Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Penemuan Gua Kuno
Lin Tian melesat laksana bayangan hantu melewati kerapatan pohon-pohon pinus hitam yang menjulang tinggi di bagian dalam hutan belantara. Suara deru angin malam berhembus kencang di sekitar telinganya seiring dengan langkah kaki kasarnya yang terus memacu kecepatan penuh.
Di belakang arah pelariannya, kilatan cahaya obor dan deru energi spiritual yang sangat menekan terus mengejar tanpa ada tanda-tanda akan melambat. Sosok pria paruh baya berbaju zirah perak yang berada di tingkat kedelapan ranah pengumpulan Qi memimpin perburuan itu dengan wajah penuh murka.
“Kepung seluruh area barat hutan ini dan jangan biarkan tikus kecil itu lolos hidup-hidup dari tangan kita!” teriak pria paruh baya itu dengan suara guntur yang menggetarkan dedaunan tua di sekitarnya.
Lin Tian mendengus kecil di dalam hatinya sambil melompati sebuah akar pohon raksasa yang melintang di depan jalur setapak. Sifat realistisnya membuat dia tahu bahwa berbalik untuk melawan kelompok besar tersebut sama saja dengan mengantarkan nyawa secara sukarela.
‘Bocah bermuka tebal, kecepatan pengejarmu itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laju pelarian fisikmu saat ini,’ suara Yue Chan menggema di dalam kepala Lin Tian dengan nada yang dipenuhi oleh ejekan santai. Wanita iblis seksi itu tampaknya sama sekali tidak merasa panik sedikit-sedikit pun melihat situasi berbahaya yang sedang mengancam wadah jiwanya.
‘Yue Chan yang manis, daripada terus mengejekku, bukankah lebih baik jika kamu memberikan sebuah solusi taktis yang cerdas?’ batin Lin Tian sambil terus memotong jalur pelarian ke arah lereng gunung yang lebih terjal dan dipenuhi batuan cadas.
Indra spiritual Lin Tian yang tajam terus bekerja mendeteksi jarak keberadaan para pengejar yang kini hanya terpaut sekitar seratus meter di belakang jubah kain kasarnya. Udara di sekitar area luar tubuhnya terasa semakin memanas akibat pancaran energi elemen api yang dilepaskan oleh sang pemimpin penjaga klan rival.
Untuk memperlambat pergerakan musuh, Lin Tian merobek kantong kain kecil yang tergantung di ikat pinggangnya dengan menggunakan tangan kiri yang lincah. Kantong tersebut berisi serbuk jamur beracun yang sempat dia kumpulkan dari permukaan batang pohon mati selama masa pelatihan nerakanya kemarin siang.
Dia melemparkan serbuk beracun itu ke arah belakang tubuhnya hingga menciptakan gumpalan asap tipis berwarna keunguan yang menyebar luas tertiup angin malam. Beberapa penjaga tingkat rendah yang berada di barisan paling depan langsung terbatuk-batuk hebat saat tidak sengaja menghirup partikel udara beracun tersebut.
“Hati-hati, tikus kecil ini sangat licik dan pandai menggunakan trik-trik kotor untuk menipu kita!” teriak sang pemimpin penjaga dengan mata yang semakin memancarkan kilatan niat membunuh yang sangat pekat.
Pria tua berbaju zirah perak itu langsung mengayunkan lengan kanannya ke depan untuk melepaskan sebuah gelombang kejut energi spiritual yang sangat masif. Hantaman energi murni tersebut seketika menyapu bersih gumpalan asap beracun dan mematahkan beberapa batang pohon pinus di sekitar Lin Tian.
Lin Tian terpaksa memutar posisi tubuh tegapnya di udara untuk menghindari hantaman pecahan batu dan serpihan kayu yang beterbangan laksana anak panah besi. Akibat gerakan menghindar yang mendadak itu, keseimbangan langkah kaki kasarnya menjadi sedikit terganggu saat mendarat di atas permukaan tanah yang miring.
Langkah kakinya tidak sengaja menginjak tumpukan daun-daun kering tebal yang ternyata menyembunyikan sebuah celah retakan tanah yang cukup besar di balik semak belukar. Permukaan tanah di bawah pijakan kaki Lin Tian tiba-tiba saja runtuh sepenuhnya karena tidak mampu menahan bobot tubuhnya yang berat akibat membawa cincin jarahan.
