NovelToon NovelToon
Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Liontin Dewi: Jalan Sang Raja Obat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Rizky Pratama adalah lambang kegagalan; hidup miskin, sering dipecat, dan selalu sial, sampai sebuah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Namun, maut justru membawakannya keajaiban berupa Liontin Dewi yang menyatu dengan tubuhnya, memulihkan lukanya secara instan dan melambungkan kecerdasannya di atas rata-rata manusia. Lebih gila lagi, liontin itu memberinya kemampuan mengendalikan tanaman, dari mempercepat pertumbuhan, menemukan herba langka, hingga menciptakan varietas obat ajaib yang belum pernah ada sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Ruang perawatan VVIP itu dipenuhi aura ketegangan yang perlahan mencair dengan sendirinya.

Tuan Darmawan masih duduk bersandar di ranjangnya sambil menatap lurus ke arah Rizky.

"Katakan anak muda, apa yang kamu inginkan sebagai bayaran nyawaku ini?" ulang Darmawan dengan nada penuh harap.

Rizky tersenyum tipis dan merendah dengan ekspresi wajah yang sangat tenang.

"Saya tidak mengharapkan hadiah apa pun Pak, saya kemari murni untuk berbisnis dengan klinik ini."

Darmawan tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban jujur dan polos dari pemuda berpakaian lusuh tersebut.

"Hahaha, kamu menyelamatkan nyawa seorang Darmawan Kusuma dan hanya memikirkan bisnis kecil?"

Konglomerat tua itu menoleh pada asisten pribadinya yang baru saja masuk ke ruangan dengan wajah panik.

"Budi, cepat keluarkan buku cek pribadiku sekarang juga," perintah Darmawan tegas pada asistennya.

Asisten bernama Budi itu segera mengeluarkan buku cek panjang dari tas kerjanya dengan tangan gemetar.

Darmawan mengambil pena emasnya dan mulai menuliskan deretan angka dengan sangat cepat.

SREK SREK SREK.

Suara goresan pena di atas kertas cek itu terdengar jelas di ruangan yang mulai sunyi.

Darmawan merobek selembar cek itu lalu menyodorkannya langsung ke depan dada Rizky.

"Ini lima miliar rupiah, anggap saja sebagai modal awal untuk bisnis kecil yang kamu maksud itu."

Mata Indah Sari terbelalak lebar melihat nominal fantastis yang baru saja diberikan donatur utamanya.

"Pak Darmawan, lima miliar itu jumlah yang terlalu besar untuk sekadar ucapan terima kasih," ucap Indah kaget.

"Nyawaku jauh lebih mahal dari selembar kertas ini Indah, aku rasa ini bahkan masih kurang," balas Darmawan santai.

Rizky menatap lembaran kertas berharga di tangannya dengan perasaan campur aduk tak karuan.

Hari ini dia bangun sebagai pemuda miskin kelaparan, namun sore ini dia resmi menjadi seorang miliarder.

"Terima kasih banyak Pak Darmawan, uang ini akan saya gunakan sebaik mungkin untuk membangun kebun herbal," ucap Rizky mantap.

"Kebun herbal? Ide yang sangat brilian anak muda, beri tahu aku kalau kamu butuh investor nanti," tawar Darmawan sangat antusias.

Indah lalu berjalan mendekati Rizky dengan senyum manis yang membuat lesung pipinya terlihat jelas.

"Rizky, bagaimana dengan sisa tanaman Akar Tunjung Langit di pot itu?" tanya Indah penuh harap.

"Apakah kesepakatan lima ratus juta kita masih berlaku untuk bagian akar utamanya?"

Rizky mengangguk pelan sambil menyerahkan pot plastik itu kepada apoteker cantik tersebut.

"Tentu saja Nona Indah, saya adalah pria yang selalu memegang teguh kata-kata saya."

Indah menerima pot itu dengan sangat hati-hati seolah sedang memegang bom waktu yang rapuh.

"Siska di bawah akan segera mentransfer uangnya ke rekeningmu sekarang juga," janji Indah dengan wajah berseri.

