NovelToon NovelToon
Anugerah Cinta.

Anugerah Cinta.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bisqttz

Agatha Tatjana Putri gadis biasa yang bukan cucu atau anak dari kiai atau ustadz, yang bar-barnya bisa bikin orang berkali-bali istighfar, gadis biasa yang tiba-tiba di sukai hingga dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren ternama.

Gus Zayn Raffan El-fatih anak pertama dari pemilik ponpes Al-Muhadzirin ponpes yang banyak di minati, termasuk Gus Zayn nya sendiri banyak yang minat. paras yang hampir sempurna, dan pewaris.

Pertemuan yang tak pernah ia bayangin, bisa merubah jalan hidupnya, yang tadinya berniat untuk kuliah malah tinggal di lingkungan pesantren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisqttz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Calon suami.

Kini kedua gadis itu sedang berjalan menuju apartemen Agatha sambil membawa teng-tengan belanjaan, sambil memakan es cream.

Sore hari yang begitu kelihatan Damai matahari yang mulai tenggelam dan menampakkan warna jingga.

Agatha dan Mela melihat kearah sebrang jalan karna merasa ada yang meneriaki.

"Woi!! " teriak seseorang.

Mela mengerutkan dahinya, "Siapa tuh? sopan sekali. "

Agatha merasa tidak asing dengan dua manusia itu, setelah di ingat ingat siapa. Agatha melebarkan matanya dan langsung menarik tangan Mela dan mengajak gadis itu berlari.

"JANGAN LARI WOI!!, " teriaknya.

Agatha lari dengan kekuatan kaki seribu, dia tidak mau berurusan sama manusia itu lagi.

"Tha ngapain lari? gue capek ni, " Mela mengeluh capek.

"Cepet jangan sampe ketangkep sama tuh pereman, " ia yang mengejarnya saat ini adalah pereman yang belum lama ini gadis itu temui waktu malam hari lalu.

"Lah! kok lo bisa tau dia pereman? " tanya Mela penasaran.

"Panjang nanti aja kalo udah kabur baru gue kasih tau. "

Meraka berempat berlari lari, hingga akhirnya Agatha dan Mela berbelok ke arah gang sempit dan Blep.. Gang itu ternyata buntu saat keduanya ingin berbelok arah tapi sayang, pereman itu sudah menutup arah lain.

lebih tepatnya kedua lelaki itu sudah berada di belakang mereka.

Agatha dan Mela saling menatap, dengan deru napas yang tidak setebil.

"Hahaha kaga bisa lari lagi lo! " perema itu tertawa saat mangsanya tidak bisa berkutik lagi.

Huh huh huh..

Dua gadis itu masih mengatur napasnya.

"Stopp!! " ucap Mela dengan tangan yang mengarah ke pereman itu saat pereman itu mendekat.

"Gua sama sahabat gua, ngatur napas dulu capek ni, " ucapnya dengan napas ngos ngosan.

"Akhir nya gua bisa ketemu lo juga, gara-gara lo malam itu gua ga bisa makan, " kata pereman itu.

Agatha mengangkat alisnya "Lah apa hubungan sama gue Jaenudin! "

"Karna lo gagal ini aksi gua ngambil duit tuh bocah, " kata pereman.

Agatha mengerti maksud pereman ini, "Kalo mau uang ya kerja doang! jangan ngambil uang orang lain. "

"Pengen makan tapi ogah kerja, " lanjutnya.

"Itu kami kerja. "

"Kaga halal itu, " ucap Agatha sambil mengikat ujung hijabnya kebelakang.

"Banyak bacot lo, " Pereman itu maju dan ingin menghajar dua gadis itu, terutama dendamnya kepada gadis yang berhijab itu.

Agatha dan Mela langsung melawan dengan sebisa mungkin dengan keahlian nya yang suka ikut tauran antar sekolah.

Bruk.

Bruk!

"AGATHA!! " teriak seseorang saat melihat siapa yang berkelahi dan ternyata ia mengenali wajah itu.

Agatha yang merasa namanya terpanggil menoleh kearah sumber suara, dan__

Bruk!!!

Punggungnya menabrak tembok, dan hampir saja mendapat bogeman lagi di wajahnya.

tangan itu menggantung di udara, Agatha membuka matanya ternyata sudah ada yang menangkis nya.

Agatha berlari kearah Mela yang sudah duduk di bawah tanah, kedua pereman itu sekarang beralih kberkelahi dengan dua lelaki yang baru saja tiba.

"Lo gapapa? " tanya Agatha, Mela tidak menjawab hanya menggelengkan kepalanya.

sudut bibir Agatha berdarah, dan ada bekas pukulan di sudut matanya, sedangkan Mela gadis itu memang bisa berkelahi karna sewaktu sekolah dia adalah anak pancak silat. jadi hanya luka dikit tidak seperti sahabatnya ini.

setelah beberapa menit perkelahian itu selesai dengan pereman yang sudah kocar kacir kabur.

