NovelToon NovelToon
Menikahi Tukang Parkir Misterius Demi Warisan

Menikahi Tukang Parkir Misterius Demi Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Demi warisan ibunya, Zelia nekat menikahi tukang parkir bernama Arelion—pria asing yang pernah menyelamatkannya.

Malam sebelum pernikahan impiannya, ia memergoki tunangannya selingkuh dengan adik tirinya, dan ayahnya ternyata ikut merencanakan perebutan perusahaan.

Pernikahan kontrak ini adalah balas dendam sekaligus pelindung terakhirnya.

Tapi di balik sikap dingin dan penampilan sederhana Arelion, tersimpan rahasia besar yang akan mengubah segalanya... termasuk hati Zelia yang sudah hancur..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Tanda Tangan yang Mengakhiri Segalanya

Jari Zelia berhenti bergerak di layar. Matanya membesar sedikit.

Ia benar-benar... bengong.

Untuk beberapa detik, ia hanya menatap tanpa berkedip, seolah otaknya butuh waktu untuk memproses apa yang dilihatnya.

“Kenapa?” tanya Are datar.

Zelia langsung tersadar, berdeham kecil lalu berdiri cepat.

“Gak kenapa-kenapa,” katanya buru-buru, berusaha terlihat biasa saja. “Lumayan… manusia.”

Ia sengaja tersenyum lebar ala iklan pasta gigi.

Salah satu pegawai nyaris tersedak menahan tawa.

Zelia berbalik, dan senyumnya berubah, kali ini bukan senyum yang dibuat-buat.

Dalam hati ia mengakui, "Ternyata… dia ganteng juga. Banget." Ia hampir meloncat karena senang, tapi berhasil ia tahan.

Are memandang punggung Zelia dengan alis sedikit terangkat. Ia merasa... Aneh. Baru pertama kali ada orang yang melihatnya seperti itu.

Di dalam mobil, Zelia duduk di kursi penumpang sambil melirik sekilas ke arah Are yang sedang menyetir.

Awalnya hanya sekilas. Lalu tanpa sadar… jadi lebih lama.

Tangan Are memegang setir dengan santai tapi mantap. Gerakan memindah gigi halus dan presisi. Bahunya rileks, tapi posturnya tetap tegak.

Bukan seperti orang yang biasa menyetir sembarang mobil. Ada ketenangan yang aneh. Dan entah kenapa… terasa berwibawa.

Zelia mengernyit kecil. "Kenapa caranya nyetir bukan aura tukang parkir ya… Ini malah mirip… Aura CEO."

"Kenapa? Kagum?” suara Are tiba-tiba memotong pikirannya.

Zelia tersentak kecil. “Ah— lumayan,” katanya cepat sambil tertawa canggung, lalu pura-pura melihat ke luar jendela.

Are hanya melirik sekilas sebelum kembali fokus ke jalan.

Mobil berhenti di depan butik mewah. Zelia turun lebih dulu, lalu menarik Are masuk tanpa ragu.

“Pilihkan yang paling mahal,” ujarnya santai pada pegawai.

Pegawai itu sempat melirik penampilan Are yang sederhana, tapi tetap tersenyum profesional.

“Baik, Kak.”

Tak lama, Are keluar dari ruang ganti. Dan untuk kedua kalinya hari itu—

Zelia bengong.

Tuksedo hitam itu jatuh sempurna di tubuh pria itu. Bahunya terlihat semakin tegap, garis rahangnya tegas, dan tatapannya tenang seperti biasa… tapi justru itu yang membuatnya semakin mencolok.

Ruangan butik seolah ikut hening beberapa detik. Pegawai perempuan bahkan terlihat terpaku sebelum buru-buru merapikan ekspresinya.

Dalam hati, Zelia mengakui, "Auranya CEO banget… Astaga. Ini beneran tukang parkir yang aku kenal?"

Ia bahkan lupa berkedip.

“Sudah puas lihatnya?” suara Are lagi-lagi membuatnya tersentak.

