NovelToon NovelToon
ISTRIKU TERNYATA SULTAN

ISTRIKU TERNYATA SULTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Kata orang, cinta itu buta. Buat Kara Anindita, cinta itu bukan cuma buta, tapi juga bikin miskin mendadak.
​Demi menikah dengan Rio Pratama—cowok biasa yang dia pikir tulus mencintainya apa adanya—Kara rela melakukan "prank" terbesar dalam hidupnya. Dia menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal Anindita Group, raksasa properti nomor satu di negeri ini. Kara menukar kartu kredit unlimited-nya dengan uang belanja recehan, menukar penthouse mewahnya dengan kontrakan petak yang atapnya bocor, dan menukar gaun desainernya dengan daster diskonan di pasar kaget.
​Kara pikir, hidup sederhana asal penuh cinta itu indah.
​Tapi ternyata, "tulus" itu ada masa kedaluwarsanya.
​Tiga tahun menikah, setelah karier Rio menanjak (yang Rio nggak tahu, itu berkat koneksi "orang dalam" Kara), sikap suaminya berubah 180 derajat. Rio mulai sombong, gila hormat, dan menganggap pengorbanan Kara sebagai kewajiban istri yang tidak berpenghasilan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4: Sang Ratu Pulang dan Tetangga yang Geger

​Kontrakan itu sepi dan lembap. Bau apek dari dinding yang berjamur menyambut Kara begitu dia membuka pintu.

​Dulu, bau ini adalah wangi "rumah". Wangi perjuangan. Tapi sekarang, baunya seperti penjara.

​Kara tidak menyalakan lampu, membiarkan cahaya sore yang remang-remang masuk dari ventilasi. Tubuhnya masih menggigil kedinginan karena hujan, tapi hatinya anehnya terasa hangat. Hangat karena lega.

​Dia berjalan ke kamar mandi, membersihkan diri seadanya, lalu ganti baju. Bukan baju mewah—karena dia tidak punya satu pun di sini—tapi kemeja putih polos dan celana jins yang paling layak.

​Dia tidak membawa koper.

Untuk apa?

Baju-baju diskonan di lemari plastik itu? Panci gosong di dapur? Kasur busa kempes itu?

​Tidak. Itu semua milik "Istri Rio". Dan wanita bernama "Istri Rio" itu sudah mati di lobi kantor tadi pagi.

​Kara berjalan ke meja makan kecil di sudut ruangan. Di sana, di samping tudung saji yang menutupi sisa nasi goreng dingin tadi pagi, Kara meletakkan secarik kertas.

​Bukan surat cinta.

Tapi surat gugatan cerai yang sudah ditandatangani di atas meterai.

​Perlahan, Kara menarik jari manis kirinya. Cincin emas muda seberat 2 gram itu terlepas. Cincin yang dulu Rio beli dengan cara mencicil, yang membuat Kara menangis haru saat menerimanya. Sekarang, cincin itu terlihat kusam. Ada sedikit noda hijau di bagian dalamnya karena kualitas logam yang buruk, meninggalkan bekas di jari Kara.

​Ting.

Cincin itu berdenting pelan saat beradu dengan meja kayu, tergeletak tepat di atas surat cerai.

​"Selamat tinggal, Mas," bisik Kara. Tidak ada dendam dalam suaranya. Hanya ada kehampaan. "Semoga kamu bahagia sama 'kurir nyasar' pilihanmu."

​Sementara itu, di luar gang sempit tempat mereka tinggal, suasana sedang ramai.

​Ibu-ibu tetangga sedang berkumpul di depan warung Bu Tejo, memilah sayuran sisa sambil membicarakan gosip terbaru.

​"Eh, tau nggak, Jeng? Tadi pagi saya liat si Kara lari-lari ngejar angkot. Kasian ya, padahal si Rio kan sekarang udah naik jabatan, masa istrinya masih kucel begitu?" celetuk Bu Tejo.

​"Halah, emang dasar perempuannya aja yang males dandan, Bu," sahut tetangga lain yang sinis. "Laki-laki mah wajar kalau ngelirik yang lain kalau di rumah disuguhinnya daster sobek mulu."

​Tiba-tiba, obrolan mereka terhenti. Tanah bergetar pelan.

​Dari ujung gang yang sempit dan becek, muncul sebuah pemandangan yang tak lazim. Sebuah mobil sedan hitam mengkilap yang moncongnya saja seharga rumah satu gang ini—Rolls-Royce Phantom—melaju pelan, membelah jalanan rusak itu dengan anggun. Di belakangnya, mengawal ketat, dua mobil Toyota Alphard hitam dengan kaca gelap.

​"Ya Gusti... Mobil siapa itu?" Bu Tejo melongo, sayur kangkung di tangannya jatuh.

"Pejabat kali? Apa polisi? Jangan-jangan ada yang ketangkep narkoba?"