Rizky hanya tersenyum canggung karena dia menyadari satu hal penting yang sangat konyol.

"Maaf Nona Indah, tapi kartu ATM saya ikut hancur saat kecelakaan semalam."

"Bolehkah saya meminta uangnya ditransfer ke rekening bank baru yang akan saya buat sebentar lagi?"

Indah tertawa pelan mendengar kepolosan Rizky yang sangat jarang ditemui di kota metropolis ini.

"Tentu saja boleh Rizky, mari saya antar kamu ke bank terdekat menggunakan mobil operasional klinik."

Satu jam kemudian, Rizky berjalan keluar dari sebuah bank swasta dengan perasaan sangat lega.

Di dalam dompet barunya, kini tersimpan sebuah kartu ATM prioritas berwarna hitam mengkilap.

Saldo di dalamnya berjumlah lima setengah miliar rupiah bersih tanpa potongan pajak sepeser pun.

KRUYUK.

Perut Rizky kembali berbunyi sangat nyaring menuntut haknya yang tertunda sejak pagi.

"Hal pertama yang harus kulakukan sekarang adalah makan makanan paling lezat di kota ini," gumam Rizky memegang perutnya.

Dia berjalan menuju sebuah restoran Padang mewah yang terletak tepat di seberang gedung bank.

Aroma rendang dan ayam pop langsung membuat air liurnya menetes deras dari ujung bibirnya.

Rizky memesan semua menu terbaik dan memakannya dengan sangat lahap di meja sudut restoran.

NYAM NYAM NYAM.

Rasa lapar yang ditahannya seharian akhirnya terbayar lunas dengan porsi makan setara tiga orang dewasa.

Setelah perutnya kenyang, otak jeniusnya kembali bekerja merencanakan masa depan kerajaannya.

"Aku punya modal yang sangat besar sekarang, tapi aku butuh tanah yang luas dan murah untuk menanam obat."

Rizky segera mengeluarkan ponsel pintar layar sentuh yang baru saja dia beli di toko elektronik sebelah restoran.

Jarinya bergerak lincah mencari informasi penjualan tanah di daerah pinggiran kota Jakarta melalui internet.

"Pinggiran selatan terlalu mahal, sementara pinggiran timur tanahnya kurang subur untuk tanaman herbal."

Matanya akhirnya tertuju pada sebuah iklan tanah luas di daerah perbukitan barat kota yang hawanya sejuk.

"Tanah seluas dua hektar dijual cepat butuh uang, lokasi dekat sungai dan jauh dari pabrik polusi."

Rizky tersenyum puas membaca deskripsi yang sangat cocok dengan kriteria kebun ajaibnya kelak.

"Harganya hanya tiga ratus juta rupiah, ini sangat murah untuk ukuran tanah seluas itu."

Tanpa membuang waktu, Rizky langsung menghubungi nomor agen properti yang tertera di iklan tersebut.

Menjelang sore hari, sebuah taksi online berhenti di jalanan tanah bergelombang di daerah perbukitan barat.

Rizky turun dari mobil mengenakan kemeja kasual baru yang membuatnya terlihat jauh lebih rapi dan berwibawa.

Seorang pria paruh baya berkumis tebal sudah menunggunya di depan sebuah gerbang kayu usang.

"Mas Rizky ya? Saya Pak Joko, agen properti yang mas telepon tadi siang," sapa pria itu sangat ramah.

"Iya Pak Joko, saya ingin langsung melihat kondisi tanahnya dari dekat," jawab Rizky sambil berjabat tangan hangat.

Pak Joko memandu Rizky memasuki area lahan luas yang ditumbuhi rumput ilalang setinggi dada orang dewasa.

"Tanahnya memang agak tidak terawat Mas, makanya pemiliknya rela melepas dengan harga semurah itu."

"Dulu ini bekas perkebunan teh yang bangkrut, jadi tanahnya sebenarnya masih sangat gembur dan subur."

Rizky berjalan mengelilingi lahan tersebut sambil mengaktifkan kekuatan mata penilainya secara diam-diam.

