NovelToon NovelToon
SELAMATKAN AKU

SELAMATKAN AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romantis / Selingkuh / Cintamanis / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Acara perayaan ulang tahun Rachel, Sang Keponakan yang berusia empat tahun, keponakan dari si kembar Seza dan Sazi. Yang seharusnya menjadi hari paling menyenangkan dan membuat happy semua orang tapi tidak untuk Sazi adik dari Seza. Dunianya seolah runtuh karena tragedi tenggelam saat itu.
Antara hidup dan mati yang ia rasakan saat itu, keduanya tenggelam bersamaan. Namun cara diselamatkan oleh kedua pria berbeda usia itu yang jauh berbeda juga dari adegan romantis seperti drama film pada umumnya. hal itu yang dirasakan oleh Sazi adik dari Seza.
jika Seza ditolong dengan cara digendong ala bridal seperti ala drama romantis, tapi berbwda dengan pria ngeselin yang bikin kesal Sazi sepanjang sejarah ia baru ditolong dengan cara menyebalkan yaitu dengan cara dijambak dan diseret.
dan yang lebih memalukan lagi sazi hampir saja diberi nafas buatan oleh pria itu. namun saat bibir itu sudah mulai mendekat ia langsung memaksakan diri untuk sadar. dari situ ia sadar akan satu hal, apa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Meski dalam kondisi kesehatan yang belum stabil, Ayah Fadli masih sempat sempatnya melihat perkembangannya hubungan anak dan menantunya tersebut dari jarak jauh.

Merasa bertanggungjawab atas Sazi, ia merasa tak enak hati pada kelakuan anaknya sendiri. Ayah Fadli menatap foto ayah Sazi saat keduanya masih sama sama berjuang diluar kota.

*Flashback on*

Ayah Sazi bukanlah orang sembarangan, ia banyak menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya dari keluarganya sendiri. Padahal diluar sana ayah Sazi begitu di segani semua orang. Masih tanda tanya besar pekerjaan ayah Sazi sampai dengan saat ini.

Hanya ayah Fadli dan kakeknya lah yang benar benar mengetahui secara detail, bagaimana sosok yang ia kagumi yang sudah berkali kali menyelamatkan nyawanya dan keluarganya saat itu. Ayah Sazilah yang berada digarda terdepan.

Sedangkan Fadli sendiri tidak pernah menyadari akan hal itu. Mungkin jika Sazi saat sekolah menengah pertama jauh sebelum Fadli menguntit Sazi saat itu. Melihat dari kejauhan seorang kakek yang hendak menyeberang namun hampir saja nyaris kecelakaan.

Bersyukur saat itu Sazi berlari cepat ke arah kedua pria tua itu, saat itu kakek Fadli memakai kursi roda yang sedang diantar oleh ayah fadli yang mendorong kursi roda tersebut.

Saat menyeberang tiba tiba saja dari kejauhan ada sebuah kendaraan bermotor yang begitu ngebut ke arah ayah Fadli dan kakeknya saat itu, kebetulan sekali Sazi sedang berada dilokasi baru saja bubar dari sekolah hendak menuju ke rumahnya. Sampai kaki Sazi lah yang menjadi korban. "Terima kasih nak, sudah nolongin Ayah saya. siapa namamu nak?." tanya Ayah Sazi.

"Ayah lihat dia kakinya terluka, ayo kita ke rumah sakit, kakimu harus segera diobati itu."

"Maaf om kek, tidak usah tidak apa apa kok, nanti dirumah Sazi obatin sama mama."

"Jadi namamu Sazi, dimana rumahmu?."

"Kek maaf ya Sazi sedang terburu buru, kalau pulang telat nanti kakak ipar Sazi marah."

"Yasudah, ini kamu ambil sebagai tanda terima kasih kami, karena kamu sudah menolong kami." ucap kakek Fadli membuka dompetnya lalu menyodorkan uang beberapa lembar namun ditolak Sazi dengan begitu sopan. Kakek Fadli tersenyum dari kejauhan.

"Dia harus jadi calon cucu mantuku." begitulah celetuknya saat melihat Sazi yang berlari dengan rambut kuncir kuda begitu gemar setiap orang melihatnya.

"Iya yah, setuju."

Dan setelah sang kakek menyelidiki bersama ayah Sazi, keduanya begitu terkejutnya bukan main. Yang ternyata Sazi merupakan anak dari sosok yang begitu mereka segani dan mereka kenal sebagai penyelamat mereka.

Begitu bersyukurnya mereka saat mengetahui akan hal itu. Kedua pria paruh baya beda generasi itu pun berdiskusi alot dengan ibu Fadli. Seolah seperti rapat dadakan saat itu.

"Fatma, kita harus jodohkan Fadli dengan Sazi anak dari teman Ayah."

"Kok dadakan sih yah,"

"Hanya dia yang pantas untuk masuk ke keluarga kita, tidak siapapun!." keputusan telak oleh kakek Fadli saat itu.