​Anak-anak kecil yang sedang main bola langsung minggir, menatap takjub pada logo "RR" di kap mobil yang berkilau.

​Iring-iringan mobil mewah itu berhenti. Tepat di depan pagar kontrakan Rio dan Kara yang catnya sudah mengelupas.

​Suasana hening seketika. Satu gang menahan napas.

​Pintu pengemudi Rolls-Royce terbuka. Seorang pria paruh baya dengan setelan jas hitam rapi dan sarung tangan putih keluar. Dia membuka payung hitam besar, lalu berjalan memutar untuk membuka pintu penumpang belakang.

​Di saat bersamaan, pintu kontrakan terbuka.

​Kara melangkah keluar.

​Rambutnya masih basah, wajahnya tanpa make-up, dan pakaiannya sederhana. Tapi cara berdirinya... tatapan matanya... aura yang memancar darinya membuat siapa pun yang melihatnya merinding. Itu bukan aura istri yang biasa menunduk takut dimarahi suami. Itu aura seseorang yang terbiasa memberi perintah.

​Pria berjas itu—Pak Hadi, kepala asisten keluarga Anindita—membungkuk hormat 90 derajat di hadapan Kara.

​"Selamat sore, Nona Muda," sapa Pak Hadi, suaranya tegas dan hormat. "Tuan Besar sudah menunggu di rumah utama. Maaf kami terlambat menjemput, jalanan macet karena hujan."

​"Nggak apa-apa, Pak Hadi. Terima kasih," jawab Kara tenang. Suaranya terdengar jelas oleh Bu Tejo dan tetangga lain yang kini melongo dengan mulut terbuka lebar.

​Nona Muda?

Tuan Besar?

Dijemput mobil miliaran?

​"Itu... itu si Kara?" bisik tetangga yang tadi nyinyir, wajahnya pucat pasi. "Kok... kok dipanggil Nona Muda?"

​Dua orang pengawal berbadan tegap turun dari Alphard di belakang, sigap memayungi Kara agar tidak terkena sisa rintik hujan saat menuju mobil.

​Kara berhenti sejenak sebelum masuk ke dalam kabin mobil yang mewah. Dia menoleh ke arah tetangga-tetangganya yang masih mematung. Dia tidak tersenyum, tidak juga marah. Dia hanya menatap mereka sekilas, lalu masuk ke dalam mobil.

​Blam.

​Pintu mobil ditutup pelan namun mantap, memisahkan Kara dari dunia kemiskinan dan gunjingan itu.

​Di dalam mobil, keheningan yang nyaman menyambutnya. Aroma kulit jok mobil yang mewah dan diffuser lavender menenangkan saraf-sarafnya yang tegang.

​"Kita langsung pulang, Nona?" tanya Pak Hadi dari kursi depan.

​Kara menyandarkan kepalanya, memejamkan mata. Tangannya merogoh saku, mengeluarkan HP butut lamanya—HP yang menghubungkannya dengan Rio.

​Dia mengeluarkan kartu SIM-nya, mematahkannya jadi dua dengan bunyi krak kecil, lalu meletakkannya di asbak mobil.

​"Ya, Pak. Pulang. Ke rumah yang sebenarnya."

​Mobil-mobil mewah itu pun melaju perlahan, meninggalkan asap tipis dan kegegeran warga yang masih belum percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan.

​Di dalam kontrakan yang kini kosong melompong, surat cerai dan cincin kawin murah itu menunggu tuannya pulang. Menunggu Rio yang sebentar lagi akan merasakan kehilangan terbesar dalam hidupnya.

...****************...

...Bersambung......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share ❣️...

...****************...

1
Arieee
mantap🤣
stela aza
lanjut thor
Night Watcher
😆😆😆🤭
Night Watcher
lah.. selama ini, ibunya rio gak punya rumah thor?
terus kemaren2 sblm kara pergi, ibunya tinggal dimana?
nanya lho thor, bkn menghujad.. 🤭🙏
Night Watcher
asyik keknya.. satset gak byk meleber.. 👌
Night Watcher
ngintip dulu...
Ma Em
Makanya Rio jadi orang jgn banyak tingkah , baru merasa senang sedikit sdh belagu selingkuh sekarang menyesal saja kamu sampai mati tapi Kara tdk akan pernah kembali lagi pada lelaki mokondo .
Ma Em
Kara kalau Rio datang langsung usir saja jgn dikasih kesempatan untuk bilang apapun .
Ma Em
Rio baru jadi menejer saja sdh sombong ga ingat waktu hdp susah bersama Kara setelah hdp nya baru senang sedikit sdh lupa sama istri yg nemenin dari nol dan malah selingkuh , Rio kamu pasti akan menyesal setelah tau siapa Kara Anindita yg selalu kamu hina itu .
tanty rahayu: emang gak tau diri tuh cowok 😔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!