NovelToon NovelToon
Mati

Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Queenvyy27

Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,

" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.

" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."

" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarti pulang Kampung

 Tidak terasa pernikahan Doni dan Sarti sudah sembilan bulan, dan kini Sarti sedang hamil tujuh bulan tidak lama lagi menuju delapan bulan,di saat kehamilan nya sudah mulai menua Sarti sering di tinggal oleh Doni keluar kota, Tentu saja tuntutan pekerjaan, Doni adalah seorang supir pribadi Tentu saja ia harus anter bos nya ke mana pun.

" Sayang besok bos mau ke surabaya kata nya sih tiga hari, kamu tidak apa apa kan mas tinggal."

" Ya gak apa apa mas, lagi pula di sini aku tidak sendiri banyak Tetangga juga, pergi saja mas aku gak apa apa kok lagi pula hanya tiga hari." ucap Sarti meyakin kan suami nya itu.

Doni pun pergi dengan tenang, tapi ia tidak lupa menitip kan istri nya kepada sahabat nya surya.

" Sur gua mau keluar kota kalau sempat sesekali tengok bini gua ya."

" Oh tenang saja Doni, setiap gw pulang kerja gw pasti mampir." ucap surya.

Malam ini Sarti seorang diri, tapi memang bukan kali ini saja ia sering kok di tinggal Doni, maklum bos Doni seorang pengusaha jadi sering pergi keluar kota untuk urusan bisnis.

Sarti pun sudah merebah kan tubuh nya, memang belum ngantuk hanya saja ingin santai di atas ranjang, tiba tiba saja ponsel nya berdering.

" Loh satria tumben malam malam telpon." gumam Sarti karena untuk mendapat kan sinyal harus pergi ke bukit dulu, dari rumah nya kurang lebih satu jam,

" Kaka kaka pulang kak ibu kak!." Teriak satria.

" Satria tenang dulu kenapa kamu nangis ada apa dengan Ibu dek." ucap Sarti ikut panik.

" Ibu sakit kak perut nya besar dan terus muntah darah, tolong kak pulang sekarang juga, Ibu terus memanggil nama mu, Aku bingung harus berbuat apa, Bapak juga sedang sakit parah tubuh nya sama sekali tidak dapat di gerakan, tolong kak pulang." ucap satria.

" Tanpa berpikir panjang Sarti pun langsung berangkat malam itu juga.

" Tok tok tok, assalamualaikum Sarti panggil surya." ia menyempatkan mampir ke kontrakan Doni sebelum ia berangkat kerja, karena kemarin ia telat pulang jadi tidak sempat mampir, Tapi setelah di ketuk pintu beberapa kali tidak ada jawaban dari dalam rumah, justru surya menemukan kertas putih,

" Mas aku pulang tadi malam aku naik bus, karena dapat kabar dari adik ku jika Bapak dan Ibu sedang sakit parah, maaf ya mas aku tidak kasih kabar takut mas khawatir, kalau mas sudah kembali mau nyusul silahkan tidak juga gak apa apa mas, aku janji kalau Bapak dan Ibu sudah sembuh aku akan segera kembali, " Sarti itu pesan yang di tulis oleh Sarti,

Tentu saja surya langsung menelepon Doni, karena ia tahu Sarti sedang hamil tua dan Doni pernah cerita Desa Sarti jauh dan horor.

" Apa istri ku pulang kampung." ucap Doni terkejut saat mendapati kabar dari surya.

" iya Doni aku harap kamu cepat susul istri mu ayo aku temani kalau kamu tidak berani sendiri."

" Aduh aku bingung sur bos ku masih banyak kerjaan nya."

" Doni penting mana kerjaan apa istri mu, kerjaan masih gampang kita cari lagi, ingat istri mu sedang hamil tua, kamu itu sudah ku anggap seperti saudara ku sendiri ayo aku bantu, cepat pulang Doni bos mu pasti mengerti."

" Baik lah surya aku coba kasih tahu bos dulu." ucap Doni dengan suara menggetar.

Doni sudah bilang sama bos nya, tapi untuk hari ini Doni tidak dapat izin, besok baru lah di kasih izin oleh bos nya, mau tidak mau Doni pun harus bersabar sampai besok walau pun hati nya benar benar sudah tidak tenang ia terus kepikiran Sarti dan calon bayi nya.