Zelia langsung berdeham kecil.

“Siapa yang lihat kamu,” katanya cepat, lalu berbalik pura-pura melihat rak baju lain. "Aku cuma mastiin ukurannya pas."

Salah satu pegawai menunduk menahan senyum.

Are hanya memandangnya beberapa detik, lalu berkata singkat, “Yang ini.”

Zelia menoleh lagi… dan tanpa sadar tersenyum tipis. Balas dendam ini akan jauh lebih menarik dari yang ia bayangkan.

***

Mobil Zelia akhirnya berhenti di gedung catatan sipil. Zelia menarik napas dalam sebelum turun dari mobil. Ia berdiri memandangi gedung itu dengan tangan terkepal.

“Masih bisa mundur,” kata Are pelan, suaranya dalam tapi tenang.

"Mundur?" Zelia malah tertawa pendek. Tawa kering tanpa humor. Ia menggeleng tanpa ragu.

“Kalau aku mundur,” suaranya rendah, “semua yang ibuku bangun akan jatuh ke tangan orang-orang yang menghancurkanku.”

Pria itu menatapnya beberapa detik, seolah mencoba membaca luka yang bahkan Zelia sendiri belum bisa pahami sepenuhnya.

"Baik," ucap Are. "Jangan menyesal."

"Nggak akan," balas Zelia mantap.

Mereka bukan pasangan. Bahkan nyaris orang asing. Namun hari ini mereka akan menikah.

Petugas memanggil nama mereka.

“Zelia Maheswari?”

Ia menarik napas panjang. “Ya.”

“Arelion Pradana?”

Are menjawab singkat, “Ya.”

Zelia melangkah maju. Tangannya sedikit gemetar, tapi ketika Are mengulurkan tangan, ia menggenggamnya.

Hangat. Kokoh.

Aneh, rasanya merasa aman pada seseorang yang nyaris tak ia kenal.

Saat buku nikah diletakkan di hadapan mereka, Zelia sadar, "Setelah tanda tangan ini, hidupku tidak akan pernah sama lagi."

Ia menatap Are sekilas. “Terima kasih,” bisiknya

***

Seharusnya malam ini Zelia menikah dengan Fero. Harusnya.

Di dalam ballroom, para tamu undangan sudah memenuhi ruangan. Lampu kristal berkilau, musik mengalun lembut, dan dekorasi bunga putih menghiasi setiap sudut. Semua tampak sempurna… kecuali satu hal.

Pengantin perempuan belum datang.

Bisik-bisik mulai terdengar di antara para tamu.

“Kenapa belum mulai?”

“Pengantinnya mana?”

“Katanya jam segini akadnya…”

Di depan, Fero berdiri dengan jas pengantin yang tampak sempurna di tubuhnya, tapi raut wajahnya mulai tegang. Ia melirik jam di pergelangan tangan untuk kesekian kali.

Atyasa yang berdiri tak jauh darinya mencoba tetap tenang, meski rahangnya mengeras. Dian terlihat gelisah, sementara Desti beberapa kali mengecek ponselnya.

"Nomor Zelia tetap tak bisa dihubungi," gumamnya pelan.

"Ke mana sih, anak itu?" Dian menatap ke arah pintu ballroom jengah.

“Coba cek ke kamar,” bisik Atyasa pelan pada Fero.

Fero mengangguk cepat lalu berjalan keluar ballroom dengan langkah terburu-buru. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

Namun saat pintu kamar dibuka… kosong. Tak ada gaun pengantin. Tak ada Zelia.

Fero menatap ruangan itu dengan perasaan tak nyaman yang tiba-tiba menjalar di dadanya.

"Sial! Ke mana perempuan itu?" ia menendang udara. Frustrasi.

Beberapa menit kemudian ia kembali ke ballroom dengan wajah yang tak lagi setenang tadi.

“Dia gak ada,” katanya pelan.

Wajah Dian langsung pucat. Desti saling pandang dengan Atyasa, kegelisahan kini tak lagi bisa disembunyikan.

