NovelToon NovelToon
Solo Reaper At The End Of The World

Solo Reaper At The End Of The World

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: RyzzNovel

Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.

Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.

Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.

Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.

Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Nate memuntahkan seteguk darah lagi. Beberapa bagian tubuhnya terasa kaku dan tidak merespons, seperti koneksi antara pikirannya dan tubuhnya tiba-tiba terputus di tempat-tempat tertentu.

Darah menetes dari kepalanya. Dengan paksa, dia membuka matanya yang terasa sangat berat.

Crackers itu menatapnya.

Tangan-tangannya sudah kembali ke tempatnya, tapi sesuatu telah berubah. Kerangka tulang hitam yang sebelumnya hanya meneteskan cairan gelap itu kini dinodai dengan warna merah darah yang menjalar perlahan di setiap tulangnya, merayap dari satu sisi ke sisi lain seperti sesuatu yang hidup.

Sejenak Nate mengira itu hanya darahnya sendiri yang memercik dan mengenai Crackers, tapi melihat perubahan yang terus meluas ke seluruh bagian tubuh monster itu, dia tidak bisa lagi mengingkarinya.

Ada phase kedua.

"Sial."

Nate mengumpat, lalu memaksakan dirinya bangkit. Bagian-bagian yang tidak merespons dia hentakkan dengan paksa, berdiri dengan langkah yang goyah dan visi yang terombang-ambing di antara kesadaran dan keinginan untuk pingsan.

Dia meneguk ramuan penyembuhan. Kondisinya berangsur membaik, tapi tidak cukup untuk menutupi fakta bahwa keadaannya masih sangat buruk.

Satu masalah lain mendesaknya. Ramuan peningkatan seluruh statistiknya hampir habis, kurang dari satu menit tersisa. Waktu yang terlalu singkat untuk disia-siakan.

"Padahal kupikir monster level sebelas dan level lima belas tidak akan berbeda terlalu jauh. Tapi, monster boss tampaknya memang dibentuk dengan cara yang berbeda. Mereka bukan monster jalanan."

Sebelum dia selesai berpikir, tubuhnya menjerit lebih dulu. Nalurinya merespons dan matanya menemukan Crackers yang sudah melesat ke arahnya dengan niat yang jelas.

Sebuah kepalan tangan meluncur dari atas. Nate melompat mundur dengan kesal.

Untungnya, Crackers tidak punya kecepatan yang berlebihan.

Baam!!

Tapi daya hantam dari pukulannya adalah hal yang berbeda. Lantai yang menerima dampaknya menciptakan kawah kehancuran kecil dengan retakan yang menyebar seperti sarang laba-laba.

Nate mendecakkan lidahnya. Itulah mengapa tubuhnya tadi terasa seperti hampir hancur. Bahkan sekarang dia masih merasa aneh, bagaimana dia bisa masih hidup setelah pukulan yang begitu mengerikan itu?

Crackers melesat kembali. Nate langsung bersiap.

Baam!! Baam!!

Pukulan demi pukulan dilayangkan tanpa jeda, menghancurkan setiap bagian ruangan yang sempat mereka sentuh. Nate menghindari tiap serangannya dengan susah payah, bukan karena kecepatan pukulan itu yang membuatnya kesulitan, tapi karena getaran dan guncangan yang dihasilkan setiap kali kepalan itu menghantam lantai membuat medan tempur di bawah kakinya terus berguncang seperti gempa kecil yang tak berhenti.

Nate memutuskan untuk menciptakan jarak yang cukup jauh. Crackers menghentikan serangannya dan hanya menatap dari kejauhan.

Saat itulah Nate menyadarinya. Serangan sebelumnya ternyata cukup efektif, bagian perut kerangka itu masih mengalami regenerasi yang lambat, belum pulih sepenuhnya. Dan jauh di balik tulang hitam pekat itu, tersembunyi sesuatu yang berdenyut samar.

Inti esensinya.

Nate hanya perlu satu kesempatan.

Dia menghunus sabitnya dan melesat maju. Crackers melakukan hal yang sama, berlari mendekat dengan tangan yang sudah diposisikan untuk menyerang.

Begitu mereka semakin dekat dan Nate memasuki jangkauan serangan Crackers, pukulan itu datang. Nate melompat ke samping, dan begitu kepalan itu menghantam tanah, dia melompat lagi ke depan melewati guncangannya.

Tangan lain Crackers menyusul. Nate melakukan hal yang sama dua kali, menghindari sedikit lalu melompat lagi untuk melewati guncangan.

Jarak sudah cukup dekat.

Nate menghunus sabitnya, berniat menembus langsung ke bagian dalam kerangka itu dan meledakkan area tersebut. Tapi di detik terakhir, ratusan tangan kecil di sela-sela tulang Crackers mulai bergetar dan memanjang ke arahnya sekaligus.

