Kira berasal dari masa depan tiba tiba terlempar ke zaman kerajaan. Yang berawal dari tidak punya apa apa, sampai memiliki semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizzzz......, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
Tidak lama kemudian, Kira sudah berhasil menangkap delapan ekor ikan besar dan lima belas ekor ikan kecil.
Ikan yang besar berat nya di atas dua kilogram, sedangkan yang kecil berat nya di atas 250 gram. kira melepaskan ikan yang lebih kecil dari itu.
Setelah matahari terbenam, Kira pun pulang ke rumah.
Dalam perjalanan pulang, Kira melewati sebuah gubuk jerami di ujung timur dusun. Di depan gubuk jerami itu, ada sebuah kandang sapi dan halaman kecil yang dibatasi dengan pagar bambu.
"Paman Basan!" teriak Kira.
Dua gadis cilik berlari keluar dari rumah. Mereka menatap Kira dengan penasaran, tetapi juga takut.
"Kira, ya? Paman mu baru keluar. Ada apa?"
Seorang wanita paruh baya berjalan keluar dari rumah. Dia menatap Kira dengan waspada.
"Bibi Hana, siang tadi Paman Basan sudah membantu ku. Jadi, aku bawain beberapa ekor ikan untuk kalian!"
Kira menaruh dua ekor ikan besar dan enam ekor ikan kecil di depan rumah mereka. Setelah itu, Kira pun pergi.
"Ah! Ini sudah terlalu banyak! kira, kamu bawa pulang saja!"
Bibi Hana yang awal nya terlihat waspada pun tercengang.
Pada zaman ini, semua orang hidup miskin. Kerabat yang membantu biasa nya juga hanya memberi sedikit bahan pangan sebagai balasan, mana ada orang yang langsung memberikan begitu banyak ikan.
Bahkan kepala dusun yang paling kaya pun tidak rela membeli begitu banyak ikan pada saat Tahun Baru. Jika ikan yang diberi Kira di jual, mereka sudah bisa menghasilkan beberapa ratus rupiah. Bagi Hana, hadiah ini terlalu berharga.
Hana tidak mengerti kenapa si Pemboros itu memberikan begitu banyak ikan untuk mereka.
"Aku masih ada kok!"
Kira sama sekali tidak menoleh dan langsung pergi.
"Ikan! Ikan! Ikan!"
Dua gadis cilik itu langsung mengelilingi delapan ekor ikan dengan bersemangat.
Hana sangat kebingungan. Dia ingin memasak ikan itu untuk anak nya, tetapi juga merasa sayang dan takut. Tidak lama kemudian, Basan dan kedua putra nya kembali.
Hana pun berkata dengan cemas,
"Pak, Kira bilang kamu sudah bantu dia. Jadi, tadi dia bawakan begitu banyak ikan untuk kita. Sebenarnya kamu bantu dia ngapain? Kenapa dia kasih kita begitu banyak ikan?"
"Aku cuman bantu dia gali rumput sebentar. Dari mana dia dapat begitu banyak ikan?"
Basan menatap delapan ekor ikan itu dengan heran, lalu bertanya,
"Kamu nggak salah lihat kan? Memang Kira yang kasih?"
Untuk mendapatkan ikan sebanyak ini, para nelayan juga harus melaut selama beberapa hari. Kenapa Kira yang begitu lemah bisa menangkap begitu banyak ikan?
"Aku toh nggak buta, masa bisa salah mengenali Kira!"
Ujar Hana sambil memelototi Basan.
Namun, Hana sudah tenang karena Basan memang sudah menolong Kira. Dia pun menyimpan ikan itu dan berencana memasak seekor untuk dinikmati mereka sekeluarga.
Ikan yang tersisa akan dia jual untuk membeli kain. Sudah mau Tahun Baru, Hana mau membuat pakaian untuk anak anak nya.
"Nggak bisa, kita nggak boleh terima. Aku nggak tahu dari mana dia dapatkan ikan ini, tapi dia berutang begitu banyak pada Pak Budi. Dia bisa menjual ikan ikan ini untuk bayar utang."
Basan memasukkan ikan ikan itu ke ember kayu, lalu hendak membawa nya pergi.