Agatha melihat mengenali siapa lelaki yang menolongnya, dan menundukkan kepalanya.

"Agatha? " panggil lelaki itu.

"Dalam G-gus, " jawabnya sambil masih menundukan kepalanya.

Tak..

Lelaki itu menyentil dahi gadis itu, dan membuat gadis itu menatapnya.

"Hobi banget lo babak belur gitu, " ucap Zayn saat melihat wajah gadis itu sudah ada lebam dan fokusnya terhenti di sudut bibir pink kemerahan gadis itu.

Sayang banget bibir secantik itu dapet luka, Astagfirullah. batin Zayn.

Ia yang lelaki itu salah Zayn bersama Ali, niat awalnya ingin pergi kerumah Husen teman Kajiannya, ternyata tanpa di sengaja keduanya saat ingin berbelok kearah lain melihat yang berkelahi.

Agatha hanya menampilkan deretan giginya yang rapih dan putih.

"Siapa? " tanya Zayn.

Agatha yang bingung langsung melihat kanan kiri dan berhenti pada sahabat nya dan menunjuknya.

"Dia_" tunjuk nya, "sahabat gue. "

Zayn dengan malas, "Bukan dia dua lelaki tadi? "

"Dia yang pernah gue ceritain sama Ummi, peraman yang pernah buat muka cantik gue bonyok, sebelum hampir tertabrak lo Gus. " jelasnya.

Zayn hanya mengangguk pelan. sebelum mendengar gumaman sahabatnya di belakang dirinya.

"SubhanAllah cantiknya, " gumam Ali saat melihat kedua gadis itu dari dekat.

"Tha! " panggil Mela sambil menyentuh lengan gadis itu.

Agatha hanya melihat dengan alis yang mengkat.

"Siapa? " tanya Mela dengan gerakan mulut tanpa suara.

"Dia Gus Zayn Mel, orang yang waktu itu juga nolong gue. "

"Ganteng banget, " ucapnya sedikit dengan nada yang tinggi.

Agatha menatap tajam kearah sahabatnya. "Mata lo giliran yang ganteng aja seger. "

Mela terkekeh, "Hehe Nikmat mana lagi yang kau dustakan bukan? " tanya nya kepada sahabatnya dengan masih menatap Zayn.

sedangkan yang di tatap hanya menundukan pandangannya. Agatha yang jengan dengan tingkat sahabatnya menarik nya pergi dari situ setelah berpamit dan mengucapkan salam.

••••••

"ASTAGFIRULLAH!! " pekik Agatha membuat penghuni di dalam mobil reflek menutup telinga.

Mela menampar lengan sahabatnya, "Aw.. sakit Mel! "

"Lagian ngapain lo teriak-teriak? " tanya Mela.

"Gus berhenti! " pintar Agatha, dan Zayn menuruti perkataan gadis itu.

"Heh curut bukannya belum sampai, " kata Mela.

"Belanjaan gue ketinggalan, " kata Agatha, Mela menampar lengan Agatha lagi "terus kita balik lagi? kalau ketemu sama bandot bandot tadi gimana! "

Ali melirik kearah Zayn dan yang dilirik paham, "Gua antar kalian dulu nanti biar Ali yang ngambil. " Ali melebarkan matanya, bukan itu maksud dia.

"Kok gue Gus? " katanya.

"Sapa lagi? gua gitu?" tanya nya

"Yaudah biar gua ambil, tapi nanti kalo gue di culik sama tante tante gimana? " tanya Ali.

Zayn jengah mendengarnya, "turun sekarang atau beneran gua kasih tante tante! " katanya membuat Ali langsung keluar dari mobil.

•••••

Meraka sudah sampai di area parkiran apartemen, dan keluar dari mobil.

sudah 5 menit menunggu kedatangan seseorang namun belum juga terlihat batang hidungnya.

"Gus, mau tunggu di dalam apartemen gue? " tanya Agatha.

Belum sempat Zayn menolak atau menjawab sudah lebih dulu Mela yang berkata.

"Udah Ayuk Gus, dari pada di sini gak enak mending di dalam, " Mela langsung menarik Agatha kearah lift apartemen. pasalnya dirinya ingin cepat cepat rebahan rasanya mau remuk badanya setelah berkelahi tadi.

dengan langkah malas lelaki itu mengikuti dari belakang, setelah masuk dan pintu tertutup, Mela langsung memencet angka 3.

Ting.

pintu lift sudah terbuka dan langsung keluar untuk menuju apartemen Agatha, setelah membuka sandi pintu itu langsung terbuka.

"Silahkan masuk Gus, anggap saja rumah sendiri, " kata Mela, Agatha jengan dengan tingkah sahabatnya itu.

ini kan miliknya seolah olah Mela lah pemiliknya.

Zayn melihat sekeliling, rapih dan tercium aroma Vanilla seperti aroma dari badan Agatha saat pertama kali ia menggendong Agatha waktu pingsan.

