Di Kota Chang’an zaman modern, hiduplah seorang pemuda bernama Mu Chen. Ia berusia 22 tahun, bertubuh tegap dan gagah, tapi dikenal sebagai kutu buku yang haus akan pengetahuan sejarah dan filsafat Tiongkok kuno. Suatu sore di pasar loak, ia menemukan sebuah batu giok berwarna hijau pucat yang diukir pola Yin-Yang. Tanpa sadar, ia membawanya pulang. sebuah perjalanan yang merubah hidupnya dari jaman modern ke jaman kuno hidupnya para dewa Dewi dan iblis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon premier MT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Bisnis Pil dan Keajaiban Awet Muda
Berita tentang Pil Kecantikan dan Pil Stamina buatan Mu Chen menyebar seperti api kering. Tidak hanya di dalam Sekte Angin Hijau, kabarnya sampai ke kota-kota besar, bahkan ke kerajaan tetangga. Setiap hari, orang-orang datang berbondong-bondong memesan — mulai dari murid biasa, pedagang, sampai bangsawan.
Suatu sore, Mu Chen duduk di depan meja yang dipenuhi botol-botol kosong. Ia menggaruk kepalanya sambil menghitung pesanan:"Wah, sudah ada lebih dari seratus pesanan hari ini saja. Kalau begini terus, saya bisa dapat banyak batu emas ya?"
Bai Hao yang duduk di sampingnya tertawa: "Kenapa? Kau ingin menjadi kaya raya?"
Mu Chen mengangguk antusias: "Tentu saja! Kalau punya banyak batu emas, saya bisa membeli lahan kebun yang luas, membeli benih langka, dan belanja bahan makanan segar setiap hari. Hidup akan lebih nyaman kan?"
Ia lalu berpikir lebih dalam: "Kalau mau dijual, harus dibuat yang lebih bagus lagi supaya orang puas dan mau beli lagi. Bukankah saya bisa menambahkan sedikit lebih banyak energi murni? Tidak berlebihan, tapi cukup untuk membuat khasiatnya bertambah."
Mu Chen pun memutuskan membuat versi yang lebih sempurna. Ia mengumpulkan bahan-bahan terbaik:✅ Bunga Embun Abadi — yang hanya mekar seratus tahun sekali✅ Buah Esensi Kehidupan — yang mampu memulihkan sel tubuh✅ Daun Cahaya Bintang — yang menyimpan sifat awet muda✅ Ditambah esensi gabungan dari kedua dantiannya — yang membuat khasiatnya meningkat berkali-kali lipat
Ia bekerja seperti biasa, tapi kali ini lebih teliti. Api Hangatnya menyala perlahan, memanaskan dan menyaring setiap bagian dengan sempurna. Saat proses selesai, ruangan dipenuhi aroma yang begitu harum dan menenangkan, membuat siapa saja yang menciumnya merasa segar seketika.
Di dalam tungku terdapat dua jenis pil baru:🔹 Pil Cahaya Abadi: Versi lebih tinggi dari pil kecantikan — khusus untuk menjaga keremajaan dan kesehatan kulit🔹 Pil Nada Kehidupan: Versi penyempurnaan pil stamina — menyeimbangkan energi, memperkuat tubuh, dan memperlambat proses penuaan
Mu Chen memasukkannya ke dalam botol kristal kecil: "Nah, ini pasti lebih bagus. Rasanya juga sedikit manis dan segar, tidak pahit sama sekali."
Beberapa hari kemudian, datanglah seorang wanita tua yang diantar oleh pengawalnya. Ia adalah Nyonya Lan — istri dari penasihat kerajaan, yang usianya sudah hampir seratus tahun. Wajahnya penuh keriput, tubuhnya bungkuk, dan gerakannya sangat lambat.
"Kata orang, pil buatanmu bisa membantu meremajakan tubuh. Apakah benar?" tanyanya dengan suara lemah.
Mu Chen tersenyum sopan: "Saya tidak berjanji keajaiban, tapi ini dibuat dari bahan terbaik. Coba diminum satu butir dulu, lihat hasilnya besok."
Ia memberikan satu butir Pil Cahaya Abadi. Wanita tua itu meminumnya dengan hati-hati, lalu beristirahat sejenak sebelum pulang.
Keesokan harinya...
Semua orang di sekte terkejut mendengar suara teriakan kegembiraan dari gerbang utama. Saat melihat ke arah sana, mereka tertegun tak percaya:Di sana berdiri seorang wanita cantik berusia sekitar dua puluh lima tahun, dengan kulit halus bersinar, rambut hitam berkilau, dan tubuh tegap — persis seperti putri muda. Namun, suaranya dan wajahnya masih memiliki kemiripan yang jelas dengan Nyonya Lan yang datang sehari sebelumnya!
