NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 : Wanita misterius

Sementara di tempat lain, 2 pria gagah nan tampan yaitu Andrew dan Fatir baru saja memasuki sebuah club malam masih dengan mengunakan pakaian yang mereka gunakan saat di kantor, mereka berdua hanya melepas jas dan dasi yang sempat mereka pakai dan hanya menyisakan memakai kemeja saja agar terlihat agak santai.

Di saat suntuk dengan masalah pekerjaan Andrew dan Fatir selalu pergi minum bersama setelah pulang bekerja hal tersebut telah mereka lakukan sejak dulu.

"Kita di tempat biasa saja bro!, mumpung kosong!"

Fatir menujuk ke arah sofa tempat biasa ia dan Andrew duduk saat minum-minum.

"Ok let's go."

Andrew terlihat bersemangat dengan merangkul bahu Fatir, pria itu segera berjalan ke arah sofa dan langsung duduk.

tak lama kemudian seorang pelayan yang biasa melayani mereka sudah datang dengan membawa sebotol Vodka beserta 2 gelas berisikan es batu.

Pria itu sudah sangat hapal dengan apa yang akan di pesan oleh Andrew dan Fatir saat berkunjung ke club.

"Thanks bro, Lo memang selalu ingat kita selalu pesan apa saat kesini." Puji Fatir terlihat tersenyum dan menatap ke arah pelayan pria itu.

"Tentu saja saya pasti tahu apa yang akan di pesan oleh para big bos ini."

"Yang big bos itu cuma dia, gua sih mungkin cuma big mouse hihihihi."

Fatir terlihat terkekeh pelan mendengar candaannya sendiri, begitu pula dengan pelayan pria tersebut yang ikut terkekeh pelan.

Pelayan pria itu akan segera pergi, namun sebelum pergi tiba-tiba pelayan pria itu mendekat ke arah Andrew dan berbisik pelan.

"Bos cewek yang waktu itu jemput bos sumpah cantik banget, nona Ema saja lewat."

Setelah berbisik pelayan itu segera pergi dari hadapan Andrew. membuat pria itu langsung mengerutkan keningnya heran, sedangkan Fatir terlihat agak kaget karena ternyata sahabatnya itu memilik wanita baru karena bisikan pelayan pria barusan masih bisa di dengar oleh Fatir.

"Widih... Kaya nya ada koleksi cewek baru nih, kenalin dong!"

Kini Fatir terlihat menggoda Andrew, Andrew yang tidak suka di goda apalagi oleh Fatir ia segera membungkam mulut Fatir dengan gelas berisikan minuman.

Hukh.....hukh...hukh.... Andrew anying!

Fatir sampai terbatuk-batuk karena Andrew tiba-tiba mencekokinya dengan segelas minuman sampai ia tersedak.

"Apa tadi Lo ngatain gua anjing?" Tanya Andrew melotot ke arah Fatir.

"Ehh....bukan, maksud nya anyinghaseo!" Jawab Fatir cepat dengan nada suara agak gugup.

"Alah....bahasa Korea Lo bego banget!" Sindir Andrew.

Fatir hanya terlihat diam saat pria itu menyidir dirinya, biarkan pria itu mengatainya bodoh dari pada nanti gaji nya bisa-bisa di potong gara-gara bikin big boss Andrew marah.

"Tumben banget langsung diam, biasanya nyerocos terus kaya petasan banting?!" Tanya Andrew merasa agak heran.

"Ampun serba salah deh jadi gua, diem salah ngomong terus salah. bisa-bisa gua ikut jadi peserta uji nyali dedemit deh dari pada terus berada di samping Lo!"

"Gak apa-apa gua bakalan punya seketaris baru nantinya kalo Lo mati gara-gara kaget lihat dedemit!"

Fatir langsung menatap ke arah Andrew dengan ekspresi wajah begitu dongkol, alih-alih membujuknya untuk tidak ikut acara uji nyali pria itu malah berniat untuk mencari seketaris baru.

"Sudahlah ngomong sama Lo bikin tensi darah gua naik padahal gua gak punya darah tinggi!" Gerutu Fatir menatap Andrew kesal.

"Siapa lagian yang mau di ajak ngomong sama Lo, sedari dari lo sendiri yang nyerocos terus kaya karbit!" sindir Andrew.

Suasana mulai memanas antara Andrew dan Fatir karena saling berdebat seperti Upin dan Ipin, bedanya upin Upin cuma berdebat soal ayam goreng dan ayam madu si Mail. sedangkan mereka berdua hampir semua hal di perdebatkan.

Setelah cape saling berdebat dan menyindir satu sama lain, kini Andrew dan Fatir telah berbaikan dan sedang minum bersama. ibaratnya mereka itu seperti spongboop dan patrik meskipun mereka sering berselisih karena kesalahan pahaman namun setelahnya mereka akan berbaikan dan saling menyayangi kembali.

******

"Siapa kira-kira wanita yang di maksud pelayan itu ?" Batin Andrew.

Saat ini pria itu sedang berpikir keras mengingat kejadian terakhir ia pergi ke club malam dan itu sudah cukup lama sekali sekitar satu bulan yang lalu. tapi ia tidak ingat apapun, Andrew hanya ingat jika dirinya di hampir oleh Ema dan setelah itu ia langsung mengusir wanita jalang itu bersama temannya sesegera mungkin.

"Gak mungkin wanita yang di maksud pelayan itu adalah Ema, dia saja bilang jika wanita itu lebih cantik dari Ema. lalu siapa kira-kira wanita itu?"

