NovelToon NovelToon
Sistem Mancing Mania Mantap

Sistem Mancing Mania Mantap

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:27.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Arga, seorang pemuda yatim piatu miskin yang berjuang hidup sebagai nelayan sampan, harus menelan pil pahit saat dihina habis-habisan oleh mantan teman-teman sekolahnya di sebuah acara reuni.

Merasa putus asa dan tidak terima dengan ketidakadilan takdir, ia melampiaskan emosinya dengan memancing di tengah malam, namun kailnya justru menarik sebuah umpan logam berkarat misterius yang menyerap darahnya dan membangkitkan Sistem Mancing Mania Mantap.

Berbekal sistem aneh yang menggunakan emosi sebagai umpan dan menunjukkan lokasi pancing yang tidak masuk akal, Arga tidak lagi sekadar memancing ikan biasa, melainkan menarik harta karun dimensi lain, pusaka kuno, hingga kekuatan gaib yang akan memutarbalikkan nasibnya dari pemuda rendahan menjadi sosok kaya raya yang ditakuti semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Arga memacu mobil SUV hitamnya membelah kesunyian jalan tol Jakarta pada dini hari yang dingin.

Pikirannya masih terus terbayang pada kekuatan fisik mengerikan dari makhluk mutasi bertopeng tengkorak tadi.

Sekitar pukul dua pagi dia akhirnya memarkirkan mobil dengan aman di depan ruko Menteng miliknya.

Arga membuka pintu kaca menggunakan akses sidik jari dan langsung menguncinya kembali rapat-rapat dari dalam.

Baru saja dia duduk bersandar di atas sofa lantai dasar, suara mekanis sistem yang tertunda akhirnya berbunyi di dalam kepalanya.

Ding.

"Penjualan barang pusaka tingkat Rare berhasil dikonfirmasi oleh sistem," lapor suara mekanis tersebut.

"Host mendapatkan tambahan seribu Poin Sistem atas transaksi senilai tiga miliar rupiah di pasar lelang dunia bawah."

Arga tersenyum puas karena sistem ternyata tidak pernah lupa untuk memberikan penghargaan atas pencapaiannya.

'Sistem, tampilkan total poin gue sekarang dan kasih tahu berapa poin yang gue butuhin buat naik ke level dua,' batin Arga menuntut informasi.

"Total Poin Sistem Host saat ini adalah dua ribu dua ratus empat puluh poin," jawab sistem menampilkan layar birunya.

"Host membutuhkan tepat seribu poin untuk membuka pembaruan fungsionalitas ke Level Dua."

"Lakukan pembaruan level sistemnya sekarang juga," perintah Arga tanpa berpikir panjang demi memperkuat posisinya.

Ding.

"Pembaruan sistem tingkat dua sedang diproses, mohon Host tetap dalam posisi santai," instruksi sistem dengan nada datar.

Arga merasakan sensasi hangat yang sangat nyaman mengalir di dalam jaringan otaknya selama proses gaib itu berlangsung.

"Pembaruan berhasil diselesaikan dengan sempurna," ucap sistem mengakhiri proses instalasi gaib tersebut.

"Host kini resmi berada di Tingkat Sistem Level Dua."

'Fitur baru apa aja yang gue dapat dari kenaikan level ini Sistem?' tanya Arga menyilangkan kakinya di atas meja.

"Host mendapatkan akses eksklusif ke fitur Umpan Intelijen Gaib," jelas sistem sambil memunculkan ikon baru berwujud kail emas yang bersinar.

"Fitur ini memungkinkan Host memancing informasi rahasia, identitas musuh, atau kelemahan target langsung dari lautan energi pikiran dunia."

Arga tertawa pelan mendengar fungsi luar biasa dari fitur barunya yang sangat tidak masuk akal tersebut.

Dengan fitur intelijen ini dia tidak perlu lagi menyewa detektif mahal atau menebak-nebak siapa dalang di balik setiap masalah.

"Apa ada batasan tertentu buat pakai Umpan Intelijen Gaib ini ke depannya?" tanya Arga lagi memastikan aturan mainnya.

"Host hanya perlu menyediakan nama target, ciri fisik, atau kejadian spesifik yang berkaitan erat dengan target," jawab sistem sangat rinci.

"Setiap tarikan pancingan informasi akan dikenakan biaya operasional sebesar dua ratus Poin Sistem."

Arga mengangguk paham dan memutuskan untuk beristirahat memulihkan tenaga fisiknya yang sangat terkuras semalaman.

