NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:23
Nilai: 5
Nama Author: NitaLa

Mungkin kebanyakan orang bilang menjadi orang kaya adalah hal paling gampang dilakukan. Tapi tidak jika dikaitkan dengan Some, ditengah terkaan dia malah diberi harapan panjang untuk menikah. Hal itulah menjadi awal - awal Some mengenal cowok - cowok yang lahir dengan keluarga sama darinya. Hanya cowok itu yang menerima seornag wanita mempunyai penyakit, namanya Dinner. Dari Dinner, Some dapat menerima segala sesuatu yang menimpanya. Meski bukan hal mudah ketika harus operasi beberapa kali, tapi Dinner menemaninya seperti seorang pacar. Pacaran bahakn menjalani hubungan dengan Dinner, seperti dijodohkan ini, menjadi pertanyaan besar apakah Dinner akan sanggup ?

•untuk kisahnya sudah tamat dari tahun lalu. dan masih bisa dinikmati dengan dukungan like, dan komentar kecil kalau ada kesalahan. thanf for one.

•karya original dari Nita Juwita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NitaLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Between 04

...*💘*...

Pagi akhirnya datang juga, setelah semalaman Some didera muntah - muntah karena rasa keju busuk dan kepiting mentah benar membuatnya mabuk kepayang. Tapi tenang saja tadi shubuh Some sudah memakan banyak sekali, makanan manis seperti martabak manis juga teh manis yang gulanya ditambahkan beberapa sendok. Sehingga pagi ini Some nampak turun dari lantai dua ke lantai satu dengan begitu semangat.

Some itu tipikal cewek yang rajin, di pukul 06.15 wib saja dirinya sudah lengkap menggunakan seragam SMA putih abu - abu dengan tas yang dirangkul di bahunya. Tasnya berwarna biru muda karena gadis itu emang pecinta warna berseri, kayak pink dan biru. Ia punya rambut yang bergelombang warna hitam pekat, rambutnya itu dipotong rapi dengan mode terbaru sepanjang pinggang. Jadi perawatannya cukup memakan biaya, tapi itu bukan masalah bagi Some. Ia pasti punya banyak uang untuk memanjakan rambut panjangnya itu.

Untuk Some yang juga bagian dari OSIS perlengkapan sekolah dari bet sampai Ikat pinggang dan dasi itu harus di pakai setiap hati. Bahkan bet yang biasanya hanya dipakai nama, bendera, lambang SMA, nama sekolah, juga kelas, semuanya ada di seberang Some. Ia juga punya lambang OSIS, dan PMR karena gadis itu cukup aktif di bidang ekstrakulier itu. Meskipun dirinya suka bolos sekolah tapi dia juga suka menghabiskan dirinya di sekolah. Sekolah itu hidupnya begitu kata anak PMR yang ada di sekolahnya. Di PMR itu juga tempat dua sahabatnya ikut, dia adalah Dina dan Reslin.

Saat ini Some sedang melihat keadaan rumahnya yang sepi, tapi ia tahu kalau mama dan papanya sedang ada di rumah tidak dinas di luar kota. Menjadi anak dari pengusaha membuatnya terkadang sarapan tanpa mama dan papa, hanya Ranu yang juga kadang menemani Some. Jadi Some akan sarapan dengan mbak yang memasak makanan tersebut. Dan curhat dari mbak itu membuat Some hanya tertawa, hidup menjadi sosok yang ramah membuat Some juga disukai pembantu - pembantu di rumahnya. Mereka tidak segan - segan bercerita banyak pada nonanya itu.

"Ihs mereka pada kemana sih?" ujar Some setengah risih sambil melihat jam melingkar di pergelangan tangannya yang langsing. Bagaikan sebuah patung tubuh Some memang kurus tapi berisi, dia punya tinggi yang hanya serata - rata teman sebayanya. Tidak tinggi juga tidak pendek.

"Emmm lagi di ruang makan kali ya," ucap Some sambil menerka - nerka. Kadang Some memang bersikap manja apalagi ketika ada mama dan papanya, karena dua orang itu emang terkesan cuek sama anaknya sendiri.

Seseorang yang lewat di depan Some ini adalah salah satu mbaknya, namanya adalah Tari, dia juga cukup mengenal Some. "Mbak!" panggil Some di depan tangga itu. Dia sedari tadi memang hanya berdiam di depan tangga.

"Ada apa non?" tanya mbaknya sambil menghentikan langkahnya. Dia yang sepertinya sehabis memasak itu membuat Some tersenyum. Kegigihan pembantu - pembantunya dalam bekerja selalu membuat Some kagum.

"Ini mama dan papa masih ada di rumah kan, mau sarapan sama mereka soalnya," jawab Some dengan jujur dan raut wajahnya juga terkesan berseri karena memang masih pagi.

"Oh nyonya dan tuan masih di rumah non, tapi katanya mau berangkat nanti siang. Ada meeting clien di Singapura, cuma punya waktu buat sarapan aja, mereka lagi siap - siap," balas Tari kembali mengingat kegiatan nyonya dan tuannya paska memintanya membawa barang - barang.

"Ohh lagi sibuk ya," ujar Some sambil menghembuskan nafas kesal. Selalu saja masalah pekerjaan yang menghandle mereka untuk meninggalkan rumah. Apalagi akhir - akhir ini mereka sedang sibuk dengan proyek baru di Belanda dan Singapura.

"Nggakpapa non kan ada bibi dan teman non di sekolah," ujar Tari memberi semangat. Ia memang diharuskan untuk membuat Some selalu tersenyum atau sedikit saja membuat gadis itu lebih percaya diri. Dia ditugaskan untuk menjaga dan melindungi Some dari bahaya.

