NovelToon NovelToon
Suamiku (Bukan) Orang Gila

Suamiku (Bukan) Orang Gila

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta setelah menikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Fradella Gauta terpaksa menikah dengan Dayaksa Herlos, Tuan Muda keluarga Herlos yang dikenal sebagai orang gila setelah kematian ayah dan ibunya akibat kecelakaan. Ratu Mayesa, kakak tirinya yang merupakan tunangan Dayaksa (Aksa) merebut tunangannya Fradella, Adryan Juardi karena tidak mau berakhir menjadi mayat. Tak banyak yang tahu Fradella (Della) dirawat di rumah sakit jiwa selama lima tahun setelah ayahnya menikahi ibu Ratu. Kini Della harus tinggal dan bertahan di "Rumah Sakit Jiwa" yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

FOUR

​Cahaya lampu kristal di kediaman Gauta malam itu berpendar begitu cerah, kontras dengan suasana kelam yang mereka tinggalkan di rumah keluarga Herlos. Denting gelas sampanye bersahutan dengan tawa kemenangan Yuhana dan Ratu. Mereka mengadakan pesta kecil, sebuah perayaan pribadi untuk merayakan "kematian" sosial Fradella.

​"Kau tahu, Sayang," Ratu menyesap minumannya sambil menyandarkan kepala di bahu Adryan. "Aku sudah memesan peti mati kayu jati terbaik untuk Della. Aku yakin, besok pagi kita akan mendapat kabar bahwa dia sudah menjadi mayat di tangan Aksa Herlos."

​Tantowi Gauta hanya terdiam, namun ia tidak membantah. Baginya, Della hanyalah aset yang sudah habis masa pakainya.

​"Bukankah itu terlalu baik, Ratu?" sahut Yuhana dengan seringai licik. "Melihat betapa ganasnya Aksa saat kambuh, mungkin tubuh Della tidak akan utuh lagi untuk dimasukkan ke dalam peti mati. Dia pasti disiksa, dicambuk, atau mungkin dikurung di kandang anjing seperti pelayan-pelayan sebelumnya."

​Mereka tertawa, membayangkan penderitaan Della sebagai hiburan malam yang sempurna. Di mata mereka, Della adalah tumbal yang sudah seharusnya binasa.

​Sementara itu, di aula megah kediaman Herlos, upacara pengucapan janji suci baru saja berakhir. Atmosfer di sana begitu tegang hingga suara napas pun terasa berat. Tuan Jerry Herlos berdiri di barisan depan dengan tangan yang menggenggam erat tongkatnya. Jantungnya berdegup kencang, takut jika detik ini juga cucunya akan mengamuk dan menghancurkan segalanya.

​Zacky Wijaya, sang sekretaris, berdiri tidak jauh dari altar dengan telapak tangan yang berkeringat. Ia tahu betul bahwa Aksa memiliki fobia terhadap kontak fisik, terutama di depan orang banyak.

​"Sekarang, waktunya mempelai pria mencium mempelai wanita," ucap sang pendeta dengan suara yang bergetar, seolah ia pun takut akan diterkam oleh Aksa.

​Aksa berdiri kaku. Matanya menatap lurus ke depan dengan kekosongan yang mematikan. Rahangnya mengeras. Para tamu undangan menahan napas, menunggu ledakan amarah yang biasanya mengikuti momen-momen seperti ini.

​Namun, di bawah gaun pengantinnya yang lebar, tangan Della bergerak lincah. Ia mencubit pantat Aksa dengan sangat keras hingga pria itu tersentak.

​"Cium aku sekarang, atau aku akan mengikatmu di ranjang malam ini dan memberikan sengatan listrik di seluruh tubuhmu sampai kau pingsan," bisik Della dengan nada yang sangat manis, namun mengandung ancaman yang membuat bulu kuduk Aksa berdiri.

​Aksa menoleh, menatap Della dengan tatapan tak percaya. Gadis ini benar-benar tidak memiliki rasa takut. Ancaman setruman tadi pagi masih terasa segar di sarafnya. Aksa merinding. Alih-alih mengamuk, ia justru merasakan dorongan aneh, sebuah tantangan yang belum pernah ia hadapi.

​Dengan gerakan yang mengejutkan semua orang, Aksa memutar tubuh Della dengan kasar namun protektif hingga mereka saling bertatapan. Aksa menunduk, mencium kening Della dengan lembut, lalu turun ke bibirnya. Mereka berciuman di depan ratusan pasang mata. Bukan ciuman singkat yang formal, melainkan ciuman yang dalam dan penuh klaim.

