NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi / Perperangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di kejar anak buah Adipati Bao Jing.

*Kediaman jenderal Feng Shiyan*

"Jenderal." panggil Fu Tian.

"Ada apa, Tian?" tanya Feng Shiyan.

"Semua sudah siap, jenderal." ucap Fu Tian.

"Baiklah, kita akan menyisir wilayah Chizen, pastikan para pengkhianat itu tertangkap." perintah Feng Shiyan.

Feng Shiyan bersama beberapa prajurit pergi ke wilayah Chizen, mereka akan memberantas para pengkhianat di wilayah itu. di tempat lain anak buah dari Adipati Bao Jing sudah mengetahui di mana tempat persembunyian Yu-nian. Tidak bisa mendapatkan A-rin, maka dia akan mengambil Yu-nian sebagai istri mudanya. Yu-nian kabur bersama dengan Yi-bao, di wilayah perspektur Chizen.

"Kita akan pergi ke mana, Yu-nian?" tanya Yi-bao.

"Aku tidak tahu, yang penting kita pergi dari tempat ini terlebih dahulu, jangan banyak bertanya.. Kamu kira otakku itu bisa berpikir terus menerus." jawab Yu-nian dengan nada marah. dia menunggang kuda secepat kilat untuk melarikan diri dari para pengawal Adipati Bao jing.

"Yu-nian, bisakah kamu memacu kudanya jangan terlalu kencang, Aku takut jatuh dari kuda ini!" seru Yi-bao yang berpelukan erat ke tubuh Yu-nian.

"Ck.. Kamu ini bagaimana sih, jadi saudara tidak punya pengertian sama sekali, kalau aku tidak memacu kuda ini dengan kencang maka aku akan ditangkap sama si gendut yang dahinya sangat lebar itu!" bentak Yu-nian yang memacu kudanya semakin kencang.

Yi-bao nampak sangat ketakutan, dalam hati dia terus memanjatkan doa untuk keselamatan dirinya dari tangan Yu-nian. "Oh dewa, lindungilah nyawaku ini, nyawaku cuma satu harganya tidak seperapat, tapi aku masih mau melanjutkan hidupku." ucap Yi-bao. dia terus berdoa bahkan tangannya berpegangan erat di tubuh Yu-nian.

Saat ini mereka berdua menaiki satu kuda. kuda itu berlari dengan begitu kencang, kuda itu menyusuri jalan di sekitar hutan kecil yang ada di wilayah Chizen.

"Cepat cari keberadaan wanita itu, Adipati memerintahkan kita untuk membawa gadis itu dengan selamat!" seru salah satu anak buah Adipati.

Sekitar 10 pengawal Adipati dikerahkan untuk mengejar Yu-nian yang saat ini sudah melarikan diri dari tempat Yi-bao. Yi-bao sendiri adalah saudara jauh Yu-nian, kakek Yi-bao adalah saudara dari kakek Yu-nian.

Saat ini yunian tidak tahu harus ke mana, dia hanya berpikir untuk kabur dari wilayah Nan pergi jauh meninggalkan kerajaan Tangyu.

"Geledah seluruh rumah yang ada di tempat ini, jangan biarkan para pengkhianat itu pergi dengan selamat!" seru Feng Shiyan.

"Baik, jenderal!" jawab prajurit.

Di wilayah Chizen sekarang ini jenderal Feng Shiyan sudah menyisir wilayah itu untuk memberantas para pengkhianat yang ingin memberontak di kerajaan Tangyu. Suara teriakan para warga ketika para prajurit tiba-tiba menggeledah tempat mereka

"Katakan di mana orang-orang itu!" seru para prajurit.

Warga yang ada di desa Chi nampak sangat ketakutan, mereka memeluk anak-anak mereka dan takut jika tiba-tiba para prajurit itu membunuh mereka.

"Cepat katakan di mana para pengkhianat itu?!" seru para prajurit.

"Am-ampun Tuan, ampun kami tidak tahu apapun." jawab si pria tua yang nampak ketakutan, dia memeluk cucunya sembari bercucuran air mata.

"Jika kalian tidak mengatakan di mana Sanhu berada, maka kalian yang akan aku habisi!" teriak para prajurit yang membuat orang-orang yang ada di tempat itu nampak ketakutan.