Tubuh tegap pemuda itu langsung jatuh terperosok ke dalam lubang kegelapan bawah tanah yang sangat dalam laksana sebuah batu yang dilemparkan ke dalam sumur tua. Lin Tian mencoba mencengkeram akar-akar pohon yang menggantung di dinding retakan, namun kecepatan jatuhnya yang terlalu tinggi membuat jalinan akar tersebut langsung putus.
Suara gemuruh dari runtuhnya material tanah dan batuan kecil mengiringi proses kejatuhan Lin Tian ke dalam ruang hampa udara yang gelap gulita. Hanya dalam hitungan detik saja, sosok pemuda bermuka tebal itu telah lenyap sepenuhnya dari pandangan mata para pengejar yang berada di atas permukaan tanah.
Sang pemimpin penjaga Klan Zhao tiba di tepi celah runtuhan tanah tersebut beberapa saat kemudian dengan napas yang memburu sangat hebat. Dia melihat ke dalam lubang vertikal yang tampak sangat gelap dan tidak berujung tersebut dengan raut wajah yang dipenuhi oleh gumpalan kemarahan.
“Sialan, lubang ini tampaknya terhubung dengan jaringan gua bawah tanah yang sangat luas dan dipenuhi oleh gas beracun alami,” ucap salah seorang pengawal dengan wajah pucat.
Sang pemimpin penjaga mendengus dingin sambil melemparkan sebuah batu penyala api ke dalam lubang untuk menguji tingkat kedalaman dari retakan tanah tersebut. Batu api itu terus jatuh ke bawah tanpa mengeluarkan suara benturan sedikit-sedikit pun, menandakan kedalaman lubang tersebut benar-benar berada di luar nalar manusia fana.
“Tikus kecil itu memiliki kultivasi yang rendah, jatuh ke dalam tempat seperti ini pasti akan membuat seluruh organ dalamnya hancur menjadi bubur daging,” ucap sang pemimpin dengan nada ketus. Namun, sebagai seorang veteran berpengalaman, dia tetap memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menjaga area sekitar permukaan lubang selama beberapa jam ke depan.
Sementara itu, di bagian dalam kegelapan yang pekat, tubuh Lin Tian masih terus meluncur jatuh melewati dinding-dinding batu gua yang sangat tajam. Untungnya, sifat adaptasi dari Tubuh Iblis Awal yang baru terbentuk sebagian semalam membuat kekuatan struktur tulang dan jaringan kulitnya menjadi jauh lebih keras.
Gubrak!
Setelah melewati proses kejatuhan yang sangat menegangkan, tubuh Lin Tian akhirnya menghantam tumpukan tanah berlumpur yang cukup empuk di dasar gua bawah tanah. Benturan yang sangat keras itu tetap saja membuat seluruh rongga dadanya terasa sangat sesak dan mulutnya secara refleks memuntahkan seteguk darah segar.
Lin Tian terkapar diam di atas permukaan lumpur dingin selama beberapa menit untuk menstabilkan kembali aliran energi spiritualnya yang bergejolak hebat. Dia meraba seluruh bagian persendian tubuh tegapnya dengan menggunakan tangan kanan untuk memastikan tidak ada struktur tulang utama yang patah sepenuhnya.
“Aduh, pinggangku yang tampan ini rasanya hampir patah menjadi dua bagian akibat kebodohan tanah sialan tadi,” keluh Lin Tian dengan nada suara konyol yang dipenuhi oleh rasa perih.
‘Bocah, berhentilah meratap seperti seorang wanita manja karena ketahanan fisik tubuhmu saat ini sudah jauh lebih kuat dari kultivator biasa,’ suara Yue Chan kembali terdengar. Kilatan cahaya merah redup mulai terpancar dari permukaan Mutiara Yin-Yang Primordial, memberikan sedikit penerangan di dalam ruang gua yang sangat gelap tersebut.
