NovelToon NovelToon
Kembalinya Dewa Kematian

Kembalinya Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:148.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seseorang yang kembali ke masa lalunya. Seorang pendekar kuat yang berhasil mendapatkan pusaka untuk mengulang waktu.

Sembilan tahun telah berlalu semenjak kembalinya dia ke masa lalu. Banyak hal yang telah ia ubah. Kekuatannya juga perlahan mendekat ke puncak kekuatannya di kehidupan pertama.

Namun ancaman lain akhirnya muncul. Sejarah telah berubah karena campur tangannya. Kini ia harus bersiap menghadapi musuh lain yang rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Racun dari Jarak Ratusan Langkah

Para murid yang ikut dalam rombongan itu masih terpaku menatap dinding es yang mengelilingi mereka. Permukaannya bening laksana kristal, tetapi terlihat begitu kokoh. Ratusan anak panah yang meluncur dengan kecepatan tinggi hanya mampu menancap di permukaannya tanpa sanggup menembus sedikit pun.

Beberapa murid bahkan berjalan mendekat dengan hati-hati. Mereka menyentuh permukaan es itu menggunakan ujung jari.

"Dingin sekali..."

"Ini benar-benar terbentuk hanya dalam sekejap."

"Aku tidak menyangka teknik es bisa sekuat ini."

Suara kekaguman terdengar di berbagai sudut rombongan.

Di sisi lain, Boqin Changing justru memperhatikan reaksi mereka sambil tersenyum tipis. Beberapa saat kemudian ia tertawa kecil.

"Hahaha..."

Seluruh pandangan langsung tertuju kepadanya.

Boqin Changing berkata dengan santai,

"Tadi kulihat ada beberapa orang yang mulai mengantuk."

Ia menunjuk ke arah dinding es di sekeliling mereka.

"Anggap saja ini supaya kalian tetap fokus."

"..."

Suasana langsung hening.

Semua orang hanya mampu saling berpandangan. Mereka benar-benar tidak tahu harus memberikan reaksi seperti apa.

Salah seorang murid senior menelan ludah pelan.

"Ia... sengaja mengaktifkan jebakan hanya untuk membuat kita lebih waspada?"

Di belakangnya, dua orang murid lain saling mendekat. Salah satunya berbisik sangat pelan.

"Sepertinya... kabar kalau Pendekar Chang sedikit psikopat memang ada benarnya."

"Diam."

Temannya langsung menyikut lengannya.

"Kalau ia mendengarnya bagaimana?"

Murid itu buru-buru menutup mulutnya.

"Maaf..."

Tetua dari salah satu sekte kecil ikut menggelengkan kepala.

"Orang itu... ia benar-benar menakutkan."

Meskipun begitu, tidak ada seorang pun yang berani mengucapkannya dengan suara keras. Mereka hanya menyimpannya di dalam hati.

Boqin Changing sendiri seolah tidak memedulikan semua itu. Ia mengibaskan lengan bajunya. Dinding es raksasa yang mengelilingi rombongan perlahan retak.

Kraak... Kraak...

Tak lama kemudian seluruh dinding es berubah menjadi serpihan-serpihan kecil yang berkilauan sebelum akhirnya mencair menjadi air.

"Baik. Kita lanjutkan."

Rombongan kembali bergerak. Kali ini tidak ada seorang pun yang berani lengah. Setiap langkah mereka menjadi jauh lebih hati-hati dibanding sebelumnya.

Mereka terus berjalan menyusuri jalur sempit di dalam hutan. Pepohonan semakin rapat dan suara burung hampir tidak terdengar lagi. Hanya suara langkah kaki rombongan yang memecah kesunyian.

Tanpa terasa, matahari benar-benar tenggelam di balik pegunungan. Langit berubah gelap. Cahaya bulan mulai menyelinap di antara celah-celah dedaunan.

Beberapa saat kemudian, suara gemericik air mulai terdengar dari kejauhan. Rombongan akhirnya tiba di tepi sebuah sungai yang membelah hutan. Aliran airnya cukup lebar dengan arus yang tenang.

Tetua Agung Peng menatap keadaan sekitar sebelum berkata,

"Senior, hari sudah gelap."

"Bagaimana kalau kita beristirahat di sini malam ini?"

Boqin Changing melirik keadaan sekeliling sebentar. Kemudian ia menganggukkan kepala.

"Baik."

Perintah segera diberikan. Beberapa murid mulai mendirikan tenda. Sebagian lainnya mengumpulkan kayu bakar.

Tak lama kemudian beberapa api unggun mulai menyala, menerangi tepian sungai yang gelap. Suasana yang sebelumnya tegang perlahan berubah lebih tenang.

Para murid mulai memasak makanan sederhana. Ada yang memanggang daging hasil, ada pula yang hanya memanaskan bekal yang mereka bawa.

Sementara itu, Boqin Changing memilih duduk sendirian di atas sebuah batu besar yang berada tidak jauh dari bibir sungai. Di tangannya terdapat sepotong daging panggang.

