––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(4) Mengembalikan
Ailena pulang ke rumah nya dengan badan yang sudah lelah dan lengket, pulang di jam 1 malam membuat Ailena sudah terbiasa dengan jalanan malam yang sepi dan sunyi.
Walau awal nya dia masih takut dan parnoan terhadap sekitar, tapi kini ia lebih takut jika uang gaji nya tak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari nya.
Besok ialah hari libur untuk berkuliah, jadi Ailena dapat bersantai tanpa memikirkan tugas atau urusan masuk atau tidak nya kuliah.
Tring
Ailena baru selesai mandi malam nya, ia melirik ke arah hp yang baru sempat di isi daya setelah seharian disibukkan dengan pekerjaan.
Ailena membaca sekilas pesan yang di kirim oleh Ardian, setiap saat Ardian terus mengirimi pesan seakan menagih hutang pada Ailena.
"Ck!" Ailena berdecak saat membaca pesan dari Ardian, ia semakin merasa risih dan baru menyadari jika laki-laki yang pernah membuat nya merasa di ratukan itu tak lebih dari laki-laki toxic.
Tanpa ingin membalas pesan Ardian, Ailena langsung merebahkan tubuh nya di kasur tipis yang tak empuk.
Tubuh nya sudah lelah, dan dia tak ingin pikiran nya juga ikutan lelah.
#~
#~
Ailena menjalani hari-hari nya dengan kegiatan yang itu-itu saja, hingga satu minggu telah berlalu, dan Ardian yang masih terus mengusik kehidupan Ailena secara online walau terkadang bertemu tanpa sengaja maka Ailena akan menghindar.
Bukan ingin kabur dari masalah itu, dia hanya tak ingin kalau harus melihat orang yang sudah membuat hati nya hancur.
Kini, Ailena sudah bersiap dengan kardus besar di tangan nya. Di dalam kardus itu berisi barang-barang yang pernah Ardian berikan pada nya.
Ailena duduk di taman yang berada di pertengahan kota menunggu kedatangan Ardian sesuai janji nya.
Tak lama datang Ardian dengan mata sendu yang dapat menghunus ke relung hati, tapi Ailena sudah tak peduli dengan hal itu.
"Len.. Kenapa kamu selalu menghindar dari ku" Ardian duduk di samping Ailena yang terhalang kardus besar.
Ailena tak menanggapi ucapan Ardian. "Ini semua barang-barang yang lo kasih ke gue, dan ini.. Total biaya yang lo keluarin untuk semua kebutuhan gue yang gue nggak minta" ucap Ailena sembari menyerahkan sebuah amplop yang berisi uang di atas kardus.
Ailena langsung pergi tanpa ingin membicarakan apapun pada Ardian, kini semua janji nya sudah di tepati.
Sesekali Ardian memanggil Ailena, tapi tak di gubris oleh Ailena yang secara tegas memerintah diri nya sendiri untuk tidak melihat ke arah belakang.
Ailena berjalan di sekitar pinggiran kota yang terik dan banyak kendaraan yang berlalu lalang.
"Sekarang hidup ku sudah bebas" gumam Ailena mencoba untuk tersenyum setelah beberapa saat menunduk mencoba menutupi kesedihannya.
"Bebas dari apa?"
"Dari zina yang ku lakukan"
Deg..
Ailena mendongak ke samping dan melihat seorang laki-laki yang sedikit dia ingat wajah nya dari samping.
"Oh bagus deh, udah jomblo dong berarti sekarang?" tanya Haikal sembari mengikuti langkah pelan Ailena.
"Ck! Nggak usah ikut campur urusan orang" ketus Ailena berdecak sebal, kenapa laki-laki itu muncul lagi di dekat nya tanpa aba-aba.
Haikal terkekeh lalu melirik ke arah mobil sedan hitam yang terparkir di sebrang jalan. "Sorry" ucap Haikal membuat Ailena menatap nya.
Sret
Ailena terkejut saat tangan nya di genggam dan langsung di tarik menuju sebuah kantor yang ada di sebrang jalan.
Ailena berusaha berontak dan memukul tangan Haikal yang memegang tangan nya, ia bahkan tak sadar jika ia di bawa kantor urusan agama.
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️