Lin Tian bangkit berdiri secara perlahan-lahan sambil membersihkan noda lumpur hitam yang menempel tebal pada permukaan jubah kain kasarnya yang robek. Dia mengaktifkan indra spiritual jiwanya secara maksimal untuk memeriksa kondisi struktur lingkungan sekitar dari ruangan bawah tanah yang sangat asing ini.
Tempat dirinya berada saat ini ternyata merupakan sebuah lorong gua kuno alami yang sangat luas dengan langit-langit yang dipenuhi oleh bentukan stalaktit raksasa. Tetesan-tetesan air jernih jatuh secara konstan dari ujung batuan runcing tersebut, menciptakan suara gema yang cukup teratur di dalam kesunyian malam.
Udara di dalam lorong gua bawah tanah ini terasa sangat berbeda jika dibandingkan dengan atmosfer udara yang berada di atas permukaan Hutan Binatang Buas. Semakin dalam Lin Tian melangkah melewati jalur setapak batuan kuno, suhu udara di sekitarnya terasa menurun secara drastis hingga tingkat yang sangat ekstrem.
Hembusan-hembusan angin dingin yang membawa hawa mistis mulai menerpa permukaan kulit baru Lin Tian hingga membuat seluruh bulu kuduknya langsung merinding tegak. Namun, di balik rasa dingin yang menusuk tulang tersebut, ada sebuah fluktuasi energi spiritual yang sangat pekat dan murni yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
‘Yue Chan, apakah kamu bisa merasakan fluktuasi energi yang sangat aneh ini?’ tanya Lin Tian di dalam hati dengan pandangan mata yang perlahan berubah menjadi penuh selidik. Sifat bijak dan penuh kalkulasi taktis miliknya segera bekerja untuk menganalisis potensi keuntungan tersembunyi dari fenomena alam bawah tanah ini.
‘Menarik sekali, hawa dingin ini bukanlah bersumber dari elemen es biasa melainkan manifestasi dari energi Yin murni yang sangat langka,’ jawab Yue Chan dengan nada suara yang mulai menunjukkan ketertarikan spiritual yang cukup mendalam. Wanita iblis itu bisa merasakan bahwa jenis energi ini sangat cocok untuk memicu perkembangan tingkat lanjut dari teknik Seni Iblis Penelan Surga.
Lin Tian mempercepat langkah-langkah kakinya melewati lorong batuan yang semakin menyempit dan berbelok-belok laksana labirin raksasa di bawah perut bumi. Dia terus berjalan mengikuti arah embusan angin dingin yang mengalir secara konstan dari bagian ujung terdalam dari struktur jaringan gua kuno tersebut.
Setelah berjalan selama hampir setengah jam melewati kegelapan total, Lin Tian akhirnya tiba di depan sebuah pintu masuk ruangan gua yang berbentuk kubah raksasa. Pemandangan menakjubkan yang berada di dalam ruangan kubah tersebut langsung membuat sepasang mata pemuda itu membelalak lebar karena rasa terkejut yang luar biasa.
Di tengah-tengah ruangan kubah batuan kuno tersebut, terdapat sebuah kolam air alami berdiameter sekitar sepuluh meter yang memancarkan cahaya biru keunguan yang sangat indah. Air di dalam kolam tersebut tampak sangat jernih namun tidak bergolak sedikit-sedikit pun, laksana sebuah cermin kristal raksasa yang membeku sempurna.
Gumpalan-gumpalan kabut tebal berwarna putih keperakan tampak melayang-layang dengan anggun di atas permukaan air kolam, menciptakan atmosfer mistis yang sangat memukau mata. Setiap kali kabut tersebut menyentuh dinding batuan gua di sekitarnya, lapisan es tipis berwarna hitam akan langsung terbentuk secara instan dan cepat.
Tempat legendaris ini tidak lain adalah sebuah Kolam Energi Yin alami yang terbentuk dari hasil akumulasi esensi bumi selama ribuan tahun lamanya tanpa pernah tersentuh manusia. Konsentrasi energi spiritual negatif di dalam area kolam ini begitu padat hingga mampu menciptakan tekanan gravitasi spiritual yang cukup berat di udara sekitarnya.
