"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.
"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.
________________. • .__________________
Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.
Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
Dustin kesakitan ketika Indira mencabut duri ikan yang menancap di lidahnya.Indira meringis ngilu."Maafkan aku Dustin,aku tidak teliti tadi" ucap Indira merasa bersalah pada dustin.
Dustin tersenyum melihat Indira yang perhatian padanya."Its ok ,aku baik baik saja,tadi cuma agak kaget"ucap dustin.Indira mengangguk,"Apa kamu mau makan lagi,aku akan menyuapimu jika kamu izinkan"ucap Indira.Dustin yang mendengarkannya pun senang bukan main.
"Jika kamu tidak keberatan ,boleh " jawab Dustin.Indira pun mengambil makanan milik Dustin lalu mulai menyuapi Dustin dengan hati hati.
"Ayo buka mulutmu"ucap Indira.Dustin langsung membuka mulutnya lebar lebar, "hmmm enak sekali sudah lama aku tidak makan ikan seenak ini"ucap dustin.Indira hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya .
Beberapa menit kemudian dustin selesai makan ,Indira pun membersihkan bekas makan miliknya dan Dustin.Tok tok tok "Dustin bibi datang"teriak seorang wanita di pintu .
Indira yang baru selesai membuang sampah pun sampai terperanjat kaget.Dustin menepuk dahinya ,"kenapa bibi harus datang secepat ini sih,padahal aku masih mau bersama Indira"batin Dustin.
"Loh dustin ini siapa,pacar kamu ya,Wahh jangan main main kamu Dustin kalau kakekmu tahu bisa marah kakekmu kamu kan sudah dijodohkan sama anaknya"ucap bibi dustin bertubi tubi namun terpotong dengan ucapan dustin. "Bibiii,sudah Dustin malah tambah pusing ini" eluh Dustin pada bibinya .
Indira tersenyum menyapa bibi dustin "halo Tante ,perkenalkan nama saya Indira,saya bukan pacar kak Dustin ,Indira hanya menyelamatkan kak Dustin saat kecelakaan " jawab Indira.
Bibi dustin menutup mulutnya "ohh astaga jadi kamu Indira"kaget bibi dustin."iya Tante"jawab Indira.Bibi Dustin melihat kode yang diberikan Dustin bibi Indira sempat bingung namun tak lama bibi dustin mengerti.
"Tante ,Indira pamit pulang dulu ya,kakek dan ibuku pasti sudah menunggu Indira di rumah"ucap Indira.Bibi Dustin tersenyum "iya hati hati di jalan ya,kamu pulang naik apa sayang,mau Tante panggilkan sopir Tante untuk mengantarkan mu"tanya bibi dustin.
Indira menggelengkan kepalanya "Tidak usah Tante terima kasih,Indira mau naik taksi aja"jawab Indira sopan.Bibi Dustin mengangguk "baiklah kalau begitu,hati hati ya,Tante titip salam untuk kakek dan ibumu maaf ya sudah merepotkan menjaga keponakan Tante dan terima kasih sudah menyelamatkan keponakan Tante " ucap bibi dustin panjang lebar.
Indira mengangguk "sama sama tan ,sama sekali tidak merepotkan kok,Indira pamit dulu,kak Dustin semoga cepat sembuh ya Indira pamit pulang dulu,permisi"ucap Indira pada bibi dustin dan Dustin.
Indira pun pergi keluar dengan wajah lega.
Bibi Dustin menatap dustin yang cemberut setelah Indira keluar dari kamar rawatnya , "Kenapa kamu tidak mau Indira tahu kalau kamu adalah tunangannya Dustin?"tanya bibi dustin.
Dustin menatap bibinya , "Dustin tidak mau Indira merasa tidak nyaman di dekat Dustin kalau seandainya Indira tahu kalau Dustin adalah tunangannya"jawab Dustin.
Bibi Dustin menganggukkan kepalanya."Bibi kapan aku bertunangan dengan Indira?"tanya dustin tiba tiba.Bibi Dustin nampak berpikir "Sepertinya satu bulan lagi " jawab bibi Dustin.
Dustin cemberut ,"Apa tidak bisa dipercepat lagi tiga hari lagi mungkin atau kalau bisa langsung nikah Saja" ucap dustin terus terang.Bibi Dustin kaget lalu menjitak dahi Dustin, "Kamu kira segampang itu hah,semua itu ada prosesnya Dustin kamu tidak bisa langsung mengajaknya menikah begitu saja ,minimal tunangan dulu lah" jawab bibi Dustin.
