is My Desktop Shortcut

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Idola sekolah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:347
Nilai: 5
Nama Author: TCN_Luna

Di sekolah, Rendra Adijaya adalah pangeran sempurna yang dingin dan tak tersentuh. Namun di balik pintu kamar, dia hanyalah cowok anxious kronis yang menyembah seorang admin Discord anonim sebagai "pawang mental"-nya. Siapa sangka, admin gaming tempatnya mengemis semangat setiap malam itu ternyata Naya, cewek cuek bermulut tajam yang duduk di pojok kelasnya dan paling anti dengan cowok nyata.

Begitu rahasia terbongkar, saklar obsesi Rendra langsung menyala. Topeng pangeran dinginnya pecah total saat dia nekat menyudutkan Naya di kelas kosong sambil memelas gila, "Tolong jangan block gue... gue rela beliin angkot jalur sekolah ini asal lu tetep mau jadi pawang gue!" Mampukah Naya bertahan menghadapi tingkah bucin akut sang idola sekolah yang aslinya serapuh kerupuk kesiram kuah soto?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TCN_Luna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Teror Angkot Sultan di Parkiran Sekolah

Rencana Rendra Adijaya untuk turun secara sembunyi-sembunyi di gang depan sekolah resmi gagal total tanpa opsi banding. Kesetiaan supir pribadi keluarga Adijaya terbukti terlewat batas dan terlalu berdedikasi tinggi demi kenyamanan sang majikan muda.

Pak supir yang mengenakan kemeja batik rapi itu tetap melajukan angkot oranye kinclong modifikasi sultan tersebut lurus membelah gerombolan murid. Tanpa ragu, mobil oranye mengkilap itu berhenti dengan sangat anggun tepat di depan pintu gerbang utama SMA Internasional Garudatama.

Suasana di depan gerbang sekolah yang tadinya bising oleh tawa dan obrolan pagi para murid mendadak hening seketika seperti kuburan subuh. Puluhan pasang mata murid yang sedang berjalan kaki maupun yang nongkrong di atas motor langsung tertuju lurus pada satu objek aneh tersebut.

"Heh, manekin geser! Ini kenapa malah berhenti di depan gerbang utama, hah?!" bisik Naya panik setengah mati dari balik masker kainnya.

"Maaf, Nay. Supir Papa emang terlalu berdedikasi tinggi kalau udah dikasih perintah menyangkut kenyamanan lo," jawab Rendra kaku dengan wajah yang masih dipasang sedatar papan semen.

Sret! Pintu angkot otomatis langsung dibuka dari luar oleh Pak supir batik yang memundurkan tubuhnya sambil membungkuk sangat hormat.

"Silakan turun, Den Rendra, Neng Naya. Semoga hari sekolah kalian berdua menyenangkan dan penuh berkah!" ucap Pak supir dengan suara lantang yang menggema di depan gerbang.

Naya rasanya ingin mengaktifkan kekuatan gaib agar bisa menenggelamkan dirinya ke dalam aspal jalanan sekolah saat itu juga. Dia melangkah turun dari jok angkot yang wangi kopi premium tersebut dengan gerakan terburu-buru demi menghindari tatapan publik.

"Gara-gara kelakuan obsesif lo ya, Ren! Awas lo, utang jeweran lo nambah!" umpat Naya lirih sambil terus menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Tepat di belakang Naya, Rendra melangkah turun dari angkot dengan ritme langkah kaki lambat yang sengaja diatur sedemikian rupa agar terlihat sangat elegan laksana model papan atas. Topeng pangeran dingin fabrikasinya kembali terpasang rapi tanpa ada satu pun celah cela.

"Anjir, mata gue ga salah liat kan? Itu Rendra? Kenapa pangeran sekolah kita turun dari angkot oranye?" bisik salah satu siswi berkacamata di dekat pos satpam dengan mata melotot sempurna.

"Tapi kok bodi angkotnya kinclong mampus gitu gila? Ada AC portable-nya lagi di dalem! Terus... itu di depannya si Naya kan cewek cuek pojok kelas?!" sahut temannya heboh bukan main.