"Bakar tempat ini jika orang-orang ini tidak mengatakan di mana keberadaan Sanhu." perintah Feng Shiyan. pria itu memang terkenal dengan kekejamannya, bahkan jenderal Shiyan adalah pria yang terkenal tidak memiliki hati sama sekali.

"Bakar tempat ini jika mereka tidak mau mengatakan di mana keberadaan para pengkhianat itu!" seru Fu Tian.

Mendengar perintah untuk membakar desa Chi membuat para warga desa itu sangat ketakutan, suara teriakan menggema. Anak-anak kecil memeluk orang tuanya, para lanjut usia sangat ketakutan ketika melihat para prajurit terus memaksa mereka untuk mengatakan di mana Sanhu dan anak buahnya.

Sanhu adalah pria berumur 30 tahun, dia dulu adalah salah satu pejabat yang menggantikan posisi ayahnya, pria itu memegang prinsip untuk menghancurkan Kerajaan Tangyu karena dia ingin mendirikan kerajaan sendiri. Kaisar Tang xi tentu saja tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk memecah belah kerajaannya.

Yu-nian sudah masuk wilayah desa Chi, dia melihat desa yang terlihat begitu sepi tanpa ada satu orang pun, sedangkan anak buah Adipati Bao Jing terus mengejar Yu-nian. "Kenapa desanya sepi banget? apa penduduknya sedang liburan?" tanya Yu-nian.

Yi-bao tidak menghiraukan pertanyaan Yu-nian, kepalanya sudah pusing, tangannya masih memeluk erat pinggang Yu-nian.

"Yi-bao, kenapa tempat ini kenapa sepi sekali? bukankah ini desa Chi?" tanya Yu-nian yang bingung.

Yi-bao tetap tidak merespon, dia hanya diam sembari menatap tempat yang dikatakan oleh Yu-nian. "Aku tidak tahu Yu-nian, kepalaku ini pusing, rasanya aku sudah dekat dengan ajalku, aku tidak mau memikirkan masalah lain." jawab Yi-bao yang kemudian meminta Yu-nian untuk menghentikan kudanya.

Kuda itu berhenti, Yi-bao turun dari kuda kemudian mulai muntah. "Dasar gadis titisan setan, dia ini benar-benar mau membunuhku, dia memacu kudanya sangat kencang banget." ucap pelan Yi-bao sembari memijit pelipisnya.

Yu-nian turun dari kudanya, melihat di desa Chi yang tidak ada nampak orang sama sekali hal itu membuat Yu-nian sedikit kebingungan. "Apa desa ini tiba-tiba terkena wabah? lalu orang-orang yang ada di desa ini tiba-tiba meninggal?" ucap Yu-nian sembari memikirkan mengenai kebenaran yang ada di otaknya.

Yi-bao ikut melihat ke segala arah, desa Chi benar-benar seperti desa yang sudah mati. Ketika mereka berusaha untuk mencari dan bertanya kepada orang-orang yang ada di desa itu, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki kuda mendekat ke arah mereka. Yu-nian dan Yi-bao tidak menghiraukan, mereka masih penasaran dengan desa yang tiba-tiba kosong.

"Mereka ada di sana tuan." ucap salah satu anak buah Adipati Bao jing.

"Cepat kalian tangkap gadis itu," perintah pengawal Bao Jing, beberapa anak buahnya turun dari kuda kemudian mulai mengejar Yu-nian.

Yu-nian sempat menoleh ke arah orang-orang yang tiba-tiba datang itu. "Waduh.. kenapa mereka sudah menyusul kita di sini?" tanya Yu-nian.

"Ngapain masih bertanya, cepat kita lari dari tempat ini." jawab Yi-bao yang berusaha untuk lari. Namun sayangnya ketika dia hendak melarikan diri dari tempat itu, tiba-tiba sebuah anak panah melesat ke arahnya, hal itu membuat yunian langsung menghentikan langkah kakinya.

"Dasar pria-pria jelek! beraninya kalian mau membunuhku!" seru Yu-nian yang tidak terima ketika dirinya hampir terkena anak panah dari anak buah Adipati Bao Jing.

*bersambung*

1
Zheyra
semangat thor
Pa Muhsid
mohon lebih teliti nulisnya tor typo masih banyak dan kita membacanya kadang harus mikir dulu ini maksudnya apa gitu jadinya tidak langsung konek
Zheyra
lanjut Thor
Zheyra
lanjut
Atalia
hajar aja biar tau rasa mereka 🤭
Atalia
lanjut🤭
Zheyra
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!