NovelToon NovelToon
Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Kebangkitan Permaisuri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn Bluetherine

Shen Ran adalah definisi dari kesialan. Sebagai Permaisuri dari Kekaisaran Yan, ia memiliki segalanya di atas kertas, namun tidak di dunia nyata. Dikhianati oleh keluarga sendiri, diabaikan oleh Kaisar yang kejam, dan menjadi bahan tertawaan para selir di Istana Belakang. Puncaknya, ia dijebak dan dibiarkan membeku hingga tewas di Istana Dingin yang terpencil.

Namun, takdir memiliki selera humor yang gelap. Saat mata itu terbuka kembali, tubuh rapuh Shen Ran telah diambil alih oleh Clara, seorang pengacara korporat jenius sekaligus ahli strategi perang bisnis dari abad ke-21. Clara tidak tahu apa itu tunduk, dalam kamus hidupnya tidak mengenal kata tunduk dan mengalah.

"Kalian menginginkan boneka yang bisa diinjak? Maaf, kalian salah membangunkan jiwa."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn Bluetherine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Delapanbelas

Long Tianqi menatap tajam ke arah barisan menteri yang kini bersujud di lantai marmer. Kelemahan terbesarnya sebagai kaisar adalah ketakutan akan kehilangan kendali, dan kata-kata Shen Ran barusan tepat mengenai titik terlemahnya. Jika birokrasi ibu kota telah disusupi, maka takhta yang ia duduki sekarang sebenarnya sedang berdiri di atas bom waktu.

"Permaisuri benar," desis Long Tianqi, suaranya dingin dan sarat akan ancaman. "Menteri Keuangan! Jelaskan mengapa laporan audit Tambang Garam Selatan yang kau serahkan padaku bulan lalu menyatakan semua dalam keadaan aman?!"

Menteri Keuangan membenturkan dahinya ke lantai hingga berbunyi keras. "A-Ampun, Yang Mulia! Hamba ditipu oleh laporan berkala dari pejabat daerah! Hamba tidak tahu kalau klan Chu telah memalsukan pembukuan!"

"Kau tidak tahu, atau kau sengaja menutup mata karena kantongmu dipenuhi emas klan Chu? Itu adalah catatan mutasi aset pribadimu di bank komersial wilayah barat daya. Apakah kau masih ingin mengelak?" sindir Feng Muye kejam. Ia melangkah maju, melempar sebuah gulungan kertas kecil yang diambil dari intelijennya tepat di depan wajah Menteri Keuangan.

Melihat bukti itu, Menteri Keuangan langsung lemas dan tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Ruangan Aula Agung kini terasa seperti ruang eksekusi. Para pejabat militer yang setia pada kekaisaran mulai menatap rekan-rekan sipil mereka dengan pandangan penuh permusuhan.

Klan Chu di dalam pemerintahan yang selama ini merajai birokrasi, runtuh hanya dalam hitungan menit di bawah kerja sama taktis antara Permaisuri dan Pangeran Sembilan. Shen Ran bangkit berdiri, jubah biru samudranya berkibar megah seiring dengan suaranya yang menggema penuh otoritas.

"Yang Mulia Kaisar, dalam situasi perang, keraguan adalah pengkhianatan terbesar. Saya menyarankan agar Mahkamah Agung segera menyegel kediaman Menteri Keuangan dan seluruh pejabat yang terkait dengan klan Chu malam ini juga," titah Shen Ran, memberikan arah tindakan yang tegas di saat Long Tianqi masih diliputi amarah.

Shen Ran kemudian mengalihkan pandangannya pada Feng Muye. "Dan untuk Pangeran Sembilan, gunakan otoritas militer tertinggi untuk memobilisasi pasukan sayap utara milik keluarga Shen. Cegat jalur pelarian logistik mereka di barat daya sebelum mereka sempat melintasi perbatasan."

Long Tianqi memandang Shen Ran dengan tatapan yang rumit. Di satu sisi, ia merasa terintimidasi oleh ketegasan istrinya yang tiba-tiba. Di sisi lain, ia tahu hanya rencana Shen Ran yang bisa menyelamatkan takhtanya malam ini.

"Lakukan seperti yang dikatakan Permaisuri!" perintah Long Tianqi, suaranya menggelegar memberikan keputusan final. "Prajurit, seret Menteri Keuangan ke penjara! Pangeran Sembilan, kau memegang kendali penuh atas pergerakan militer di Selatan!"

"Hamba menerima perintah," jawab Feng Muye, membungkuk formal. Sebelum berbalik, sepasang matanya di balik topeng perak menatap Shen Ran, memberikan kilatan apresiasi atas permainan politik tingkat tinggi yang baru saja mereka menangkan.

Saat para prajurit menyeret pejabat-pejabat korup itu keluar dari aula ditengah keriuhan, Shen Ran menatap ke arah pintu samping tempat Chu Xinyue pergi tadi.

Nikmatilah beberapa jam terakhirmu di Istana Barat, Xinyue, batin Clara penuh cemoohan dingin. Besok pagi, saat seluruh pelindung politikmu di aula ini sudah mendekam di penjara, aku sendiri yang akan memastikan kau merangkak keluar dari istanamu tanpa ada satu orang pun yang tersisa untuk menolongmu.

