Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Belajar sihir
“Hmm~”
Becca bersenandung sembari membaca beberapa buku di depannya. Menjadi seorang ratu, bukan berarti dia bisa bersantai atau bersolek saja, justru Becca ingin membantu suaminya dalam masalah politik, tapi Raja Basilio justru meminta istrinya untuk membaca informasi kekuatan sihir dari buku sejarah.
Bahkan sang raja, menjanjikan akan melatih kekuatan sihir nanti sore, dan sudah dua hari lamanya Becca membaca buku mengenai kekuatan sihir yang akan dia miliki.
Rupanya kekuatan sihir sudah di miliki oleh manusia sejak lama, bahkan berabad-abad yang lalu, sejak Kerajaan manusia pertama di dunia sihir itu. Dan kekuatan itu di wariskan secara turun menurun.
“Hmm~ Jadi ada dua jenis sihir, sihir ilmu putih dan hitam. Sepertinya menarik.. Aku dengar, di Kerajaan Varilia menggunakan sihir putih, bukan sihir hitam.” Celetuk Becca membaca buku di depannya.
Perlahan demi perlahan, Becca mulai mengerti jika kekuatan sihir yang dia miliki, nantinya akan menyatu dengan jiwanya, dan kekuatan itu akan bekerja sesuai dengan perasaan yang kita miliki. Semisal dia marah dengan seseorang, maka kekuatan itu akan bekerja, dan menyerang orang tersebut.
“Tapi serem juga, kalau enggak punya batasan emosi.. Ntar kalau marah sama orang banyak, malah jadi pembunuh.” Ujar Becca dengan nada miris dan ngerinya, membayangkan jika dia di buat emosi oleh 10 orang, maka kekuatan itu akan menyerang 10 orang tersebut hingga mati.
Becca menutup satu buku yang sudah dia selesaikan. Matanya memandangi ke seluruh ruangan pribadi miliknya, terdapat banyak boneka lucu dan juga bunga warna warni di setiap sudutnya. Becca di berikan ruangan sendiri, dan di sana wanita itu menghiasnya dengan beberapa boneka dan juga bunga-bunga di setiap sudut.
“Oh iya, nanti sore.. Raja Basilio akan mengajariku mengendalikan sihir, aku penasaran, apakah sulit untuk mengendalikannya ??” Lirih Becca kepada dirinya sendiri dengan ragu.
Pasalnya, dia ingat seseorang yang tidak bisa mengendalikan kekuatan sihir, maka justru kekuatan itu yang mengendalikan pikirannya sendiri, akan menjadi brutal dan gila.
“Kelihatannya sulit..” Lirih Becca dengan pesimis.
“Tidak sulit sebenarnya, hanya perlu fokus.”
Becca menoleh ke arah sumber suara, dan di pintu terlihat sosok lelaki tinggi dan tegap, dia Raja Basilio berjalan mendekati istrinya sambil tersenyum kecil.
Saat berdiri di dekat istrinya yang masih duduk di kursi, Becca mengangkat wajahnya dan berbicara dengan ekspresi ragu.
“Bagaimana jika aku gagal ?? Aku tidak pernah memiliki kekuatan ini sebelumnya..” Ujar Becca dengan ragu dan juga malu. Takut mempermalukan sang raja, jika dia gagal.
Raja Basilio tersenyum kecil, “Tidak ada salahnya mencoba, bukan ?? Ayo, kita berlatih di halaman belakang.” Ujar Raja Basilio mengulurkan tangannya, Becca meraih uluran tangan itu, dan bangkit berdiri.
Becca akhirnya menganggukkan kepalanya, dan tersenyum kecil.
“Apa yang kau pelajari hari ini ??”
“Banyak, tapi khusus buku ini, memuat tentang ilmu hitam dan putih. Ehm.. Kita akan memakai ilmu putih, bukan ??” Tanya Becca. Raja Basilio hanya tersenyum kecil.
“Jangan takut, semua akan baik-baik saja.” Ujar Raja Basilio, membuat Becca tersenyum senang, sepertinya memang mereka memakai ilmu putih. Karena ilmu hitam memerlukan tumbal darah untuk memperkuat kekuatannya, dan Raja Basilio tampak sangat santai.
Jadi sudah pasti mereka memakai ilmu putih.
....
“Jadi.. Apa yang akan kita lakukan ??” Tanya Becca saat di ajak ke halaman belakang, ternyata di sana ada Pangeran Aldert yang juga sedang bersantai sambil membaca beberapa buku.
Dan di kejauhan, terlihat Pangeran Ebert yang sedang berlatih pedang. Tapi Becca tidak memperhatikan lelaki itu, dia malah fokus pada suaminya, yang ada di sebelahnya.
“Untuk awalan, coba kau mengangkat batu besar itu.” Ujar Raja Basilio menunjuk sebuah batu cukup besar yang terletak beberapa langkah dari mereka.
Wajah Becca terlihat bingung, dia tahu maksud suaminya menggunakan kekuatannya, tapi.. Bagaimana caranya ??
Raja Basilio memegang pinggang istrinya, berdiri di belakang Becca, lalu satu tangannya memegang tangan kanan istrinya dan mengangkatnya.
“Buka telapak tanganmu, dan arahkan pada batu itu.” Bisik Raja Basilio, membuat Becca melakukan perintah lelaki itu.
“Bagus, sekarang fokus pada batu itu, dan tanamkan dalam pikiranmu jika kau bisa mengangkatnya.”
