NovelToon NovelToon
Vessel Of Eternity

Vessel Of Eternity

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Reinkarnasi / Cinta Terlarang / Iblis / Kutukan / Romansa
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: amuntuyu

Kisah seorang The Constant, sang pengelana waktu yang hidup empat ratus tahun. Bertemu dengan seseorang dari kaum Aethern, dewa cahaya yang hidup dalam keabadian. Awalnya mereka berpikir bahwa pertemuan itu hanyalah kebetulan. Namun, dibalik pertemuan itu, sebuah benang sudah terikat sejak ratusan tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amuntuyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PROLOG

Waktu adalah sungai yang mengalir bagi manusia, namun bagi Kenzie Rosalinne, waktu adalah penjara kaca yang tidak memiliki pintu keluar.

Tahun 1624, Britania Raya.

Dunia Kenzie dimulai dengan aroma jerami kering dan lilin lebah. Ia ingat rasa sakit yang menghujam jantung ibunya, Lady Rosalinne, dituduh sebagai pemuja kegelapan oleh penduduk desa. Di ambang kematiannya, dengan tangan gemetar yang berlumur tanah, Lady memeluk Kenzie. Ia tidak memberikan warisan berupa emas, melainkan sebuah bisikan yang lebih tajam dari belati.

"Duniaku berakhir di sini, Kenzie. Tapi duniamu tidak akan pernah mengenal senja. Kau akan tetap seperti ini, mekar di musim semi yang abadi, hingga kau menemukan alasan untuk gugur."

Malam itu, Kenzie melihat ibunya terbakar. Dan malam itu pula, untuk pertama kalinya, Kenzie menyadari bahwa goresan luka di lengannya hilang dalam sekejap saat ia terbangun dari tidur singkatnya. Ia tetap berusia tujuh belas tahun, sementara teman-temannya mulai menikah, menimang bayi, keriput dan akhirnya terkubur di bawah nisan yang berlumut.

-

Tahun 1726, Swiss.

Bagian tersulit bukanlah tetap muda, melainkan melihat semua orang yang ia sayangi berubah menjadi abu. Ia akhirnya mengalami jatuh cinta, sekali. Ia melihat pria itu tumbuh dewasa, menua, keriput dan akhirnya memanggil nama Kenzie dengan suara parau di ranjang kematiannya, sementara wajah Kenzie tetap sama persis seperti saat mereka pertama kali bertemu.

-

Tahun 1789, Paris.

Kenzie mengganti namanya menjadi Guinevere. Ia berdiri di tengah kerumunan yang bersorak saat guillotine jatuh di Place de la Révolution. Ia mengenakan gaun sutra mahal, berperan sebagai putri seorang bangsawan yang melarikan diri. Di sana, ia belajar bahwa kecantikan abadi adalah kutukan sekaligus senjata. Pria-pria kuat bertekuk lutut padanya, menjanjikan keabadian cinta yang ironisnya akan berakhir dalam beberapa dekade, sementara Kenzie tetap menatap mereka dengan mata yang semakin dingin. Ia melarikan diri saat pelayannya mulai berbisik, "Nona Guinevere tidak menua sedikit pun dalam sepuluh tahun."

-

Tahun 1890, New York.

Zaman berganti menjadi uap dan besi. Kenzie kini dikenal sebagai Florence, seorang pekerja pabrik tekstil yang tertutup. Di sinilah ia mulai menyadari pola hidupnya, pindah setiap sepuluh hingga lima belas tahun. Ia belajar memalsukan dokumen, belajar berbagai bahasa dan yang paling penting belajar untuk tidak pernah mencintai lagi. Karena mencintai manusia berarti menonton mereka membusuk perlahan, sementara kau tetap menjadi porselen yang sempurna. Ia melihat penemuan lampu pijar, melihat dunia menjadi terang, namun batinnya tetap gelap karena kesepian yang tak berujung.

-

Tahun 1945, Berlin.

Di tengah reruntuhan perang, Kenzie menjadi seorang perawat sukarela. Di sini, rahasia darahnya nyaris terungkap. Seorang tentara yang sekarat secara tidak sengaja meminum air yang tercampur tetesan darah Kenzie saat tangannya terluka. Tentara itu sembuh secara ajaib dalam semalam. Kenzie merasa ketakutan. Ia menyadari bahwa ia bukan sekadar abadi, ia adalah obat yang kapanpun bisa diincar. Sejak saat itu, ia bersumpah tidak akan pernah membiarkan setetes pun darahnya menyentuh bibir orang lain.

-

Tahun 2026, Masa Kini di London.

Kini, dunia dipenuhi dengan kamera pengawas, sensor digital dan pengenalan wajah. Menjadi abadi di era ini menjadi sepuluh kali lebih sulit. Kenzie harus menjadi ahli peretas, menciptakan identitas digital yang sempurna agar tidak terdeteksi oleh algoritma pemerintah.

Namanya sekarang adalah Kenzie Rosalinne, sama seperti nama yang diberikan Ibunya saat pertama kali ia menjalani hidup. Kenzie duduk di kursi belakang sebuah taksi, menatap layar ponselnya yang menampilkan tren media sosial yang dangkal. Di luar jendela, gedung-gedung pencakar langit menjulang tinggi, menggantikan hutan dan padang rumput yang ia kenal empat abad lalu.

Sudah empat ratus tahun ia menyaksikan dunia berganti kulit. Kenzie telah melihat kerajaan bangkit dan runtuh. Ia telah melihat agama baru lahir dan teknologi mengubah cara manusia bernapas. Namun, di balik baju masa kini yang ia kenakan, ia tetaplah gadis yang sama dari tahun 1624. Seorang gadis yang lelah melihat matahari terbit, namun tidak pernah diizinkan untuk melihat kegelapan yang gulita.

Keabadiannya bukanlah datang dari sihir yang indah, melainkan dari sebuah kutukan yang membeku di dalam darahnya. Ia telah menjadi ribuan orang.

Kenzie jarang membiarkan orang lain menyentuhnya. Bukan karena ia sombong, tapi karena ia takut seseorang akan menyadari bahwa detak jantungnya jauh lebih lambat daripada manusia biasa. Tubuhnya beroperasi pada frekuensi yang berbeda, sebuah mesin biologis yang menolak untuk aus.

Kenzie menghela napas, uap tipis muncul di udara dingin. Kota baru, sekolah baru, kebohongan baru. Ia belum tahu bahwa di kota ini, untuk pertama kalinya dalam empat ratus tahun, ia bukan lagi satu-satunya makhluk yang menyembunyikan detak jantung dari masa lalu.

...•••...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!