NovelToon NovelToon
Bukan Suami Rahasia

Bukan Suami Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:52.7k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pernah di khianati oleh Wanita yang dicintainya, Membuat Kaivan menutup hati pada semua wanita karena rasa traumanya.

Tapi siapa yang menyangka, Kalau dia harus terseret dalam hubungan percintaan putri majikannya. Kaivan harus diminta menggantikan sang calon pengantin pria yang merupakan asisten majikannya itu dalam sebuah pernikahan yang telah disiapkan.

"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Raisha Azzaira Pangestu.

"Aku berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan aku juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Kaivan Anugerah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ipar Adalah Maut

Hans sampai dirumah Ajeng dimana dulu rumah ini adalah tempat tinggal abangnya. Setiap menginjakan kakinya di halaman rumah ini Hans selalu ingat pada mendiang Abangnya, Bram.

Senyum Abangnya selalu Hans ingat. Biasanya pria yang lima tahun lebih tua darinya itu selalu menyambut kedatangannya. Tapi setahun belakangan ini, Senyum itu tak lagi menyambutnya, Senyum itu tidak lagi ada.

Sekarang bukan lagi Senyum Bram yang menyambutnya melainkan Senyum bocah enam tahun yang selalu menyambutnya datang.

Haura, Bocah kecil itu selalu mengingatkannya pada Bram. Meski kata kedua orangtuanya Haura sama sekali tidak ada mirip-miripnya dengan Abangnya tapi Hans selalu positif thinking saja mungkin Haura mirip dengan salah satu sodara dari pihak Ajeng. Karena bagi Hans, Tidak semua anak itu sama dengan anggota keluarga nya kan?

"Hans.." Ajeng, Wanita itu berlari keluar seakan sangat ketakutan.

"Mbak.." Hans memegang kedua bahu Ajeng mencoba menenangkan wanita itu.

"Tolong Hans ...Tadi ada ular didalam Hans.. Aku takut banget.." Ajeng langsung memeluk Hans dengan erat. Hans yang dipeluk pun hanya bisa mematung dan tak bisa berkutik lagi. Asa sesuatu yang tak bisa ia jelaskan.

"Mbak..

"Oh, Maaf ya.. Mbak, Panik banget.." Pelukan itu terlepas, Hans hanya tersenyum tipis saja. Jantungnya yang semula biasa saja itu kini berdetak lebih kencang dari biasanya. Dan ini bukan untuk yang pertama kalinya. Hal seperti ini sering Hans rasakan ketika pria itu dekat dengan Ajeng.

"Haura dimana mbak? Dia gak kemana-mana kan?" Tanya pria itu mengkhawatirkan ponakannya takut terjadi apa-apa.

"Haura didalam kamarnya... Ular itu mbak ketahui setelah menidurkan Haura..

"Ya udah Mbak.. Sekarang dimana ularnya.." Ajeng menarik tangan Hans agar masuk kedalam rumah itu.

"Dimana Mbak..

"Itu Hans.. Tadi ada dibawah sofa..." Hans pun mulai mencari hewan yang katanya berbahaya itu. Di tangan kanannya, Hans memegang sebuah balok bersiap untuk memukul hewan melata tersebut.

Dan benar saja, Ular yang ukurannya sekecil ibu jari orang dewasa itu ada dibawah sofa. Hans pun bersiap memukulnya namun pergerakannya terhenti setelah Hans merasa ada yang aneh.

Hans melangkah semakin dekat dengan hewan itu memastikan dengan balok yang ia pegang. Namun..

"Mbak.. Ini ular mainan.." Hans berjongkok meraih ular yang ternyata adalah ular mainan itu. Ajeng membuka mulutnya merasa kaget sekali. Wanita ikut mendekat..

"Apa? U.. Ular mainan?" Hans mengangguk. Tangan wanita itu mencoba memegangnya dan dia langsung menunduk..

"Ohya.. Ular mainan ternyata.. Mbak gak tahu Hans. Mungkin itu Haura yang bawa.." Hans menghela nafas panjang. Pria itu melempar ular karet tersebut kesembarang arah.

"Maafin mbak ya, Hans.. Gara-gara mbak kamu jadi harus kesini malam-malam.." Ajeng menunduk sedih merasa tidak enak.

"Gapapa Mbak.. Lain kali, Kalau ada hewan yang berbahaya mbak panggil tetangga sebelah dulu buat periksa.. Kalau memang itu berbahaya mbak Ajeng segera melapor.." Ajeng menatap Hans dengan mata yang berkaca-kaca.

"Mbak.. Mbak kok sedih?" Ajeng duduk diatas sofa sambil menangis.

"Hans.. Kamu tahu kan? Mbak ini seorang janda. Mbak gak berani minta tolong sama mereka karena kalau Mbak minta tolong sama tetangga sebelah mereka selalu bilang mbak punya niat gak baik Hans.. Mereka itu nuduh mbak yang enggak-enggak.. Mereka nuduh mbak yang katanya mbak berniat jadi pelakor.. Makanya mbak minta bantuan kamu aja.." Mendengar cerita itu, Hans hanya mampu terdiam saja. Hans merasa iba pada kakak iparnya itu.

