NovelToon NovelToon
Dendam Putri Yang Tertukar

Dendam Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sejak bayi, Lin Yuxin ditukar demi kemewahan anak keluarga Chen... Chen Ruoxi. Bertahun-tahun disiksa di rumah orang asing, dia akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, hanya untuk difitnah habis-habisan oleh Chen Ruoxi yang iri pada kecantikan Lin Yuxin, apalagi saat Kaisar menjodohkannya dengan Putra Mahkota Li Chen... Sifat iri nya semkin menjadi. Lin Yuxin dituduh wanita murahan sekaligus dalang percobaan racun, Lin Yuxin yang tak mampu membela diri pun dijatuhi hukuman mati... sementara pelayan setianya, Xiao Yan, dibungkam selamanya oleh Chen Ruoxi.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Lin Yuxin bangkit kembali tepat di hari dia pertama menginjak rumah keluarga aslinya, membawa ingatan penuh tentang kehidupannya yang lalu. Kali ini, dia bersumpah, setiap fitnah akan dibalas, dan Xiao Yan tak akan mati lagi untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Matahari mulai condong ke barat ketika Yuxin dan Xiao Yan akhirnya selesai berbelanja. Keranjang di tangan Xiao Yan penuh: pita, tusuk konde, sebotol minyak wangi bunga osmanthus, dan seikat kain sutra kecil yang dipilih Yuxin untuk dijadikan sapu tangan.

Sepanjang jalan pulang, Yuxin lebih banyak diam. Kereta kuda berguncang pelan melewati jalanan berbatu, dan setiap kali roda berderit, bayangan pria berjubah sederhana di pasar tadi kembali melintas di benaknya.

"Nona masih memikirkan pria tadi?" tanya Xiao Yan hati-hati.

"Tidak," jawab Yuxin cepat. Terlalu cepat.

Xiao Yan menahan senyum, tapi tidak bertanya lebih jauh.

Kereta berhenti di depan gerbang kediaman Lin saat langit sudah berwarna jingga. Yuxin turun lebih dulu, disambut seorang pelayan muda yang sudah menunggu di depan pintu paviliunnya. Wajahnya tegang, tangannya saling meremas di depan perut.

"Nona Yuxin, Nona Ruoxi tadi sudah mengirim sesuatu ke kamar Anda," katanya tanpa berani menatap mata Yuxin. "Katanya, untuk dipakai di pesta nanti."

Langkah Yuxin terhenti.

Xiao Yan menoleh cepat ke arahnya. "Nona, bukankah Tuan besar sudah memerintahkan penjahit..."

"Iya, kamu benar, Xio Yan. " potong Yuxin pelan.

Dia melangkah masuk ke kamarnya. Di atas ranjang, sebuah kotak kayu berukir terbuka lebar. Di dalamnya terlipat rapi sehelai hanfu berwarna biru pucat, kainnya sudah memudar di bagian lengan.

Yuxin mengenalinya. Dia bahkan masih ingat rasa kain itu di kulitnya, sempit di bahu dan kependekan di pergelangan, yang dia kenakan di pesta yang membuatnya ditertawakan seisi ruangan.

"Nona, ini kan..." Xiao Yan menutup mulutnya, matanya membulat melihat noda kekuningan di bagian dada hanfu itu.

Sebelum Yuxin sempat menjawab, suara lembut terdengar dari ambang pintu.

"Kau sudah pulang, Yuxin?"

Chen Ruoxi berdiri di sana, tersenyum manis, Bai Hui di belakangnya. "Aku sengaja memilihkan yang paling cantik dari lemariku. Kau pasti suka, kan?"

Yuxin menatapnya tanpa berkata apa-apa. Senyum Ruoxi tidak berubah, tapi matanya bergerak pelan ke arah keranjang belanjaan di tangan Xiao Yan, lalu kembali ke wajah Yuxin.

"Oh, ya," ucapnya ringan, seperti baru teringat sesuatu. "Tadi penjaga gerbang bercerita, ada seorang datang mencarimu."

Dia memiringkan kepala, senyumnya melebar.

"Siapa dia, Yuxin? Kenapa tidak kau bawa masuk saja?"

"Karena kalau kubawa masuk, akan ada seseorang yang malu," jawab Yuxin tenang.

Ruoxi tertawa, tawa yang sama sekali tidak lucu. "Apa dia pacarmu, Yuxin?" Dia mencondongkan tubuhnya, wajahnya penuh rasa ingin tahu yang dibuat-buat. "Tidak apa-apa. Kami

semua di sini sudah tahu kau dari pelosok, jadi wajar kalau pacarmu juga orang rendahan, sama sepertimu."

Bai Hui menutup mulutnya, menahan tawa.

"Ah, jadi begitu. Orang rendahan, ya?" Yuxin balik bertanya, dan ketenangannya membuat Ruoxi sedikit tersentak. "Sayangnya, orang rendahan itu kakak kandungmu, Ruoxi."

Tawa Bai Hui terhenti seketika.

Wajah Ruoxi kehilangan warna. Senyum di bibirnya masih ada, tapi kaku, seperti topeng yang lupa dilepas. Jemarinya yang tadi menyentuh lengan hanfu itu mengepal pelan di atas kain.

"Kau..." suaranya turun menjadi desisan. "Jaga bicaramu."

"Aku hanya menjawab pertanyaanmu, Ruoxi." Yuxin membalas dengan nada yang sama lembutnya seperti sebelumnya. "Bukankah tadi Kau yang bertanya siapa dia?"

