NovelToon NovelToon
Dikhianati Tunanganku, Dinikahi CEO Dingin

Dikhianati Tunanganku, Dinikahi CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Puteri Bulan

Di atas karpet merah pertunangannya, Aeryn Valerine menyaksikan dunianya runtuh. Tunangannya berselingkuh dengan sang adik tiri, lengkap dengan rencana licik mencuri seluruh warisannya. Namun, Aeryn bukan wanita yang akan menangis di pojokan. Dengan gaun sutra yang memikat, ia melangkah tenang menghampiri Xavier Arkananta—sang CEO "Ice King" yang paling ditakuti.

"Nikahi aku, dan aku akan memberimu kekuasaan yang tak bisa dibeli uang," bisik Aeryn dingin.

Xavier menerima kesepakatan gila itu, tapi ia punya motif tersembunyi yang jauh lebih gelap. Saat dendam mulai terbalaskan secara elegan, Aeryn menyadari satu hal: Menikahi setan adalah cara terbaik untuk menghancurkan iblis. Tapi, bagaimana jika sang setan menginginkan lebih dari sekadar kontrak bisnis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puteri Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Interior Bentley hitam itu terasa jauh lebih sempit dari biasanya. Aeryn masih bisa merasakan sisa panas di bibirnya. Setiap kali ia memejamkan mata, kilatan lampu flash dan sentuhan posesif tangan Xavier di tengkuknya kembali menyerbu memorinya.

Xavier duduk tegak di sampingnya, menatap lurus ke arah jalanan Jakarta yang mulai sepi. Wajahnya kembali ke setelan pabrik—dingin, kaku, dan tak terbaca. Seolah-olah ciuman yang sanggup meruntuhkan ego Kaelan tadi hanyalah sebuah transaksi yang telah selesai ditandatangani.

"Xavier," suara Aeryn memecah kesunyian, nyaris berupa bisikan.

"Ya?" sahut pria itu tanpa menoleh.

"Soal tadi... lima puluh persen aset itu. Kau tidak perlu melakukannya sejauh itu hanya untuk membungkam mereka."

Xavier akhirnya menoleh. Sudut matanya tampak tajam di bawah cahaya lampu jalan yang masuk lewat celah kaca. "Aku tidak suka melakukan sesuatu setengah hati, Aeryn. Jika aku ingin dunia percaya kau adalah milikku, aku harus memberi mereka bukti yang tidak bisa dibantah oleh logika mana pun."

"Tapi itu terlalu banyak. Kau memberiku kekuatan untuk menghancurkanmu jika aku mau," Aeryn menatap pria itu lekat-lekat, mencoba mencari celah di balik topeng esnya.

Xavier memberikan senyum tipis yang dingin. "Kau bisa mencoba, Aeryn. Tapi ingat satu hal: aku memberimu senjata itu bukan agar kau menggunakannya padaku, tapi agar kau bisa membakar habis semua orang yang pernah meremehkanmu. Besok, permainan yang sesungguhnya dimulai. Jangan biarkan investasiku menjadi debu."

Aeryn terdiam. Ia menyadari satu hal yang selama ini ia lewatkan. Xavier bukan sekadar pelindungnya; dia adalah sutradara yang sedang membangun panggung besar untuknya. Dan di panggung itu, ia harus menjadi pemeran utama yang paling mematikan.

****

Keesokan paginya, berita tentang "Ciuman Miliaran Rupiah" dan penyerahan aset Arkananta mendominasi seluruh kanal media nasional. Namun, Aeryn tidak punya waktu untuk merayakan sensasi itu. Ia berdiri di sebuah kantor berkonsep industrial-minimalis di kawasan pusat bisnis, sebuah gedung yang baru saja ia akuisisi menggunakan dana likuid dari aset pemberian Xavier.

Di depannya, berdiri enam pria paruh baya dengan tangan yang kasar dan mata yang jeli. Mereka adalah pengrajin emas dan permata legendaris dari Valerine Jewels—orang-orang yang telah mengabdi selama puluhan tahun namun dikesampingkan oleh Kaelan demi mengejar produksi massal yang murah.