Dia naik ke lantai tiga rukonya dan tertidur pulas di atas kasur lipat sementara yang baru dia beli kemarin siang.

Sinar mentari pagi menembus jendela kaca ruko membangunkan Arga tepat pada pukul delapan pagi.

Dia segera mandi air dingin dan menyeduh secangkir kopi hitam instan untuk menyegarkan kembali pikirannya yang sedikit berat.

Baru saja dia menyesap kopinya di lantai bawah, terdengar suara ketukan halus namun tegas dari pintu kaca lantai dasar.

Tok tok tok.

Arga mendekat dan melihat Baskara berdiri di luar pintu memakai setelan jas abu-abu yang dipotong dengan sangat rapi.

Dia segera membuka kunci pintu elektronik itu dan mempersilakan petinggi dari Asosiasi Pusaka Nusantara tersebut untuk masuk.

"Selamat pagi Saudara Arga, saya harap kedatangan saya yang mendadak ini tidak mengganggu waktu istirahat Anda," sapa Baskara menundukkan kepalanya dengan sopan.

"Pagi Baskara, santai aja saya juga baru selesai mandi dan minum kopi," balas Arga mempersilakan tamunya duduk di sofa kulit tamu.

"Ada urusan penting apa lagi anda datang ke mari setelah acara lelang kacau balau semalam?"

Baskara duduk dengan postur tegak sempurna dan meletakkan tongkat kayu hitamnya bersandar di samping lutut.

"Kedatangan saya murni untuk menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya dari dewan pimpinan asosiasi kami," ucap Baskara dengan nada suara yang sangat tulus.

"Tindakan Anda melawan penyusup semalam tidak hanya menyelamatkan nyawa para tamu penting, tapi juga menahan laju kerusakan aula kami."

Arga menyesap kopinya dengan tenang dan menatap lurus ke wajah pria berkacamata hitam di depannya itu.

"Saya cuma ngebela diri aja karena anak buah mutan itu nyerang dan nembak saya duluan," jawab Arga merendah tidak ingin dianggap pahlawan.

"Ngomong-ngomong, anda pasti tahu dong siapa sebenarnya kelompok bersenjata yang pakai topeng tengkorak besi itu?"

Ekspresi wajah Baskara langsung berubah menjadi sangat serius dan rahangnya terlihat sedikit menegang.

"Mereka adalah anggota inti Sindikat Darah Hitam, kelompok teroris gaib yang paling dicari di seluruh wilayah Asia Tenggara," jelas Baskara menurunkan nada suaranya menjadi bisikan.

"Pemimpin yang Anda lukai dengan sangat parah semalam dikenal dengan julukan Sang Jagal, seorang mutan peminum darah siluman kuno."

"Pantesan kulitnya keras banget kayak tembok beton waktu gue pukul pakai tangan kosong," komentar Arga mengingat kerasnya benturan semalam.

"Anda sangat luar biasa bisa membuat Sang Jagal mundur ketakutan Saudara Arga," kata Baskara menatap Arga dengan pandangan penuh rasa hormat yang mendalam.

"Biasanya monster itu tidak akan pernah meninggalkan medan pertempuran sebelum membantai semua makhluk hidup di sekitarnya menjadi potongan daging."

"Kenapa Sindikat Darah Hitam sampai repot-repot nyerang acara lelang kalian secara frontal?" tanya Arga mulai menganalisis motif musuhnya.

"Apa yang sebenarnya tersimpan di dalam peti besi karatan itu sampai mereka berani ambil risiko bentrok sama asosiasi?"

Baskara menghela napas panjang dan memijat pelipisnya perlahan memperlihatkan beban pikiran yang sangat berat.

"Itulah alasan utama kedua saya datang menemui Anda secara pribadi pagi ini," ucap Baskara terdengar sedikit frustrasi.

"Peti besi bersegel itu adalah pusaka terkutuk tingkat bencana yang kami temukan terkubur di bawah fondasi reruntuhan candi kuno bulan lalu."

"Terus isinya apaan sampai instingku aja ngasih peringatan bahaya fatal pas ngelihatnya?" pancing Arga agar Baskara mau membeberkan lebih banyak rahasia.

Baskara menatap Arga dengan pandangan terkejut karena tidak menyangka pemuda ini memiliki kemampuan deteksi insting seakurat itu tanpa menyentuh bendanya.