Ruoxi melirik Xiao Yan, lalu Bai Hui yang masih ternganga, lalu kembali pada Yuxin. Dia melangkah mendekat sampai jarak mereka tinggal sehasta, dan suaranya jatuh menjadi bisikan yang hanya bisa didengar Yuxin.

"Kau tahu apa yang terjadi pada orang yang membuka mulutnya sebelum berfikir, Yuxin?"

Yuxin menatap matanya lurus, tanpa berkedip.

"Tahu," jawabnya pelan. "Aku sedang melihatnya sendiri."

Dahi Ruoxi berkerut. "Apa maksudmu?"

"Seperti yang kau lakukan sekarang, Ruoxi," balas Yuxin tanpa mengubah nada suaranya sedikit pun. "Membuka mulut tanpa berpikir lebih dulu."

Rahang Ruoxi menegang. Untuk sesaat, topeng manisnya retak, dan yang tampak di baliknya hanyalah kemarahan yang telanjang. Bai Hui menunduk dalam-dalam, tidak berani lagi menatap siapa pun.

"Jaga bicaramu," desis Ruoxi. "Aku putri keluarga Lin. Aku tidak punya kakak dari keluarga pemabuk seperti itu."

"Darah yang mengalir di tubuhmu sama dengan darah yang mengalir di tubuh Chen Muyang. Ingat itu baik-baik, Ruoxi." Kata Yuxin seraya tersenyum sinis.

Ruoxi menarik napas dalam, memaksa wajahnya kembali tenang. Dia mengibaskan lengan bajunya, lalu tersenyum tipis, berusaha mengubah topik pembicaraan.

"Sudahlah. Aku tidak mau berdebat dengan orang desa." Dia melangkah mendekat, menatap Yuxin dari ujung rambut sampai ujung kaki. "Dengar baik-baik, Yuxin. Tiga hari lagi, semua keluarga pejabat akan datang ke pesta itu. Para nyonya, para nona, bahkan pejabat dari istana. Jangan membuat malu keluarga Lin."

"Kamu tenang saja, darah yang mengalir di tubuhku ini darah keluarga bangsawan."

"Mewarisi darah bangsawan? Kau lucu sekali, Yuxin." Ruoxi menyeringai. "Kau tumbuh di pelosok. Kau pasti bodoh soal tata krama, tidak tahu cara duduk dengan benar, tidak tahu urutan mengangkat cangkir. Kalau ada yang mengajakmu bicara soal puisi atau musik, lebih baik diam dan tersenyum saja. Membaca pun kau mungkin belum lancar, kan?"

Bai Hui terkekeh pelan di belakangnya.

"Ayah dan Ibu sudah cukup repot menjelaskan ke semua orang kenapa putri mereka tiba-tiba saja menjadi kamu," lanjut Ruoxi. "Jangan menambah aib untuk mereka."

Yuxin menunduk sedikit, pura-pura patuh. "Terima kasih sudah mengingatkan."

Ruoxi mendengus puas, mengira kata-katanya berhasil. Dia berbalik menuju pintu, Bai Hui bergegas mengikutinya.

"Pakai hanfu itu," katanya sambil lalu, menunjuk pakaian lusuh di atas ranjang. "Itu sudah yang terbaik untuk orang pelosok sepertimu."

"Xiao Yan, bawa hanfu ini keluar dari kamarku."

"Yuxin, aku sudah susah payah memilihkannya."

"Aku sangat menghargainya," potong Yuxin halus. "Karena itu aku tidak tega memakainya. Barang berharga milikmu sebaiknya tetap Kau simpan sendiri."

Wajah Ruoxi mengeras. Bai Hui mundur setengah langkah.

Tepat saat itu, langkah kaki terdengar dari lorong, dan Lin Zhaoyi muncul di ambang pintu. Dia melirik Yuxin, lalu Ruoxi, lalu hanfu lusuh itu. Matanya berhenti lama pada noda di bagian dada kain itu.

"Ruoxi," ucapnya pelan dan dingin, "sedang apa kau disini?"

1
Adi Sudiro
lama" muak ama ni cerita drama yg di ulang ulang ujung " nya matanya pada picek menjijik kan wassalam lah ku kira cerita nya agak lain dari yg lain ternyata sama saja alurnya..
Dessy C: Maaf ya akak kalau tidak sesuai harapan 🙏... terimakasih atas masukannya nanti akan di perbaiki ke depan nya 🙏🥰
total 1 replies
Yeni Astriani
saya kecewa sama Li cen sbg Putra Mahkota yang tidak mampu melindungi Putri Mahkota dr persengkokolan jahat Permaisuri Xuan terlalu mudah kena tipu daya Gu Yueran
kymlove...
selalu diam dan mengamati, sehingga telat untuk membela diri.... entah kenapa yuxin ini mengamati situasi terlalu lama, seakan berhati-hati sekali, tapi dengan selalu lama dalam mengambil tindakan terkesan membiarkan masalah terlalu terlambat untuk di selesaikan!
Dessy C: makasih akak masukan nya 🙏🥰
total 1 replies
Adi Sudiro
perkumpulan wanita culas.... 🤭🤭🤭
Adi Sudiro
lah kan memang bukan putri keluarga lin... lawak nih tuan besar... 🤭🤭
Dessy C: makasih akak komemn nya 🙏🫰
total 1 replies
kymlove...
bagus!! jika ruoxi masih tak tau diri.. dan tetap gak sadar diri...!! emang bener 2 benalu abadi sih ini!!
kymlove...
bilang aja jujur yuxin kalau ruoxi memberi mu hanfu sampah!!!
kymlove...: semangat trz kk🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!