Andrew terus berpikir keras mencoba mengingat siapa wanita yang di maksud pelayan pria barusan, namun nihil ia tidak ingat sama sekali dengan sosok wanita yang telah ia ambil keperawanannya tersebut.

anehnya sampai saat ini wanita misterius itu belum juga mendatanginya untuk meminta sejumlah uang atau hanya sekedar untuk bertemu dengannya.

Karena tidak mungkin wanita itu akan merelakan begitu saja saat kesucian nya di ambil oleh pria asing. pasti wanita itu akan segera datang mencari dirinya untuk meminta kompensasi tinggi atas kerugian yang di alami wanita tersebut.

"Aku yakin sebentar lagi wanita itu pasti akan mendatangi ku untuk meminta sejumlah uang dengan nominal yang besar." Batin Andrew begitu yakin.

Andrew kembali meminum segelas Vodka miliknya, sesekali ia bersulang dengan Fatir. malam ini mereka berdua begitu menikmati acara minum-minum mereka meski tanpa di temani oleh wanita kekurangan bahan sekalipun.

******

pukul 12 malam, Andrew terlihat mengeliat dari tidurnya. saat ini pria itu merasa sangat haus dengan kepala agak pusing dan mata mengantuk. pria itu segera bangkit dari tidurnya dan langsung meraih gelas yang berada di samping meja tempat tidur.

"Arghhht.... sial gak ada air nya!" Pekik Andrew kesal.

Pria itu terlihat kesal karena saat dirinya ingin minum ternyata air di dalam gelas tersebut kosong, dengan setengah malas Andrew segera berdiri dari atas kasur sambil terus memegang sebuah gelas di tangannya. pria itu berniat untuk pergi ke dapur mengambil air minum.

TREK!

sesampainya di dapur Andrew langsung menghidupkan saklar lampu agar lebih terang, namun tiba-tiba di kagetkan dengan sosok wanita yang sedang duduk di atas meja kecil di area dapur dengan posisi membelakanginya.

"Ahhhhh.....kunti!" teriak Andrew ketakutan.

pria itu hampir saja melempar gelas yang sedang ia pegang ke arah sosok wanita tersebut, untung saja sosok wanita berambut panjang itu langsung menoleh ke arah Andrew dengan mulut yang terlihat sibuk mengunyah dan beberapa helai mie keluar dari sisi mulut wanita tersebut.

"Astaga Bella kamu bikin kaget paman saja!,"

Andrew langsung mengelus dadanya pelan, ia hampir saja terkena serangan jantung karena ulah Bella.

Melihat reaksi sang paman Bella terlihat terburu-buru mengunyah dan menyeruput beberapa helai mie yang menjulang panjang keluar dari mulutnya. setelah itu ia langsung meneguk segelas air.

Ahhhh....euhhhhhh......

tiba-tiba Bella langsung bersendawa tanpa rasa malu di hadapan Andrew saat ini.

"Hehehe.... maaf paman, lagian mana ada kunti secantik ini paman."

Bella terlihat tertawa dan memuji dirinya sendiri sambil menunjuk wajahnya sendiri.

"Gak ada wanita cantik yang tingkahnya bar-bar kaya kuli bangunan sampai bersendawa keras gitu!" Gerutu Andrew.

"Iya maaf namanya juga kelepasan, paman ngapain sih segala ke dapur ganggu acara makan Bella saja!"

"Hei bocah bau kencur!, seharusnya paman yang bertanya kepada mu kenapa malam-malam begini di dapur sudah kaya maling." tanya Andrew balik dengan raut wajah kesal.

"Kan tadi Bella sudah bilang kalo lagi makan, paman pikun atau bolot sih?" Kesal Bella.

Andrew terlihat ternganga dengan kedua bola mata membulat sempurna karena Bella telah berani mengatainya barusan.

"Coba ulangi lagi ucapan mu barusan?!" Pinta Andrew.

kini Andrew terlihat berjalan mendekat ke arah Bella dengan menunjuk jari telunjuknya ke arah wanita itu dengan ekspresi kesal.

KABUR......!!!!!!

Bella langsung berlari keluar dari dapur, menghindari amukan sang paman.

"Dasar bocah!"

Andrew terlihat terkekeh pelan saat Bella telah kabur dari dapur. saat ini Andrew berniat untuk mengisi gelas yang sedari tadi telah ia pegang dengan air, namun tiba-tiba tatapan matanya tertuju ke arah mangkuk yang sempat di pakai Bella untuk makan barusan.

Mie di dalam mangkok itu telah ludes hanya menyisakan beberapa potong cabai rawit yang terlihat begitu pedas.

"Dasar bocah nakal malah makan mie pedes tengah malam begini!, lambungnya gak tahu diri banget!. kalo sakit yang repot tetap saja gua, karena gak ada yang bisa gantiin kerjaan dia di kantor." Gerutu Andrew setelah itu ia langsung berjalan ke luar dari dapur.

Sementara di dalam kamar, Bella terlihat memegangi dadanya yang terlihat ngos-ngosan dengan detak jantung berdetak kencang.

Sebenarnya wanita itu sangat kaget saat tiba-tiba lampu dapur menyala terang apalagi setelah tahu orang yang telah menyalakan lampu tesebut ternyata dalah Andrew.

Bella begitu sangat takut jika pamannya itu akan mulai curiga dengan kelakuannya yang aneh akhir-akhir ini, apalagi selama ini ia jarang sekali makan di tengah malam seperti barusan. semenjak hamil ia jadi sering merasa lapar dan ingin makan-makanan pedas dan asem.

"Semoga saja paman Andrew tidak curiga kepada ku." Batin Bella

******

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!