black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."
" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu teman.
" luar biasa ini adalah mahakarya yang sangat bernilai, Nona bolehkah aku menunjukkan ini pada atasanku, aku yakin atasanku akan memuaskan nona jika melihat mahakarya nona ini." ujar Aldi.
" kamu berlebihan dalam menilai itu hanya hasil pemikiran asalku." ujar ayu.
" tidak nona ini sungguh luar biasa, tolong izinkan aku menunjukkan ini pada atasanku." ujar Aldi seperti memohon dan juga memaksa.
" boleh saja." jawab ayu.
" baik sebentar aku akan memanggil atasanku." ujar Aldi.
" ya silahkan." ujar ayu, Aldi pun pergi meninggalkan Wira dan ayu.
" suami tidakkah kamu merasa orang itu melebih lebihkan saja hasil desain konsep yang aku buat." ucap ayu.
" jujur saja ay, aku setuju dengan orang itu hasil desain ini Sungguh luar biasa, walau aku bukan seorang yang mengerti hal seperti ini, tapi desain ini sungguh akan bernilai tinggi jika di pasaran." jawab jujur Wira.
mendengar penuturan Wira membuat ayu senang berbunga bunga, ayu melihat hasil desain nya merasa puas dan sesuai dengan keinginan nya.
Tak lama terdengar suara derap langkah terburu buru mendekat ke tempat Wira dan ayu berada sekilas ayu dan Wira bisa melihat jika itu Aldi dan satu orang lainnya yang mungkin di sebut pimpinannya.
" direktur kamu akan suka dengan ini...." ujar Aldi.
" aku tau kemampuanmu, tapi mengapa sampai seperti ini." ucap direktur.
" ini bukan aku tapi seorang pelanggan." ujar Aldi.
" nona tuan maaf menunggu...., coba direktur lihatlah." ucap Aldi.
Direktur itu kemudian melihat pada gambar yang di hasilkan proyektor, awalnya melihat dengan biasa saja, tapi semakin lama semakin dalam dan dalam.
" ini ini sangat luar biasa, Aldi siapa orang yang sudah mendesain ini." ucap sang direktur.
" nona ini direktur." jawab Aldi.
" ah nona... Terimakasih karena memilih kami untuk merenovasi bangunan anda, jika boleh tau apa benar desain ini nona yang merancang sendiri." ujar sang direktur.
" ya itu aku sendiri....." ucap ayu menjawab.
" perkenalkan namaku Jerry aku manajer di sini, nona jika boleh apakah nona bersedia menjual rancangan desain yang nona buat ini pada kami, dan hanya kami satu satunya." ucap Jerry.
" apa kah selayak itu desain ini untuk di uangkan." tanya ayu.
" layak ini layak sekali nona, jadi bagai mana." ucap Jerry.
" baik boleh saja...." jawab ayu.
" bagus.... Silahkan nona tentukan harganya." ujar Jerry.
" jika aku ingin menerapkan konsep ini berapa dana yang perlu aku keluarkan sampai semuanya beres." ujar ayu bertanya.
" jika ini dilakukan dengan maksimal dan di barengi dengan bahan bahan berkualitas, 10 hingga 25 juta nona sudah menerima beres dan bersih.
" baik bagai mana desainku aku berikan dengan harga yang kamu sebutkan tadi." ujar ayu.
" sepakat.... , Aldi siapkan dokumen jual beli." ujar Jerry langsung setuju.
" eh....." ayu kaget tidak tau jika Jerry akan langsung setuju, harga itu jauh melampaui ekspektasi nya.
Setelah beberapa menit dan melewati beberapa proses formalitas semuanya akhirnya selesai.
" nona jika kelak nona memiliki rancangan desain lagi tolong tolong hubungi kami kami akan memberikan harga yang memuaskan untuk nona." ujar Jerry sebelum berpisah.
" baik baik...." Jawab ayu.
Ayu dan Wira pergi meninggalkan perusahaan itu ayu masih tidak habis pikir dengan keadaan dan pengalaman yang dia alami hari ini.