Mata Nate melebar sejenak. Dia mengeraskan rahangnya dan mengubah sudut serangannya menjadi tebasan ke samping.

Sraaang!!

Satu ayunan memotong semua tangan yang menjulur itu sekaligus. Tapi Crackers sudah bersiap, mundur selangkah sambil mengangkat kedua tangannya yang bertautan, bersiap menghantam ke bawah seperti memukul dengan palu raksasa.

Hembusan angin dari gerakan itu saja sudah luar biasa kencang.

Nate melirik ke atas sejenak. Pupil matanya berkilat dingin.

Lalu dia mengabaikan ancaman itu sepenuhnya dan melesat langsung ke arah kerangka itu.

Sraaang!!

Sabitnya masuk tepat ke bagian dalam kerangka Crackers, dan sebelum kepalan itu sempat menghantam Nate.

Buum!! Buum!!

[Void Detonate] meledak dari dalam tubuh Crackers dengan daya serangan yang luar biasa. Suara tulang yang retak dan patah bergema di seluruh ruangan, dan tangan yang sudah terangkat untuk memukul itu terhenti di tempatnya, membeku tak bergerak.

Di balik kehancuran yang mengepul, Nate akhirnya bisa melihat inti esensi itu. Masih utuh.

Crackers kembali sadar sebelum Nate sempat mencapainya. Nate membuang kesempatan itu dan mundur beberapa langkah.

Baam!!

Pukulan itu menghantam tanah. Guncangannya dua kali lipat lebih dahsyat dari sebelumnya, tapi Nate sudah berada di udara, dan mata abu-abu pucatnya tidak berpaling dari satu titik.

Inti esensi itu.

Nate mengangkat sabitnya.

Lalu melemparkannya.

Wuusshh!!

Sabit itu melesat, berputar beberapa kali di udara, dan dengan satu putaran terakhir yang tepat, bilahnya menghantam langsung inti esensi Crackers.

Kreetak!! Retak!! Retak!!

Nate mendarat di lantai yang hancur, terengah-engah, adrenalinnya memuncak. Keringatnya bercampur darah hitam dari monster-monster sebelumnya, dan pupil matanya yang dingin sedikit melebar dengan kesenangan yang sangat nyata.

[Monster (Crackers) Rank F / Lv. 15 Telah Dikalahkan!]

[Monster (Crackers) Rank F / Lv. 15 Telah Dikalahkan!]

[+22 EXP]

[+150 Credit]

[+4 Makanan Anjing]

[+1 Cincin Tengkorak Rank F / Lv. 15]

Inti esensi itu hancur. Tubuh Crackers terjatuh dengan bunyi gedebuk panjang, diikuti suara tulang-tulang yang berjatuhan dan berderak satu sama lain.

Nate tidak membuat banyak reaksi. Dia hanya menatap tumpukan kerangka itu dalam diam, lalu menjatuhkan tubuhnya sendiri ke lantai dengan lelah.

Baru saat itulah dia benar-benar memeriksa kondisinya.

Kepalanya berdarah, aliran darah yang cukup deras sudah membasahi hampir seluruh wajahnya. Bibirnya dan giginya bernoda merah, mengalir turun ke leher dan meresap ke tuniknya yang sudah lama tidak bisa lagi disebut hitam, terlalu banyak sobekan, terlalu banyak noda. Di balik setiap sobekan itu, luka memar dan cakaran menumpuk tanpa jeda.

Pinggang kanannya terasa seperti hampir diremukkan. Tangan kirinya terasa ingin copot dari bahunya.

Tanpa ramuan penyembuhan, Nate mungkin sudah menjadi mayat berjalan sejak lama.

Meski begitu, Nate tidak merasa kesal. Tidak juga takut. Dia hanya terdiam, dan kemudian, dengan kilat di mata abu-abunya, dia tertawa pelan.

"Itu menegangkan."

Dia hampir mati.

Tapi perasaan itu, dengan caranya yang aneh dan sedikit gila, terasa jauh lebih hidup daripada kehidupannya sebelum semua ini.

***

1
Pradama Okta
harusnya udah peringkat D gak sih, kan syarat dari E ke D 5600 kill
Nameless: yang dihitung monster peringkat E keatas, kalau F kebawah gak kehitung
total 1 replies
SETH
cerita nya bagus..mudah2an rajin update dan gak hiatus
blueby
bagus
Nameless: terimakasih!
total 1 replies
KayyLawrence
mampir cuyy,jujur ceritanya bagus,langsung saja terbitkan dan adaptasi jadi manhwa
tintakering
mampir, k
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!