​Aula yang tadinya sunyi mendadak meledak oleh tepuk tangan. Tuan Jerry Herlos terpana, air mata mengalir di pipinya yang keriput. "Dia melakukannya... Aksa melakukannya..." bisiknya terharu.

​Zacky hanya bisa berkedip-kedip. Tuan Muda mencium wanita? Tanpa menghajar wajahnya? Ini keajaiban atau kiamat sudah dekat?

​Setelah upacara selesai, acara dilanjutkan dengan jamuan makan. Della tidak mempedulikan tatapan heran para tamu. Ia menarik Aksa menuju meja prasmanan. Dengan gerakan yang jauh dari kata anggun, Della mulai mengambil berbagai macam kue, daging panggang, dan makanan mewah lainnya.

"Oh... Ini namanya surga! Ini enak sekali," ucap Della sambil mencicipi makanan yang dia ambil

​"Kau makan seperti orang yang tidak pernah melihat makanan selama sepuluh tahun," cibir Aksa, meski ia tetap berdiri di sampingnya, menjaga jarak dari tamu lain.

​Della mengunyah sepotong wagyu beef dengan nikmat. "Lima tahun, Aksa. Lima tahun aku hanya makan bubur hambar atau nasi basi di RSJ. Jika kau berada di posisiku, kau mungkin akan memakan piringnya juga."

​Aksa terdiam. Melihat cara Della makan yang begitu lahap, entah mengapa perutnya yang biasanya mual karena stres justru terasa kenyang hanya dengan melihatnya. Ada sesuatu yang sangat jujur pada diri gadis gila ini yang mulai ia sukai.

​Namun, ketenangan itu hancur saat seorang pria paruh baya dengan setelan jas abu-abu mahal melangkah mendekat. Wajahnya penuh dengan senyum yang dipaksakan, namun matanya memancarkan kebencian yang mendalam.

​"Selamat, Keponakanku yang malang," suara pria itu berat dan penuh sindiran. Fabio Herlos, paman Aksa yang selalu mengincar takhta keluarga. "Aku tidak menyangka orang tidak waras sepertimu ternyata laku juga di pasaran. Gadis mana yang cukup putus asa untuk menikahi monster sepertimu?"

​Aksa membeku. Garpu di tangannya bergetar. Bayangan kecelakaan orang tuanya dan segala hinaan Fabio selama bertahun-tahun mulai berputar di otaknya seperti badai.

​Fabio tertawa kecil, melangkah lebih dekat ke arah Aksa. "Nikmatilah malam pengantinmu yang penuh gairah ini, Aksa. Karena tak lama lagi, kau pasti akan menyusul kedua orang tuamu menuju neraka. Kau hanya sampah yang beruntung masih bernapas."

​Darah di wajah Aksa menghilang, digantikan oleh kemerahan amarah yang meledak. Napasnya mulai memburu, matanya berkilat gila. Ia mengangkat tangannya, siap menghantam wajah Fabio dengan kekuatan penuh.

​"MATI KAU, BRENGSEK!" raung Aksa.

​Tapi sebelum tinju Aksa mendarat, sebuah tangan kecil namun kuat menahan lengannya. Della berdiri di sana, menatap Aksa dengan tenang.

​"Lepaskan aku, Della! Dia harus mati!" bentak Aksa, mulai kehilangan kendali. Ia bahkan nyaris memaki Della.

​Della tidak bicara. Dengan gerakan cepat, ia mengambil kain putih bersih dari atas meja, sebuah taplak meja kecil yang sangat mahal. Ia menarik tangan Aksa, lalu melilitkan kain itu berkali-kali pada kepalan tangan Aksa hingga membentuk seperti sebuah sarung tinju yang tebal.

​"Apa yang kau lakukan?!" tanya Fabio dengan dahi berkerut, bingung melihat tingkah Della.

​Della mengikat simpul terakhir dengan kuat, lalu menepuk punggung tangan Aksa. "Ini agar kulitmu tidak bersentuhan dengan hal-hal yang menjijikkan, Sayang. Aku tidak ingin tangan suamiku yang tampan tertular penyakit busuk atau bakteri menjijikkan dari wajah pria tua ini. Kulitmu terlalu berharga untuk menyentuh sampah."