" suami tidak kah mereka terlalu berpikir jika aku ini seorang perancang desain konsep sebuah bangunan." ucap ayu.
" wajar jika mereka berpikir seperti itu, karena otak istriku sangat luar biasa." ujar Wira.
" entah aku sudah berapa kali di puji oleh suamiku ini, sampai rasanya aku sudah terbang sangat tinggi." ucap ayu.
" terbang saja istriku tak perlu khawatir jatuh aku akan selalu menangkap mu." ucap Wira.
Saat ayu dan Wira sudah akan memasuki mobil dengan Wira yang membukakan pintu untuk ayu secara tiba tiba seorang memanggil nama ayu.
Ayu yang tadinya sudah ingin memasuki mobil pun mengurungkan niatnya untuk mengetahui siapa yang sudah memanggilnya.
" ayu kan...." ucap seorang pria yang sedang menggandeng seorang wanita.
" eeeee.... " ayu ragu untuk menjawab karena sudah lupa dengan orang di depannya.
" kamu lupa ya... Aku Sandi dan ini Nara, kita pernah satu sekolah dulu." ucap sandi.
" ayu kamu benar benar lupa kami...." ujar Nara.
" oh itu kalian.... Wah aku sampai pangling melihat kalian yang sekarang sepertinya kalian begitu sukses." ucap ayu.
" haha.... Ya begitulah....." jawab sandi.
" oh ya... Sekarang kami resmi bertunangan...." ujar Nara, mengingat dulu sandi mengejar ayu untuk menjadi wanita nya.
" wah bagus.... Selamat selamat....." ujar ayu.
" ini siapa, sepertinya aku mengenalnya....." tanya Sandi yang risih ketika Nara menyebutkan prihal hubungan mereka di depan ayu seorang wanita yang begitu ia dambakan sejak masih jaman sekolah dulu.
" oh ini Wira dia suami ku....." ucap ayu dengan sangat percaya diri.
" oh... Iya aku tau beberapa teman memberitahuku tentang nasibmu yang sangat memprihatinkan beberapa tahun terakhir karena suami mu...." Nara kembali bersuara seperti sedang meremehkan.
" oh itu Wira si anak orang kaya baru itu, apa pekerjaan nya." lanjut sandi.
" saat ini tidak bekerja...." jawab ayu kaku, sedang Wira santai saja seperti tidak terganggu sama sekali dengan ocehan dua orang di depannya.
" hah... Jika seorang pria yang berstatus suami tidak bekerja masih pantaskah dia di sebut suami." ujar Sandi.
" modal tampang aja gak cukup, ayu kamu mau sama dia hanya karena tampang saja ya ...." ucap Nara.
" jika suami ingin bekerja di kantorku ada lowongan menjadi tukang bersih bersih, karena kita teman aku akan berikan gaji tuju ratus ribu untuk suami mu." ucap sandi.
" gaji segitu sudah sangat besar, ayu kamu harus berterimakasih...." ucap Nara menimpali.
" oh iya iya iya akan kami pikirkan, tapi aku harus segera pergi karena kami masih harus menjemput anak kami jadi sampai jumpa lain waktu...." ucap ayu yang semakin tidak suka karena mereka mulai meremehkan Wira suaminya.
" oh kalian sudah punya anak...." ucap Wira.
" ayu... kami akan mengadakan reuni aku harap kamu bisa hadir weekend depan di hotel itu...." ujar sandi menunjuk hotel bintang lima yang tadi di bicarakan Wira dan ayu bersama dengan Aji.
" eh kita lihat waktu aja...." ujar ayu.
" kamu harus hadir banyak teman yang juga ingin bertemu kamu, ayo berikan nomor telepon mu biar aku masukkan grup." ucap sandi.
" oh ya baik lah." ujar ayu setuju saja agar dia bisa segera pergi.
" sudah... Aku harus segera pergi untuk menjemput anak ku permisi, suami ayo....." ucap ayu.
" um.... " jawab Wira.
Wira menyusul memasuki mobil bersama ayu tampak sekali Wira seperti tidak melihat dia orang itu, Wira sama sekali tidak tegur sapa sejak awal hingga akhir.