Awalnya Fadli menolak, tapi setelah diberikan fotonya, ia pun penasaran seolah mengenal Sazi saat itu. "Dia ini yang Ayah dan kakek mau jodohkan untuk saya?."

"Iya nak, imutkan?.'

Fadli hanya mengangguk saja, terlintas diotaknya ide jahil saat itu. Seolah ia memiliki mainan baru, ia langsung mempraktekkan ide konyolnya itu.

"Ternyata ini bocah susah juga dideketin, apa apaan malah dia sodorin ke kakak kakaknya hahaha, menarik." ucapnya sambil tak bisa lagi menahan tawanya saat berbalas pesan dengan Sazi namun yang membalas Helm adik Sazi dan yang lainnya secara bergantian.

*Flashback off*

"Maafkan anakku, sudah membuat sulit anakmu Pak Dimas." ucap ayah Fadli dengan menarik nafas panjang dan kedua netranya menatap sendu.

Dirumah sakit Tajur

Disetiap lorong tempat itu masih menyala terang lampu namun terasa dinginnya menusuk tulang dan begitu sunyi.

Fadli duduk di kursi ruang tunggu sambil menatap pintu ruang perawatan. Didalam sana, Nadia masih ditangani oleh dokter. Tangannya saling menggenggam dengan perasaan gelisah.

"Kenapa kamu malah kembali sekarang Nad.".. Ucap Fadli saat itu. Belum lama ia menenangkan diri, tak lama ponselnya bergetar. Di layar ponsel tertera nama yang membuat wajahnya menegang saat itu.

"Ayah." Fadli menghela nafas panjang sebelum menjawab panggilan itu, pikirannya semakin kacau saat ini.

"Hallo, iya Yah." Ucap Fadli dengan nada lembut. Namun suara yang keluar dibalik ponsel langsung meledak begitu saja.

"TERNYATA KAYAK GINI KELAKUAN KAMU FADLI!, MEMALUKAN!." Fadli langsung menjauh sedikit dari orang orang disekitarnya saat itu.

"Yah, dengerin dulu, apa maksud Ayah bilang gitu ke Fadli, Fadli enggak ngerti Yah?."

"Masih bilang enggak ngerti Hah, Kamu tega meninggalkan istrimu demi wanita pelakor itu hah!, sementara istrimu dirumah kamu biarkan kelaparan, suami macam apa kamu Fadli, aku tidak pernah mendidikmu menjadi seorang pria yang tidak bertanggungjawab mengerti!."

Fadli langsung terdiam, "Kamu malah pergi dengan pelakor itu!."

"Nadia bukan pelakor Yah," ucap Fadli membela diri. "Yah ini tidak seperti yang ayah pikirkan, Fadli bisa jelasin."

"Tidak seperti apa Fadli, ayah sudah tau semuanya kok, masih saja kamu membela diri sekarang,..kamu kerumah sakit menemui Nadia kan?."

Ucapan ayahnya seketika membuat Fadli membeku, tak tau lagi harus berkata apa. Dadanya mulai terasa berat sekali.

"Ayah."

"Kamu lupa, siapa yang kamu nikahi Fadli?." jelas ayah Fadli menyadarkan anaknya.

Namun Fadli tidak menjawab, pikirannya berkelana mengingat kejadian tadi pagi, terlintas dalam pikirannya wajah Sazi yang masih baru bangun tidur dengan rambut acak acakan tapi dia masih mau tetap bangun untuk sholat bersamanya. Dan sekarang Fadli sadar akan sesuatu, Istrinya belum makan dari tadi pagi.

Panggilan pun berakhir, Ayah Fadli memijat pelipisnya. Dan tidak menunggu waktu lama ia pun langsung bergerak cepat tanpa memberi tahukan langkah yang ia ambil saat ini

Divilla Sazi duduk dilantai dapur sambil memegang mangkuk mie instan yang sudah hampir dingin. matanya pun masih sangat sembab setiap suapan demi suapan terasa hambar rasanya tidak seperti biasanya.

"Aneh banget sih, sumpah ya, biasanya gue makan enak kok gambar banget sih." ucap Sazi kesal namun air matanya terus saja berjatuhan sesekali ia menyeka airmatanya.

Padahal biasanya mie instan merupakan menu favoritnya disaat kemageran melanda. Tapi hari ini rasanya sangat berbeda.

Sambil menyeka air matanya, ia langsung memeluk dirinya sendiri, dengan suara pelan dan sedikit serak ia berkata "Mah,. hiks Sazi kangen."

"Kak Seza, Sazi pengen pulang." ia hanya bisa meratapi nasibnya saat ini.

Beberapa saat itu kemudian.

Ting tong

Suara bel rumah villa itu berbunyi berkali kali. Sazi yang penasaran langsung menaruh mangkoknya diatas meja makan, ia langsung berlari untuk mengecek siapa yang datang saat itu.

"Iya siapa ya?."

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!