NovelToon NovelToon
Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:644
Nilai: 5
Nama Author: Siti_1234

Raisa anak kedua dari keluarga dengan ibu tunggal bernama Sri, Sri telah lama menjadi tulang punggung keluarga setelah suami nya meninggal saat Raisa masih kecil.
Kakak nya yang lebih tua bernama Ratna menikah dengan Rio dari keluarga yang berada.
masalah muncuk ketika Ratna dan Rio yang sudah lima tahun menikah masih belum juga memiliki keturunan karna kesuburan Ratna kurang,, tekanan yang di berikan keluarga Rio membuat Ratna memiliki niat untuk membuat Raisa hamil anak suami nya ..
Niatan itu di ungkap kan Ratna kepada ibu dan adik nya walau pun tanpa sepengetahuan suami nya sendiri..

Apa yang harus di lakukan Raisa untuk bisa membantu kesulitan Ratna kakak nya,, Apa dia akan menerima nya dan setuju menjadi pelakor apa menolak nya..?

Jangan lewatkan cerita nya untuk mengetahui kelanjutan nya🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti_1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 4: "KECERDASAN YANG SALING BERLAWAN"

*****

Hari itu sangat sibuk bagi Rio di kantor. Dia sedang menghadapi masalah dengan proyek baru nya yang mengalami hambatan izin dari pemerintah daerah. Ditambah lagi, Jessica selalu ada di dekatnya dengan berbagai alasan, membuatnya semakin sulit untuk berkonsentrasi.

“Pak Rio, saya sudah menyusun ulang proposal izin tersebut,” ucap Jessica sambil meletakkan berkas di mejanya. “Saya juga sudah menghubungi pihak dinas terkait dan mereka mengatakan siap menerima pembahasan ulang minggu depan,” lanjut Jessica dengan senyuman yang penuh keyakinan. “Saya sudah menyusun jadwal temu dan juga menyiapkan semua dokumen pendukung yang diperlukan.”

Rio mengangkat kepalanya, melihat sekertarisnya yang tampak sangat bersemangat. “Terima kasih atas usahamu, Jessica. Tapi kamu tidak perlu mengambil tanggung jawab sebesar ini sendirian. Ada tim yang seharusnya menangani hal ini.”

“Tapi Pak Rio sedang sangat sibuk dengan urusan keluarga bukan?” jawab Jessica dengan nada yang sedikit menyakitkan. “Saya hanya ingin membantu mengurangi beban kerja Pak saja.”

Rio merasa sedikit terganggu dengan kata-kata tersebut. Sepertinya Jessica tahu tentang masalah kesuburan Ratna dan bahkan rencana yang dia usulkan kepada Raisa. Siapa yang memberitahunya?

“Saya berterima kasih atas dukungannya,” ucap Rio dengan nada yang lebih tegas. “Tetapi urusan keluarga saya adalah urusan pribadi, dan saya mengharapkan semua orang di kantor menghormatinya.”

Jessica mengangguk dengan wajah yang tampak menyesal. “Maafkan saya, Pak Rio. Saya tidak bermaksud menyakitkan perasaan. Hanya saja saya khawatir dengan kondisi Pak.”

Setelah Jessica keluar dari ruangan, Rio menghela napas dalam-dalam. Dia merasa semakin terjebak antara tekanan kerja, masalah keluarga, dan perhatian yang tidak diinginkan dari sekertarisnya.

Sementara itu, Raisa sedang berada di kantor akuntansi nya, tetapi pikirannya jauh sekali dari angka-angka dan laporan keuangan. Dia masih tidak bisa menghilangkan kecurigaan tentang hubungan antara Rio dan Jessica. Akhirnya, dia memutuskan untuk mencari tahu secara langsung dengan cara yang tidak terlalu mencolok.

Pada jam istirahat, Raisa datang ke kantin kantor dan sengaja duduk tidak jauh dari meja tempat Jessica sering makan. Dia mendengar Jessica sedang berbicara dengan salah satu rekan kerja nya tentang Rio.

“Pak Rio benar-benar pria yang sempurna,” ucap Jessica dengan suara yang cukup keras agar Raisa bisa mendengarnya. “Sangat sukses, baik hati, dan tampan pula. Sayangnya istri nya tidak bisa memberikan apa yang dia butuhkan.”

“Kamu berarti tentang anak kan?” tanya rekan kerjanya.

“Ya,” jawab Jessica dengan nada yang menyakitkan. “Padahal ada banyak wanita yang siap memberikan segalanya untuknya. Wanita yang lebih muda, lebih sehat, dan bisa memberinya keluarga yang lengkap.”

Raisa merasa darahnya mendidih mendengar kata-kata tersebut. Dia hampir berdiri dan menghadapi Jessica, tetapi dia mengendalikannya. Dia tahu bahwa bereaksi dengan marah hanya akan membuat situasi semakin buruk.

Sore harinya, Ratna datang ke kantor Raisa dengan membawa berita baru. “Aku sudah berbicara dengan Dokter Arif lagi,” ucapnya dengan suara penuh harapan. “Dia bilang kalau kita bisa mulai prosesnya segera, peluang keberhasilan akan lebih besar. Aku sudah membuat janji temu untukmu besok pagi di rumah sakit.”

“Tidak, Kak,” jawab Raisa dengan suara yang lebih tegas dari yang dia duga. “Aku belum siap untuk itu. Dan aku tidak yakin apakah ini benar-benar jalan yang tepat.”

