NovelToon NovelToon
Rumah Jiwa Yang Lelah

Rumah Jiwa Yang Lelah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: meiithandi

Davina Clarisa tidak tahu, bagaimana hidupnya setelah memilih berpisah dengan suaminya Rio.Rio orang keras kepala, egois dan ingin menang sendiri membuat Davina merasa lelah secara mental, sehingga ia memutuskan untuk berpisah adalah jalan terbaiknya.Davina merasa rio bukan tempat rumah ia pulang.

setelah berpisah Davina memutuskan kembali ke kampung halamannya, dan menetap disana dengan putri kecilnya.Akankah davina bisa melupakan mantan suaminya dan bisa kembali menata hidup layak seperti perempuan lain pada umumnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meiithandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Tak Terduga

Ini sudah sebulan davina dan rio berpisah.Tidak serumah lagi bahkan Davina sudah menetap di Kota C.Davina menjalani harinya dengan ceria, bahkan ia sudah mulai berdamai dengan dirinya sendiri.Davina tidak memikirkan perihal masalah rumah tangganya yang sudah tidak bisa di perbaiki.

Namun davina hanya ingin zahra putrinya tumbuh di lingkungan yg baik.Tumbuh dan sehat apalagi usianya sudah memasuki 4 Tahun.Davina Hari ini mengantar anaknya untuk sekolah.Zahra masuk di sekolah Paud Al ghajali.Sekolah ini adalah taman bermain.Semacam belajar sosialisasi , bermain dan mengenal teman satu sama lain.

Hari ini Davina menjemput anaknya yang sudah pulang sekolah.Davina menunggu di depan gerbang.

"mamahh...."ucap zahra berlari menghampiri ibunya lalu memeluknya dengan hangat.Davina yang dapat pelukan hangat dari putrinya , lansung mendekap putrinya dengan erat.

" anak mamah sudah pulang " ucap Davina tersenyum hangat kepada zahra putrinya.

" ya mah , oh iya zahra senang sekali mah " ucap Zahra ceria.

" oh iya , coba mamah tebak kamu senang karena punya teman baru kan, hayo ngaku sama mamah " ucap davina seolah ingin tahu apa saja yang zahra lakukan selama hari pertama sekolah.

" ya dong mamah, zahra punya teman namanya kenzo , mamah kenzo lucu tahu mak " ucap zahra

" wahh.. ,jadi kamu senang dong. kamu punya teman baru ? zahra suka tidak sekolah ? Ucap Davina Bertanya.

" ya dong mah, suka banget.Zahra ingin sekolah terus biar pintal " Ucap zahra.Zahra belum fasih bicara.Masih belepotan namun zahra anak yang pintar dan ceria.

" oh iya sayang , hari ini mamah ingin ngajak kamu jalan - jalan, sebagai hadiah karena kamu bisa melewati hari pertama sekolah dengan baik" ucap Davina.

" jalan - jalan kemana ? Ucap zahra penasaran

" zahra maunya kemana nak ? Ucap Davina balik nanya zahra putrinya.

" hmmmm .... Aku mau ke playground mah " ucap Zahra.

" baiklah , siap tuan putri titah akan di laksanakan " ucap Davina sambil tersenyum menatap putrinya.Davina menarik tangan zahra lalu membuka pintu mobil agar zahra masuk ke dalam mobil.

30 menit, akhirnya davina dan zahra sudah berada di sebuah mall besar di Kota C.

"ayuk mah " ucap zahra dengan senang

" ayok sayang " ucap Davina lembut.

Davina menggenggam erat tangan anaknya.Akhirnya beberapa menit davina dan zahra sudah berada di Playground.Davina membayar uang masuk playground.Dengan senang zahra lansung masuk kedalam bermain sepuas - puasnya.

Davina memperhatikan putrinya yang asyik bermain , berlarian kesana - kemari tanpa ada beban.Davina merasa sedikit lega meski hatinya hancur.Tapi kebahagiaan zahra adalah paling utama.Dia tidak ingin melihat anaknya berada dalam kehancuran yang sama seperti dia.

Dia ingin anaknya harus lebih bahagia, mengusahakan apapun untuk kebahagiaan zahra.

" mamah ayok sini main sama zahra " ucap zahra menarik tangan ibunya agar ikut bermain bersamanya.Davina yang di tarik zahra hanya bisa pasrah mengikuti kemauan putri kecilnya.

"oke , baiklah tuan putri " ucap davina

Davina dan zahra bermain sepuasnya, davina berlari mengejar zahra.Setelah capek berlari zahra dan davina mencoba permainan koki chef.

mereka mencoba permainan dengan senang sampe mereka tidak lihat waktu sudah menunjukkan jam 18.00.Davina melihat jam tangannya.