"Tuan-tuan," Aeryn membuka percakapan, suaranya tenang namun berwibawa. "Kalian tahu mengapa kalian dipanggil ke sini?"

Seorang pengrajin paling senior, Pak Danu, mengangguk pelan. "Kami dengar Nyonya ingin membangun sesuatu yang baru. Tapi, Dirgantara Group sudah mengancam akan menuntut kami jika kami mengundurkan diri serentak."

Aeryn tersenyum, langkahnya mantap mengitari meja kayu besar di tengah ruangan. "Kaelan Dirgantara hanya bisa mengancam dengan kertas kosong. Mulai hari ini, kalian adalah bagian dari Valerine’s Secret. Saya tidak meminta kalian memproduksi ribuan perhiasan untuk pasar menengah. Saya ingin kalian menciptakan mahakarya. Satu perhiasan, satu jiwa."

"Bagaimana dengan modalnya, Nyonya? Bahan baku sekarang sangat sulit didapat karena monopoli Dirgantara," tanya pengrajin lain.

"Monopoli itu sudah berakhir kemarin malam," sahut Aeryn telak. "Logistik Arkananta Mining ada di belakang kita. Kalian akan mendapatkan berlian dan batu mulia kualitas terbaik langsung dari sumbernya. Gaji kalian akan naik tiga kali lipat, dan nama kalian akan terukir di setiap sertifikat keaslian produk. Saya tidak ingin kalian menjadi bayangan lagi."

Para pengrajin itu saling pandang. Ada binar harapan yang sudah lama padam di mata mereka. Bagi mereka, Aeryn adalah satu-satunya Valerine yang benar-benar mengerti nilai dari sebuah seni, bukan sekadar angka di laporan laba rugi.

"Kami ikut, Nyonya," ucap Pak Danu mantap. "Kami lebih baik mati menciptakan karya untuk Anda daripada hidup menjadi mesin di bawah perintah Kaelan."

****

Satu minggu berlalu. Kehadiran Valerine’s Secret di pasar perhiasan mewah seperti badai yang tak terduga. Tanpa iklan besar-besaran, hanya lewat undangan eksklusif dan kekuatan media sosial, brand milik Aeryn langsung menjadi incaran para kolektor. Konsepnya yang personal dan unik—terinspirasi dari sketsa-sketsa lama ibunya—membuat koleksi Dirgantara Group tampak seperti barang rongsokan yang dipoles.

Sore itu, Aeryn sedang memeriksa beberapa laporan penjualan di kantornya yang berdinding kaca ketika pintu ruangannya dihempas terbuka dengan kasar.

Kaelan Dirgantara masuk dengan napas memburu. Penampilannya berantakan. Dasinya miring, dan ada lingkaran hitam yang dalam di bawah matanya. Di belakangnya, Hugo tampak mencoba menghalanginya, namun Aeryn memberikan isyarat agar asistennya itu mundur.

"Tinggalkan kami, Hugo," perintah Aeryn dingin.

Setelah pintu tertutup, Kaelan menggebrak meja kerja Aeryn. "Kau sudah gila, Aeryn! Kau mencuri pengrajin utamaku! Kau membatalkan semua kontrak suplai ke tokoku! Apa yang kau inginkan sebenarnya?"

Aeryn tidak beranjak dari kursinya. Ia menyesap teh kamomilnya dengan santai. "Aku hanya melakukan apa yang kau lakukan padaku dulu, Kaelan. Ini namanya kompetisi sehat, bukan?"

"Sehat?" Kaelan tertawa histeris. "Kau menggunakan uang Xavier untuk membunuhku! Kau pikir kau hebat? Tanpa Arkananta, kau bukan siapa-siapa! Kau hanya putri narapidana yang haus kekuasaan!"

Aeryn meletakkan cangkirnya perlahan. Bunyi denting porselen di atas meja kaca terdengar sangat nyaring di ruangan yang sunyi itu. "Lucu sekali mendengar kata 'narapidana' dari mulut pria yang baru saja dilaporkan atas dugaan penggelapan pajak dan penipuan investor. Bagaimana rasanya, Kaelan? Melihat kerajaan yang kau bangun di atas penderitaanku mulai retak?"