Ratna melihatnya dengan mata yang penuh dengan kekecewaan. “Kamu sudah melihat sendiri bukan bagaimana Jessica sedang mencoba merebut Rio dariku? Jika aku tidak bisa memberinya anak, dia akan pergi padanya atau wanita lain yang bisa memberinya apa yang dia inginkan.”

“Ada cara lain, Kak,” ucap Raisa dengan lembut. “Kita bisa bicara dengan Rio tentang adopsi atau metode lain yang lebih etis.”

Namun Ratna menggeleng keras. “Tidak ada cara lain yang bisa diterima oleh keluarga mertuaku. Mereka hanya menginginkan cucu yang memiliki darah keluarga mereka.”

Setelah kakaknya pergi, Raisa merasa sangat tertekan. Dia memutuskan untuk menghubungi Dokter Arif secara pribadi untuk bertanya tentang alternatif lain yang mungkin belum diketahui oleh Ratna.

Hari berikutnya, Raisa datang ke rumah sakit lebih awal dari janji temu yang sudah dibuat oleh Ratna. Dokter Arif menerima dia dengan senang hati dan siap membantu.

“Nona Raisa,” ucap Dokter Arif setelah mereka duduk di ruang konsultasi. “Aku sudah melakukan beberapa penelitian lebih lanjut tentang kondisi Kakakmu. Ada metode baru yang sedang dikembangkan yang mungkin bisa membantu dia hamil secara alami. Meskipun masih dalam tahap eksperimental, peluang keberhasilan cukup menjanjikan.”

Raisa merasa hati nya bergetar dengan harapan. “Benarkah Dokter? Mengapa Kakak tidak diberitahu tentang ini?”

“Karena metode ini masih sangat baru dan memiliki beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan dengan matang,” jawab Dokter Arif. “Namun jika Kakakmu bersedia mencobanya, aku siap menjadi konsultan nya dan memberikan perawatan yang terbaik.”

Raisa merasa sangat senang mendengar berita ini. Dia langsung pergi ke rumah Ratna untuk memberitahukan kabar baik tersebut. Namun saat dia sampai di sana, dia melihat sesuatu yang membuat hatinya menjadi dingin – Rio sedang keluar dari mobil bersama Jessica, dan wanita itu sedang menangis di pelukannya.

“Jessica, tolong tenang saja,” ucap Rio dengan suara lembut. “Kita bisa bicara tentang ini dengan tenang.”

“Tapi Pak Rio, aku mencintaimu dengan sepenuh hati,” tangis Jessica sambil meraih tangan Rio. “Aku bisa memberikan apa yang kamu butuhkan – cinta, perhatian, dan juga anak-anak yang sehat.”

Raisa merasa seperti ingin berlari dan menangis, tetapi dia mengendalikannya. Dia melihat Rio menarik tangannya dengan lembut namun tegas dari genggaman Jessica.

“Jessica, aku menghargai perasaanmu,” ucap Rio dengan suara yang jelas dan tegas. “Tetapi aku sudah menikah dengan Ratna dan mencintainya dengan tulus. Saya berharap kamu bisa menghormati itu dan fokus pada pekerjaanmu.”

Setelah Jessica pergi dengan wajah yang merah karena menangis, Rio melihat ke arah arahan pandangan Raisa dan tersadar bahwa dia telah menyaksikan seluruh kejadian. Wajahnya menjadi merah karena malu dan tidak tahu harus berkata apa.

Raisa hanya mengangguk perlahan dan kemudian masuk ke rumah. Dia menemukan Ratna sedang duduk di ruang tamu dengan wajah yang pucat dan penuh dengan kesedihan.

“Kak, aku punya berita baik untukmu,” ucap Raisa dengan suara lembut sambil mendekati kakaknya.

Namun Ratna hanya menggeleng perlahan. “Aku sudah melihatnya, Raisa. Aku sudah melihat bagaimana Jessica sedang mencoba merebut Rio dariku. Sekarang aku lebih yakin dari sebelumnya bahwa rencanaku adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan pernikahanku.”

Raisa meraih tangan kakaknya dengan erat. “Tidak, Kak. Dokter Arif bilang ada metode baru yang bisa membantu kamu hamil secara alami. Kita bisa mencobanya sebelum memutuskan hal lain yang lebih ekstrem.”

Ratna melihatnya dengan mata yang penuh dengan keraguan. “Benarkah itu bisa bekerja? Atau kamu hanya bilang itu untuk membuatku berhenti memaksamu melakukan hal yang tidak kamu inginkan?”

“Benar, Kak,” jawab Raisa dengan penuh keyakinan. “Aku akan membawamu bertemu dengan Dokter Arif besok. Biarkan kita mencoba cara ini dulu sebelum memutuskan apa pun.”

Di luar rumah, Rio masih berdiri dengan hati yang berantakan. Dia telah menyaksikan bagaimana kedua wanita yang penting baginya sedang dalam kesusahan karena masalah yang dia tidak bisa selesaikan dengan mudah. Dia tahu bahwa dia harus mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan semua masalah ini sebelum terlambat.

Malam itu, Rio memanggil rapat keluarga kecil dengan Ratna, Raisa, dan Sri Wahyuni. Dia ingin membahas semua masalah dengan terbuka dan mencari solusi yang bisa diterima oleh semua pihak. Namun dia tidak menyadari bahwa rapat tersebut akan membawa kejutan yang tidak terduga dan memperumit situasi lebih jauh lagi.

......................

...****************...

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!