Ya, Setiap janda memang serba salah kan? Seorang janda tidak ada benarnya dimata orang-orang pikir Hans.

"Mbak yang sabar ya.. Kalau ada apa-apa Mbak minta tolong aja sama aku.. Mbak tinggal telfon aku.." Ajeng mengangguk seraya menghapus air matanya.

"Iya.. Mbak minta tolong ke kamu aja.. Tapi..

"Tapi kenapa lagi mbak?

"Kalau kamu udah nikah, Pasti Raisha gak bakalan kasih kamu ijin buat tolongin mbak.." Ajeng menunduk lagi. Hans meraih tangan wanita yang merupakan istri Abangnya itu lalu menggenggamnya.

"Mbak gak usah khawatir ya.. Soal itu biar aku yang urus.. Raisha pasti ijinin kok.. Masa melakukan kebaikan gak boleh.." Ajeng tersenyum kemudian membalas genggaman tangan Hans.

"Makasih ya Hans.. Kamu memang selalu ada untuk Mbak..

"Iya mbak..Ya udah kalau gitu, Aku pulang dulu.. Salami aja sama Haura.." Ajeng mengangguk, Pria itu beranjak hendak keluar namun tiba-tiba..

JEDEEERRRRR!!

"Aaaaaaaa!!

"Mbaakk...

Hans kembali mendekat dan memeluk Ajeng. Suara petir tiba-tiba menggelegar disertai hujan yang begitu deras. Kilat pun menyambar-nyambar membuat Ajeng ketakutan.

"Aku takut petir Hans..

"Udah, Mbak tenang..

"Tapi aku takut Hans..

"Ya udah, Biar aku antar mbak ke kamar ya..?" Ajeng mengangguk tersenyum penuh arti. Hans dengan penuh perhatian mengantar Ajeng masuk kedalam kamarnya.

JEDEEERRRRR!!

"Hans...

"Udah mbak.. Mbak tenang ya.. Ada aku.." Hans benar-benar mengantar Ajeng masuk kedalam kamarnya. Begitu sampai..

Klap!

"Aaaaaaaa...

Ajeng kembali berteriak saat lampu tiba-tiba saja padam. Semuanya gelap, Hans tidak dapat melihat apapun di kamar wanita itu.

"Mati lampu..

"Iya Mbak.. Ini gimana..

"Hans.. Ini mati lampu, Dan dijalan pasti gelap. Cuaca juga gak mendukung... Kamu nginep aja disini ya.. Bahaya loh pulang dalam kondisi pemadaman gini.." Kata Ajeng pada Hans. Pria itu berpikir lalu..

"Mbak ada benarnya juga. Okey, Aku akan menginap disini.. Ya udah, Aku mau keluar dulu mbak.." Hans meraih ponselnya hendak menyalakan lampu senter.

"Yah, Ponselnya mati lagi.. Ponsel mbak ada gak?

"Ponsel mbak ketinggalan diruang tamu kayanya..

"Astagaaaaa..." Pria itu meraup wajahnya kasar.

"Gini aja, Hans kamu duduk dulu aja ya.. Mbak mau ambil lilin dulu, Kayaknya ada deh dilaci sekitar sini.." Ajeng berjalan dengan tangan beraba sekitar. Wanita itu membuka laci lalu meraih sebuah lilin yang tinggal setengah. Ajeng juga meraih korek kemudian menyalakan lilin tersebut.

"Akhirnya...

Lilin pun menyala, Wanita itu meletakkan lilin tersebut di atas nakas. Wanita itu melangkah namun tiba-tiba kakinya tersandung..

"Aaaaa Hans..

Bugh!

"Eeughh Mbak.." Tubuh Ajeng jatuh diatas tubuh Hans. Seketika keduanya saling tatap dibalik sinar lilin yang masih menyala diruangan yang gelap itu.

"Hans..

"Mbak.." Ajeng tersenyum, Ia tatap adik dari suaminya itu membuat Hans terdiam. Pria itu menelan salivanya susah payah saat tangan Ajeng dengan lancang membuka satu kancing kemeja Hans kemudian tangan tersebut berakhir masuk dan meraba dada pria itu.

"Mbak... "

"Hans.." Hans menggelengkan kepalanya, Sesuatu miliknya tiba-tiba saja bangkit menantang. Logikanya bicara jangan, Namun dari lubuk hatinya mendukung.

"Hans.. Mbak udah lama.." Dengan lancangnya Ajeng langsung mencium bi-bir Hans, Pria itupun tak banyak berpikir dan langsung membalasnya.

Semakin lama semakin panas, Hans seolah lupa dengan statusnya dengan wanita itu.

Hans mengganti posisi yang tadi Ajeng berada diatas kini Hans lah yang berada diatas. Diluar guyuran air hujan semakin deras, Lampu yang mati dengan sinar lilin itu membuat sepasang ipar tersebut melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lalukan.