"Kami sendiri tidak tahu pasti apa wujud asli isinya karena tidak ada satu pun master pembongkar segel kami yang sanggup membuka gemboknya," aku Baskara dengan sangat jujur.

"Namun naskah kuno yang kami temukan di dekat lokasi galian peti itu menyebutkan dengan jelas tentang entitas pembawa bencana kelaparan abadi."

"Bencana kelaparan abadi?" ulang Arga mengerutkan dahi merasa ancaman kuno itu sangat aneh jika diterapkan di zaman modern yang serba maju ini.

"Benar, jika segel peti itu sampai terbuka di tangan yang salah, energi negatifnya bisa mematikan seluruh ekosistem dan sumber daya alam di radius ratusan kilometer," jelas Baskara menjabarkan skenario mengerikan tersebut.

"Itulah sebabnya Sindikat Darah Hitam sangat menginginkan peti tersebut untuk dijadikan senjata pemusnah massal demi memeras pemerintah."

Arga menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa dan mulai menyadari betapa gentingnya situasi keamanan ibu kota saat ini.

"Terus sekarang peti pembawa bencana itu ada di mana posisinya?" tanya Arga menuntut kepastian lokasi.

"Apa asosiasi lo berhasil ngamanin barang itu lagi setelah kelompok Sang Jagal kabur pakai bom asap?"

Baskara menggelengkan kepalanya perlahan dengan raut wajah yang dipenuhi oleh penyesalan luar biasa.

"Itulah berita terburuk yang harus saya sampaikan kepada Anda Saudara Arga," jawab Baskara dengan suara parau.

"Saat pasukan bantuan tempur kami tiba di ruang bawah tanah, peti besi seberat hampir dua kuintal itu sudah lenyap tanpa sisa."

Arga terdiam sebentar mencoba memproses kabar hilangnya pusaka paling berbahaya di kota ini.

"Maksud anda Sindikat Darah Hitam berhasil bawa kabur peti berat itu lewat jalur rahasia bawah tanah dalam kondisi luka parah?" tanya Arga memastikan asumsi logisnya.

"Bukan mereka pelakunya, karena kami menemukan jejak darah Sang Jagal dan sisa anak buahnya mengarah kabur ke pintu keluar gorong-gorong yang sama sekali berbeda," bantah Baskara dengan bukti investigasi.

"Ada pihak ketiga yang menyusup masuk ke dalam aula saat asap putih menutupi ruangan dan mencuri peti tersebut di tengah kekacauan," ungkap Baskara membongkar fakta yang sangat mengejutkan.

"Pihak ketiga ini pasti memiliki kemampuan sihir manipulasi ruang dimensi karena mereka bisa memindahkan benda seberat itu dalam hitungan kedipan mata."

1
Kasma Wati
💪💪💪💪💪
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
Kasma Wati
👍👍👍👍👍
Marthen
preman pasar kelas kampungan yg nyasar 😄😄😄
cynth
Mancing lele di selokan aja malunya nembus layar, apa lagi ini. Astaga...
Gege
nasahhh... ceritanya enteng..ngalir.. menyajikan hiburan bacaan yang bikin candu...
Momen'to
mimpi basah author 😹
Magane
menunggu sistem kurir mbg
Yofu
kok bisa kepikiran sih/Sweat/
Yofu
mancing mania mantap🗿
Dhewa Shaied
crazy up thorr.. imajinasinya gak ngotak 💪💪💪 😍😍😍😍
Yuliana Tunru
syuuuka bgt hari.ini crezy up thorrr 💪💪 up ..arga waktu x cari wanita special ya jgn sampe dpt tipe rina 😄😄😄
dhani satria
tomatkah?
dhani satria: owhhhhh.....,crazy up...,mantap ceritanya
total 2 replies
dhani satria
taline panjang bgt ya 3000 meter
Gege
berat bener cerita sistem bertema mancing ini..pikir ceritanya ringan, Nemu ikan dikembangkan hasilin duit milyaran, hidup enak wanita banyak.. sampe ratusan episode...🤣🤭
Yui: makasih idenya, habis konflik ini lah bisa diterapin /Smile/
total 1 replies
dhani satria
aquamen....
dhani satria
tongkat zeus
Yui: Poseidon lebih tepatnya/Facepalm/
total 1 replies
dhani satria
CEO WIJAYA ni
Yuliana Tunru
nalasan yg setimpal 😄😄
dhani satria
hahahhahhaha.....,lha gemblung yak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!