NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ratu Terbuang

Reinkarnasi Ratu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nitaastri

Isabella adalah mantan pembunuh bayaran paling berbahaya dan paling di takuti di dunia gelap. Selama bertahun-tahun tangannya telah berlumuran darah.

Namun semuanya berubah saat Isabella menemukan seorang bayi perempuan di depan apartemennya. Sejak saat itu dia memutuskan pensiun demi keselamatan anaknya. Tapi sayangnya sang bos tidak menyukai itu, hingga dia membunuh anak Isabella karena menganggap jika anak itu adalah penghalang Isabella.

Melihat sang putri tewas, Isabella marah dan mulai memburu satu persatu orang yang telah membunuh putrinya. Setelah dendamnya terbayar, Isabella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Namun kematian ternyata bukan akhir baginya, karena setelah membuka mata kembali. Isabella mendapati dirinya berada di tubuh seorang wanita bernama Isabella Iris, seorang ratu yang di buang dari istananya sendiri.

Bagimana kisah Isabella selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Kematian yang Membawa Kehidupan Kedua

Hujan turun dengan deras malam itu, suara gemuruh petir terdengar bersahutan di antara gedung-gedung tua yang berdiri di kawasan terpencil milik salah satu organisasi rahasia.

Di salah satu ruangan bawah tanah, seorang wanita berdiri dengan tubuh berlumuran darah, nama wanita itu adalah Isabella Theresia Ollyxton. Selama bertahun-tahun, nama itu menjadi mimpi buruk bagi banyak orang. Seorang pembunuh bayaran yang tidak pernah gagal dalam setiap misinya. Tidak peduli siapa targetnya, tidak peduli seberapa kuat perlindungannya. Jika Isabella sudah menerima sebuah misi, maka targetnya hampir selalu berakhir mati.

Namun malam ini berbeda, di hadapan Isabella bukanlah seorang target, melainkan seorang gadis kecil yang terbaring tak bergerak di atas lantai.

"Putriku..." Lirih Isabella, suara Isabella bergetar.

Dia berlutut di samping tubuh kecil itu.

Tangannya yang selama ini tidak pernah gemetar ketika memegang senjata, kini gemetar hebat saat menyentuh pipi putrinya.

Dingin.

Terlalu dingin.

"Bangun sayang, ini mommy..."

Isabella mengguncang tubuh kecil itu perlahan.

"Sayang, bangun. Jangan tinggalin mommy sendiri." Lirih Isabella.

Namun putrinya sama sekali tidak menjawab.

"Sayang, please.Jangan tinggalin mommy, maaf mommy terlambat jemput Bia..." Lirih Isabella sambil memeluk tubuh Bianca yang telah terbujur kamu.

Air mata yang selama bertahun-tahun tidak pernah jatuh akhirnya mengalir di wajah Isabella.

Dia memeluk tubuh Bianca semakin erat, seakan takut tubuh itu akan menghilang dari hadapannya.

"Maaf..."

Suara Isabella pecah.

"mommy nggak bisa jagain Bia."

Beberapa meter di belakangnya, pria berjas hitam berdiri sambil tersenyum dingin.

Dialah pemimpin organisasi yang dahulu menjadi tempat Isabella bekerja.

"Kau seharusnya mendengarkanku sejak awal."

Isabella perlahan menoleh, tatapannya berubah dingin. Tidak ada lagi kesedihan di matanya, yang tersisa hanya kebencian.

"Kenapa? Kenapa kau membunuh putriku?" Tanya Isabella dingin.

Pria itu tertawa kecil.

"Karena anak itu adalah alasanmu pergi dan dia juga alasanmu pensiun dari pekerjaanmu, jadi aku terpaksa menghilangkan alasan tersebut, karena dia hanya akan menjadi penghalang untukmu." Ucap Pria itu.

Ruangan mendadak terasa sangat sunyi, Isabella menatap putrinya sekali lagi, kemudian dia berdiri.

Perlahan.

Sangat perlahan.

"Kalau begitu..."

Isabella mengambil senjata yang tergeletak di lantai.

"aku juga akan menghilangkan alasanmu untuk hidup."

Malam itu berubah menjadi pembantaian, tidak ada seorang pun yang mampu menghentikan Isabella.

Satu demi satu anggota organisasi tumbang, sampai akhirnya Isabella berdiri di hadapan pria yang telah membunuh putrinya.

Pertarungan mereka berlangsung sengit, tetapi pada akhirnya, Isabella berhasil menang. Pria itu terjatuh, sebelum mengembuskan napas terakhirnya, dia hanya mampu menatap Isabella dengan ketakutan.

"Kau... bagaimana kau bisa melakukannya?"

Isabella berdiri di hadapannya.

"hahaha"

Dia tertawa getir.