" sayang , pulang yuk " Ucap Davina

" enggak mau mah, mau disini lagi " ucap zahra menolak pulang.

" sayang, besok kita kesini lagi ya" ucap davina membujuk putrinya.

" janji ya mah " ucap Zahra

" ya sayang mamah " ucap davina

Davina menarik tangan anaknya agar mengikutinya.Namun setengah perjalanan davina mendengar suara yang tidak asing.Suaranya berasal dari perut zahra.Alam sadar davina seakan tahu anaknya sedang lapar.

" kita makan dulu ya nak " ucap davina

" ya mah, Zahra lapar ma" ucap zahra.

" ya sayang, mamah tahu ko buktinya mamah dengar suara asing dari perutmu " ucap davina mengarahkan jari telunjuknya ke perut zahra dengan sedikit tertawa.

Davina dan zahra berada di sebuah restoran kesukaan zahra.Davina memesan makanan kesukaan anaknya.Zahra sangat lahap makan sementara davina sudah kenyang melihat putrinya makan.Sesekali zahra mengambil tisu membersihkan mulut anaknya yang belepotan.

" sayang , kamu tunggu disini yah " ucap davina

" mamah mau kemana " ucap zahra

" mamah mau ke toilet sebentar, zahra tetap disini ya sayang jangan kemana - mana ? Ucap Davina.Zahra menganggukkan kepalanya seolah mengatakan ia setuju.Davina berjalan menuju arah Toilet.

Davina keluar dari toilet, ia melihat ada sebuah toko aksesoris.Davina melihat ada bando lucu.Dia lansung masuk ke dalam toko ingin melihat aksesoris.

"kayaknya ini lucu deh, di pake zahra pasti imut " ucap davina dalam hati.Davina mengambil bando lucu berwarna pink dan jempit rambut bentuk kelinci.Davina membayar kekasir.Tapi Davina harus ngantri.

Zahra sudah siap makan, merasa ibunya lama tak kunjung datang - datang.Zahra yang sudah tidak bisa menunggu.Zahra keluar restaurant mencari ibunya.

Zahra berjalan terus berjalan, dengan mengenakan baju seragam.Zahra sangat terlihat cantik dan imut memakai baju seragam yang ia kenakan.Zahra berjalan bahkan Dia berlari menuruni tangga esklator.Dia seolah penasaran disana.Dia terus berjalan namun dia tidak menemukan ibunya.

Dia menangis di dekat sebuah toilet, dia menangis dengan kencang.Karena dia tidak menemukan ibunya.Seorang Laki - laki berada di dalam toilet , mendengar suara isak tangis menembus toilet.Laki - laki itu mematikan keran air dengan kening yang mengerut.

" siapa yang menangis itu " ucap nya dan segera bergegas keluar untuk melihatnya.

Dengan menggunakan kemeja hitam yang di gulung ke atas siku.Laki - laki mempunyai tinggi 180 cm dan wajah yang putih,mulus bahkan mempunyai hidung mancung dan ada tahi lalat di hidungnya sebagai pemanis.

melihat seorang gadis kecil dengan memakai seragam sekolah yang tidak asing baginya.Laki - laki itu jongkok menyamakan badannya agar bisa melihat gadis kecil yang sedang menangis itu.Dia mensejajarkan tubuhnya.

" kamu kenapa nangis hmmm ..gadis kecil " ucap laki - laki itu.

" mamah... Mamah " ucap Anak kecil itu terbata - bata karena menangis dengan sesegukan.

" kenapa sama mamah kamu " ucap laki - laki itu lembut.

" zahra enggak lihat mamah om " ucap zahra dengan mengusap matanya.

" yasudah , ayok kita cari mamahmu.Jangan nangis lagi ya "ucap laki - laki itu menyentuh pipi anak itu.Zahra awalnya menangis menunduk tiba - tiba mengangkat kepalanya perlahan Laki - laki itu melihat gadis kecil di depannya seolah tidak asing baginya.

" matanya kenapa mirip sekali dengan dia" Ucap laki - laki itu dalam hati.Laki - laki itu menggendong zahra.

Tiba - tiba suara ponsel laki - laki itu berbunyi.

Sambil menggendong zahra , laki - laki itu menjawab telpon.

" ada apa ? Ucap laki - laki itu dengan cuek.

" Pak Adit , maaf mengganggu sebentar lagi akan mulai meetingnya pak " ucap seorang laki - laki di seberang sana.

" baik, tunggu 15 menit lagi aku akan sampai " ucap Laki - laki itu dengan mematikan ponselnya.Kemudian dia menatap zahra dengan senyum hangat.

Laki - laki itu, berpikir bagaimana dia bisa mencari ibu anak ini.Sementara begitu banyaknya lautan manusia di mall ini.Kalo dia biarkan , anak ini nanti di culik orang.Sementara dia ada rapat penting 15 menit lagi.Laki - laki itu memutuskan membawa zahra ke satpam.

