NovelToon NovelToon
THE 13TH FLOOR

THE 13TH FLOOR

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:221
Nilai: 5
Nama Author: Putri CS

1. "THE 13TH FLOOR"

Genre: Horror • Mystery • Psychological • Plot Twist

Sinopsis: Sekelompok siswa mengikuti study tour ke sebuah hotel tua. Hotel itu hanya memiliki 12 lantai... tapi setiap jam 00.13, lift selalu berhenti di lantai 13.

Anehya, lantai itu tidak ada di denah hotel.

Satu per satu siswa yang turun ke lantai itu mulai menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri CS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5 arsip yang hilang

Jeritan Alea memecah keheningan malam.

Naya langsung terbangun dan berlari menghampirinya.

"Alea! Ada apa?"

Alea masih berdiri di depan jendela dengan wajah pucat. Tangannya gemetar saat menunjuk ke arah kaca.

"Di... di situ..."

Naya segera melihat ke arah yang ditunjuk.

Namun kaca itu bersih.

Tak ada tulisan.

Tak ada bekas jari.

Tak ada siapa pun di luar.

"Alea, kamu mimpi?"

"Bukan!" jawab Alea cepat. "Aku lihat enam orang berdiri di halaman. Terus muncul tulisan di kaca!"

Naya menggenggam tangan sahabatnya yang terasa dingin.

"Mungkin kamu kecapekan."

Alea menggeleng. Ia yakin apa yang dilihatnya benar-benar nyata.

---

Pagi harinya, suasana hotel kembali tampak normal.

Sinar matahari masuk melalui jendela-jendela besar di lobi. Para siswa tertawa dan sibuk mengambil sarapan, seolah tidak ada kejadian aneh semalam.

Hanya Alea dan lima temannya yang terus saling melirik dengan wajah tegang.

"Aku nggak mau pura-pura semuanya baik-baik aja," kata Raka pelan. "Semalam aku benar-benar melihat lorong itu."

"Lorong yang mana?" tanya Dimas.

"Gelap... panjang... dan banyak pintu."

"Terus?"

Raka menunduk.

"Ada suara orang-orang minta tolong."

Tak ada yang menjawab.

Keanu akhirnya memecah keheningan.

"Kalau kita mau tahu apa yang terjadi, kita harus cari sejarah hotel ini."

Semua mengangguk setuju.

---

Saat rombongan lain berangkat menuju tempat wisata, mereka berenam diam-diam meminta izin tinggal di hotel dengan alasan Raka masih kurang sehat.

Begitu guru dan siswa lain pergi, mereka mulai menyelidiki.

Di belakang lobi, mereka menemukan sebuah ruangan kecil bertuliskan:

ARSIP

Pintunya tidak terkunci.

Di dalam ruangan itu berjejer rak-rak tua yang dipenuhi map berdebu.

Liora mulai membuka satu per satu map yang bertuliskan daftar tamu hotel.

"Aku nemu data tahun ini."

"Ada yang lebih lama nggak?" tanya Alea.

Keanu menggeser sebuah kotak kayu yang menutupi rak paling bawah.

Di sana tersusun map-map yang jauh lebih tua.

Ia mengambil map bertuliskan:

2006

"Ini dia."

Mereka membukanya bersama-sama.

Lembar pertama berisi daftar tamu.

Lembar kedua berisi daftar karyawan.

Namun saat sampai di halaman berikutnya...

Semua membeku.

Halaman itu telah disobek dengan rapi.

Begitu juga halaman setelahnya.

Dan setelahnya lagi.

Seolah seseorang sengaja menghilangkan bagian terpenting.

"Hilang..." gumam Dimas.

"Tapi kenapa?"

Saat Keanu hendak menutup map itu, sebuah amplop tua terjatuh dari sela-selanya.

Di bagian depan amplop hanya tertulis satu kalimat.

"Jangan biarkan mereka menemukan lantai 13."

Belum sempat ada yang membuka amplop itu...

Brak!

Pintu ruang arsip menutup sendiri dengan keras.

Lampu padam.

Ruangan langsung gelap gulita.

Dari balik rak paling ujung...

Terdengar suara napas seseorang.

Pelan.

Berat.

Seolah ada seseorang yang sejak tadi berdiri di sana...Mengawasi mereka

Ruangan arsip berubah sunyi.

Tak ada satu pun dari mereka yang berani bergerak.

Hanya suara napas berat dari balik rak paling ujung yang terdengar semakin jelas.

"Hhh..."

"Hhh..."

Naya mencengkeram lengan Alea begitu erat hingga kukunya hampir menembus kulit.

"A-Alea... ada orang..."

Keanu mengeluarkan senter kecil dari ponselnya. Cahaya putih itu menyapu perlahan ke seluruh ruangan.

Rak pertama.

Kosong.

Rak kedua.

Kosong.

Rak ketiga.

Masih kosong.

Namun ketika cahaya senter mengarah ke rak terakhir...

Semua membeku.

Di balik rak itu berdiri seorang pria tua mengenakan seragam petugas hotel.

Wajahnya pucat.

Matanya cekung.

Kulit di sisi kirinya menghitam seperti bekas terbakar.

Ia berdiri diam tanpa berkedip.

"Si-siapa Bapak?" tanya Dimas dengan suara bergetar.

Pria itu tidak menjawab.

Ia hanya mengangkat tangan kanannya yang kurus, lalu menunjuk ke arah amplop yang masih dipegang Keanu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!