NovelToon NovelToon
Amazing Doctor In The City

Amazing Doctor In The City

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:740
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Lin Xiu returned to civilization confident and proud after training with a master who cannot be named on a celestial island cut off from the real world. In his quest to uphold justice, he courageously picks fights with elites in the community wreaking havoc among the rich and the powerful. Be it ghosts, spirits, or seniors of the daoist association, he is fearless. Will the little girl Xiao Tong stay a little girl as she accompanies him on his journey to track down the rest of his friends from the orphanage they once shared?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 AWAL perburuan

Matahari mulai tenggelam di ufuk barat Kota Jiangnan, menyisakan semburat warna merah darah di langit yang mendung. Di sebuah taksi yang melaju membelah jalanan kota, Xiao Tong duduk dengan tegang. Matanya sesekali melirik ke luar jendela, lalu beralih ke tangan Lin Xiu yang sejak tadi menggenggam jemarinya yang kasar.

"Kak Lin Xiu... kita mau ke mana?" tanya Xiao Tong lirih. Suaranya masih menyiratkan ketakutan. "Keluarga Wang punya mata-mata di mana-mana. Jika mereka tahu kita kabur, mereka pasti akan mengerahkan seluruh pengawal mereka."

Lin Xiu menepuk punggung tangan adik angkatnya itu dengan lembut. Senyumnya begitu menenangkan. "Jangan khawatir, Xiao Tong. Jangankan pengawal Keluarga Wang, bahkan jika seluruh tentara kota ini datang, mereka tidak akan bisa menyentuh seujung rambutmu selama ada Kakak di sini. Sekarang, kita ke tempat tinggal baru kita."

Taksi itu akhirnya berhenti di sebuah kawasan elite yang dikenal sebagai *Dragon’s Crest Villa*—kompleks perumahan paling mewah dan eksklusif di seluruh Jiangnan, tempat yang hanya bisa ditinggali oleh para miliarder tingkat atas atau petinggi militer.

Xiao Tong terbelalak saat taksi mereka melewati gerbang keamanan yang dijaga ketat. "Kak... tempat ini..."

"Guru memberikan ini padaku sebelum aku turun gunung," kata Lin Xiu santai sembari mengeluarkan sebuah kunci perak dengan ukiran naga dari sakunya.

Ternyata, master misterius Lin Xiu di Pulau Surgawi tidak hanya mewariskan ilmu medis dan bela diri, tetapi juga aset-aset tak ternilai di dunia sekuler. Vila Nomor 1, yang terletak di puncak bukit dengan pemandangan langsung ke seluruh Kota Jiangnan, kini menjadi milik Lin Xiu.

Saat melangkah masuk ke dalam vila yang sangat megah dan bernuansa modern-minimalis itu, Xiao Tong berjalan dengan sangat hati-hati, takut mengotori lantai marmer yang berkilau.

"Duduklah, Xiao Tong. Ini rumahmu sekarang," ujar Lin Xiu sembari membimbing Xiao Tong ke sofa beludru yang empuk.

Lin Xiu kemudian membuka tas kainnya, mengambil sebuah botol giok kecil berisi cairan hijau bening. "Sebelum kita bicara, Kakak harus mengobati lukamu dulu. Buka bagian belakang bajumu sedikit, Xiao Tong."

Meskipun sempat ragu, Xiao Tong perlahan membalikkan tubuh dan menurunkan kerah baju pelayannya. Saat kain itu tersingkap, rahang Lin Xiu kembali mengencang. Di punggung mulus gadis remaja itu, terdapat tiga bekas luka cambukan panjang yang sudah mengering namun meninggalkan bekas kehitaman akibat infeksi energi kotor.

Lin Xiu menuangkan cairan dari botol giok ke telapak tangannya. Itu adalah *Embun Penyembuh Surgawi*, obat rahasia yang dibuat dari ekstrak tumbuhan spiritual Pulau Surgawi. Begitu telapak tangan Lin Xiu menyentuh punggung Xiao Tong, rasa hangat yang menyejukkan langsung menyebar.