"Duduk aja Gus gapapa, " lagi lagi Mela yang berkata.

Buk!

Agatha menampar lengan sahabatnya, "Udah kaya tuan rumah aja lo. "

Mela terkekeh mendengar itu, "Hehe sorry sorry, " ucapnya.

Agatha menuju dapur dan menyiapkan 2 gelas air putih, dan menyediakan untuk dua tamunya itu.

"Di minum Gus, gue punyanya air putih doang gapapa kan? " tanya Agatha Zayn tak menjawab hanya menganggukkan kepala pelan, setelah meletakkan gelas di atas meja.

"Tenang, kaga gue kasih obat perangsang kok, " Kata Agatha yang langsung dapat lemparan bantal sofa dari sahabatnya, dan tatapan tajam dari Zayn.

"Lo tuh ya kalo ngomong pake filter napa! "

"Bebas, kan gue ngomong sama calon suami sendiri, " katanya dengan senyuman manisnya sambil mengedipkan matanya.

Ya Allah kenapa hamba di hadapkan dengan dua wanita ini. Batinnya.

••••••

Setelah hampir seminggu Mela timang-timang, akhirnya keputusan nya jatuh memilih ikut sahabatnya untuk mondok di pesantren.

selain ingin menuntut agama dan menjadi pribadi yang baik lagi, ia juga ingin melihat santri santri yang tampan. kali saja ia dapat jodoh di pesantren.

Kini dua gadis itu sedah siap dengan barang-barang yang akan ia bawa ke pesantren, mereka hanya membawa baju, alat sholat dan barang barang yang di butuhkan nanti di asrama.

Mela membawa mobilnya dengan pelan membuat Agatha mendengus kesal.

"Kaga bisa lebih cepat lagi Mel? " tanya Agatha.

"Kan harus hati-hati agar selamat sampai tujuan. "

"Iya tahu tapi gak sepelain ini dodol, lo lihat sama yang lari aja cepetan yang lari, " ucap Agatha, memang sore ini banyak sekali di pinggir trotoar yang sedang melakukan lari sore.

Mela yang melihat itu hanya memperlihatkan deretan giginya.

setelah beberapa jam akhirnya mobil itu berhenti di parkiran pesantren, mereka turun dari mobil dan menuju ke ndalam, untuk bertemu Ummi dan Abah selaku pemilik pesantren ini.

"Assalamu'alaikum"

"waalaikumsalam, " jawab seseorang.

"Ning Agatha? "

"Zahra, Ummi ada? " tanya Agatha.

"Ada di dalam, silahkan masuk ning. "

Mereka berdua masuk kedalam dengan Mela yang masih dengan kebingungan nya.

setelah berada di ruang tengah Agatha melihat sosok yang ia cari Ummi Farah dan Abah Hamdan sedang duduk bersama.

"Assalamu'alaikum Ummi Abah. "

"Waalaikumsalam warahmatullah, " jawab Ummi dan Abah berbareng.

"Agatha! kok baru sampai? katanya kamu berangkat pagi nduk? " tanya Ummi.

"Iya Ummi niatnya emang pagi, tapi ini nih bocah satu kebo banget bangun nya. "

"Duduk nduk! " titah Abah, keduanya pun duduk.

"Kamu bener tidak mau diam di ndalam saja? " tanya Abah.

"nggih Abah, Agatha mau tinggal di asrama putri saja, bareng santri yang lain, " jawab Agatha yang mendapat persetujuan Abah.

"Zahra? " panggil Abah.

"Dalam, Abah. "

"Abah minta tolong antarkan Agatha dan tannya ke asrama." titah Abah, "nggih Abah. "

••••••

Sepanjang jalan setiap berpapasan dengan santriwati melihat kearahnya, ada yang terlihat sinis, dan ada juga yang terlihat kagum.

"Assalamu'alaikum, " ucap Zahra setelah membuka pintu asrama.

"Wa'alaikumussalam, " jawab kedua santri yang berada di dalam.

"Adel, Putri, perkenalkan ini teman baru sekamar kalian" ucap Zahra.

"Kalau gitu saya permisi dulu ning, " pamit Zahra.

setelah kepergian Zahra Agatha memperkenalkan diri "Kenalin Gue Agatha yang cantik membahana. " jedanya, "dan ini sahabat gua Mela si bohay. "

Plak. Mela menampar lengan sahabatnya, "Bukan bohay tapi sexy, " koreksi nya.

"Sudah sama aja itu, " kata Agatha.

mereka berdua malah sibuk mempermasalahkan kata 'Bohay dan Saxy', sedangkan kedua santri yang di hadapannya menatapnya dengan terkekeh.

"Stop! " kata Putri, jeda tiga detik, "sampe beduk Isya juga kaga beres ini. "

"Kenalin gue Putri dan yang ini Adel. "

Sebelum nya selamat hari raya idul adha, maaf telat, hehehe.

See youuuuuuuuu bye bye bye..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!