NovelToon NovelToon
Cinta Sang Penguasa Hidden

Cinta Sang Penguasa Hidden

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:545
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

​Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah ia lakukan oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa menjadi menantu numpang di keluarga kelas menengah, Reno diperlakukan seperti pelayan, dihina oleh ibu mertuanya, dan dianggap suami "tidak berguna" oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, satu-satunya alasan Reno bertahan dan berpura-pura menjadi orang miskin adalah untuk melindungi istrinya, Alya, perempuan polos yang pernah menyelamatkan nyawanya.
​Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan Alya dengan seorang pria kaya raya yang sombong. Di hari yang sama ketika surat cerai disodorkan ke wajahnya, organisasi rahasia terbesar di dunia—Grup Naga Hitam—akhirnya menemukan keberadaan Reno.
​Ternyata, Reno bukanlah orang biasa. Dia adalah Tuan Muda Penguasa Tunggal dari keluarga terkaya di benua ini yang sengaja menghilang untuk menyelesaikan misi rahasia.
​Begitu batasan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Kehancuran Bisnis Pratama dalam Empat Menit

Suara serak nan menggelegar dari luar pintu membuat sepuluh pengawal bertubuh kekar langsung mematung di tempat.

*Brakkkk!*

Pintu kayu jati aula balai kota rubuh ke lantai marmer, memicu jeritan histeris dari para tamu perempuan.

Sekelompok pria berstelan jas sangat mahal melangkah masuk dengan terburu-buru.

Di barisan paling depan, tampak direktur bank sentral kota beserta para pimpinan konglomerat papan atas.

Brandon melotot tak percaya, tangannya mendadak gemetar. "L-lah?! Kenapa jajaran petinggi bisnis kota bisa kumpul di sini?!"

Maya memegang lengan suaminya dengan wajah pucat pasi. "Pak Hendra... itu bukannya Direktur Utama Bank Mega Nusantara?!"

Brandon mencoba tersenyum lalu melangkah maju menyambut mereka. "Selamat datang, Pak Direktur! Suatu kehormatan Bapak berkenan hadir di pesta pertunangan saya—"

Tanpa melirik Brandon sedikit pun, rombongan pebisnis itu berjalan melewatinya begitu saja.

Mereka berhenti tepat satu meter di hadapan Reno.

*Sret!*

Serentak, seluruh pebisnis papan atas itu membungkukkan badan sembilan puluh derajat penuh hormat.

"Selamat malam, Tuan Muda Naga Hitam!" seru mereka kompak dengan suara gemetar ketakutan.

*Deggg...*

Seluruh ruangan mendadak hening cipta, seolah aliran udara di aula terhenti seketika.

'Waduh! Masa sih si miskin ini bos besarnya para konglomerat?!' batin Maya panik setengah mati, matanya hampir melompat keluar.

Bagas melangkah tegas menembus kerumunan sambil membawa dokumen tebal bersampul hitam.

Dia berdiri tegak di samping Reno lalu menyerahkan dokumen tersebut.

"Laporan selesai, Tuan Muda. Proses akuisisi penuh atas seluruh saham Grup Pratama telah tuntas dalam kurun waktu empat menit," tegas Bagas lantang.

"A-apa lo bilang?!" teriak Brandon hysteris sambil melompat maju. "Jangan asal bual ya! Perusahaan keluarga gue bernilai triliunan rupiah! Gak ada yang bisa akuisisi sembarangan!"

*Kringggggg!*

Ponsel di dalam saku jas Brandon tiba-tiba berdering nyaring.

Dengan tangan gemetar, Brandon menggeser layar ponselnya dan menempelkannya ke telinga.

"Papa! Papa lihat si gila ini ngaku-ngaku—"

"Brandon! Hancur, Nak! Keluarga kita hancur total!" ratap suara ayahnya dari seberang telepon sambil menangis histeris.

Wajah Brandon mendadak berubah sepucat kertas. "P-papa bercanda, kan?!"

"Seluruh rekening perusahaan dan aset pribadi kita dibekukan bank! Investor memutus kontrak secara sepihak dan saham kita dibeli habis oleh Grup Naga Hitam!" raung ayahnya dari telepon. "Kini kita bangkrut total tanpa sisa!"

*Tuk...*

Ponsel di tangan Brandon terlepas dan jatuh membentur lantai marmer.

Lututnya terasa seperti lolos dari sendinya.

"Gak mungkin... ini gak mungkin terjadi!" bisik Brandon meracau seperti orang linglung.

Reno mengantongi kedua tangannya di saku celana, menatap Brandon dari atas dengan pandangan dingin yang tajam.

"Saya udah bilang, kan? Uang memang hukum di kota ini, tapi hukum itu ada di genggaman gue," ucap Reno pelan namun menusuk.

Alya menutup mulutnya rapat-rapat, memandang suaminya dengan tatapan tak percaya. 'Mas Reno... siapa kamu sebenarnya?'

Hendra dan Maya berdiri membeku di atas panggung, tubuh mereka berguncang hebat diliputi rasa penyesalan luar biasa.

"A-apa yang udah kita lakukan selama tiga tahun ini, Papa?!" bisik Maya ketakutan, membayangkan perlakuan kasarnya pada Reno selama ini.

*Brak!*

Brandon mendadak menjatuhkan kedua lututnya ke lantai basah bekas tumpahan minuman.

Dia merangkak maju, mencoba menggapai sepatu kets Reno.

"Tuan Muda Reno! Tolong ampunin aku! Aku ngaku salah! Tolong kembalikan perusahaan keluarga gue!" ratap Brandon sambil menangis sesenggukan, harga dirinya runtuh tanpa sisa.

Reno memutar tubuhnya perlahan, melangkah melewati Brandon yang berlutut tanpa memandangnya sedikit pun.

Langkah kaki Reno terhenti tepat di hadapan Alya, Maya, dan Hendra.

Suasana aula balai kota terasa begitu mencekam saat tatapan dingin Reno tertuju lurus pada mata kedua mertuanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!