"Ah..." Xiao Tong mendesah pelan. Rasa perih dan gatal yang menyiksanya selama berbulan-bulan lenyap seketika. Kulitnya yang rusak perlahan-lahan beregenerasi, kembali mulus seperti sediakala hanya dalam hitungan menit.

Setelah selesai, Xiao Tong berbalik dengan mata berbinar-binar. "Kak! Ini ajaib! Sama sekali tidak sakit lagi!"

Lin Xiu tersenyum, lalu ekspresinya berubah menjadi sangat serius. "Sekarang, katakan pada Kakak yang sebenarnya. Apa yang terjadi pada panti asuhan kita? Dan di mana teman-teman kita yang lain? Di mana Da Xiao, Er Gou, dan Mei Mei?"

Mendengar nama-nama itu, binar di mata Xiao Tong langsung meredup, digantikan oleh kesedihan yang mendalam.

"Tiga tahun lalu, sekelompok orang berjas hitam datang membawa buldoser," cerita Xiao Tong dengan suara bergetar. "Mereka bilang tanah panti asuhan sudah dibeli oleh konsorsium elite Jiangnan untuk dijadikan kawasan hiburan malam. Ibu panti mencoba bertahan, tapi... tapi malam itu juga, panti asuhan dibakar secara misterius. Ibu panti meninggal di dalam kobaran api..."

*BUM!*

Aura tak kasat mata meledak dari tubuh Lin Xiu, membuat vas bunga kaca di sudut ruangan langsung hancur berkeping-keping. Napas Lin Xiu memburu, amarahnya sudah mencapai ubun-ubun. "Lalu, bagaimana dengan yang lain?!"

"Kami yang selamat ditangkap dan dipisahkan," lanjut Xiao Tong sambil terisak. "Aku dijadikan pelayan di Keluarga Wang untuk membayar 'utang budi' biaya pemakaman Ibu panti yang sengaja mereka buat-buat. Da Xiao dibawa oleh seseorang dari *Asosiasi Daoist Jiangnan* karena katanya dia memiliki 'bakat spiritual khusus'. Sementara Er Gou dan Mei Mei... aku mendengar desas-desus kalau mereka dijual ke pelelangan bawah tanah sebagai budak bagi para pejabat kaya."

Mendengar fakta bahwa adik-adiknya diperlakukan seperti komoditas dan disiksa, Lin Xiu mengepalkan tangannya begitu erat hingga sendi-sendinya memutih.

"Asosiasi Daoist... Pelelangan bawah tanah... Keluarga Wang..." Lin Xiu menggumamkan nama-nama itu satu per satu dengan nada sedingin es dari neraka. "Mereka semua telah menandatangani surat kematian mereka sendiri."

Lin Xiu berdiri, berjalan menuju jendela besar vila yang menghadap ke gemerlap lampu Kota Jiangnan. Di matanya, kota yang indah ini tak lebih dari sebuah sarang monster yang dipenuhi manusia-manusia serakah berkedok elite.

"Xiao Tong, istirahatlah di sini. Malam ini, Kakak akan mulai membersihkan serangga-serangga itu," ucap Lin Xiu tanpa menoleh.

"Kak, kau mau ke mana? Ini sudah malam, di luar sangat berbahaya!" seru Xiao Tong cemas.

Lin Xiu menoleh sedikit, menyunggingkan senyum arogan yang penuh percaya diri. "Bagi mereka, akulah bahaya yang sesungguhnya. Aku akan pergi ke kediaman Keluarga Wang. Utang darah... harus dibayar dengan darah."

1
Abady Ehm
kurang mantap, kenapa gak diambil hartanya ya? apa karena karena lupa? atau bodoh othornya?...
EAGLE EZ: hallo bree bisa katakan pada saya bagian mana yang kurang mantap untuk di baca agar sebagai media evaluasi diri saya dalam membuat novel bree🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!