Perjamuan agung yang semula dirancang untuk merayakan kejayaan kekaisaran kini resmi berakhir sebagai malam pembersihan berdarah dingin. Para menteri yang tersisa duduk dengan tubuh kaku, tak berani menyentuh makanan atau arak mereka, sementara suara derap sepatu bot prajurit Mahkamah Agung yang menyeret rekan-rekan mereka masih terngiang di dinding aula.

Long Tianqi bersandar pada takhta naganya. Wajahnya yang cerah di awal malam kini berubah kuyu dan sarat akan frustrasi. Kepergian Chu Xinyue ke Istana Barat yang semula ia izinkan demi belas kasihan, kini terasa seperti keputusan bodoh yang menampar wajahnya sendiri.

"Ran'er..." Long Tianqi menoleh ke arah Shen Ran, suaranya terdengar parau dan kehilangan keangkuhannya. "Apakah kau... sudah mengetahui semua pengkhianatan ini sejak awal?"

Shen Ran tidak langsung menjawab. Ia merapikan lipatan jubah sutra birunya dengan ketenangan seorang CEO yang baru saja menyelesaikan restrukturisasi perusahaan besar. Ketika ia mendongak, matanya hanya memantulkan ketegasan yang dingin.

"Sebagai Permaisuri, adalah tugas saya untuk mengamati apa yang luput dari pandangan Anda, Yang Mulia. Klan Chu telah menjadi benalu yang menggerogoti Kekaisaran Yan dari dalam. Jika malam ini kita tidak bertindak cepat, besok pagi bukan hanya tambang garam yang hilang, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap takhta Anda," sahut Shen Ran formal, tanpa sedikit pun kehangatan pasutri.

Kata-kata itu bagaikan duri yang menusuk harga diri Long Tianqi. Namun, ia tidak bisa membantah. Realitas politik di hadapannya terlalu telanjang untuk disangkal. Sementara itu, Feng Muye melangkah mendekati podium. Topeng peraknya berkilau di bawah cahaya lampion emas yang mulai meredup. "Kakak Kekaisaran, pasukan sayap utara klan Shen telah bersiap di gerbang ibu kota. Saya akan berangkat ke perbatasan Selatan dalam hitungan jam. Namun, sebelum saya pergi, ada satu hal yang harus diselesaikan di dalam tembok istana ini."

Pandangan Feng Muye beralih pada Shen Ran, sebuah kesepahaman diam-diam terjalin di antara mereka. "Klan Chu di luar istana mungkin bisa saya hancurkan dengan militer. Namun, tikus yang berada di Istana Barat... jika dibiarkan terlalu lama, dia akan mencari cara untuk memusnahkan bukti-bukti dokumen yang tersisa di ibu kota."

Mendengar hal itu, gumpalan amarah dan kecurigaan kembali membakar dada Long Tianqi. Kepercayaan mutlaknya pada Chu Xinyue telah runtuh total setelah melihat Menteri Keuangan diseret. "Kalian berdua benar. Penjaga! Segel Istana Barat sekarang juga! Tempatkan satu batalion pasukan elit di sekelilingnya. Tidak ada yang boleh keluar atau masuk, termasuk Selir Agung Chu, sampai Pangeran Sembilan kembali membawa kemenangan dari Selatan!"

"Perintah diterima, Yang Mulia!" seru panglima penjaga istana yang langsung bergerak cepat.

Di atas kursinya, sudut bibir Shen Ran terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat samar.

Lolos dari jebakan pertamaku bukan berarti kau bebas, Xinyue, batin Clara geli. Long Tianqi sendiri yang kini mengunci pintu penjaramu. Nikmatilah malam-malam terakhirmu di atas kasur sutra itu, karena saat fajar menyingsing dan faksi politikmu runtuh sepenuhnya, kau akan menyadari bahwa Istana Dingin jauh lebih ramah daripada apa yang akan kuhadapkan padamu.

Shen Ran kemudian bangkit berdiri dari takhta Permaisuri. Keanggunannya mendikte seluruh ruangan saat ia membungkuk hormat secara formal kepada Kaisar. "Malam sudah larut, Yang Mulia. Urusan negara yang melelahkan telah menanti Anda esok hari. Saya mohon pamit untuk kembali ke Istana Phoenix."

Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut dari Long Tianqi yang menatapnya dengan pandangan campur aduk antara penyesalan dan rasa bersalah, Shen Ran membalikkan tubuhnya. Diikuti oleh Lian'er dan Mei'er yang berjalan dengan kepala tegak, sang Permaisuri melangkah keluar dari Aula Agung yang kini dipenuhi atmosfer perubahan kekuasaan yang mutlak.

1
Emily
keren ceritamu thour
Fajar Fathur rizky
cepat bantai long tianqi
Fajar Fathur rizky
bikin shen ran sendiri yang membunuh long tianqi
Fajar Fathur rizky
tidak sabar long tianqi mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!