Laki - laki itu menghampiri satpam dan menceritakan tetang anak kecil yang ia temukan sedang mencari ibunya.Setelah selesai dia menghampir gadis kecil itu.

" om ,tinggal kamu sama om satpam ya , kamu jangan takut.Kamu aman ko sama om satpam" ucap laki - laki itu.

"om zahra takut" ucap Zahra menggenggam tangan laki - laki itu.

" baiklah om akan tunggu disini, jangan takut ada om " ucap Laki - laki itu.

Sementara satpam sudah mengumumkan bahwa ada anak hilang.Davina yang sudah kewalahan mencari anaknya.Seperti orang gila bertanya namun tidak ada yang melihat.

" apa kau melihat putriku tingginya segini dan rambut di kepang dua memakai baju seragam biru " ucap davina bertanya kepada anak gadis di depannya.Namun tidak ada yang melihatnya.

" kemana kamu nak " ucap Davina lirih.Davina ingin menangis sekarang.Dia sudah lalai menjadi seorang ibu.

Tiba - tiba davina mendengar pengumuman , ada anak hilang dan menyebutkan ciri - ciri sama persis dengan putrinya.Davina mendengar itu lansung berlari menabrak seseorang.Davina tidak peduli, dia ingin memastikan apa itu putrinya zahra yang dia cari dari tadi.

" nama kamu siapa ? Ucap laki - laki itu kepada zahra.

" zahra om" ucap zahra dengan wajah imutnya

" zahra om angkat telpon dulu sebentar, panggil saja saya om Adit" Ucap laki - laki itu.

" ya om adit " ucap zahra

" baiklah anak pintar " ucap Adit mengacak lembut kepala gadis kecil itu.Dia berjalan meninggalkan zahra dan membuka sakunya mengambil ponsel.Dia menelpon seseorang.

" saya tutup dulu telponnya " ucap Adit.Adit menutup telponnya namun saat Adit kembali menghampiri zahra.Adit melihat seulet perempuan dari belakang.Adit melihat perempuan itu memeluk gadis kecil itu.Adit berpikir urusan dia dengan anak itu sudah selesai.Anak itu sudah bertemu dengan ibunya dan itu membuat Adit Lega. Dan dia tidak ingin terlibat lagi.Karena dia juga ada rapat penting sebentar lagi.

" sayang , kamu gak papa kan ! ucap Davina panik sambil menangis.

" mamah ,zahra engga apa - apa mah"Ucap Zahra namun davina melihat zahra dalam - dalam dan memeriksa tubuh putrinya apa ada yang lecek atau gimana.Setelah dia memeriksa dia merasa lega , zahra ternyata baik - baik saja.Dia lansung memeluk putrinya dengan perasaan lega.

" makasih ya pak " ucap davina ke pak satpam.

" maaf bu, saya hanya bisa membantu hanya sampai sini saja.Sebenarnya anak ibu bukan saya yang temukan tapi orang lain bu , Ibu bisa mengucapkan makasih ke orangnya lansung bu " ucap Pak satpam

Davina melihat sekeliling tidak ada orang disini.

" maaf pak ,saya tidak menemukan ada orang sini pak" ucap Davina

" ah tadi saya lihat , orang itu ada disini ko bu, ah apa mungkin dia sudah pergi ya.Ibu lain kali hati - hati ya bu " ucap pak satpam seolah menghawatirkan zahra.

" ah..sekali lagi Makasih ya pak " ucap Davina lembut.

Sementara Laki - laki yang dia cari, sudah keluar dan berjalan mengarah pintu keluar menuju parkiran.Orang itu adalah Adit Pengusaha Tambang dan Perindustrian di kota C.Pemilik Sekolah Al ghajali dimana zahra sekolah.Di usianya yang masih muda.Aditya Praja Kusuma.

Siapa tidak kenal dengan nama itu, dia ada pengusaha muda dan terkaya di Kota C tapi dia memiliki aura pemimpin ,Dia memang terlihat orang yang cuek dan sedikit berbicara.

1
Lasa Hardianti
Mampir thorr, penasaran nih alasan Davina minta cerai apa cuma gara-gara udah ga cocok atau ada hal lain?😌😳
Dian Meilani: jangan lupa pantengin ya, ku up ko okee
total 1 replies
ica
seru banget ceritanya👍
IRINA SHINING STAR
saya mampir kak, semangat ya kakk. 😆
Dian Meilani: makasih kk 🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
lanjut thor
Dian Meilani: makasih atas dukungannya
total 1 replies
Cilia
Baca ceritamu bikin ikut ngerasain kehangatan keluarga thorr, lanjutin terus ya! Semangat!
Dian Meilani: makasih kak atas dukungannya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!