Sambil makan perlahan, pandangannya tertuju ke aliran sungai yang memantulkan cahaya bulan. Tidak ada seorang pun yang berani mendekatinya. Para murid hanya sesekali melirik ke arahnya sebelum kembali berbicara dengan kelompok mereka masing-masing.

Beberapa tetua pun memilih menjaga jarak. Entah karena segan atau memang takut.

Tidak lama kemudian terdengar langkah kaki mendekat. Boqin Changing tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa yang datang.

"Patriak."

Wang Zhou tersenyum kecil sambil membawa makanan di tangannya.

"Boleh aku duduk di sini?"

Boqin Changing menganggukkan kepala.

"Tentu saja."

Wang Zhou pun duduk di atas batu di sampingnya.

Keduanya makan sambil memandang aliran sungai. Sesaat suasana menjadi sunyi. Kemudian Boqin Changing tersenyum tipis.

"Patriak."

"Hm?"

"Sepertinya... ini pertama kalinya kita menjalankan misi bersama."

Wang Zhou ikut tertawa pelan.

"Hahaha... benar."

"Kalau kupikir-pikir memang baru kali ini."

"Sebelumnya kita selalu berjalan di jalur masing-masing."

Boqin Changing hanya mengangguk pelan.

Beberapa saat kemudian senyumnya perlahan menghilang. Ia terdiam cukup lama. Lalu tiba-tiba berkata,

"Patriak, terima kasih."

Wang Zhou yang sedang meminum air langsung berhenti. Ia menoleh dengan wajah bingung.

"Untuk apa kau berterima kasih kepadaku?"

Boqin Changing tetap menatap aliran sungai.

"Aku tahu. Waktu aku masih kecil... Patriak sudah banyak berkorban untukku."

Wang Zhou tampak sedikit tertegun.

Boqin Changing melanjutkan dengan nada tenang.

"Aku tahu Patriak sering mengambil misi ke luar sekte. Tujuan utamanya bukan karena ingin mencari nama."

"Melainkan agar mendapatkan lebih banyak koin emas."

"Supaya bisa ditukarkan dengan berbagai sumber daya kultivasi."

Ia tersenyum kecil.

"Dan sebagian besar sumber daya itu... Patriak berikan kepadaku."

Wang Zhou hanya diam.

Boqin Changing kembali berkata,

"Aku juga tahu. Beberapa kali Patriak pulang dalam keadaan terluka."

"Tetapi Patriak tidak pernah mengeluh sedikit pun."

Wang Zhou akhirnya tertawa canggung.

"Hahaha... Apa yang kulakukan itu tidak ada apa-apanya."

"Lagipula... dengan kemampuanku saat itu, aku hanya mampu membeli sumber daya tingkat rendah."

"Itu bukan sesuatu yang istimewa."

Boqin Changing ikut tertawa.

"Tapi... Saat itu... sumber daya pemberianmu sangat berguna bagiku."

"Kau tidak pernah membiarkanku kekurangan."

Wang Zhou tersenyum hangat. Mendengar pengakuan itu, ia justru merasa semua jerih payahnya dahulu benar-benar tidak sia-sia.

Keduanya kembali mengobrol santai. Sesekali terdengar tawa kecil di antara mereka. Pemandangan itu membuat beberapa murid diam-diam memperhatikan dari kejauhan.

Mereka tidak menyangka Pendekar Chang yang begitu dingin ternyata dapat berbicara sehangat itu kepada Patriak Wang Zhou. Apa mungkin karena mereka satu sekte?

Tidak lama kemudian, Boqin Changing menepukkan kedua tangannya beberapa kali.

Tap! Tap! Tap!

Suara tepukan itu langsung menarik perhatian seluruh orang yang berada di sekitar api unggun. Percakapan mereka terhenti. Semua mata memandang ke arah Boqin Changing.

Dengan nada tenang Boqin Changing bertanya,

"Di antara kalian... adakah yang mampu menyeberangi sungai ini menggunakan ilmu meringankan tubuh?"

Suasana di sekitar api unggun kembali hening. Semua orang saling berpandangan. Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi mereka tahu Boqin Changing tidak mungkin menanyakannya tanpa alasan.

Beberapa saat kemudian, seorang pria paruh baya melangkah maju dari kerumunan. Pria itu mengenakan jubah cokelat tua dengan lambang sebuah sekte kecil di bagian dada. Wajahnya tampak tenang, sementara aura kultivasinya jauh lebih kuat dibanding kebanyakan orang lain yang berada di sana.

Ia membungkukkan badan dengan hormat.

"Senior. Aku Tan Sue. Aku berada di ranah pendekar raja puncak."

"Jika hanya menyeberangi sungai menggunakan ilmu meringankan tubuh... aku bisa melakukannya."

Boqin Changing menganggukkan kepala pelan.

"Bagus."

Tan Sue sedikit mengangkat kepalanya. Ia mengira Boqin Changing akan segera memerintahkannya menyeberang.

Namun, yang terjadi justru berbeda. Boqin Changing perlahan mengangkat tangan kanannya. Seketika telapak tangannya memancarkan cahaya hijau pekat. Cahaya itu tampak begitu kental, menyerupai kabut beracun yang terus berputar di atas telapak tangannya.