"Ough! Hans.. Hati-hati...

"Mbak.. Aku udah gak tahan mbak.." Keduanya saling bertukar keringat pada malam ini. Bahkan sampai lampu kembali menyala pun tak mampu menghentikan aktivitas panas mereka.

Hans sudah lupa akan segalanya, Otaknya pria itu tidak ingat apapun kecuali kenikmatan yang saat ini sangat membangkitkan seleranya.

"Lanjutkan saja Hans.. Ini enak sekali.." Ucap Ajeng dengan senyum bahagianya..

Tanpa keduanya sadari, Sebuah camera kecil merekam aktifitas panas keduanya. Camera tersebut tertanam didalam kancing jaket Hans yang pria itu lempar begitu saja.

Mereka juga tidak menyadari bahwa seorang pria mengepalkan tangannya melihat adegan menjijikan itu di layar ponselnya.

"Dasar pria yang brengsek tahu diri.. " Ucapnya, Pria itu tersenyum sinis dan mengingat tindakannya yang tidak diketahui oleh siapapun.

Pria itu adalah Kaivan, Setahun ini sering kali Nona nya kecewa pada Hans hanya karena pria itu lebih mengutamakan kakak iparnya.

Kaivan yang pernah menjadi bodyguard serta berpengalaman pun ingin tahu apa saja aktivitas Hans ketika sedang berdua dengan Ajeng.

Secara logika saja, Sepasang pria dan wanita yang bukan mahram sering berduaan tidak mungkin tidak punya hubungan apapun, Bukan?

Maka dari itu, Kaivan memasang Camera kecil itu di balik kancing jaket yang Raisha beli untuk Hans.

"Pria sepertimu tidak pantas bersanding dengan Nona Raisha, Hans...

TBC

1
Adrian
yo gak ngefek lah ajeng lha wong calon suami raisha spek sultan kok. dibandingin hans kalah jauhlah🤣🤣🤣🤣🤣
Evi alvian
maklum adekmu cemburu Kaii kan Steve naksir ama Raisha...tp gpp steve sadar kalo Raisha jodohnya kaivan dan akan menjadi kakak iparnya
Sri Rahayu
cemburu tau aku kakak.. batin Steve.... tentu saja krn wanita incaran nya akan jd kakak ipar nya 🤩🤩🤩....utk Ajeng senang 2 lah dulu nanti akan jatuh kamu 🤪🤪🤪....lanjur Thorr😘😘😘
Syahwiyah Syahwiyah
Pepetah mengatakan,jangan disangka air tenang tidak ada buaya nya.
Lucy
😃😃😃Ajeng kira Raisha akn cemburu dan marah, jgn salah jeng Raisha dpt ank org kaya LBH dr Hans yg seorg karyawan di perusahaan papa Damian,apa ntar Hans berhenti kerja KLO gagal nikah ya kan maluuu🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
like mother like daughter, sama-sama mulutnya berbisa, Haura ngomong gitu pasti disuruh sama Ajeng, dan Hans bodohnya kebangetan, percaya sekali dengan omongan si pelacur murahan. hans masih juga yakin kalau Ajeng itu perempuan baik-baik, padahal aslinya pelacur murahan 🤣🤣😂😂 yang dengan bangganya bilang sudah tidur dengan Hans dan melakukan hubungan badan, tapi cocok sih laki-laki mokondo dengan pelacur murahan seperti kamu Ajeng 🤣🤣😂😂😂
partini
Hemm baru ketemu mau jadi adik lucknat macam Ajeng kamu stev
Chandra Dewi
ceritanya bagus dan menarik
aku
davina berarti, istri davin. sp adeknya, alya kah??
Mama Bila😘❤️: Davina adik Davin kk.. Istrinya Cinderella
total 1 replies
Meliandriyani Sumardi
lancar kai..sampai akad nikah nanti..penasaran sama hans bagaimana responnya nih🤣🤣
Dew666
💟💟💟
Evi alvian
Alhamdulillah acara lamaran lancar dan diterima oleh papa Damian...dan buat Hans gigit jari deh gak jadi nikah🤭😂
Putrii Marfuah
Steve, jangan sedih ya kalau ternyata dia adalah raisha yang sama, wanita yang kamu suka
Lucy
Lamaran kai ke Raisha berjalan dgn baik dan diterima oleh papa Damian👍👍dan untuk Hans ntar kau menyesal tiada guna🤭bela trus ipar maut mu itu🤣🤣🤣
Arin
Kalau Hans tenang tapi menghanyutkan🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lamaran yg sah buat raisha
Nice1808
Akhirnya lamaran di terima dgn baik oleh klurga Raisha👍👍dan untuk hans menyesal tiada guna🤣🤣🤣🤣
Retno Harningsih
up
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga lancar hingga akhir. nyesal kuadrat kamu, Hans.
Ariany Sudjana
puji Tuhan, lancar semua yah kaivan dan Raisha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!