"Basan!" Hana memohon,
"Balikin saja ikan yang besar ke Kira. Kita boleh masak ikan yang kecil untuk anak anak. Mereka sudah lama nggak makan daging. Lagian, ikan kecil juga nggak begitu bernilai."
Saat melihat keempat anak nya yang menelan ludah, Basan pun meninggalkan enam ikan kecil dan membawa dua ikan besar itu pergi.
Saat di tengah jalan,
"Paman Basan, dari mana kamu tangkap ikan sebesar itu! Satu ekor ini berat nya ada sekitar 2-3 kilo, 'kan?"
Tony yang sedang berkeliaran di dusun menghampiri Basan. Saat melihat dua ekor ikan yang dibawa Basan, dia pun langsung menelan ludah. Dia sudah lama tidak makan enak.
Basan menjawab,
"Dua ekor ikan ini punya Kira, aku mau balikin ke dia!"
"Punya Kira?" Tony tidak percaya.
Siang tadi, si Kutu Buku itu masih menggali rumput, Kenapa bisa tiba tiba ada dua ikan besar?
Tubuh Kira sangat lemah, sedangkan ikan yang ditangkap nya sangat berat. Berhubung Kira terus berhenti untuk istirahat di sepanjang jalan, Basan sudah menyusul nya sebelum dia sampai ke rumah.
Basan mau mengembalikan ikan nya, tetapi Kira tidak mau menerima nya.
“Paman, kamu ngapain sih? Aku sudah bilang itu untukmu, kenapa di balikin lagi?"
"kira, Paman sudah terima ikan kecil nya. Kamu jual saja ikan yang besar untuk bayar utang,"
Basan langsung memasukkan ikan itu ke keranjang bambu Kira.
"Paman, harga dua ikan ini juga nggak cukup bayar utang."
kira mengeluarkan ikan nya lagi.
"Kalau paman merasa nggak enak, suruh saja Danu dan Doddy untuk bantuin aku besok. Aku jamin kelak kalian pasti bisa makan daging setiap hari!"
'Makan daging tiap hari?" Basan sangat kaget.
Dia toh bukan pejabat, mana mungkin dia bisa makan daging setiap hari? Sudah bagus apabila mereka tidak kelaparan.
Namun, setelah melihat begitu banyak ikan yang Kira tangkap hari ini, Basan pun sedikit menantikan nya.
Di rumah, Istri Kira sedang menunggu kepulangannya,
"Kira ke mana, ya? Kenapa masih belum pulang? Jangan jangan dia kabur?"
Wulan menunggu di depan pintu dengan gelisah.
Tepat pada saat hati nya kacau, dia melihat seseorang berjalan perlahan ke depan pintu. Wulan langsung berlari menghampiri nya. Saat melihat keranjang bambu yang dipenuhi dengan ikan, Wulan langsung terkejut. Dia mengulurkan tangan nya dengan maksud untuk membantu Kira.
"Suamiku, kok kamu bisa dapat begitu banyak ikan?"
Kira mencegah Wulan yang ingin membantu nya mengangkat keranjang bambu itu, lalu berkata,
"Ini terlalu berat, biar aku saja yang angkat!"
Wulan sangat kebingungan.
'Siapa yang memberi suami ku begitu banyak ikan?'
Kira berkata lagi,
“Malam ini aku masakkan ikan buat mu, ya!"
Wulan memaksakan seulas senyum.
"Suamiku, kamu saja yang makan. Aku minum kuah nya saja. Besok, kita bisa bawa sisa nya ke pasar ibu kota provinsi untuk di jual!"
Kira memilih dua ekor ikan yang berat nya sekilo, lalu berkata,
"Aku sudah punya cara untuk bayar utang. Nanti malam, kamu harus banyak makan. Kamu sudah terlalu kurus!"
Wulan menjadi sangat gelisah.
Suami nya bermulut manis lagi. Jadi, ikan ikan ini pasti di dapat dengan cara ilegal!
Kira membunuh dan membersihkan ikan yang akan di masak nya.
Wulan mau membantu nya, tetapi Kira menyuruh nya untuk istirahat saja.
Tidak lama kemudian, Kira membawa dua ekor ikan yang sudah dia bersihkan ke dapur.
Nama nya saja dapur, sebenar nya tempat ini hanyalah sebuah gubuk jerami yang di isi dengan kayu bakar, panci dan tungku api.