Besok malam nya sekitar jam delapan malam Doni baru tiba di kontrakan, surya sudah nunggu,

" Ayo kita berangkat sekarang saja bagai mana kalau kita pakai motor saja agar lebih cepat motor ku cocok kok buat ke jalan Gunung." ucap surya.

Doni hanya mengangguk walau pun tubuh nya terasa lelah ia tidak menghiraukan nya, ia menyempatkan masuk ke dalam rumah untuk mengambil baju untuk ia salin, setelah itu ia dan surya pun berangkat, Sepanjang jalan Doni terus memikirkan Sarti, entah kenapa hati nya benar benar tidak tenang,

" Ya allah berikan aku ketenangan, lindungi istri ku ya allah, jauh kan Sarti dari marah bahaya, hamba sangat mencintai nya ya allah." batin Doni,

Singkat cerita Doni dan surya sudah tiba di ujung jalan.

" Jadi kita turun ke bawah bukan lurus nih ?." Tanya surya seakan tidak yakin jalan setapak itu bisa di lalui oleh roda dua, untung saja kedua nya tiba keadaan masih siang,

" Iya yakin lah untung kita sampai sini masih siang, waktu itu aku sampai sini malam dan harus jalan kaki." ucap Doni.

" Okey ayo kita berangkat, kira kira aku bisa gak ya bawa motor di jalan seperti ini dan seperti nya habis hujan juga pasti licin." ucap surya.

" Sini aku yang bawa saja." ucap Doni seraya pegang alih untuk mengendari kuda besi itu,

" Ini sih jalan nya sudah seperti lagu naik naik kepuncak gunung, encok pinggang ku untung kamu bisa bawa motor nya." ucap surya.

Doni hanya diam seraya fokus mengemudi kan motor itu, dan motor yang di kemudian kan Doni tiba di jalan yang kanan kiri kebun Melati, Doni semakin mempercepat laju motor itu, walau pun jalan nya lebih jelek dari pada jalan sebelum nya,

" Doni pelan pelan dong." ucap surya, Tapi Doni tidak menghiraukan nya,

Tidak sengaja surya melihat seorang wanita mengenakan gaun merah rambut nya panjang, tapi wajah nya tidak terlihat jelas karena sedikit menunduk,

" Hah siapa wanita itu kok ada di kebun Melati." gumam surya seraya terus menatap wanita itu mungkin jarak dari nya ke wanita itu hanya sepuluh meter saja,

" Doni wanita itu siapa lihat deh." ucap surya.

Doni baru ingat jika di tempat itu tidak boleh lihat kanan kiri atau pun lihat kebelakang,

" Jangan lihat sur." ucap Doni.

" Kenapa jangan lihat orang sudah gua lihat." sahut surya santai,

" Pokonya jangan lihat." sahut Doni dengan nada sedikit tinggi, tapi ia tetap fokus mengemudi, di dalam pikiran Doni hanya satu ingin segera tiba di rumah Sarti secepat mungkin.

Beberapa jam kemudian Doni dan surya pun tiba di Desa Lengi,

" Oh jadi ini Desa Lengi, memang benar sih Lengi sesuai nama Desa nya." batin surya,

" Pegangan jalan nya menurun." ucap Doni.

" Iya tapi pakai rem dong, Gila luh turunan sama sekali gak pake rem, kalau nyungsep bagai mana." sahut surya.

" Paling pindah alam." sahut Doni santai, saat jalan menanjak surya memilih melompat.

" sana kamu sendiri saja aku gak mau mati dulu." ucap surya.

1
Sisca Melyan
notbad
Allxandya
halo kak saya baru aja baca bab 1. menurutku udah dapet atmofer seremnya, tapi adegan pas belanja langsung lompat ke adegan pulang kampung terasa buru-buru banget. padahal bisa di tambah adegan antagonistik majikanya, jadi motivasi sarti buat pulang kampung bisa kerasa lebih kuat. semangat kak💪
Queen vyy: Hallo kak, trimaksih banyak ya masukannya🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!