NovelToon NovelToon
Pengelana: Batas Negeri

Pengelana: Batas Negeri

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Action
Popularitas:154
Nilai: 5
Nama Author: Ashp

Semoga kalian suka ya.

Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.

Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.

Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sungai Jernih

Setelah tiga hari berjalan dari Kampung Belang Kemarau, Liam dan Naomi akhirnya melihatnya – Sungai Biru Pelangi.

Sungai besar yang membelah benua menjadi dua bagian. Airnya begitu jernih hingga bisa melihat dasar sungai yang penuh dengan batu berwarna-warni, namun arusnya kuat dan deras, membuat penyeberangan menjadi sangat sulit.

Di tepi sungai berdiri sebuah pemukiman nelayan kecil. Rumah-rumah kayu yang terapung di atas air terlihat cukup ramai, meskipun suasana di sana terasa sedikit tegang.

Mereka mendekati seorang nelayan tua yang sedang memperbaiki jaringnya di depan rumahnya

Liam: "Maaf Pak, bolehkah kami bertanya? Bagaimana cara menyeberangi sungai ini?"

Nelayan Tua (Pak Joko): "Menyeberangi? Kalau beberapa bulan yang lalu masih bisa pakai jembatan kayu di ujung sana, tapi sekarang sudah roboh akibat arus yang terlalu kuat. Selain itu..."

Nelayan itu melihat ke arah sungai dengan wajah khawatir "...baru-baru ini ada sesuatu yang mengganggu dari dasar sungai."

Naomi: "Apa yang bapak maksud?"

Pak Joko: "Beberapa nelayan yang pergi terlalu jauh ke tengah sungai tidak pernah kembali. Yang kembali bilang ada makhluk besar dengan kulit bersisik hitam yang menyerang mereka. Beberapa dari mereka bahkan mengatakan melihat energi gelap menyala di mata makhluk itu."

Liam: "Sepertinya Awan Gelap juga telah menyebar ke sini."

Pak Joko: "Kalau kamu benar-benar harus menyeberang, mungkin bisa menunggu kapal besar dari kota sebelah yang datang tiga hari lagi. Tapi saya tidak bisa menjamin keamanannya."

Mereka memutuskan untuk beristirahat di pemukiman itu sementara waktu.

Malam itu, Liam mencoba menyerap energi air dari sungai untuk mempelajari cara mengendalikannya – seperti yang dia lakukan dengan tanah dan sedikit dengan api. Namun energi air ternyata jauh lebih sulit dikendalikan.

Liam duduk di tepi sungai, tangan menyentuh permukaan air. Naomi berdiri di belakangnya

Naomi: "Kamu sudah duduk di sana selama satu jam lebih. Gimana kabarmu?"

Liam: "Energi air sangat dinamis – selalu bergerak, tidak pernah diam seperti tanah. Kalau aku mencoba menyerap terlalu banyak..."

Liam sedikit menggoyangkan tubuhnya yang terlihat lemas "...rasanya seperti kekuatan itu akan menyapu aku pergi."

Naomi: "Jangan dipaksakan ya. Kamu sudah berhasil membantu klanku, sekarang istirahatlah sebentar."

Liam: "Tapi kita butuh kekuatan air untuk menyeberangi sungai dengan aman. Selain itu, jika ada makhluk di dasar sungai yang dikendalikan energi gelap, aku harus bisa mengendalikan elemen ini untuk melawannya."

Tiba-tiba, air di depan mereka mulai bergelombang dengan tidak biasa. Suara dering keras terdengar dari arah tengah sungai

Naomi: "Ada sesuatu yang salah! Aku merasakan ada banyak energi gelap!"

Segera setelah itu, sebuah sosok besar muncul dari bawah air – makhluk mirip buaya raksasa dengan kulit bersisik hitam pekat, mata menyala merah karena energi gelap yang mengendalikannya.

Di belakangnya ada tiga makhluk serupa yang lebih kecil, sedang menyerang sebuah perahu kecil yang penuh dengan nelayan muda.

Nelayan Muda: "Bantuan! Tolong bantu kami!"

Naomi: "Aku akan menyelamatkan mereka!" dia mulai berlari menuju tepi sungai, sarung tinjunya mulai menyala api

Liam: "Tunggu! Jangan terlalu mendekat – arusnya terlalu kuat!"

Sebelum Naomi bisa melompat, sebuah sosok berpakaian gelap muncul dengan cepat dari balik rumah nelayan. Dia mengeluarkan dua belati yang berkilauan dengan warna biru muda, lalu melompat ke atas permukaan air seolah sedang berjalan di darat.

Sosok Gelap (Stella): "Jangan repot-repot. Biarkan aku menangani yang kecil-kecil ini."

Stella bergerak dengan kecepatan luar biasa, setiap luka dari belatinya mampu memotong energi gelap yang mengendalikan makhluk-makhluk kecil itu. Dalam waktu singkat, tiga makhluk kecil sudah berhasil dikalahkan.