“Wah, tampaknya dewi keberuntungan hari ini sedang jatuh cinta pada ketampanan wajahku yang luar biasa ini,” ucap Lin Tian dengan tawa konyol yang menggema keras memecah kesunyian ruangan gua kuno tersebut. Dia langsung mengenali bahwa kolam energi murni ini adalah sebuah harta karun kultivasi tingkat tinggi yang sangat dicari-cari.
Dengan memiliki kolam energi murni sebesar ini, dia tidak perlu lagi membuang-buang waktu berburu binatang buas tingkat rendah untuk meningkatkan level kultivasi tubuhnya. Dia bisa langsung menggunakan seluruh esensi Yin murni yang berada di dalam kolam ini untuk melakukan lompatan tingkat kekuatan fisik secara brutal.
‘Bocah bermuka tebal, jangan senang dulu karena kolam esensi Yin ini memiliki tingkat bahaya maut yang sangat tinggi bagi kultivator ranah pengumpulan Qi tingkat rendah sepertimu,’ seru Yue Chan dari dalam mutiara dengan nada suara yang sengaja dibuat penuh dengan tekanan provokatif untuk menguji mental murid bimbingannya.
Yue Chan memunculkan proyeksi wujud spiritualnya yang sangat seksi dan anggun di udara terbuka, melayang-layang dengan kaki indah yang tidak menyentuh permukaan tanah berlumpur. Gaun merah transparannya tampak berkibar pelan tertiup angin dingin, mengekspos lekuk tubuh indahnya yang mampu membuat pria fana mana pun langsung kehilangan akal sehat mereka.
Lin Tian menelan air liurnya sejenak melihat pemandangan indah yang tersaji di depan matanya sebelum akhirnya kembali memfokuskan pikirannya pada masalah taktis di depan kolam. ‘Yue Chan, aku tahu kamu pasti memiliki metode khusus untuk membantuku menjinakkan energi liar dari kolam kristal ini, bukan?’
Yue Chan tersenyum sinis sambil melipat kedua lengan indahnya di depan dada montoknya yang tampak sangat menantang pandangan mata nakal Lin Tian. ‘Tentu saja aku memiliki metodenya, namun proses penyerapan esensi Yin murni ini akan memberikan rasa sakit yang seribu kali lebih menderita daripada proses pembersihan meridianmu yang lalu.’
‘Jika kamu tidak memiliki keteguhan mental yang sekeras baja, seluruh jaringan meridian barumu akan langsung membeku menjadi serpihan es dalam hitungan detik setelah kamu melangkah masuk ke dalam kolam tersebut,’ lanjut wanita iblis itu dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh kilatan tantangan spiritual yang sangat tajam.
Lin Tian melihat ke arah Kolam Energi Yin yang memancarkan kabut putih keperakan tersebut dengan ekspresi wajah yang perlahan-lahan berubah menjadi sangat dingin dan penuh determinasi balas dendam. Bayangan tentang penghinaan dari Sekte Awan Putih dan takdir klan keluarganya yang sedang berada di ujung tanduk kembali terlintas dengan sangat jelas di dalam benaknya.
“Rasa sakit fisik hanyalah sebuah bumbu pelengkap yang konyol bagi perjalanan seorang calon penguasa tertinggi di bawah kolong langit ini,” ucap Lin Tian dengan nada suara yang tidak lagi dipenuhi oleh unsur gurauan murah melainkan ketegasan seorang pejuang sejati.
Dia mulai melepaskan seluruh pakaian kain kasarnya yang sudah hancur berantakan dan dipenuhi noda darah kering hingga hanya menyisakan celana pendek hitam tebalnya saja. Otot-otot tubuh tegapnya yang penuh dengan guratan bekas luka pertarungan melawan kawanan serigala kemarin tampak berkilau samar-samar di bawah pantulan cahaya biru kolam esensi bumi tersebut.
Lin Tian melangkah maju dengan sangat mantap menuju ke arah tepi Kolam Energi Yin dengan sepasang mata hitamnya yang terus mengunci permukaan air kristal yang membeku di depannya. Setiap langkah kaki kasarnya yang mendekat ke arah kolam menciptakan suara retakan es tipis di atas permukaan batuan lantai gua kuno yang dingin dan lembap tersebut.
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