TING.

Kotak teks holografis muncul satu per satu saat matanya menatap gumpalan tanah di bawah kakinya.

[Kondisi Tanah: Sangat Subur. Tingkat Mineral: Tinggi. Cocok untuk semua jenis tanaman herbal kelas menengah.]

Rizky mengangguk puas di dalam hati karena sistemnya memvalidasi kejujuran ucapan agen properti tersebut.

Namun tiba-tiba, langkah Rizky terhenti saat melihat sebuah gundukan tanah aneh di tengah lahan.

Gundukan itu berwarna sedikit kehitaman dan mengeluarkan aura tipis yang hanya bisa dilihat oleh Rizky.

[Tanah Spiritual Tingkat Rendah. Kondisi: Mengering. Efek: Mampu meningkatkan kecepatan tumbuh tanaman biasa hingga 200 persen.]

Napas Rizky tertahan melihat kejutan luar biasa yang tersembunyi di balik semak belukar lebat ini.

"Tanah spiritual? Pantas saja pemilik sebelumnya bangkrut, mereka pasti menanam teh biasa di atas tanah energi tinggi," batin Rizky menganalisa cepat.

Tanaman biasa akan mati kekeringan jika dipaksa menyerap energi spiritual yang terlalu padat tanpa adaptasi.

"Pak Joko, saya ambil tanah ini sekarang juga, tolong siapkan surat-suratnya di notaris terdekat," ucap Rizky tanpa ragu sedikit pun.

Pak Joko terkejut bukan main karena ini adalah transaksi properti tercepat yang pernah dia alami seumur hidupnya.

"Beneran ini Mas? Tidak mau ditawar lagi harganya jadi dua ratus lima puluh juta begitu?" tanya Pak Joko setengah tidak percaya.

"Tiga ratus juta itu sudah sangat murah Pak, anggap saja sisanya rezeki untuk Bapak dan keluarga di rumah," balas Rizky tersenyum lebar.

Pak Joko nyaris sujud syukur di atas tanah mendengar kebaikan hati pemuda kaya di depannya ini.

"Terima kasih banyak Mas Rizky, besok pagi semua sertifikat hak milik tanahnya sudah beres atas nama Mas."

Rizky menatap hamparan lahan luas di depannya dengan perasaan bangga yang mulai membuncah di dada.

"Di sinilah semuanya akan bermula, markas utama dari kebun herbal pertama milik Raja Obat masa depan."

Tiba-tiba, tato daun di dada Rizky berdenyut sangat kencang dan terasa hangat menyengat kulitnya.

TING.

[Tugas Sistem Terbuka: Tanam bibit herbal pertama di atas Tanah Spiritual. Hadiah: Membuka kunci resep Pil Pemulih Vitalitas.]

Mata Rizky menyala penuh semangat membaca notifikasi misi baru yang melayang transparan di udara itu.

"Sistem liontin ini ternyata punya misi rahasia yang menguntungkan, menarik sekali," gumam Rizky mengepalkan tangannya ke udara.

"Besok aku akan memborong semua bibit obat di pasar dan memulai keajaiban pertamaku di tempat ini."

1
Abady Ehm
cerita sampah, seharusnya dia obati dulu ibunya yg sakit2an, habis beli lahan, carilah pekerja untuk dibersihkan dan dipagar keliling, lalu dibuatkan pondok untuk preman penjaga lahan tuh, jgn ngsal gitu ceritanya, baru bab 11 udah bosan bacanya,.....
Nissa Safira: Terima kasih atas kritiknya kak😅
Saya paham concern-nya soal ibu Rizky dan pengelolaan lahan.
Semua itu sengaja belum dieksekusi sekarang karena ada konflik dan konsekuensi yang mau saya bangun di bab-bab selanjutnya.
Kalau Rizky langsung "sempurna" dari awal, cerita dan pertumbuhannya jadi kurang greget.
Mohon bersabar ya, saya janji bakal dijawab semua di bab bab berikutnya 🙏😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!