​Aksa mendadak diam. Amarahnya yang tadinya seperti api yang menyambar bensin, tiba-tiba padam oleh siraman air dingin yang di luar logika. Ia menatap tangannya yang terbungkus kain putih, lalu menatap Della.

​Aku memang sedikit gila, batin Aksa, tapi istriku ini benar-benar tidak punya otak.

​Fabio yang merasa terhina oleh ucapan Della, wajahnya memerah padam. "Kau... gadis lancang! Kau tahu siapa aku?!"

​"Aku tahu," jawab Della dengan nada polos yang menyebalkan. "Kau adalah paman yang sangat perhatian, saking perhatiannya kau sampai mendoakan keponakanmu mati di hari pernikahannya. Bukankah itu sangat menyentuh?"

​Fabio semakin emosi. Ia mendekati Aksa lagi, memprovokasi. "Ayo, Aksa! Hajar aku! Tunjukkan pada semua orang di sini bahwa kau memang gila! Biar mereka semua tahu bahwa Tuan Muda Herlos seharusnya dikurung di RSJ selamanya, bukan berada di sini!"

​Aksa menatap Della seolah meminta izin. Della hanya mengangguk kecil sambil tersenyum manis. "Hajar saja, Aksa. Ingat, tangannya sudah dilindungi kain. Kau aman."

​Bugh!

​Satu pukulan telak mendarat di rahang Fabio. Disusul pukulan kedua, ketiga, dan keempat. Suasana pesta yang mewah berubah menjadi ricuh. Tamu-tamu berteriak ketakutan, para wanita menjerit, sementara Fabio jatuh tersungkur di lantai dengan darah yang mulai mengucur dari hidungnya.

​"Ayo, Aksa! Pukul lebih keras! Targetkan hidungnya!" Della justru bersorak di samping, seperti sedang menonton pertandingan tinju di barisan depan. "Semangat, Suamiku!"

​Zacky Wijaya yang melihat itu dari kejauhan merasa kepalanya ingin pecah. Ia ingin melerai, tapi ia terlalu takut terkena pukulan Aksa yang membabi buta.

​"BERHENTI!" sebuah teriakan menggelegar memecah keributan.

​Tuan Jerry Herlos muncul dengan wajah merah padam karena marah. Ia memukul lantainya dengan tongkat. "DAYAKSA! APA YANG KAU LAKUKAN?!"

​Aksa berhenti. Ia berdiri di atas Fabio yang sudah babak belur. Fabio, meski kesakitan, menyeringai puas ke arah Jerry. "Lihat, Paman Jerry... lihat cucumu... dia binatang! Dia harus dikurung!"

​Jerry menatap Aksa dengan tatapan kecewa yang mendalam. "Kau bertindak brutal di depan tamu undangan, Aksa. Aku tidak punya pilihan lain. Aku akan mengurungmu di paviliun selama satu bulan tanpa akses ke mana pun!"

​Aksa hanya diam, pasrah akan hukuman itu. Namun, sebelum Jerry sempat memanggil keamanan, sebuah suara tangisan yang memilukan memecah suasana.

​"HUWAAAAAA! KAKEK JAHAT!"

​Della tiba-tiba jatuh terduduk di lantai, merengek dan menangis dengan air mata yang mengalir deras, begitu cepat hingga membuat orang bertanya-tanya apakah dia punya tombol air mata di matanya.

​"Della? Apa yang terjadi?" Jerry bingung.

​"Kakek... Paman Fabio itu sangat jahat!" Della terisak, menunjuk Fabio dengan tangan gemetar. "Dia datang dan menghina Aksa... dia bilang Aksa orang gila... dia bilang Aksa akan segera mati menyusul orang tuanya ke neraka!"

​Jerry tertegun. Wajahnya langsung mengeras menatap Fabio. "Apa itu benar, Fabio?"

​"Dia juga menghinaku, Kek!" lanjut Della semakin dramatis, ia memeluk kaki Jerry. "Dia bilang aku wanita gila yang hanya mengincar harta. Aksa tidak bersalah, Kek! Aksa hanya membelaku! Dia tidak ingin aku dihina!"

​Della kemudian mengangkat tangan Aksa yang masih terbungkus kain putih. "Lihat, Kek! Aksa sangat baik. Dia bahkan tidak ingin melukai tangannya sendiri saat memukul paman jahat itu. Dia melilitkan kain ini agar tetap sopan! Aksa hanya melindungi kehormatan keluarga Herlos!"

​Fabio yang tergeletak di lantai hanya bisa melongo. "Kau... kau bohong! Kau yang melilitkannya, kau yang menyuruhnya memukul!"