"Aku akan menghancurkan brand barumu ini," desis Kaelan, suaranya rendah dan penuh ancaman. "Aku akan memastikan tidak ada satu pun butik di negeri ini yang mau menjual barang-barangmu. Aku masih punya koneksi. Aku akan membuatmu memohon di kakiku agar aku mau membelimu kembali."

Aeryn bangkit berdiri. Ia berjalan mendekati Kaelan hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa sentimeter. Ia tidak merasakan ketakutan sedikit pun. Yang ia rasakan hanyalah rasa muak yang mendalam.

"Kau ingin menghancurkanku?" Aeryn tersenyum sinis, sebuah senyuman yang ia pelajari dari Xavier. "Koneksi yang kau bicarakan itu... apakah maksudmu para investor yang pagi ini baru saja menarik dana mereka karena mendengar kabar bahwa Dirgantara Group tidak mampu membayar bunga pinjaman?"

Kaelan terdiam, wajahnya berubah dari merah menjadi pucat pasi.

"Kau datang ke sini untuk mengancamku, tapi kau lupa memeriksa ponselmu, Kaelan," lanjut Aeryn sambil melipat tangan di dada. "Bank sudah mengirimkan surat peringatan ketiga. Sahammu sudah tidak ada nilainya. Bahkan ayahku—pria yang kau puja-puja itu—mulai mencari cara untuk membuangmu agar namanya tidak ikut terseret."

Kaelan mundur satu langkah, tangannya gemetar. "Ini tidak mungkin... Kau... Kau pasti merencanakan ini semua bersama Xavier."

"Xavier hanya memberiku panggung. Akulah yang menulis naskahnya," bisik Aeryn tepat di depan wajah Kaelan. "Kau ingin tahu kebenarannya? Aku tidak butuh meruntuhkan butikmu. Kau sendiri yang sedang meruntuhkannya dengan ketamakanmu."

Kaelan mencoba mencari kata-kata untuk membalas, namun lidahnya terasa kelu. Kehancurannya sudah berada di depan mata, dan wanita yang dulu ia anggap sebagai pion kini telah menjadi lawan yang jauh lebih besar dari dugaannya.

Aeryn kembali ke meja kerjanya, mengambil selembar dokumen, dan melemparkannya ke depan Kaelan.

"Apa ini?" tanya Kaelan gagap.

"Daftar aset Dirgantara Group yang akan dilelang bulan depan. Aku menyarankanmu untuk mulai mencari apartemen kecil di pinggiran kota, Kaelan. Karena rumah mewahmu itu sudah masuk dalam daftar incaranku untuk kujadikan gudang penyimpanan Valerine’s Secret."

Kaelan mencengkeram tepi meja, matanya memerah karena amarah dan keputusasaan yang bercampur menjadi satu. "Kau akan menyesal, Aeryn! Aku tidak akan jatuh sendirian! Aku akan menyeretmu dan Arkananta ke neraka bersamaku!"

Aeryn hanya tersenyum tipis, sorot matanya sedingin es yang memantulkan bayangan Kaelan yang malang.

"Kau terlalu banyak bicara untuk seseorang yang sudah kalah," ucap Aeryn datar. "Simpan energimu, Kaelan. Karena sejujurnya? Kau bahkan tidak punya cukup uang untuk membayar sewa kantormu bulan depan."

Kaelan berbalik dan keluar dengan langkah yang terhuyung, sementara Aeryn menatap punggungnya dengan kepuasan yang dingin. Namun, saat keheningan kembali menguasai ruangan, Aeryn melirik ke arah ponselnya. Sebuah pesan singkat dari Xavier masuk: “Pekerjaan bagus di kantor. Temui aku di ruang kerja malam ini. Ada rahasia yang harus kita bicarakan secara pribadi."

Aeryn merasakan jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Kemenangan atas Kaelan hanyalah pembuka. Rahasia di balik dinding mansion Arkananta adalah labirin berikutnya yang harus ia lalui.

1
Sinta Devi
bikin ketagihan bacanya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!