"Iya sih, tapi tetap saja itu kayak hari biasnya mbak," ujar Some masih cemberut. Memang kalau setiap cemberut Some akan dikasih hadiah oleh mama atau papanya. Tapi kalau dihadapan mbaknya itu nggak mungkin. Dan Tari hanya tersenyum masam.

"Ya udah saya kembali kerja ya," pamit Tari sebelum melangkahkan kakinya lagi untuk ke belakang rumah. Disana pembantu biasanah menyimpan barang bekas ngepel dan nyapu, ada lap juga untuk mengelap meja.

"Iya," jawab Some sekenanya. Dengan wajah kesal Some akhirnya meninggalkan tempat itu menuju ruang makan, karena ia juga tidak mau datang kesiangan ke sekolah.

"Eh tunggu kak," ujar seseorang di belakang Some yang langsung membuat cewek tujuh belas tahun itu menoleh. Dia baru saja meninggalkan tempat tadi beberapa langkah, sudah di hentikan oleh adik tersayangnya.

"Emmm?" tanya Some tidak mengerti dengan panggilan dari adiknya itu. Dan sikap Ranu yang sudah menggunakan seragam SMP, padahal di pukul seperti ini ia masih tidur.

"Gue mau tanya soal map kemarin?" tanya Ranu to the point, alis Some terangkat kemudian ia nampak kaget tapi berusaha ia sembunyikan dengan senyum kecilnya.

"Hah maksud loe apa?" balik tanya Some pura - pura tidak mengerti atau sedang tidak mau membahas itu saja.

"Itu map soalnya gue takut loe lupa sampaikan sama papa, tahu sendiri kan itu dari sekolah gue," ujar Ranu sambil menatap Some penuh perhatian. Hanya saja Some nampak tidak peduli dengan perhatian itu, karena ia kesal kalau di ingin tahukan seperti ini.

"Udah tenang aja deh Ranu, gue orangnya care kok apalagi sama guru sendiri, bye," balas Some kesal lalu ia meninggalkan Ranu sambil berlari kecil ke tempat makan. Dan Ranu melihat aksi kakanya dengan wajah cengonya.

"Kurang ajar gue harus menang," ujar Ranu sambil berlari kecil mengejar kakaknya. Kedua adik - kakak itu memang dilatih untuk mengakrabkan diri sejauh apapun keduanya, mau zodiak manapun mereka harus akrab. Titisan keluarga kaya yang selalu mengajarkan anak - anaknya untuk bersosialisasi.

**

Setelah selesai sarapan Some langsung menghampiri supir untuk mengantarkannya ke sekolah. Mama dan papanya tadi waktu sarapan sudah berpesan agar Some baik - baik di sekolah, dia juga harus punya nilai yang baik. Setidaknya masuk jajaran cewek pintar di sekolah, karena Some juga anak mereka yang harus mereka didik untuk lebih rajin. Tapi perhatian kecil itu membuat Some bahagia, makannya senyumnya tidak lepas dari tadi.

"Non udah siap mau berangkat sekarang?" tanya supir itu, ia bernama Supratman. Cowok berumur empat puluh lima tahun yang punya rambut sedikit ikal dan pendek.

"Iya pak, tapi belum pamitan, mama dan papa Some belum kelar makan," jawab Some sambil melihat ke arah rumahnya yang belum menampakan mama dan papanya bahkan Ranu. Saat ini Some ada di garasi tempat supir Supratman berada, baru saja ia mencuci mobilnya Some.

"Ohh nanti juga kesini kan sekalian lihat non berangkat," ujar Supratman yang memang sudah mengetahui kebiasaan keluarga kecil itu.

"Iya, kalau pak Supratman udah sarapan belum?" tanya Some ketika tahu kalau emang supirnya ini selalu sudah siap berangkat kapanpun Some mau.

"Ya belum non, nanti sepulang non dari sekolah. Biar makannya sesudah non hehe," jawab Supratman sambil terkekeh yang membuat Some tersenyum kecil.

"Something!" panggil seseorang di belakang Some, yang membuat cewek itu terkaget dan melihat ke asal suara. Suara mamanya pasti di kenal jelas sama Some.

"Sayang kamu berangkatnya cepat banget, ada acara apa di sekolah, OSIS ada acara lagi?" tanya mamanya sambil memeluk anak kesayangannya itu. Sedangkan Some yang nampak terharu biru karena sesuatu itu hanya bersandar di bahu mamanya.

"Hmm biasanya juga jam segini ma, Some kan suka berangkat pagi, biar sehat juga," balas Some menahan senyumnya dan sedikit sesak di bagian suaranya.

"Ya udah kalau gitu Ranu kamu juga mau berangkat kan," ujar papa mengalihkan pembicaraan, ia membawa Ranu ke pelukannya juga.

"Iya pa, kangen banget sama kalian," ujar Ranu di pelukan papanya. Ia teringat waktu dia SD dan kakanya SMP, momen kayak gini sering dilakukan. Meskipun dulu memang tidak sedekat sekarang.

"Udahlah, mama bikinin kamu sandwich potong, jangan lupa dimakan pas istirahat oke?" kata mama -- Dina sambil memberikan satu kotak bekal ke Some.

"Oke ma, aku berangkat ma dan pa, dah," ucap Some sambil membawa kotak makanan itu di tangannya. Ia memasuki mobil, dan langsung di tutup pintunya oleh supir. Tak lama supir membawanya ke luar area rumah. Some hanya memerhatikan keluarganya di dalam mobil, entah mengapa tenggorokannya tercekat dan wajahnya terlihat masam.

**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!