Gosip terpanas dan paling menggemparkan bulan ini resmi meledak dalam hitungan menit di seantero lingkungan SMA Garudatama. Kabar mengenai sang juara paralel yang naik angkot eksklusif bersama cewek anti-cowok nyata menyebar lebih cepat daripada jaringan Wi-Fi sekolah.

Sementara itu di dekat area parkir motor khusus kelas dua belas, sesosok cowok bertubuh tinggi besar sedang berdiri membeku memegang botol air mineral. Itu Dimas, sang kapten basket sekolah yang terkenal angkuh.

Krieeek! Tangan kekar Dimas langsung meremas botol plastik di genggamannya hingga remuk tak berbentuk karena menahan luapan amarah yang membubung tinggi di dadanya.

"Sialan. Jadi cowok kuper kaku itu beneran nekat beli satu jalur trayek angkot cuma demi cewek itu?" geram Dimas dengan rahang mengetat kaku menatap punggung Rendra.

Dimas merasa harga dirinya sebagai kapten tim basket dan cowok paling populer di angkatannya telah diinjak-injak sampai rata dengan tanah oleh anak akuntansi kuper. Dia benar-benar tidak terima dikalahkan secara telak dalam hal logistik dan finansial di depan umum.

Begitu Naya melangkah sampai di depan deretan loker kelas XI-A, jalan langkahnya langsung dihadang ketat oleh Keysha dan dua temannya yang bermuka kepo maksimal.

"Naya! Oh my God, lo bener-bener berutang penjelasan paling jujur sama kita semua hari ini!" pekik Keysha dengan mata berbinar-binar penuh aura gosip menyengat.

Naya menghela napas malas yang sangat panjang, lalu membuka masker kainnya dengan gerakan kasar karena gerah. "Penjelasan apaan lagi sih? Gue cuma mau naruh tas seragam, minggir lo pada."

"Gak usah sok cuek dan pasang muka datar deh lo! Kok lo bisa barengan sama Rendra naik angkot mewah misterius tadi pagi? Lo ada hubungan rahasia apa sama dia?!" cecar Keysha sambil menepuk pintu loker Naya.

"Kagak ada hubungan apa-apa, demi Tuhan. Itu angkot umum biasa, kebetulan aja si Rendra juga naik dari gang depan. Mungkin dia lagi bosan naik mobil mewah bapaknya," jawab Naya berbohong secara konsisten tanpa berkedip.

"Kebetulan mata lo peyang! Supir batik tadi manggil nama lo dengan sangat jelas dan hormat ya, Naya! Jangan-jangan lo main dukun pelet ya biar dapet anak sultan?!" tuduh teman Keysha satu lagi dengan tatapan ketus.

"Iya, gue pake pelet lele premium biar cowok kaku kayak dia mau nurut sama gue," semprot Naya sarkas dengan senyum meremehkan. "Lagian kalau gue bisa melet orang, yang pertama gue pelet itu tukang seblak depan gang kosan gue biar dapet makan gratis tiap hari, bukan si manekin kaku itu!"

"Ih, kok lo malah nyolot dan bawa-bawa seblak sih?!" protes Keysha sambil cemberut merasa kesal dikacangin.

"Makanya otak lo jangan nanya yang aneh-aneh kayak netizen. Minggir, gue mau masuk kelas, gerah gue denger suara lo," ketus Naya, lalu langsung menggeser paksa tubuh cewek-cewek itu dan melangkah pergi tanpa minat sedikit pun.

Sementara itu di koridor lorong kelas yang mulai ramai, Aldi yang baru saja memarkirkan motor matic-nya langsung berlari kencang menyusuri koridor begitu melihat sosok Rendra.

"Ren! Rendra! Gila lo ya, Bro! Asli parah, gempar satu sekolah gara-gara kelakuan ajaib lo hari ini!" teriak Aldi heboh luar biasa sambil merangkul kuat pundak Rendra dari belakang.

