NovelToon NovelToon
Nero Vano

Nero Vano

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: BiMO33

Di buang ke Desa Kenangan, tempat Oma-nya menghabiskan sisa umur. Nero Vano Christian malah tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis manis bernama Ainun Salsabila Adiakara. Gadis yang awalnya hanya sekedar mengusik hati.. Lalu menjadi alasan untuk Nero mulai mengenal Tuhan.

Ikuti kisahnya~

Happy Reading ><

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BiMO33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 4:WARNING KERAS DARI SANG MANTAN SOSIALITA (NERO VANE)

Gue masih matung di depan pintu, megangin rantang sup yang angetnya nembus ke telapak tangan gue. Pikiran gue masih stuck di cuplikan pipi chubby Ainun yang memerah tadi. Asli, itu view paling cakep yang pernah gue liat seumur hidup, ngalahin pemandangan dari rooftop bar manapun di kota.

"Nero? Kamu mau jagain pintu itu sampe lumutan, atau supnya mau dibawa masuk?"

Suara Oma yang berat tapi elegan ngebuyarin lamunan gue. Gue langsung balik badan, nyoba pasang muka poker face andalan gue. "Eh, iya Oma. Ini baru mau ditaruh meja."

Gue jalan ke meja makan, tempat Oma lagi duduk santai sambil baca majalah Vogue edisi lama. Biarpun di desa, selera beliau tetep high-end. Pas gue naruh rantang itu, gue baru sadar kalau Oma lagi merhatiin gue dengan tatapan yang tajam banget. Judging mode: ON.

"Tadi itu Ainun, kan?" tanya Oma, nutup majalahnya pelan.

"Iya, Oma. Katanya disuruh bibinya anter sup," jawab gue sesingkat mungkin, berusaha biar gak kelihatan sus.

Oma ngelepas kacamata hitamnya, terus natap gue lurus-lurus. "Nero, dengerin Oma baik-baik. Ainun itu bukan tipe cewek yang biasa kamu temuin di sirkuit atau di klub malam tempat kamu mabuk-mabukan."

Gue diem. Skakmat di awal.

"Dia itu gadis Islam yang baik. Sangat baik," lanjut Oma, suaranya sekarang kedengeran lebih serius, gak ada lagi nada bercanda. "Keluarganya sangat dihormati di sini. Ainun itu permata di desa ini, Nero. Dia menjaga dirinya, menjaga pandangannya, dan dia punya prinsip yang kuat banget soal agamanya."

Gue narik kursi, duduk di depan Oma. "Ya terus kenapa, Oma? Nero kan cuma bilang makasih doang tadi."

"Oma tau kamu, Nero. Mata kamu itu nggak bisa bohong kalau lagi liat cewek cantik," Oma tersenyum tipis, tapi aura ancamannya tetep kerasa. "Oma nggak mau kamu macem-macem. Jangan digodain, jangan diajak balap liar, apalagi kamu rusak reputasinya di sini. Paham?"

Gue ngehela napas panjang. "Nero tau batas kok, Oma."

"Bagus kalau paham. Satu lagi..." Oma ngegantung omongannya, terus matanya turun ke arah kalung salib yang ngintip dikit di balik kerah kaos gue. "Kalian itu beda dunia. Beda prinsip, beda keyakinan. Jangan sampai perasaan iseng kamu itu malah bikin kamu atau dia luka. Ainun itu ibarat bunga yang cuma mekar buat orang yang bener-bener punya niat tulus dan jalur yang searah sama dia."

Jleb.

Nasehat Oma barusan berasa kayak knalpot motor yang nembak tepat di depan muka gue. Panas dan bikin sesek. Gue tau banget maksud Oma. Beliau bukan cuma masalahin kelakuan gue yang rebel, tapi beliau ngingetin soal tembok raksasa yang ada di depan gue: Perbedaan Agama.

Gue cuma bisa diem, natap rantang sup di depan gue. Di satu sisi, gue ngerasa tertantang karena Ainun itu rare item yang gak pernah gue temuin. Tapi di sisi lain, gue sadar kalau gue nekad, ini bukan cuma urusan hati, tapi urusan Server yang beda total.

"Dah, mending kamu makan supnya sebelum dingin. Habis itu bantu Bi Devi bersihin halaman belakang," kata Oma, balik lagi ke majalahnya.

Gue berdiri, nenteng rantang itu ke dapur dengan langkah berat. Fix, misi gue di desa ini makin sulit. Bukan cuma harus bertahan hidup tanpa kemewahan, tapi sekarang gue harus nahan diri dari godaan cewek hijab pink yang tingginya cuma sedada gue, tapi pengaruhnya bikin dunia gue jungkir balik.

"Shaleha banget ya..." bisik gue pelan sambil senyum kecut. "Emang bener kata orang, yang susah didapetin itu emang selalu yang paling bikin penasaran."

-------

Duh~ MANGU.

1
한스Hans
semangat ya ☕
Thinker Bell ><: yetts, thanks😄👍
total 1 replies
Jeje Bobo
Nama neneknya keren pasti funky bebs
Thinker Bell ><: kan mantan sosialita kota, yang sengaja tinggal di kampung buat ngabisin sisa umur. biasa orang kaya.... 😄
total 1 replies
Jeje Bobo
Turun kasta 🫠 sedihnya untuk cm di novel yh say
Thinker Bell ><: nanti juga balik lagi kok ke kota/Shhh/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!