​"Kakek percaya pada orang yang menghina kematian orang tua Aksa, atau percaya padaku yang sangat mencintai Aksa?" Della menatap Jerry dengan mata bulat yang penuh air mata dan kepolosan palsu.

​Zacky Wijaya yang berdiri di belakang Jerry hanya bisa berkedip-kedip tanpa henti. Ia menatap Della, lalu menatap Aksa. Ia tak menyangka Della seperti ular, kepribadiannya bisa berubah-ubah dalam hitungan detik. Dari seorang pawang monster menjadi wanita yang lemah lembut dan teraniaya.

​Aksa sendiri hanya memasukkan tangannya yang tidak terbungkus kain ke dalam saku celana. Ia mengangkat bahunya ke arah Zacky dengan ekspresi datar yang seolah berkata, Jangan tanya aku, istriku memang lebih gila dari kalian semua.

​Jerry menghela napas panjang. Ia menatap Fabio dengan jijik. "Keamanan! Seret Fabio keluar dari sini. Dan jangan biarkan dia menginjakkan kaki di kediaman Herlos lagi. Jika aku mendengar kau menghina orang tua Aksa lagi, aku sendiri yang akan memutus jalur warisanmu!"

​Fabio diseret keluar seperti sampah, sementara Della perlahan berhenti menangis dan berdiri dengan anggun, mengusap air matanya dengan tisu seolah tidak terjadi apa-apa.

​"Aksa," panggil Jerry dengan suara lebih lembut. "Bawa istrimu ke kamar. Kalian butuh istirahat."

​Aksa mengangguk. Ia meraih tangan Della, yang masih terasa hangat dan menuntunnya pergi. Di sepanjang koridor menuju kamar mereka, Aksa akhirnya bicara.

​"Kau benar-benar licik, Della."

​Della terkekeh, menyandarkan kepalanya di lengan Aksa. "Bukan licik, tapi cerdas, Tuan Muda. Aku sudah bilang, Aksa. Jangan pernah menghina sesama orang gila. Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan untuk bertahan hidup. Dan mulai sekarang, kita adalah tim yang paling mengerikan di rumah ini."

​Aksa tidak menjawab, tapi ia tidak melepaskan tangan Della. Untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa kegilaan mungkin bukan kutukan, jika ia membaginya dengan orang yang tepat.

1
umi
tahan aksa jgn terpancing esmosi mu yaa mereka tau titik kelemahan mu tu .. ingt della pasti kamu tenang tu
umi
kalah jauh kamu adryan jgn main2 lah sma keluarga besar aksa ya . bgi della kamu sdh yg terbaik aksa
umi
gila ya kamu adryan ,blom kena ya dia ni buku lima nya aksa lgi ni maka berkata bgitu pla ..
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
pasti ada sesuatu dengan obat Aska 👀
Kau harus kuatt Aska jgn sampai terpengaruh
SENJA
aduh jangan kambuh sekarang 😳🥺
SENJA
ciiih ngeselin lu sampah 🤢🤮
SENJA
mantabs
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
waduh jangan sampai Aksa gak fokus lagi karena hasil presentasi kedua belah pihak akan ditentukan saat ini antara presentasi Aksa dan Emily tolong jangan kambuh Sa
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Zacky memang tangan kanan yg bisa dipercaya & diandalkan
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😭😭 di hati Della, Aksa menang Voting
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
😒 monyeet satu ini benar2 tidak tahu malu, dr awal memang sdh tidak waras si Ardyan 😏
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
iya Zacky benar bisa jadi Aksa sedang banyak pikiran jadinya ke mode silent
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
malu gak tuh luuu Adryan Juardi gak mungkin Della mau sama kau lagi huuuu bersama Aksa dia diratukan disayangi sedemikian rupa jadi ga butuh pria munafik kek luuu😏🤨
El Zèphyr
Aksa emang gila, tapi dia punya sisi pintar yang gak orang lain ounya
El Zèphyr
Oh astagaa manusia satu ini bucin sekaliehh
El Zèphyr
Aksa Masi bisa mikir kok kalo hal beginian
El Zèphyr
Tatapan yang mengerikan itu muncul guys
El Zèphyr
Aksaa kau jadi bucin + nurut gitu si sama Della.
Lucu deh kalian berdua
El Zèphyr
noh kan noh kannn liattt
El Zèphyr
ihhh bucin aku mau jugak 😽
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!