"Itu adalah balasan dari seorang ibu yang kehilangan anaknya." Ujar Isabella

Lalu sebuah tembakan terdengar dan semuanya berakhir. Beberapa jam kemudian, Isabella kembali ke tempat putrinya berada. Dia duduk di samping tubuh kecil itu, kini tidak ada lagi musuh, tidak ada lagi organisasi, tidak ada lagi orang yang harus dibunuh, namun juga tidak ada lagi alasannya untuk hidup. Isabella menggenggam tangan putrinya.

"Maafin mommy sayang." Ucap Isabella sambil mengecup tangan kecil putrinya.

Air matanya kembali jatuh.

"Seharusnya mommy bisa melindungimu, tapi mommy malah gagal."

Dia menundukkan kepalanya.

"Kalau ada kehidupan berikutnya..."

Isabella tersenyum sambil menangis.

"mommy pengen ketemu kamu lagi."

Namun dia tahu keinginannya mustahil.

DOR

suara tembakan terdengar.

Isabella menatap putrinya sebentar sebelum akhirnya dia benar-benar menutup matanya.

Pada akhirnya dia memilih pergi bersama putrinya, dibandingkan harus hidup sendirian di dunia tanpa keluarga.

 

Isabella membuka matanya perlahan, hal pertama yang dirasakannya adalah dingin. Bukan dingin dari ruangan berpendingin udara, melainkan dingin yang menusuk hingga ke tulang. Tubuhnya terasa berat, kepalanya berdenyut hebat, sementara suara angin terdengar dari kejauhan.

Isabella mencoba bangkit, namun begitu ia melihat sekelilingnya, kedua matanya langsung menyipit.

"Di mana aku?" gumam Isabella, ia mulai mengamati sekelilingnya. Saat ini, dia berada di sebuah kamar asing.

Dinding kamar itu terbuat dari kayu yang sudah mulai lapuk, lantai yang berdebu, perabotan sederhana dan sebuah jendela kecil yang tertutup rapat, tidak ada satu pun benda yang dikenalnya.

Isabella mengangkat tangannya untuk memijat pelipisnya. Namun seketika dia terdiam, saat melihat tangannya yang putih dengan jari-jari yang ramping, kulitnya begitu halus, seolah tidak pernah melakukan pekerjaan berat seumur hidupnya.

"Apa..."

Isabella bergegas menuju cermin tua yang berada di sudut ruangan. Begitu melihat pantulan dirinya, ia membeku. Seorang wanita cantik sedang menatapnya, rambut panjang berwarna keemasan terurai hingga pinggang. Kulitnya putih pucat, hidungnya mancung, bibirnya merah alami, dan sepasang mata biru jernih menghiasi wajah yang begitu sempurna.

Isabella menyentuh wajah itu, pantulan di cermin melakukan hal yang sama.

"Ini bukan wajahku."

Tiba-tiba kepalanya terasa seperti dihantam sesuatu, ingatan asing membanjiri pikirannya, ingatan tentang seorang wanita bernama Alicia Eclair Linford.

Alicia adalah Seorang ratu yang di anggap bodoh, seorang ratu yang sering di hina oleh suami serta rakyatnya sendiri. Ia juga menjadi istri yang tidak pernah di cintai oleh suaminya sendiri.

Alicia bahkan dituduh berselingkuh dengan seorang bangsawan oleh selir sang raja, tanpa penyelidikan yang layak, sang raja mempercayai tuduhan tersebut.

Gelar ratunya dicabut.

Keluarganya bahkan tidak ada bersama dengannya saat dia akan di asingkan dan pada akhirnya Alicia dibuang ke sebuah hutan terpencil yang dipenuhi binatang buas hanya bersama seorang pelayan dan dalam keadaan hamil.

Tempat yang bahkan para prajurit kerajaan enggan masukinya.

Isabella terdiam cukup lama.

"Luar biasa..."

Ia tertawa kecil, tetapi tawanya sama sekali tidak menunjukkan kegembiraan.

"Dari semua tubuh yang bisa kumasuki, Kenapa harus tubuh wanita ini yang ku masuki?"

Ingatan Alicia kembali muncul, bagaimana suaminya memperlakukannya selama mereka menikah, bagaimana dia biasanya di tindas oleh para selir suaminya, dia memang bergelar Ratu tapi tidak pernah benar-benar di perlakukan seperti seorang ratu.

Alicia memang terkenal cantik, tetapi sayangnya dia tidak memiliki kemampuan sihir sedikit pun.

Di dunia ini sihir menjadi bagian penting dari hidup seseorang, ketidakmampuan Alicia menggunakan sihir membuatnya dipandang rendah.

Ia bahkan tidak mampu menggunakan sihir dasar.

Karena itu, banyak orang menyebutnya sebagai ratu yang hanya memiliki wajah cantik tanpa kemampuan apa pun.

Isabella menghela napas.