Bisik-bisik tamu semakin jelas terdengar. Suasana mulai terasa canggung.

MC yang berdiri di dekat panggung terlihat mulai gugup, mencoba tersenyum sambil menenangkan situasi.

Dan tepat saat suasana hampir berubah menjadi kekacauan…

Pintu ballroom terbuka.

Semua kepala menoleh bersamaan. Langkah kaki terdengar pelan namun jelas di atas lantai marmer.

Zelia berdiri di ambang pintu.

"Akhirnya… giliranku," batinnya.

Ia mengenakan gaun pengantin putih… tapi bukan gaun yang dipilih bersama Fero.

"Gaun itu..."

Fero menatapnya. Desainnya berbeda. Lebih elegan. Lebih berani. Dan entah kenapa membuat auranya terlihat jauh lebih kuat.

Ruangan seketika sunyi. Beberapa tamu bahkan berdiri tanpa sadar. Tak ada yang berbicara. Tak ada yang bergerak. Semua mata tertuju padanya.

Atyasa, Dian dan Desti saling lirik. Entah mengapa jantung mereka berdetak tak berirama.

Zelia melangkah masuk dengan tenang, wajahnya dihiasi senyum tipis yang sulit ditebak artinya.

"Sandiwara baru saja dimulai. Dan mereka bahkan belum tahu siapa pemeran utamanya," gumamnya dalam hati. "Karena kali ini..." Senyumnya lebih mengembang. "..aku yang menulis naskahnya."

Setiap langkahnya terdengar seperti hitungan mundur menuju ledakan.

Sementara di depan sana… wajah Fero perlahan berubah kaku. "Aku merasakan firasat buruk," batinnya. "Sesuatu akan terjadi. Dan aku benci ini."

 

...✨“Malam ini bukan tentang janji. Ini tentang pembalasan.”...

...“Mereka menyiapkan pernikahan. Aku menyiapkan kejutan.”✨...

.

To be continued

1
Kyky ANi
rencana apa lagi nih, yang sedang dimainkan Atyasa , Dian,dan Desti,,
Kyky ANi
bagus Are,, berikan bukti yang lebih kuat lagi,,
abimasta
belum terima juga kekalahannya fero
Kyky ANi
semoga Zelia, bisa menang dalam kasus ini,,
Anitha Ramto
sayangnya Zelia dan Are hanya Akting karena ada si Desti yang ngintip,,terobsesi kamu Desti sama Are..

Percaya diri seperti kalian yang mudah di jatuhkan
Cicih Sophiana
hati hati Zelia ada dua manusia licik bersatu jgn lengah sedikit pun...
love_me🧡
iya orang yg percaya diri mudah dijatuhkan & contohnya itu seperti kalian 😀
Cicih Sophiana
Are mulai menelan ludah nya tuh... saking gemes nya mau gigit bibir Zelia 🤭😂😂
Cicih Sophiana
Desti iri dengki akhir nya memfitnah...
Dek Sri
tetap waspada ya zelia dan are
love_me🧡
gantung terus thooorrr gantuuuuuung, udah gak Imlek iniiih udah panas gak hujan lagi jemurannya tolong jangan digantung mulu 😀😀
abimasta
gagal lagi rencana atyasa
Dek Sri
lanjut
Puji Hastuti
Are akankah kamu tega meninggalkan istri mu
Anitha Ramto
sepertinya Are sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk melahap bibirnya Zeliaa wkwkwkwk🤣
tse
aduh apa yang di lakukan Are ya.....🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
phity
hati2 dian lgi merekam
Puji Hastuti
Dan..... Zelia tidak jadi tanda tangan.
abimasta
desti mau ngerayu are
Anitha Ramto
diiih si Desti niatnya mau jelekin Zelia dan menarik Perhatian Are tapi nyatanya Are tidak peduli huh dasar wanita murahan

Dan....
apa ya kira²?
author yang tahu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!