Beberapa murid tetua yang melihatnya langsung menyipitkan mata.

"Eh apa itu?”

"Apa itu racun?"

Boqin Changing tidak mengatakan apa pun. Ia hanya mengangkat satu jari. Kemudian menunjuk ke arah sebuah pohon besar yang berdiri di seberang sungai.

Swusss!

Cahaya hijau itu melesat keluar.

Kecepatannya begitu tinggi hingga hampir tidak dapat diikuti oleh pandangan mata. Dalam sekejap, cahaya itu telah menghilang ke balik kegelapan di seberang sungai.

Sesaat kemudian...

"Aaaarghhh!"

Terdengar jeritan penuh kesakitan dari balik pohon besar itu. Disusul suara benda berat yang jatuh menghantam tanah.

Bruk!

Suasana di tepi sungai langsung berubah. Seluruh pendekar refleks berdiri. Mata mereka membelalak.

"Itu..."

"Ada orang di sana!"

"Mata-mata!"

Barulah sekarang mereka menyadari. Ada seseorang yang bersembunyi di dekat perkemahan mereka.

Boqin Changing tetap duduk santai di atas batu besarnya. Seolah semua itu hanyalah hal biasa.

Ia menoleh kepada Tan Sue.

"Tetua Sue."

Tan Sue segera membungkukkan badan.

"Ya, Senior."

"Bawa orang itu kemari."

"Baik!"

Tanpa membuang waktu, Tan Sue langsung mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya. Tubuhnya melesat ke depan.

Tap! Tap! Tap!

Ujung kakinya hanya menyentuh permukaan air beberapa kali sebelum ia berhasil mencapai seberang sungai dengan ringan.

Di belakangnya, semua orang masih belum mampu mengalihkan pandangan dari Boqin Changing. Sementara itu, Wang Zhou memandang Boqin Changing dengan ekspresi sedikit terkejut.

"Tetua Chang..."

Boqin Changing menoleh.

"Ya?"

"Orang itu... belum mati?"

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Tentu belum. Aku menyerangnya menggunakan racun."

"Seharusnya ia hanya kehilangan kemampuan untuk bergerak."

Suasana kembali sunyi. Para tetua dan murid yang berada di sekitar api unggun saling bertukar pandang.

Mereka benar-benar dibuat tercengang. Salah seorang murid menelan ludah sebelum berbisik pelan,

"Ia... menembakkan racun dari jarak sejauh itu?"

Murid lain menggeleng perlahan.

"Bahkan kita sama sekali tidak menyadari kalau ada orang yang bersembunyi di balik pohon itu."

Seorang tetua dari sekte lain ikut mengembuskan napas panjang.

"Ini sungguh gila..."

"Bukan hanya mampu menemukan mata-mata yang bersembunyi."

"Ia bahkan mampu melumpuhkannya hanya dengan satu serangan, dari jarak ratusan langkah."

Tidak ada seorang pun yang berani mengatakan bahwa mereka sanggup melakukan hal yang sama. Perbedaan kemampuan mereka dengan pendekar nomor satu Kekaisaran Qin benar-benar terlalu jauh.

Sementara itu, di seberang sungai, Tan Sue telah menemukan sosok berpakaian hitam yang tergeletak di balik batang pohon besar.

Pria itu masih hidup. Namun seluruh tubuhnya terus bergetar hebat. Kulitnya berubah kehijauan, sementara wajahnya dipenuhi keringat dingin. Matanya masih terbuka lebar, tetapi tubuhnya sama sekali tidak dapat digerakkan.

Tan Sue menatap pria itu sejenak dengan rasa kagum yang semakin dalam kepada Boqin Changing.

"Benar... Orang ini memang tidak mati."

Ia kemudian mengangkat pria itu dan membawanya kembali ke arah Boqin Changing.

1
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪✅
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀
Mahayabank
💪💪💪👍👍✅✅
Mahayabank
Makasih upnya 👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Rinaldi Sigar
lnjut
Baim Putra Kirana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Raju
hadeeeeech.....
ta apalah !!
biar alurnya lambat asal selamat
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Mantap 👍👍
Nanik S
Baru kejutan si Tuan muda menyerah 👍👍👍
Nanik S
Wkwkwkwkwk Tuan besar kalah sama Boqin Feng...🤣🤣🤣🤣
yayat
diracunin ayahnya untuk mancing n dpt ijin dr ibunya boqin ga berkutik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe ayoooo mancing mania 👍🤣
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hiburan 🌽🔥
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Wu Xing tepat untuk tetap diSekte, karena dia Ketua Sekte yang ikut Boqin Changing ke Kaisaran Qin. selain menjaga Sekte bisa juga melatih orang diSekte.
Zainal Arifin
libur ???
Joedhi Ghenitz
sangat bagus, keren
Akhmad Baihaki
🤭🤭🤭🤭🤭
Blue Manusia Biasa
kacian Wu Xing🤣🤣
Nurhasnah Yolanda
mana kelanjutanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!