"Kelamaan bibi,Dustin tidak mau kalau nanti tiba tiba Indira menolak menikah sama Dustin dan kembali pada pacarnya " takut Dustin.Bibi Dustin mengulum senyumnya.
"Kayaknya keponakan Tante jatuh cinta pada pandangan pertama nih" goda bibi Dustin, "IHH bibi"kesal Dustin pada bibinya.
Indira telah sampai di depan rumahnya , "om tunggu sebentar ya saya mau ambil uang dulu di dalam,om tunggu sebentar di sini dulu ya"ucap Indira pada sopir taxi .Indira lalu keluar dari dalam taxi dan berlari ke dalam rumahnya.
Sampainya di dalam rumah Indira melihat ibunya yang sedang menyusun makanan di meja makan,Indira pun mengendap endap mendekati ibunya saat sudah dekat Indira langsung memeluk ibunya dengan erat "ibuuuuuu" teriak Indira.
Ibu Indira kaget , "Ya ampunnn Indira,kamu kemana saja nak ,ibu khawatir padamu"tanya ibu Indira pada Indira.Indira tersenyum "Ceritanya panjang ibu nanti Indira cerita,ibu Indira boleh minta uang tidak?" tanya Indira pada ibunya.Ibu Indira bingung.
"Untuk apa Indira?" tanya ibu Indira."Indira tadi pulang naik taxi Indira lupa tidak bawa uang jadi Indira menyuruh sopir taxi menunggu di luar" jawab Indira ,Ibu Indira mengambil uang lalu memberikan 1 lembar uang berwarna merah ,"Terima kasih ibuu,Indira keluar dulu" Ucap Indira sambil berlari keluar.
Di depan rumah Indira memberikan uang pada sopir taxi itu , "ini om maaf lama ya om" ucap Indira, "iya tidak apa apa kok non tapi non ini uangnya kebanyakan " ucap sopir taxi itu pada Indira, "Tidak apa apa kok om anggap aja sebagai permintaan maaf saya karena membuat om menunggu " ucap Indira.
Sopir taxi itu tersenyum "terima kasih banyak ya non,kalau begitu saya pamit dulu " ucap sopir taxi itu lalu melajukan mobilnya meninggalkan rumah Indira.
Indira melihat taxi itu sudah pergi kemudian Indira berjalan ke dalam rumah kembali.Di dalam rumah ibu Indira memanggil Indira untuk makan, "Indira ayo makan nak ,kamu pasti lapar kan" ucap ibu Indira.
"Indira sudah kenyang Bu,tadi Indira sudah makan ,Indira mau istirahat dulu ,bye bye ibuu"ucap Indira berlari menuju kamarnya.
Ibu Indira mengelus elus dahinya."Apa Indira sudah pulang" tanya kakek Indira , "Sudah ayah,baru saja,kalau sekarang Indira sedang berada di kamarnya katanya ingin istirahat" ucap ibu Indira.
Kakek Indira mengangguk lalu duduk ingin mulai makan.Ibu Indira mengernyitkan dahinya "tumben ayah tidak marah pada Indira biasanya jika Indira pulang telat ayah langsung marah marah" ucap ibu Indira.
Kakek Indira tersenyum "kamu mau tahu kenapa ayah tidak marah" tanya kakek Indira,ibu Indira mengangguk ,kakek Indira menyuruh ibu Indira mendekat padanya ,ibu Indira yang penasaran pun mendekat ke arah kakek Indira dan duduk di sampingnya , "Ayah tadi malam dapat telephone dari sahabat ayah " ucap kakek Indira , "telephone apa ayah"tanya ibu Indira lagi, "Sahabat ayah berkata kalau cucunya kecelakaan di saat perjalanan pulang" , "apaaaa" teriak kaget ibu Indira , "sttt jangan teriak nanti Indira dengar".
Ibu Indira mengangguk ,"Terus kata sahabat ayah ,cucu sahabat kakek diselematkan oleh seorang gadis dan kamu tahu tidak siapa gadis itu"tanya kakek Indira,ibu Indira menggelengkan kepalanya, "Indira cucu kakek yang menolongnya" ucap kakek Indira pelan, "apaaaa"