"Ini... ini sungguh luar biasa! Keriputku hilang, tulangku kuat kembali, tubuhku terasa ringan dan berenergi seperti puluhan tahun yang lalu!" serunya sambil menatap tangannya sendiri.
Semua orang yang melihatnya terdiam. Perubahan yang terjadi hampir dalam semalam ini melebihi harapan siapa pun — bahkan pil awet muda terbaik dari sekte besar lain hanya mampu memperlambat penuaan, bukan memulihkan keremajaan kembali seperti ini!
Setelah peristiwa itu, permintaan pil meledak tak terkira. Banyak orang kaya, bangsawan, bahkan tokoh sekte dari wilayah jauh datang membawa tumpukan batu emas dan harta berharga. Mereka rela membayar mahal demi mendapatkan satu butir pil saja.
Namun, Mu Chen segera menyadari masalahnya: "Kalau saya membuat terus setiap hari, tidak ada habisnya. Lagipula bahan langka semakin sulit dicari. Kalau dibuat terlalu banyak, kualitasnya pasti menurun."
Para tetua juga mulai khawatir. Tetua Agung Mo Feng berkata:"Mu Chen, kualitas pilmu terlalu tinggi. Kalau disebarkan secara sembarangan, bisa menimbulkan perselisihan dan bahkan kejahatan — banyak orang yang rela berbuat apa saja demi mendapatkan hal yang bisa membuat awet muda dan kuat selamanya."
Mu Chen mengangguk setuju: "Betul juga. Kalau semuanya bisa dapat dengan mudah, nanti tidak ada nilainya lagi. Saya juga tidak mau membuatnya terus-menerus sampai tidak ada waktu berkebun dan memasak."
Setelah berdiskusi panjang, diputuskan:✅ Jumlah dibatasi: Setiap bulan hanya akan dibuat 20 butir Pil Cahaya Abadi dan 10 butir Pil Nada Kehidupan — tidak lebih dari itu, untuk menjaga kualitas dan kelangkaan bahan✅ Tidak dijual bebas: Pil tidak akan dijual di pasar biasa, melainkan dilelang di Paviliun Lelang Khusus yang berada di kota pusat kerajaan✅ Sebagian hasilnya disumbangkan: Sebagian besar pendapatan akan digunakan untuk membantu orang miskin dan memelihara perpustakaan serta kebun obat sekte — sisanya baru menjadi hak Mu Chen
Mu Chen senang dengan keputusan ini: "Bagus juga! Jadi saya tidak perlu membuat setiap hari. Cukup sebulan sekali, dapat batu emas banyak, dan masih ada waktu luang untuk hal lain."
Berita bahwa pil ajaib buatan Mu Chen akan dilelang segera tersebar ke seluruh penjuru benua. Banyak orang mulai bersiap-siap, membawa harta terbaik mereka, dan berharap bisa mendapatkan satu butir saja.
Di ruang kerja para tetua, Tetua Qingyun tersenyum melihat daftar peserta yang sudah terdaftar:"Sudah ada lebih dari seratus orang terkemuka yang mendaftar. Bahkan raja dari kerajaan tetangga juga mengirim utusannya untuk berpartisipasi. Nilai lelangnya pasti akan sangat tinggi."
Mu Chen yang sedang sibuk menanam benih di kebunnya hanya tersenyum santai. Di dalam hatinya ia berpikir:"Lelang atau dijual langsung, sama saja. Yang penting saya dapat batu emas yang cukup untuk membeli kebun yang luas dan bahan makanan enak setiap hari. Kalau ada sisa, bisa juga dibagikan ke teman-teman."
Di dalam benaknya, Kitab Jalan Bintang berkomentar:
"Ini jalan yang baik. Menjaga kualitas, mencegah perselisihan, dan tetap bermanfaat bagi banyak orang. Lagipula, kau tidak akan pernah kekurangan permintaan — selama fondasimu sempurna dan energimu murni, pil buatanmu akan selalu berbeda dari yang lain."
Mu Chen hanya mengangkat bahu: "Tidak masalah. Lelang atau tidak, saya tetap akan membuatnya dengan cara saya sendiri — seperti memasak, sederhana tapi hasilnya bagus. Oh ya, besok saya harus memastikan pil-pilnya dimasukkan ke dalam botol yang rapi, jangan sampai tumpah!"