"Jadi, semua orang menganggapmu bodoh?"

Ia menatap pantulan wajah cantik itu.

"Hidupmu sangat menyedihkan Alicia."

Matanya perlahan berubah tajam.

Dalam kehidupan sebelumnya, Isabella bukan wanita lemah. Ia tahu bagaimana bertahan hidup, Ia tahu bagaimana membaca kebohongan seseorang, Ia tahu bagaimana menghadapi orang-orang yang berusaha menghancurkannya dan yang paling penting Ia tidak pernah mempercayai seseorang hanya karena orang itu memiliki gelar tinggi.

Isabella berjalan menuju jendela, Ia membukanya perlahan. Suara lolongan terdengar dari kejauhan, hutan luas terbentang di depan matanya. Pepohonan tinggi menjulang, kabut tipis menyelimuti tanah di sekitar rumah itu, dan sesekali terdengar suara geraman dari balik semak.

Hutan itu terlihat tidak memiliki jalan keluar, dan yang lebih menyedihkan adalah ketika dia di asingkan di hutan ini. Pihak kerajaan sama sekali tidak memberikannya satupun pengawal untuk melindunginya, hanya ada satu pelayan yang ikut bersamanya.

Isabella justru tersenyum.

"Jadi mereka benar-benar membuangmu ke sini."

Ia terdiam sesaat.

"Sepertinya mereka bukan hanya ingin membuangmu, tapi mereka juga ingin membunuhmu di tempat ini. Kau sangat bodoh Alicia, kau mencintai dan mempercayai pria yang salah. Tapi syukurlah kau masih memiliki kakak perempuan yang sangat menyayangimu. Sepertinya hanya dia yang memperjuangkan dirimu saat kau akan di buang ke tempat ini. Bahkan dia juga sudah berkali-kali memperingatkan mu tentang raja bodoh itu, tapi kau sama sekali tidak mempercayai kakakmu. Kau bahkan memusuhinya hanya karena berpikir kakakmu merasa iri padamu, sungguh wanita yang bodoh. ekarang lihatlah, pria yang kau cintai itu justru membuangmu ke tempat ini." Kata Isabella sambil tersenyum dingin.

Sesaat kemudian senyumnya berubah menjadi senyum penuh keyakinan.

"Kalau begitu, mulai hari ini Alicia Eclair Linford sudah mati."

Ia menatap hutan di hadapannya.

"Karena saat ini hanya ada Isabella Theresia Ollyxton."

Tatapannya berubah menjadi dingin.

Bersambung

1
@Mita🥰
wah sepertinya ada yang mengendalikan para monster " itu deh
@Mita🥰
lagi Thor 🥰🥰
Murni Dewita
💪💪💪💪 sampai finish ya thor
Naru_Ch@n: siap siap👍
total 1 replies
@Mita🥰
lanjut Thor Bagus ceritanya
kiu kiu
lanjut thor...semakin menarik...
Murni Dewita
lanjut
Dewi Anggraeni
Semangat thor up date nya 👍
Dewi Anggraeni
Lanjutttt terusss yah Thor .... Aku suka ceritanya ....
Murni Dewita
lanjut dan tetap semangat
Naru_Ch@n: siap siap💪
total 1 replies
kiu kiu
wkkk...gadis yg unik banget isabela ini. dia bersni melawan monster...klu ada jodoh yg pantas utknya....bawakan satu yg setara dg nya.semangat thor...ak penggemar dunia fantasy.apalagi fantasy barat... 😍😍😍
Naru_Ch@n: siap siap, makasih atas dukungannya💪
total 1 replies
kiu kiu
🤣🤣🤣🤣 isabella msmang tiada duanya.memang si kusir yg sembunyi d dlm kereta emang ptia penakut.herannya kenpa juga klu penakut terima tawaran menjadi kusir di mlm gelap gulita di desa itu.seharusnya dia pulang lebih awal.
Naru_Ch@n: Soalnya bayarannya banyak, makanya dia tergiur🤭
total 2 replies
Murni Dewita
next
xuer jinghao
lanjut Mangat thor 💪
kiu kiu
semangat thor...💪💪💪 terus lanjutkan.apa isabela tidak akan pulang mlm itu.bukankah ia janji pada 3 anaknya akan segera pulang sebelum petang.
Misa
👍
xuer jinghao
lanjut thor semangat ☺️
Murni Dewita
yaelah dikit amat thor
kiu kiu
lanjut thor
kiu kiu
kedua mahkluk mitos semakin tunduk pada isabella.bagus dong isa.bela semakin tk terkalahkan...
kiu kiu
good job...isabella harus sering mengasah kemampuannya.agar bisa menjatuhkan raja yg telah menyingkirkannya...kasihan sekali isabella dan ank anknya.mungkinkah ada akhir bahagia utk mereka ...lanjutkan thor..💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!