Naomi: "Siapa dia?"

Liam: "Aku merasakan dia punya energi elemen air yang kuat... dan sedikit sentuhan ilmu hitam yang tidak berbahaya."

Sementara itu, makhluk raksasa semakin marah dan mulai menyerang Stella. Liam tahu dia harus membantu, meskipun belum mahir mengendalikan energi air.

Liam fokus sekuat tenaga, menarik energi dari sungai secara perlahan dan hati-hati, membentuk pelindung air yang tipis di sekitar Stella dan perahu nelayan.

Stella: "Kau bisa mengendalikan energi air juga?"

Liam: "Hanya sedikit. Tapi aku akan coba membantu kamu."

Stella: "Baik. Kau jaga pelindung itu agar tidak roboh. Aku akan mencari titik lemahnya di makhluk ini."

Naomi melompat ke atas sebuah batu besar di tepi sungai, lalu melompat lagi ke arah makhluk raksasa. Tinjunya yang menyala bara menghantam kepala makhluk itu dengan keras, membuatnya sedikit terpental.

Naomi: "Aku juga tidak mau ketinggalan!"

Bersama-sama, ketiganya bekerja sama – Liam menjaga pelindung air dan mengarahkan aliran energi.

Naomi menyerang dari atas dengan kekuatan api, sementara Stella menyasar titik lemah makhluk itu dengan belatinya yang tajam.

Setelah beberapa saat perjuangan, makhluk raksasa akhirnya terjatuh dan energi gelap yang mengendalikannya mulai menghilang.

Setelah keadaan aman dan nelayan muda berhasil diselamatkan, mereka bertemu dengan sosok gelap yang ternyata adalah Stella, seorang Dark Elf yang sedang menyelidiki jejak Awan Gelap.

Mereka duduk di depan rumah Pak Joko, sedang menikmati teh hangat yang diberikan oleh nelayan tua itu

Stella: "Nama saya Stella. Saya berasal dari komunitas Dark Elf yang tinggal di bawah tanah dekat tepian sungai ini."

Liam: "Kau sedang menyelidiki Awan Gelap?"

Stella: "Ya. Beberapa bulan yang lalu, teman masa kecil saya pergi menyelam ke dasar sungai untuk mencari batu unik dan tidak pernah kembali. Saya merasa ini ada hubungannya dengan energi gelap yang menyebar."

Naomi: "Kau bekerja sendirian?"

Stella: "Sampai saat ini ya. Dark Elf biasanya lebih suka bekerja sendiri. Tapi setelah melihat bagaimana kita bisa bekerja sama dengan baik..."

Stella melihat ke arah Liam dan Naomi dengan tatapan yang tidak lagi cuek. "...mungkin ada baiknya jika saya bergabung dengan kalian untuk sementara waktu."

Liam: "Kami sangat menyambutnya. Semakin banyak orang yang punya tujuan sama, semakin besar peluang kita untuk menghentikan Awan Gelap."

Stella: "Baiklah. Tapi saya harus bilang – saya masih tidak terlalu percaya pada orang lain dengan mudah. Tapi saya akan berusaha."

_Keesokan Paginya–

Pak Joko memberikan mereka sebuah perahu kayu yang kuat untuk menyeberangi sungai. "Aku sudah memperbaikinya dengan sangat hati-hati," katanya. "Dan karena kalian telah menyelamatkan anak-anak kami, ini adalah hadiah dari kami semua."

Mereka berangkat menyusuri sungai ke arah utara. Di tengah perjalanan, Liam mulai belajar dari Stella tentang cara mengendalikan energi air dengan benar.

Stella: "Yang penting dalam mengendalikan air adalah jangan mencoba untuk memerintahkannya – tapi berbaur dengannya, seperti kamu sedang menari bersama arusnya."

Liam: "Seperti apa yang kamu lakukan tadi saat berjalan di atas air?"

Stella: "Itu adalah teknik khusus Dark Elf – kita menggunakan energi air untuk membuat permukaan sedikit lebih padat. Tapi butuh latihan yang sangat banyak."

Naomi: "Kita akan segera sampai di hutan Elf kan?"

Stella: "Ya. Hutan Pohon Beringin ada di seberang sungai ini. Tapi aku harus memperingatkan kalian – hubungan antara Elf dan Dark Elf tidak selalu baik. Kita harus berhati-hati."

Liam: "Kita hanya perlu menunjukkan bahwa kita punya tujuan yang sama. Semua ras dulunya bekerja sama untuk menjaga keseimbangan benua – kita bisa melakukannya lagi."

Mereka melanjutkan perjalanan dengan perahu yang meluncur di atas air sungai yang kini terasa lebih tenang. Di kejauhan, hamparan hutan besar dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi sudah mulai terlihat jelas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!