"Ada apa? Jangan berisik di lorong kelas, ganggu ketertiban umum," jawab Rendra pendek dengan suara berat fabrikasinya yang penuh wibawa palsu nan dingin.

"Ada apa mata lo peyang! Satu sekolah lagi heboh ngomongin lo dari gerbang sampe ruang guru! Lo beneran berangkat bareng Naya naik angkot sultan?!" cerocos Aldi tidak santai dengan volume suara berbisik tapi heboh.

Rendra tetap menatap lurus ke depan dengan dagu terangkat angkuh. "Gue cuma ingin menikmati fasilitas transportasi umum harian yang ramah lingkungan dan merakyat."

"Ramah lingkungan gundulmu! Angkotnya wangi kopi Starbucks premium gitu kok dibilang merakyat!" Aldi geleng-geleng kepala dengan rasa kagum yang mendalam. "Tapi Ren, asli, ajarin gue dong. Gimana caranya nelpon bokap biar dikasih hadiah angkot oranye kinclong gitu dalam semalam? Gue mau sewa buat jemput cewek kelas sebelah biar dikira anak sultan kelas kakap."

"Gak boleh. Angkot itu properti eksklusif kelompok tugas teks eksplanasi gue," jawab Rendra sedingin es kutub utara.

"Pelit amat lo sama sohib sendiri! Tapi lo harus hati-hati tingkat dewa sekarang, Ren," suara Aldi mendadak berubah serius sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Rendra. "Tuh liat di lapangan luar, si Dimas anak basket mukanya udah kayak setan kemasukan jin yang mau ngebantai orang!"

"Emang kenapa sama dia? Bukan urusan hidup gue," tanya Rendra tetap berpura-pura tidak peduli untuk menjaga gengsi pangerannya.

"Dia ngerasa lo lagi nantang dia secara terbuka, bego! Dia ngerasa harga diri kapten basketnya diinjek-injek karena lo bawa angkot demi Naya! Dia lagi ngerencanain sesuatu buat ngejebak dan ngehajar lo di jam olahraga gabungan nanti siang!" jelas Aldi berapi-api penuh kekhawatiran.

Mendengar kata "jam olahraga gabungan", seluruh sirkuit di dalam tempurung kepala Rendra mendadak langsung mengalami korsleting fatal bercampur kepanikan massal laksana kesetrum listrik tegangan tinggi.

Wajah blasterannya yang tadi sedatar tembok semen langsung menegang kaku, dan tangan kirinya di dalam saku celana mulai meremas pulpen mekanik hitamnya erat-erat sampai buku jarinya memutih parah.

“Anjir... jam olahraga gabungan nanti siang?! Itu artinya gue harus berdiri di lapangan terbuka ditonton ratusan mata manusia asli dari berbagai kelas?! Mana ada cewek-cewek seangkatan lagi yang bakal ngeliatin gue?! Tuhan, tolong ilangin gue dari bumi sekarang juga sebelum gue pingsan dan ngompol di lapangan karena panik sosial brutal!” jerit Rendra histeris di dalam batin wibu cemasnya yang sedang menggelar konser musik cadas.

Naya yang baru saja keluar dari ruang kelas untuk membuang bungkus permen karet ke tempat sampah koridor hanya bisa melirik tipis melalui sudut matanya yang tajam. Dia mendengar dengan sangat jelas ketakutan Rendra yang tubuhnya mendadak sekaku manekin berkarat.

"Mampus lo, pangeran setrikaan," gumam Naya santai sambil kembali mengunyah permen karet stroberinya yang baru dengan tempo lambat yang teratur.

"Awas aja lo kalau sampe kalah fisik dan bikin malu nama server kita nanti siang di depan anak-anak basket. Gue beneran ga bakal segan klik tombol ban permanen buat akun Discord lu seumur hidup," lanjut Naya membatin penuh kejengkelan campur geli melihat ketakutan akut sang idola sekolah yang aslinya serapuh kerupuk soto tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!