Becca mencoba untuk tetap fokus, lalu pikirannya mulai bekerja, meskipun sedikit sulit baginya, terlebih tangan sang raja di pinggangnya membuat Becca sedikit sulit berkonsentrasi.
“Ada apa ?? Apakah tanganku mengganggumu ??”
“Tidak, Yang- Maksudku.. Tidak sama sekali, aku hanya sulit mempercayai jika aku memiliki kekuatan saat ini.” Ujar Becca dengan nada tidak enak, karena dia belum bisa memberikan panggilan khusus kepada suaminya, tapi sang raja malah terkekeh kecil.
“Panggil saja namaku, tidak apa.. Basilio atau kau mau membuatkan nama panggilan khusus untuk suamimu ini ??” Ujar Raja Basilio dengan usil, membuat Becca memerah malu, lalu kemudian berbicara dengan lirih.
“Ba.. Bagaimana jika.. Basil ??”
“Bagus, aku suka nama itu. Sekarang kita lanjutkan fokus latihan kita.” Ujar Raja Basilio sambil tersenyum lembut, Becca mulai menutup matanya sekilas, lalu membukanya lagi, seakan mempersiapkan diri untuk berkonsentrasi.
Pangeran Aldert yang mengamati latihan mereka, mulai menurunkan buku bacaannya, dan fokus ke arah depan. Seakan ingin melihat latihan pertama ibu tirinya itu.
Becca mulai fokus, dan Raja Basilio memegang tangan istrinya, seakan menyalurkan kekuatannya pada wanita itu.
Srekk... Srekk..
Becca hampir tidak percaya, batu besar itu mulai bergerak kecil dari tempatnya, wanita itu berusaha untuk lebih fokus pada sang batu, dan tidak mengamati sekitarnya terlebih saat batu itu mulai terangkat sedikit, hingga..
“Bibi Becca !!!! Awas !!”
Fokusnya mulai buyar, Becca kemudian menoleh dan membeku di tempat.
Sebuah anak panah mengambang di udara, dan panah itu mengarah ke arahnya. Padahal tinggal sedikit lagi, kepalanya akan terkena panah yang entah dari siapa asalnya.
Raja Basilio yang menghentikan panah itu dengan kekuatannya, dia menatap tidak suka ke arah beberapa orang yang melakukan latihan memanah.
“Siapa yang mengirimkan hadiah panah ini pada istriku ?!”
Suara Raja Basilio yang cukup keras dan tegas, membuat prajurit dan juga Pangeran Ebert menoleh ke arah sumber suara, mereka tertegun dengan anak panah yang masih melayang membeku di udara, yang membuat mereka semakin takut adalah, panah itu mengarah kepada Becca.
Pangeran Ebert dan prajurit tidak ada yang mengetahui anak panah siapa itu, hingga salah satu prajurit menoleh dan mulai berbicara dengan nada pelan.
“No.. Nona Seline..”
Pangeran Ebert menoleh dan melihat Selina yang masih fokus untuk memanah boneka di depannya. Selina sedari tadi mencoba mengarahkan anak panah ke depan, tapi saat di lepas, panah itu malah mengarah ke samping kanan atau kiri. Bahkan kini dia pohon di samping kanan dan kirinya menjadi korban anak panah sasaran Selina.
Kembali pada Raja Basilio..
Becca kemudian melirik ke arah tangan suaminya, dia terkejut sang suami sama sekali tidak mengangkat tangannya atau menggerakkan jarinya. Becca menoleh ke arah anak panah, yang kini perlahan berputar dan melawan arah.
Gila !! Kalau sihir udah di kuasai pikiran, enggak usah pakai gerakin tangan, cukup pakai pikiran aja batin Becca yang melihat semua itu dengan takut tapi juga takjub.
“Kau mau melihat kekuatan sihir yang sesungguhnya, Becca ??”
“Tentu.”
“Lihat anak panah ini, perhatikan baik-baik.. Satu, dua, tiga !!”
Anak panah itu meluncur dengan cepat, membuat semua prajurit mulai takut, mereka berteriak sehingga membuat Selina mulai tersadar, dan saat menoleh anak panah itu meluncur dengan cepat membuatnya takut. Selina melemparkan busur panah itu, dan berlari menjauh.
Jleb !!
Anak panah itu menusuk tepat di jantung boneka mainan itu dengan cepat. Membuat semua orang menahan nafasnya di sana, sementara..
Plok... Plok... Plok..
Pangeran Aldert yang melihat itu malah bertepuk tangan rendah, Becca membeku di tempat, sementara Raja Basilio tersenyum miring.
“Lihat Becca, itu namanya sihir yang sesungguhnya. Kau mau mencobanya ??” Tanya Raja Basilio menoleh ke arah istrinya sambil tersenyum lebar seakan puas dengan apa yang dia lakukan.
Becca tertawa kikuk dan juga takut, “Ah, lebih baik kita lanjutkan mengangkat saja batu.”
❤️👑❤️👑❤️👑❤️👑❤️
Ya ampun raja, itu Becca udah jantungan lho gegara ngelihat anak panah yang melesat dengan cepat 🤣😂 Bisa-bisanya yang ngelakuin malah tersenyum puas gitu.
Lain kali, jantungnya Selina ya, Raja Basilio 😏😏
Eh.. Gak boleh gitu dah... Ceritanya masih panjang hehehehehe 🤣🤣
Sekian dari Author, terima kasih 😁😁
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